Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
MENGALAMI KUASA KRISTUS
Ps. Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 28 Februari 2016)
Pembacaan Alkitab : Efesus 1 : 19
Betapa kuasa Kristus bagi kita yang percaya. Kuasa Kristus tidak terbatas, dan tidak dapat dibatasi dengan apapun. Itu sebabnya tidak ada yang dapat membatasi pekerjaan Tuhan, karena di dalam tantangan dan kesulitanlah kuasa Kristus dapat dinyatakan. 2 Korintus 12 : 9 – 10
2 Korintus 4 : 10 – 12 (baca) Tuhan mengendaki agar kita juga mengalami kehidupan Kristus, yaitu; Mengalami kuasa-Nya, kedahsyatan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan terobosan dalam seluruh kehidupan kita. Supaya kita bisa mengalami kuasa dan kehidupan Kristus, maka kita juga harus lebih dulu mengalami kematian Kristus.
Kematian Kristus bukanlah kematian dosa, atau disebabkan karena dosa. Mengapa? Karena Tuhan Yesus tidak mengenal dosa, tetapi dijadikan berdosa, 2 Korintus 5 : 21.
Kita harus mengalami KEMATIAN KRISTUS Filipi 2 : 5 – 8 . Arti dari kematian Kristus :
1. Ayat 6. Kematian Kristus artinya TIDAK MEMPERTAHANKAN HAK. Itu sebabnya mati bersama Kristus artinya kita tidak mempertahankan hak kita, tidak mempertahankan milik kita sendiri, tetapi dengan rela melepaskannya.
2. Ayat 7 Kematian Kristus artinya mengosongkan diri atau MERENDAHKAN DIRI. Tuhan Yesus sendiri mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Ada banyak orang Kristen yang merendahkan dirinya karena terpaksa; dalam situasi yang sulit, sakit penyakit, tidak ada harapan, dan jalan keluar. Kematian Kristus mengajarakan kita untuk rela merendahkan diri dalam keadaan apapun, dan tidak tergantung kepada situasi dan kondisi. Jika kita ingin mengalami kuasa Kristus nyata maka kita harus merendahkan diri, sukarela setiap hari.
Dalam keadaan-Nya yang setara dengan Allah, Tuhan Yesus mengosongkan diri-Nya.
3. Ayat 8. Kematian Kristus artinya MEMBATASI DIRI sekalipun Dia sanggup. Dalam keadaan sebagai manusia artinya; Kristus yang adalah Tuhan rela menjadi manusia, dan mengalami keadaan yang terbatas seperti manusia. Itu sebabnya kematian Kristus mengajarkan supaya kita bisa membatasi diri kita sekalipun kita mampu atau sanggup untuk melakukan sesuatu, karena yang Tuhan inginkan dari kita adalah hidup dalam KETAATAN. Ibrani 5 : 8.
Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus TAAT dan tunduk kepada Tuhan dan firman-Nya. Ketaatan kepada Tuhan artinya tidak lagi hidup dengan cara-cara yang lama (duniawi), yang dulu kita andalkan, baik itu cara berpikir, hidup dan pengalaman, dsb. Bahkan kita tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan minyak (pengurapan) yang lama. Karena kita membutuhkan minyak yang baru, yaitu pengurapan Roh Kudus setiap hari. Mazmur 92 : 11.
Jika kita ingin mengalami kuasa Kristus, maka kita harus mengalami minyak yang baru setiap hari. Sebagai manusia kita terbatas, itu sebabnya kita membutuhkan kuasa dan pengurapan Roh Kudus.
4. Kematian Kristus artinya, Taat sampai mati, bahkan sampai tidak ada lagi kedagingan yang muncul. Seringkali kita mengalami hal-hal dimana kedagingan kita selalu “berbicara†untuk tidak taat melakukan firman. Tetapi kematian Kristus menyatakan bahwa dalam keadaan apapun Tuhan Yesus tidak membela diri-Nya, Dia tetap memilih untuk taat sampai mati di kayu salib.
Yesaya 53 : 2 – 4 Sepanjang hidupnya Tuhan Yesus pun mengalami kesukaran, kesulitan, bahkan tantangan demi tantangan, tetapi Dia tetap taat untuk melakukannya. Mungkin ada banyak pergumulan yang kita alami, ketika kita taat melakukan kebenaran, hingga kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tetapi sebenarnya kita sedang memikul terobosan untuk diri kita, keluarga, pekerjaan/usaha, bahkan gereja.
Pergumulan dalam ketaatan kita kepada Tuhan akan selalu mengerjakan sesuatu yang jauh lebih besar yang kita terima nantinya sebagai berkat Tuhan. Yesaya 53 : 10 – 11.
5. Kematian Kristus di kayu salib artinya, dipermalukan, dihina, dan direndahkan. Tuhan Yesus mati bukan dalam kemuliaan dan kehormatan, tetapi Dia mati di dalam kehinaan dan dipermalukan menurut ukuran manusia. Tuhan Yesus mati di dalam penderitaan yang begitu besar, tidak dihormati, dihina, tidak ada pembelaan, bahkan semua orang (termasuk murid-murid) yang menyertai Tuhan Yesus lari meninggalkan-Nya. Kematian Kristus mengajarkan kita untuk mati atas ego dan harga diri kita.
KEHIDUPAN KRISTUS Kolose 1 : 15 – 20
Ayat 15 Kita harus alami kematian Kristus supaya gambar Kristus menjadi nyata di dalam hidup kita. Dunia tidak bisa mengenal Tuhan, karena mereka tidak bisa melihat Tuhan, dan mereka tidak mengakui Tuhan. tetapi dunia bisa melihat kita dan menjadi percaya, jika kita rindu maka gambar Allah yang tidak kelihatan dapat terlihat dan menjadi nyata di dalam dan melalui kita
Ayat 16 Tuhan bukan hanya membuat mujizat yang biasa saja, tetapi mujizat kreative artinya dari menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada. Apa yang tidak pernah kita lihat, dengar, dan timbul dalam hati itulah yang Tuhan sediakan bagi kita (1 Korintus 2 : 9). Tuhan ciptakan segala sesuatu di dalam Kristus. Dengan kata lain jika kehidupan Kristus nyata dalam hidup kita melalui kematian-Nya, maka segala sesuatu dalam hidup kita akan dan telah DICIPTAKAN!
Waktu firman Tuhan, pewahyuan, dan janji Tuhan disampaikan dalam hidup kita, dan kita percaya dan terima, maka saat itu juga segala sesuatu yang kita imani sudah diciptakan dan disediakan oleh Tuhan! Itu sebabnya, Kematian Kristus harus nyata dalam hidup kita supaya kehidupan Kristus dapat dinyatakan dalam hidup kita.
Ayat 18 Jika kehidupan Kristus nyata dalam hidup kita maka, Tuhan menghendaki kita menjadi kepala dan bukan ekor, Tuhan ingin mengangkat anak-anak Tuhan, di tempat yang tinggi. Tuhan ingin kita mendapat tempat yang terbaik. Tuhan ingin kita diutamakan (VVIP), mendapat ranking yang pertama. Karena Tuhan menghendaki kehidupan Kristus menjadi nyata dalam kita!
Ayat 19 Sampai akhirnya yang Tuhan inginkan adalah kita hidup bukan oleh diri kita lagi, tetapi KRISTUS YANG HIDUP DALAM DIRI KITA, Galatia 2 : 20. Kehidupan Kristus harus menjadi nyata dalam kita, sehingga kita hidup di dalam kepenuhan Kristus. Supaya Tuhan dapat bekerja di dalam dan melalui hidup kita, sehingga mujizat dan terobosan terjadi. Kisah 4 : 30 – 31.
2 Korintus 4 : 11 Kita tidak bisa mati hanya sekali saja, tetapi harus terus-menerus mengalami kematian Kristus, kita harus mati setiap hari. Matius 16 : 24. Karena kita akan terus dicobai sampai kedagingan kita lenyap. Selama kedagingan masih “berteriak†maka kita masih terus-menerus dicobai. Kita akan diserahkan dan untuk mengalami tantangan dan mati dalam Kristus, supaya hidup Kristus terus menerus menjadi nyata dalam kita. Amin.
