Ps Debora Henubau (Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018) Pembacaan Alkitab : Efesus 4 :…
HARI PERHENTIAN TUHAN
Ps Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah 28 Oktober 2018)
Pembacaan Alkitab: Matius 17 : 14 – 21
Murid-murid menghadapi suatu masalah yang besar dimana mereka tidak bisa menyelesaikannya dengan level pengurapan, atau pengalaman sebelumnya (ketika mereka dipenuhi Roh Kudus; mengusir setan, melakukan tanda heran, dan mengalami mujizat demi mujizat, Matius 10 : 1 – 4; Lukas 10 : 1 – 12)
Murid-murid tidak dapat menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan karena dirasuki oleh roh jahat Ayat 15 – 17 katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”
Kemudian dengan keras Tuhan Yesuspun menegor dan menghardik anak itu, maka keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. Pada waktu murid-murid bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa mereka tidak dapat menyembuhkan anak itu, Tuhan Yesus menjelaskan karena mereka kurang percaya, dan Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.
Tuhan Yesus ingin membawa murid-murid untuk naik dari level pengurapan kepada level kemuliaan, dimana mereka harus mengalami berdiam (rest) di dalam hadirat Tuhan, untuk dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan. Persitiwa ini terjadi/ditulis, setelah peristiwa Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung (Matius 17 : 1 – 13)
Matius 7 : 1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Now after six days Jesus took Peter, James, and John his brother, led them up on a high mountain by themselves; (NKJV)
Dalam bahasa inggris lebih jelas bahwa setelah enam hari, itulah hari yang ketujuh dalam injil Lukas pun ditulis bukan hari keenam, tetapi hari kedelapan menurut hitungan hari orang Yahudi, yang sebenarnya jatuh pada hari yang ketujuh Lukas 9 : 28.
Hari ketujuh berbicara tentang hal yang sangat khusus. Karena begitu pentingnya hari ketujuh, hingga dua pasal dalam kitab Ibrani membahas khusus tentang hal ini. Ibrani 4 : 1 – 13 Hari yang ketujuh adalah HARI PERHENTIAN YANG DISEDIAKAN ALLAH bagi kita. Hari yang ketujuh dalam bahasa Ibrani adalah Sabath. Hari ketujuh bukan hanya pada hari Minggu saja, dimana kita berhenti dari aktivitas dan beribadah, tetapi juga pada waktu-waktu/ kesempatan dimana kita mengalami hadirat Tuhan setiap hari dalam hidup kita.
Ibrani 4 : 1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.
Dalam kehidupan sosial seperti sekarang ini, banyak orang mungkin tidak mau ketinggalan untuk hal-hal yang baru yang dia miliki, namun sangat disayangkan ada begitu banyak di antara mereka justru selalu ketinggalan untuk mengalami hadirat Tuhan (atau bahkan tidak mau mengalami hadirat Tuhan)
Ayat 9 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Berarti kita juga dapat mengalami pengalaman supranatural seperti yang murid-murid Tuhan Yesus alami, jika kita masuk kepada hari perhentian/ hari ketujuh.
Ayat 10 – 11 (baca) Jadi yang dimaksud hari yang perhentian/ hari ketujuh adalah setiap hari, setiap aktu, dan setiap saat/ kesempatan kita beristirahat dalam hadirat Tuhan dan menikamati kemuliaan-Nya. Tuhan menghendaki agar kita berhenti di hari perhentian Tuhan, untuk mengalami persekutuan pribadi dan meluangkan waktu bersama-sama dengan-Nya.
Matius 17 : 1; Lukas 9 : 28 (baca) Dari dua ayat ini menjelaskan hal yang sama bahwa “Yesus membawaâ€Â. (Jesus took Peter, James, and John his brother, led them up on a high mountain – NKJV) Artinya, Tuhan sendiri yang membawa Petrus Yakobus dan Yohanes dan memimpin mereka untuk mengalami kemuliaan Tuhan. Jadi, pengalaman yang Tuhan ingin kita alami (Sesuai Ibrani 3 & 4) itulah pengalaman hari Sabat/ hari perhentian dimana kita beristirahat di dalam hadirat-Nya. Dan Pengalaman ini hanya bisa dialami jika seseorang dibawa dan dipimpin Tuhan untuk ke sana. Karena Dia adalah Tuhan atas hari Sabat.
Tuhan Yesus rindu membawa kita semua masuk ke dalam hari perhentian-Nya/ Sabat supaya kita bisa menikmati hadirat dan kemuliaan-Nya. Hanya Tuhan Yesus yang bisa membawa kita kepada seluruh kebenaran dan kemuliaan.
Dari dua belas murid Tuhan Yesus, hanya Petrus, Yakobus, dan Yohanes yang bersedia untuk mengikuti dan terus menyertai-Nya untuk naik ke atas bukit/ ke tempat yang lebih tinggi. Kita mungkin sudah mengalami mujizat demi mujizat dalam hidup kita, bahkan mengaami mujizat yang terbesar, itulah keselamatan. Tetapi apakah kita mau naik KE TEMPAT YANG LEBIH TINGGI, YAITU DI DALAM KEMULIAAN TUHAN, sama seperti Petrus, Yakobus, dan Yohanes alami?
Tuhan Yesuslah yang membawa mereka tepat pada hari yang ketujuh, Tuhan ingin agar kita semua berjuang untuk masuk ke dalamnya, kita harus sungguh setia supaya kita mengalami istirahat di dalam hadirat Tuhan, dan melihat bahwa Tuhanlah yang berperang bagi kita. Hari perhentian, adalah hari kita beristirahat, dan Tuhan yang bekerja!
Banyak orang melihat Tuhan Yesus dari perspektif budaya, teologis, pengalaman, namun hanya di dalam hadirat Tuhan dan kemuliaan-Nya, kita dapat mengalami Tuhan Yesus yang sebenarnya. Dalam Matius 16 Petrus dan murid-murid yang lain mengalami pewahyuan tentang siapa Tuhan Yesus, tetapi mereka belum pernah melihat kemuliaan Tuhan Yesus yang sebenarnya, mereka belum pernah dibawa ke dalam hadirat Tuhan sepertrin yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
Apa yang kita alami sekarang hanya sebagian kecil dari, apa yang sebenarnya Tuhan ingin kita alami. Ada begitu banyak yang Tuhan ingin kita alami, karena janji itu itu diberikan kepada semua kita yang percaya ketika kita masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Kita mengalami hal-hal yang besar, jika kita dibawa masuk dalam kemuliaan Tuhan.
Matius 17 : 1 (baca) â€Â…Di situ mereka sendiriâ€Â. Ada pengalaman yang Tuhan ingin kita alami, hanya sendiri bersama dengan Dia. Dan pengalaman itu adalah pengalaman yang mungkin tertinggi dalam hidup kita. Bagi Petrus Yakobus dan Yohanes, itulah pengalaman yang luar biasa yang mereka alami. Tuhan ingin membawa kita sendiri bersama dengan-Nya di dalam kemuliaan-Nya. Tuhan ingin kita mengalami ke tempat yang belum pernah kita alami sebelumnya.
Ayat 2 “Lalu Yesus berubah rupa di depan mata merekaâ€Â. Petrus Yakobus dan Yohanes melihat Tuhan Yesus dalam keadaan yang berbeda dan belum pernah mereka lihat sebelumnya. Wajah Tuhan Yesus bersinar terang. Itulah pengalaman kemuliaan Tuhan. Mereka melihat Tuhan Yesus dalam kemuliaan Tuhan.
“wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya putih bersinar seperti terang”. Kata Wajah dalam bahasa Ibrani “panim†dipakai juga untuk menjelaskan tentang kasih karunia (favor), “Tuhan memberkato dan melindungi kita, Tuhan menghadapkan wajah-Nya dan memberi kasih karunia dan damai sejahtera†Bilangan 6 : 24 – 26 (baca) Jadi, ketika kita masuk di dalam kemuliaan Tuhan dan alami persekutuan dengan-Nya secara pribadi (sendiri) maka kita akan mengalami perlindungan, kita akan alami kasih karunia (favor), terima damai sejahtera (dalam bahasa ibrani “Shalom; komplit, lengkap, sehat, penuh melimpah/prosper, dalam PB Damai Sejahtera itulah Tuhan Yesus sendiri diberikan kepada kita, Yohanes 14 : 27. Dia adalah sumber damai sejahtera
Matius 17 : 2 …pakaian-Nya putih bersinar seperti terang. Terang adalah “ENERGY†yang keluar dari diri Tuhan sendiri. Kejadian 1 : 3 Sinar/ terang diciptakan lebih dulu dari semua ciptaan). Yohanes 1 : 3 – 5 Di dalam Tuhan ada hidup dan hidup itu adalah terang. Terang itu adalah kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita pada waktu Dia menghadapkan wajah-Nya kepada kita. Roh Tuhan yang masuk ke dalam hidup kita, yang membuat kita hidup kembali.
Tuhan Yesus berubah rupa dalam kemuliaan dia atas bukit bukan untuk keadaan dan situasi di sana, tetapi untuk mereka yang bersama dengan-Nya supaya mereka hidup dan diubahkan. Artinya tanpa sinar kemuliaan Tuhan kita tidak memiliki kehidupan, mati! Itulah yang dialami Petrus, Yakobus, Yohanes. Tuhan ingin menyinari kegelapan, menyinari hidup kita, masa depan kita. Sinar kemuliaan itu adalah kehidupan, Roh-Nya, esensi Tuhan sendiri, Aku adalah terang dunia, kata Tuhan Yesus.
Lukas 9 : 31 – 32 (baca) Dalam hadirat Tuhan adalah tempat, dimana Tuhan akan menyatakan rencana-Nya bagi setiap orang, tujuan hidup setiap orang Yeremia 29 : 11 – 13. Tuhan ingin membawa kita masuk ke pengalaman-pengalaman yang luar biasa, tetapi roh kita harus menyala-nyala untuk Tuhan, kita harus berusaha, menari, lapar dan haus untuk masuk ke dalam kemuliaan Tuhan. jika kita alami kemuliaan Tuhan,
Matius 17 : 4 (baca) Petrus, Yakobus, dan Yohanes, sudah mengalami banyak pengalaman rohani dan mujizat, namun bagi mereka tidak ada tempat yang paling indah dan berbahagia di dalam kemuliaan Tuhan, dan mereka rindu untuk tinggal di sana. Hadirat Tuhan adalah tempat yang paling indah karena di hadirat Tuhan ada perlindungan, kasih kaurnia, dan damai sjehatera. Amin!
