Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
HIDUP DALAM KUASA DAN PIMPINAN ROH KUDUS
Ps Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 26 Januari 2020)
Menjadi kuat dan menghasikan buah adalah hasil dari hidup dalam kuasa dan pimpinan Roh Kudus. Karena pada waktu kita mengalami kepenuhan Roh kita akan terus berbuah menjadi kuat dan tidak lemah.
Ulangan 29 : 29 Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat.
Pada waktu Tuhan menyatakan rahasia dan kuasa-Nya bagi kita, maka berkat tersebut tidak akan pernah diambil Tuhan dari hidup kita, sebaliknya akan terus-menerus dinyatakan sampai keturunan yang selanjutnya, bahkan sampai selama-lamanya. Dengan kata lain, segala sesuatu yang telah difirmankan, dinyatakan, dan yang ditulis di dalam alkitab (tentang kuasa supranatural, mujizat, berkat, pengurapan, dsb) akan senantiasa dinyatakan sampai hari ini dalam hidup kita.
Pada waktu Tuhan Yesus naik ke surga, Ia berkata kepada murid-murid-Nya untuk menantikan janji Bapa di Yerusalem; yaitu Roh Kudus yang akan dicurahkan ke atas mereka, supaya kuasa, kepenuhan dan pengurapan Roh Kudus yang Tuhan Yesus miliki dapat dialami juga oleh murid-murid-Nya sehingga mereka hidup dalam KUASA, bahkan sampai hari ini janji itupun kita alami.
Itu sebabnya, dalam segala keadaan kita lebih dari pemenang, kita kuat karena kuasa Roh Kudus nyata dalam hidup kita.
Segala sesuatu Tuhan berikan kepada kita, karena Dia adalah Bapa, Dia penuh dengan kelimpahan dan terus menerus memberi dan melimpahkan kasih karunia-Nya kepada kita, karena sampai selama-lamanya Dia adalah Pemberi bagi kita.
Lukas 4 : 1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Tuhan Yesus dipenuhi Roh Kudus sebelum Ia memulai pelayanan-Nya di muka bumi ini dan dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
Ayat ini sebenarnya berbicara tentang Tuhan Yesus sedang berdoa dan berpuasa ketika Ia sedang dicobai oleh iblis di padang gurun, itu sebabnya yang Tuhan Yesus alami di ayat 14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Pada waktu kita berdoa dan berpuasa, tubuh jasmani kita kosong, tetapi roh dan jiwa kita akan dipenuhi dengan Roh Kudus.
Tuhan Yesus bukan lagi dipenuhi oleh Roh, tetapi dalam KUASA ROH KUDUS. Kuasa Roh Kudus mengalir keluar dari Roh-Nya. sehingga Tuhan Yesus mengikuti kemana pun Roh Kudus itu menuntun-Nya untuk pergi.
Apa itu Galilea? Matius 4 : 12 – 17 (baca). Galilea adalah daerah yang special dalam pelayanan Tuhan Yesus, karena Galiela adalah daerah pertama yang di kunjungi Tuhan Yesus pada waktu dipimpin dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Galilea diterjemahkan dalam bahasa ibrani artinya; to roll, or circle (memutar atau melingkar) Galilea adalah salah satu distrik / daerah yang ada di Israel.
Sebagian besar pelayanan dan mukjizat yang Tuhan Yesus kerjakan adalah di Galilea, bahkan mujizat pertama dilakukan Tuhan Yesus di Kana, yang di Galilea. Murid-murid Tuhan Yesuspun dipangil di danau Galilea, karena mereka adalah orang Galilea Kisah Paras Rasul 1 : 11
Dalam Matius 4 : 16 “..bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar…†Galilea digambarkan sebagai tempat yang gelap. Dan apa yang ditulis dalam ayat ini sebenarnya menggambarkan keadaan yang sama yang ditulis dalam kitab Kejadian 1 : 1 – 3 dimana bumi masih belum berbentuk dan kosong, serta gelap gulita menutupi samudra raya, kemudian berfirmanlah Allah jadilah terang.
Galilea sebenarnya adalah tempat yang gelap, dan terbuang. Pada waktu Yosua dan bangsa Israel masuk dan merebut tanah Kanaan, hingga zaman raja Daud, Galilea adalah wilayah yang sulit untuk ditaklukan. Bahkan zaman raja Salomo pun Galilea adalah wilayah yang tidak diinginkan/ disukai, wilayah inipun ditolak ketika diberikannya kepada Hiram raja Sidon dan Tirus, karena orang menyebutkan wilayah itu tanah buangan 1 Raja-raja 9 : 11 – 13. Bahkan bagi orang Yahudi daerah Galiela adalah dareah yang tidak dipandang, hina, bahkan haram.
Kurang lebih 700 tahun sebelum Tuhan Yesus datang, daerah Galilea ini sudah dinubuatkan dan nubuatan tentang Mesias dimulai dengan nubuatan tentang wilayah itu
Yesaya 8 : 23 Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terhimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain (dengan hinaan)
Yesaya 9 : 1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar;
Dengan kuasa dan pimpinan Roh Kudus mereka yang terhimpit berjalan dalam kegelapan, dalam kekelaman akan melihat terang yang besar. Jika zaman PL, Galiela adalah wilayah terbuang dan tidak dianggap, tetapi ketika Mesias yaitu Tuhan Yesus datang, maka Dia sendiri yang akan mengubahkan wilayah itu menjadi kemuliaan, karena terang-Nya terbit di atas kegelapan.
Seberapapun gelap keadaan kita saat ini, seberapa besar tantangan dan kesulitan yang kita hadapi, ketika Tuhan Yesus datang, maka Dia akan mengubahkan segala sesuatu dalam hidup kita. Sekalipun dari zaman ke zaman tanah Zebulon dan Naftali itu ditolak dan tidak diindahkan, tetapi Tuhan Yesus memilihnya untuk memulai pelayanan-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya. Apa yang paling tidak berharga menurut ukuran manusia, di mata Tuhan berharga dan mulia.
Hal kerajaan sorga sama seperti seorang yang keluar ke ladang dan menemukan mutiara di dalam tanah. Ketika dia menemukan mutiara itu dia menjual semua hartanya untuk memperoleh mutiara itu. Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita, karena bagi Tuhan kita seperti permata yang berharga dan mulia.
Tuhan tidak pernah memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu, tanpa Dia lebih dulu melakukannya. Artinya jika Tuhan menyuruh kita mencari kerajaan Allah dan kebenaran, karena Dia telah melakukannya lebih dahulu, yaitu mencari dan menyelamatkan kita.
Sekalipun mungkin banyak orang menilai kita rendah, tidak mengindahkan, bahkan menolak kita, tetapi Tuhan melihat kita berharga dan mulia, dia menyelamatkan kita dan mengubahkan kita untuk kemuliaan-Nya. Dari tempat yang biasa dan tidak terpandang, Tuhan Yesus memilih 12 orang murid yang biasa, dan mengubah mereka menjadi orang-orang yang luar biasa. Ketika 120 orang murid dari Galilea itu menantikan Roh Kudus, dan pada waktu Roh Kudus itu turun 120 orang yang biasa menjadi orang-orang dahsyat yang memberitakan Injil sampai ke seluruh dunia, dan mengubahkan jalannya sejarah.
Tuhan Yesus memberikan segalanya bahkan nyawanya bagi kita, mengosongkan diri-Nya datang sebagai manusia dan bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus Kisah Para Rasul 10 : 38; Filipi 2
Firman Tuhan tidak pernah gagal! Yesaya 55 : 10 – 11. Akan datang waktunya dimana terang itu akan bercahaya menerobos kegelapan Yesaya 9 : 1. Firman Tuhan, janji, nubuatan dari Tuhan tidak pernah diambil kembali daripada kita, justru sebaliknya akan terus-menerus bekerja, dan behasil kepada apa yang disuruhkan kepadanya. Apa yang sudah Tuhan berikan, Dia tidak akan menariknya kembali.
Tuhan Yesus adalah firman yang hidup, itulah sebabnya Tuhan Yesus berhasil. Jika kita membaca merenungikan dan mendenagr firman Tuhan, maka kita harus yakin sepenuhnya firman itu akan bekerja dan berhasil, dan tidak akan pernah gagal, sama seperti Tuhan Yesus menggenapi semua nubuatan hingga menyelesaikan karya-Nya di kayu salib, maka demikianpun yang kita alami, bahwa firman/ janji yang kita terima akan kita genapi dan semua itu akan selesai.
Lukas 4 : 16 – 17 Ketika di Nazaret Tuhan Yesus diberikan kitab nabi Yesaya untuk dibaca, ketika menemukan ayatnya Tuhan Yesus kemudian membacanya Ayat 18 Roh Allah ada pada-Ku… artinya hari itupun Tuhan Yesus sedang menggenapi apa yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Dan kehadiran-Nya (yang dipenuhi oleh Roh Kudus) akan mengubah segala sesuatu, sehingga apa yang tidak berharga menjadi mulia dan berharga.
Apapun keadaan dan situasi kita hari ini, melangkahlah dengan iman dan percaya apa yang Tuhan firmankan pasti digenapi, dan jika Roh Kudus memimpin kita maka kita akan mengalami kemenangan dan terobosan yang besar, biarlah senantiasa hidup kita dalam kuasa dan pimpinan Roh Kudus, karena Roh Kudus senantiasa ada pada kita. Amin
