Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
HIDUP SEBAGAI KELUARGA ALLAH
Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 21 Februari 2016)
Pembacaan Alkitab : 1 Timotius 3 : 15
Jemaat yang hidup disebut sebagai KELUARGA ALLAH, tiang penopang, dan dasar kebenaran. Itu sebabnya gereja harus penuh dengan kebenaran. Firman Tuhan yang diajarkan haruslah alkitabiah (biblical) karena Tuhan menghendaki supaya jemaat-Nya menjadi tiang penopang kebenaran, artinya dimana gereja (jemaat Tuhan) ada, maka disanalah kebenaran Tuhan dinyatakan.
1.  Allah menghendaki agar anggota-anggota satu gereja lokal hidup sebagai keluarga Allah
Keluarga-keluarga Kristen seharusnya menjadi anggota yang setia dalam satu jemaat lokal agar mereka menjadi keluarga yang diberkati dan memberkati.
Keluarga dimulai ketika Allah menciptakan seorang laki-laki (Adam), dan kemudian menciptakan dari tulang rusuk Adam, seorang perempuan (Hawa), dan Tuhan memberkati mereka menjadi suami isteri, Firman-Nya “beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu†(Kejadian 1:28). Jadi jelas di dalam alkitab tidak ada pernikahan sejenis (LGBT), karena hal itu adalah dosa dan kekejian di mata Tuhan (Roma 1:26-32; 1 Korintus 6:9-10).
Lukas 17 : 24 -29 (baca) Tuhan Yesus menjelaskan bahwa pada akhir zaman, menjelang kedatanga-Nya; akan terjadi sama seperti dua zaman yang pernah terjadi sebelumnya: zaman Nuh, dimana orang akan acuh tak acuh terhadap firman Tuhan, dan zaman Lot, ketika orang hidup dalam percabulan, kenajisan, penyimpangan sex. Itu sebabnya, sebagai orang percaya, kita tidak perlu heran, jika hal-hal ini sedang terjadi di seluruh dunia, karena di dalam Alkitab, semuanya sudah tertulis dengan jelas sebagai tanda menjelang kedatangan Tuhan.
Allah menghendaki agar keluarga kristen menjadi keluarga yang diberkati berkelimpahan dan menjadi keluarga yang memberkati gereja-Nya. Tuhan Yesus Anak Allah yang Mahatinggi ketika datang ke dalam dunia menjadi manusia, melalui suatu proses sebagai manusia. yaitu dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan Maria. Hidup dan dibesarkan dalam sebuah keluarga, itulah keluarga Yusuf dan Maria.
2.  Tantangan dapat timbul dari dalam keluarga
Setelah Tuhan Yesus lahir, maka Yusuf dan Maria pun memiliki beberapa anak, baik laki-laki maupun perempuan yang juga dikenal sebagai saudara-saudara Tuhan Yesus Markus 6 : 3 (baca)
Yohanes 7 : 1 – 5 (baca) Dalam pelayanan-Nya Tuhan Yesus pernah ditentang oleh saudara-saudara-Nya, karena saudara-saudara-Nya tidak percaya kepada-Nya. Ingatlah, sewaktu-waktu anda mendapat mendapat tekanan dari anggota keluarga sendiri karena anda seorang pengikut Kristus dan diperlakukan tidak adil, dikucilkan/ dibuang, janganlah kecewa karena Tuhan Yesus sudah mengalaminya lebih dulu. Itu adalah hal yang biasa, dan konsekwensi kita mengikut Tuhan. Kita harus tetap setia kepada Tuhan dan gereja-Nya.
Mengapa Saudara-saudara Tuhan Yesus tidak percaya kepada-Nya? Karena mereka menghendakiTuhan Yesus melakukan sesuatu sesuai keinginan mereka, padahal segala sesuatu yang Tuhan Yesus lakukan selalu menurut kehendak Bapa di Sorga Yohanes 6 : 38.
Tantangan terberat justru apabila datangnya dari KELUARGA sendiri, karena ada anggota keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Sebagai keluarga Kristen kita harus tahu dengan pasti bahwa Tuhan Yesus adalah kepala atas keluarga kita.
Kita harus percaya, apapun tantangan yang kita hadapi dari pihak keluarga kita, melalui pergumulan doa dan kesaksian hidup kita, kita imani bahwa pada akhirnya mereka pasti akan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
Kisah Para Rasul 1 : 13 – 14 menuliskan bahwa saudara-saudara Tuhan Yesus pada akhirnya menjadi percaya dan mengikuti-Nya. Tuhan menghendaki agar semua anggota keluarga kita diselamatkan.
Alkitab sangat menekankan bahwa sebagai satu keluarga, kita harus berakar di dalam Tuhan dan firman-Nya, dan bertumbuh serta menghasilkan buah yang lebat untuk memuliakan Tuhan dan memperluas Kerajaan-Nya di bumi ini, di dalam dan melalui gereja-Nya.
Kisah Para Rasul 16 : 15 Lidia menjadi percaya dan dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya 16 : 31 Percayakah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.
Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka bukan hanya kita yang selamat, tetapi juga seisi rumahpun akan diselamatkan.
3.  Tugas dan tanggung jawab orang tua adalah mendidik generasi masa depan
Tuhan memberikan tugas kepada para orang tua Kejadian 18 : 18 – 19 (baca) bahwa sebagai orang tua kita telah dipilih oleh Tuhan, untuk memerintahkan dan mengajarkan kepada anak-anak kita sejak dini, mengenal Tuhan dengan benar, serta hidup menurut jalan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan. Tuhan menghendaki agar KELUARGA KRISTEN adalah PUSAT PENDIDIKAN ROHANI BAGI ANAK-ANAK/ GENERASI MASA DEPAN. Karena dunia ini telah dirusakkan oleh dosa, maka merupakan HAK asasi manusia bahwa setiap orang harus mengenal kebenaran (firman Tuhan) dan diselamatkan
Ulangan 6 : 4 – 7 (baca) Sebagai orang tua kita harus hidup sungguh di dalam Tuhan, dan bertanggung jawab untuk mengajarkan firman Tuhan berulang-ulang kepada anak-anaknya.
Memimpin manusia adalah tugas yang paling berat, khususnya untuk hidup di dalam Tuhan. Musa bisa melepaskan orang Israel dari Mesir dengan berbagai mujizat, tetapi Dia gagal membawa mereka masuk ke tanah Kanaan, mengapa? Meskipun Musa adalah orang yang paling lembut hatinya, akhirnya ia juga menjadi ketika orang Israel terus menerus bersungut-sungut. Tidak mudah untuk memimpin manusia baik di dalam keluarga, maupun di dalam gereja, oleh sebab itu setiap orang tua dan seorang pemimpin memerlukan pengurapan Roh Kudus yang selalu baru.
Itu sebabnya firman Tuhan menegaskan bahwa sebagai orang tua kita harus PERINTAHKAN kepada anak-anak kita. Artinya, sebagai orang tua kita harus memiliki OTORITAS/ WIBAWA ROHANI untuk mengajarkan firman Tuhan. Ingatlah bahwa TELADAN LEBIH BERBICARA DARI PADA PERKATAAN. Kita harus bersikap positif, dan mengajarkan kepada anak-anak kita hal-hal yang benar dan positif berdasarkan firman Tuhan, baik di dalam keluarga, maupun di gereja supaya hidup merekapun diberkati.
Yosua 24 : 15 (baca) Walaupun ada perintah Tuhan, tetapi selalu harus ada komitmen kita. Sebagai keluarga kita harus memiliki komitmen, dan komitmen dimulai dari orang tua (ayah dan ibu), karena hal itu sangatlah menentukan. Sebagai warga GDS, Kita dan seisi rumah harus berkomitmen untuk setia beribadah dan melayani Tuhan Yesus Kristus secara bersama.
Efesus 1 : 1 – 4 (baca) Tuhan memberikan perintah kepada kita (anak harus menaati orang tua di dalam Tuhan; hormatilah mereka supaya kita diberkati dan pajang umur, Orang tua (ayah dan ibu) jangan bangkitkan amarah anak-anak melainkan didik mereka sesuai dengan ajaran dan nasehat Tuhan. Keluarga adalah sasaran utama dari iblis akrena institusi pertama di bumi ini yang Tuhan ciptakan adalah KELUARGA. Iblis sejak awal telah menghancurkan keluarga (Adam-Hawa), karena iblis tahu bahwa keluarga dipakai Tuhan untuk memperluaskan kerajaan-Nya di bumi ini.
Itu sebabnya setiap keluarga harus dibentengi/dilindungi oleh kuasa Tuhan Yesus dan firman-Nya dalam peperangan rohani. Mendidik manusia (orang tua dan anak) adalalah peperangan rohani, karena cara Iblis selalu mencari celah untuk menghancurkan gereja di mulai dari keluarga. Oleh sebab itu kita harus mendoakan keluarga kita, dan menutup semua celah. Dengarkan suara yang positif berdasarkan firman Tuhan, dan tolak semua suara-suara yang negatif.
Tuhan membela Musa, ketika Harun dan Miriam memberontak terhadapnya, akibatnya mereka ditimpakan penyakit kusta, setelah mereka bertobat barulah Tuhan sembuhkan.
Pelajaran untuk kita, jangan menghakimi pemimpin rohani, atau orang yang Tuhan percayakan di atas kita, tetapi biarlah Tuhan yang bertindak. Hamba Tuhan adalah seorang yang Tuhan pilih dan Tuhan juga yang akan bertindak. Jangan menghakimi dan menghabiskan waktu dengan sia-sia untuk membicarakan hal-hal yang negatif.
4.  Keluarga yang diberkati adalah keluarga yang bertumbuh di dalam iman.
Tuhan menghendaki agar kita semua diberkati, untuk itu kita harus membawa keluarga kita bertumbuh di dalam iman.
Karena jika iman kita tidak bertumbuh, maka iman kita akan menjadi lemah. Roma 4 : 17 – 18 (baca). Bukan hanya lemah, tetapi iman kita pun bisa kandas
1 Timotius 1 : 18 – 19. Tuhan menghendaki agar hati nurani kita dikuasai firman Tuhan, dan tidak dikuasai oleh suara-suara yang negatif. Bahkan iman pun dapat gugur
Lukas 22 : 31 – 32
Oleh sebab itu iman kita harus terus bertambah dan bertumbuh dan jangan statis
( 1Tesalonika 1 : 3, 2 Tesalonika 1 : 3) Iman kita semakin bertambah, dan kasih harus semakin kuat.
Bagaimana Iman bertumbuh? Roma 10 : 8 – 11 (baca) firman itu dekat dengan kita. Dengan hati kita percaya, dan mulutpun kita harus perkatakan apa yang kita percayai yaitu: “ya†dan “amin†Tuhan menghendaki agar kita senantiasa memasukan firman Tuhan ke dalam hati dan mengucapkannya dengan mulut kita setiap hari.
Kita harus rebut dalam doa, ucapkan dengan iman, agar semua orang di dalam keluarga kita yang belum percaya diselamatkan! karena Tuhan menghendaki keluarga kita diselamatkan.
Roma 10 : 17 (baca) Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Tuhan menghendaki agar kita menjadi keluarga yang diberkati dan menjadi mitra Tuhan untuk mengembangkan Kerajaan-Nya di bumi ini. Keluarga yang diberkati adalah keluarga yang beribadah dan melayani Tuhan bersama-sama, serta memenangkan keluarga-keluarga yang lain bagi Tuhan. Amin.
