Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
IMAN YANG BEKERJA OLEH KASIH (Faith working through love)
Apostle Dr Daniel Henubau
(Ringkasan Kotbah Minggu 15 Maret 2015)
Pembacaan Alkitab: Galatia 5 : 6
Iman yang bekerja oleh kasih inilah yang memotivasi visi dan misi gereja kita bahwa “kita diberkati untuk memberkati†Tuhan melihat hidup kita dalam keMahatahuan-Nya dari awal sampai akhir, karena Dia adalah yang Awal dan yang Akhir (Alpha & Omega). Tuhan sudah melihat GDS sejak awal hingga kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Jika Tuhan sudah memulai, Ia akan melanjutkan bahkan menyempurnakannya. Tuhan menghendaki kita setia, karena Dia lebih dulu setia kepada kita.
Apa yang Tuhan lihat, dan firmankan seringkali bertentangan dengan apa yang kita lihat dan katakan. Kita hanya melihat sekarang dan masa lampau, tetapi belum lihat masa depan, sementara Tuhan sudah melihat semuanya dari awal hingga akhir (masa depan) kita.
Oleh sebab itu, Alkitab mengajarkan supaya kita melihat dan memperkatakan sesuai dengan apa yang Tuhan lihat dan yang Ia firmankan/ perkatakan. Itulah perkataan iman. Karena apa yang kita lihat dan katakan terbatas pada kemampuan kita secara manusiawi. Sedangkan Tuhan sudah melihat dan berfirman seperti yang telah Ia lihat, itu sebabnya kita membutuhkan IMAN,
Iman tidak ada pada manusia, karena Iman adalah miliknya Tuhan, dan iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Tidak ada serangpun yang dapat percaya kepada Tuhan Yesus, selain Tuhan yang memberikan iman kepadanya untuk percaya dan menerima-Nya. Itulah iman untuk lahir baru (iman pertobatan) Itulah dasar/ fondasi dari hidup kita. Jika kita sudah menerima Tuhan Yesus dan lahir baru, maka iman itu akan akan bertumbuh kepada iman untuk hidup berkemenangan (atas pencobaan, atas dosa, atas kuasa-kuasa kegelapan) kemudian iman kita akan bertumbuh kepada iman supranatural (iman untuk mengalami mujizat-mujizat yang lebih besar, iman “tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang percaya).
Tuhan menghendaki sebagai anak-anak Tuhan, iman kita harus terus-menerus bertambah/ bertumbuh. 2 Tesalonika 1 : 3 “…karena imanmu semakin bertambah dan kasih mu seorang akan yang lain maskin kuat di antara kamuâ€Â
Firman Tuhan mengajarkan; jika iman kita bertambah, maka kasih kitapun akan semakin kuat. Iman dan kasih tidak bisa dipisahkan. Iman tidak kelihatan, karena iman hanya akan kelihatan jika dipraktekan dalam kasih. Orang yang miskin di dunia ini, adalah orang yang tidak memiliki iman. Tuhan memberikan iman kepada kita, dan iman itu terus bertumbuh jika hati /rohani kita terus menerus dipenuhi oleh firman Tuhan.
Itu sebabnya, dalam hidup kita harus ada TEROBSAN IMAN. Artinya, apapun situasi dan kondisi yang kita alami, memang terbatas karena kita ada di bumi ini, bahkan kita lemah karena kita ada di dalam daging, tetapi lebih dari semua itu Tuhan memberikan kita iman supaya kita mengalami terbosan dalam berbagai aspek kehidupan kita.
Tuhan melihat melampaui apa yang kita lihat. Jika Tuhan menghendaki kita untuk beriman dan taat serta setia melaksanakan apa yang Ia firmankan maka dalam waktu yang Tuhan tetapkan dan yang Ia rencanakan, pasti Ia menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada, sesuai dengan apa yang sudah difirmankannya.
Yoel 3 : 10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan†(let the weak say I am strong) PAHLAWAN IMAN, Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang kuat di dalam Tuhan.
Sesuai dengan nubuatan dalam kitab Yoel, di akhir zaman ini Tuhan sedang membangkitkan generasi muda yang KUAT, dan bukan yang lemah 1 Yohanes 2 : 14 (baca) Kita kuat karena firman Tuhan ada di dalam kita, dan kita telah mengalahkan yang jahat. – Itulah terbosan Iman untuk hidup berkemenangan.
2 Korintus 9 : 8 (Baca) Tingkat kehidupan manusia dari segi ekonomi adalah kekurangan, cukup, dan berkelebihan/ kelimpahan. Iman untuk hidup berkemenangan adalah Tuhan membawa kita untuk berkelebihan dan berkelimpahan bukan sekedar berkecukupan, supaya kita menjadi berkat dan memberkati. Tuhan telah membawa GDS untuk menjadi berkat dengan memberkati wilayah dimana kita berada dan melayani.
Jadi, Iman yang bekerja oleh kasih harus nyata. Iman itu lebih dulu bertumbuh untuk mengalami kelimpahan, supaya kasih Tuhan semakin kuat di dalam kita, sehingga kita dapat mewujudnyatakan iman melalui kasih Kristus kepada sesama kita. Iman bertumbuh dari iman kepada iman yang lebih besar Roma 1 : 17 (baca). Bukti dari iman semakin bertambah adalah kasih yang semakin kuat. Karena iman selalu dinyatakan di dalam dan melalui kasih.
Dasar dari ibadah dan pelayanan kita adalah IMAN & KASIH. Kita aktif untuk beribadah dan melayani karena kita mengasihi Tuhan yang telah terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih Kristus (kasih agape) yang telah kita terima kita harus bagikan kepada sesama kita. Kita beribadah dan melayani bukan supaya bebas dari hukuman dosa melainkan karena kita sudah menerima kasih karunia Tuhan, maka kita harus mengasihi dan melayani Tuhan yang diwujudkan dengan berkomitmen setia beribadah dan melayani di dalam dan melalui Gereja dimana Tuhan telah memberkati kita.
Pengertian iman yang bekerja oleh kasih adalah yang pertama-tama kita menerima kasih dari Allah 1 Yohanes 4 : 18 – 20 (baca) Di dalam kasih tidak ada ketakutan, karena kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Itu sebabnya, semua yang kita lakukan seharusnya bukan karena ketakutan, tetapi dasarnya adalah kasih Agape (Kasih Allah, kasih yang berkorban).
Kita mengasihi, karena Allah lebih dulu mengasihi kita, artinya kita sebenarnya tidak memiliki iman dan kasih, semuanya itu adalah pemberian dari Tuhan. Jadi, jika kita beribadah, melayani, dan menjadi berkat semua itu semata-mata karena kita telah menerima kasih Kristus. Kita bukan hanya berkecukupan malah berkelimpahan. Itu sebabnya, semakin kita melayani, semakin kita dipercayakan lebih besar lagi dari Tuhan.
Ayat 20 Jikalau seorang berkata aku mengasihi Allah dan Ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. Rasul Yohanes mengajarkan kita untuk mengasihi bukan hanya saudara secara biologis saja, tetapi saudara dalam pengertian yang lebih luas, yaitu sesama orang percaya, atau saudara di dalam Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus saling mengasihi seorang dengan yang lain, karena iman kita bekerja oleh kasih.
Sekalipun sikap orang lain negatif terhadap kita, namun sebagai anak-anak Tuhan kita harus mengasihi dan menyatakan kebaikan karena pada akhirnya Tuhan akan menunjukkan berkat dan kuasa-Nya bagi kita.
Tuhan memberikan kepada kita iman, karena Tuhan memiliki iman. Iman Tuhan adalah Apa yang Tuhan firmankan itulah yang terjadi. Itu sebabnya Tuhan memberikan kepada kita iman-Nya supaya apa yang kita katakan berdasarkan firman-Nya itupun yang terjadi dan kita alami.
Yohanes 6 : 63 – 65 (baca) Setiap kali Tuhan berfirman memiliki kuasa untuk membangkitkan iman kita.
Kita memiliki iman dan datang kepada Tuhan karena Tuhanlah yang mengarunikannya kepada kita. Itu sebabnya, jika kita sudah ada dalam pengalaman dengan Tuhan, setia beribadah, melayani, kita sudah menerima karunia dan berkat dari Tuhan, maka jangan mundur karena pengaruh yang lain yang mengalihkan kita dari Tuhan akhirnya mundur dari Tuhan dan gereja-Nya.
Kasih yang Tuhan nyatakan kepada kita adalah kasih agape (Galatia 5 : 6; Yohanes 3 : 16) kasih yang bersumber dari Allah dan milik Allah yang diberikan kepada kita, supaya kita pun dapat mengasihi, yaitu; kasih yang berkorban, tidak mununtut balas, dan memberi, dan tidak egois.
Tuhan menghendaki agar kita mengenal Dia secara pasti bahwa Tuhan mengasihi kita dan Ia menghendaki agar kita bertumbuh di dalam iman dan kasih-Nya. Semakin iman dan kasih kita bertumbuh, maka iblis tidak senang. Iblis tidak senang kalau kita menjadi orang yang “abnormal†(taat dan melakukan firman Tuhan) di tengah-tengah dunia yang umumnya “normal†(hidup dalam dosa, kejahatan, dan tidak mengenal Tuhan)
Meskipun dunia berada dibawah kuasa si jahat, tetapi kita anak-anak Tuhan hidup bukan berdasarkan pola dunia ini, melainkan berdasarkan kehendak Tuhan. Itu sebabnya, jangan heran ada banyak tantangan dan aniaya kita alami sebagai anak-anak Tuhan, bahkan orang yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguhpun di cap “orang gila†2 Timotius 3 : 12 – 13 (baca) sebagai anak-anak Tuhan JANGAN TERPENGARUH dengan hal-hal yang negatif! Kita harus tetap setia mengasihi dan ikut dan melayani Tuhan.
1 Yohanes 5 : 3 – 5 (baca) Kemenangan yang mengalahkan dunia adalah IMAN kita. Kita mengalahkan dunia karena kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Artinya, kita adalah milik Kristus dan kita berada di dalam barisan kemenangan-Nya yang membawa hidup kita berkemenangan setiap hari.
Iman dinyatakan dalam kasih. Walaupun kita diperhadapkan dengan tantangan, namun kita tetap bersikap baik, kasih Kristus tetap kita nyatakan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, karena kita percaya kasih Kristus sanggup mengalahkan yang jahat.
2 Korintus 2 : 14 – 15 (baca) Kita harus menyebarkan keharuman pengenalan akan Tuhan, itulah kasih. Iman yang bekerja oleh kasih. Kemana dan dimanapun kita pergi dan berada kita menyebarkan keharuman pengenalan akan Tuhan. Kasih Kristus itulah bau harum bagi mereka yang diselamatkan, tetapi bau kematian di antara mereka yang akan binasa.
Mengapa iman makin bertambah dan kasih semakin kuat? Matius 24 : 12 Karena tanda akhir zaman kasih semakin dingin, karena bertambahnya kedurhakaan. Di dalam gereja (GDS) kasih kita (sebagai jemaat) seorang dengan yang lain harus semakin kuat dan semakin hangat. Dan yang terpenting Iman harus bekerja oleh kasih.
Tuhan menghendaki supaya kita menyatakan kasih kita dalam perbuatan kita. Sama seperti iman kita semakin bertumbuh, maka iman harus dinyatakan dengan perbuatan Yakobus 2 : 17, 26, iman tanpa perbuatan (kasih) sama dengan iman yang mati.
Kita dipanggil untuk menyatakan perbuatan kasih. Itu sebabnya, setiap kali kita menyembah Tuhan, beribadah, melayani, dan memberi serta mendukung pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui GDS, semua itu kita lakukan karena kita mengasihi Tuhan. Semua karunia akan lenyap, namun kasih tidak berkesudahan 1 Korintus 13 : 8. “Love never fail†Sebagai anak-anak Tuhan kita harus terikat di dalam kasih Tuhan.
1 Korintus 13 : 1 – 3 (baca) dasar dari semua yang kita lakukan karena kita sudah menerima kasih Tuhan yang sempurna, maka kita mau membagikan kasih itu kepada sesama kita. karena apapun yang kita buat dasarnya adalah kasih Kristus. Marilah seluruh anggota Jemaat GDS Iman kita harus semakin bertambah dan kasih di antara kitapun semakin kuat, maka pasti kita akan bertumbuh dari Kemuliaan kepada Kemuliaan yang semakin besar. Amin.
