Skip to content

KASIH DARI SURGA

Apostle. DR Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah 4 Maret 2018)

Pembacaan Alkitab : Yohanes 12 : 1 – 8

Tidak ada seorangpun yang dapat melayani Tuhan berdasarkan kasih dari dirinya sendiri, selain dia telah menerima kasih Tuhan yang sempurna, itulah kasih dari Surga.

Perlu kita tahu ada bagian yang pararel dari pembacaan kita Yohanes 12 : 1 – 8, dengan Matius 26 : 6 – 13; Markus 14 : 3 – 9.

Enam hari sebelum Paskah Tuhan Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus dibangkitkan dari antara orang mati. Pada hari itu, di rumah Simon si kusta diadakan perjamuan untuk ucapan syukur atas mujizat kebangkitan Lazarus dan kesembuhan yang dialami oleh Simon. Sebenarnya situasi politik pada waktu itu sangat rawan dan tidak kondisfif, mengapa? Karena imam-imam kepala dan orang-orang Farisi merencanakan untuk menangkap Tuhan Yesus (Yohanes 11 : 55 – 57).

Sejak Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, Ia sangat popular di kalangan orang Yahudi dan membuat imam-imam dan ahli Farisi sangat iri hati dan berniat untuk membunuhnya. Dalam hidup ini, selalu saja ada orang-orang yang iri hati terhadap kita apabila kita jujur, berhasil, diberkati, dsb.

Sekalipun situasi tidak kondusif tetapi keluarga-keluarga yang telah mengalami mujizat di Betania tetap mengharapkan Tuhan Yesus hadir, mereka membuat ibadah ucapan syukur untuk menjamu Tuhan Yesus. Hanya kasih dari surga yang membuat setiap keluarga di Betania memiliki keberanian, mereka tidak takut dan gentar dengan situasi dan kondisi apapun. Kasih dari surga yang yang kita alami dalam hidup kitalah yang akan memampukan kita mengalahkan segala sesuatu yang jahat.

Kekristenan bukan hanya sekedar beragama, tetapi kekristenan adalah memiliki persekutuan yang dalam (intim) dengan Tuhan, dimana kita mengasihi Tuhan, karena kita lebih dulu telah menerima kasih Tuhan. Tidak ada seorangpun dapat mengasihi Tuhan, tanpa dia lebih dulu menerima kasih Tuhan. Manusia tidak punya kasih, Tuhanlah yang memberikan kasih itu (Agape) sehingga manusia bisa mengasihi.

Ketika jamuan itu sedang berlangsung, Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya (seharga 300 dinar, itulah upah seoarang pekerja dalam setahun) lalu meminyaki kaki Tuhan Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Menurut tradisi Yahudi, kaum wanita tidak diijinkan untuk duduk makan bersama kaum pria pada waktu jamuan makan. Wanita biasanya memakai tudung kepala dan harus bekerja serta makan di dapur.

Yohanes 12 : 2 Jadi masukanya Maria di tengah-tengah jamuan makan sudah mengalanggar peraturan, apalagi membuka tudung kepalanya di depan banyak orang, itu adalah tindakan yang memalukan. Maria meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu, (dari kepala dalam Matius 26 : 6 – 13; Markus 14 : 3 – 9) sehingga bau minyak itu semerbak seluruh ruangan. Ketika hal itu terjadi, Yudas Iskariot lah yang pertama kali menegur dan menanggapi negatif apa yang dilakukan Maria, seharusnya menjual minyak itu dan memberikan kepada orang miskin, namun sebenarnya apa yang dikatakan Yudas bukan karena dia memperhatikan nasib orang miskin, tetapi untuk kepentingannya pribadi, karena dia selalu mencuri uang kas yang disimpan Tuhan Yesus.

Perkataan negatif Yudas mempengaruhi murid-murid, dan semua yang hadir pada waktu itu, sehingga mereka menjadi gusar dan memarahi perempuan itu (Matius 26 : 8 – 9; Markus 14 : 5 – 6). Ingatlah satu perkataan negatif dapat mempengaruhi hidup orang lain.

Ketika Maria sedang melayani Tuhan Yesus, semua orang yang hadir menjadi guasr dan tersinggung. Jangan tersinggung jika ada orang yang lebih maju dan lebih aktif melayani Tuhan, karena seharusnya kita juga proaktif untuk melayani Tuhan bersama-sama.

Maria meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu karena dia tahu bahwa kehadiran Tuhan di Betania adalah kehadiran-Nya yang terakhir kalinya bersama dengan mereka, karena Tuhan Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem, yang kemudian Dia akan mati disalibkan dan akan bangkit pada hari yang ketiga. Dari mana Maria tahu hal itu? Lukas 10 : 38 – 42 (baca)

Marta tidak salah dalam melayani, tetapi salahnya tidak tepat waktunya, saat dimana Marta seharusnya duduk mendengar firman Tuhan, dia malah sibuk melayani. Maria duduk di kaki Tuhan Yesus dan mendengarkan semua yang Tuhan Yesus ajarkan, itulah sebabnya dia tahu persis apa yang akan terjadi terhadap Tuhan Yesus. Kita bisa aktif melayani Tuhan, tetapi kita juga harus tahu saatnya kita harus duduk dan fokus mendengarkan firman Tuhan dengan benar.

Itu sebabnya Maria melanggar setiap peraturan dan tradisi Yahudi untuk melayani dan melakukan yang terbaik untuk terkahir kalinya kepada Tuhan Yesus. Maria ingin menunjukkan apa artinya semuanya itu tanpa kasih kepada Tuhan Yesus. Ketaatan kita kepada aturan apapun tanpa memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus hanyalah agamawi. Tuhan Yesus tidak memanggil kita untuk beragama, tetapi untuk memiliki persekutuan dengan-Nya secara pribadi.

Yudas adalah seorang provokator, perkataan negatifnya mempengaruhi orang lain, dia bukan hanya marah kepada Maria, tetap dia juga sebenarnya sedang menghina Tuhan Yesus, karena yang Maria perbuat adalah melayani Tuhan Yesus. Artinya, jika kita bersikap negatif terhadap orang yang melayani Tuhan Yesus, maka kita juga sebenarnya sedang menghina Tuhan Yesus.

Memasuki minggu pertama, pra-paskah di bulan ini, mari kita sadari bagaimanapun kaya dan hebatnya kita, tanpa kasih Tuhan, hidup kita sia-sia dan tidak ada artinya. Semua yang kita alami dan nikmati ini semata-mata karena kasih dari surga.

Kita akan tahu arti MEMBERI apabila kita berikan lebih dari kemampuan kita. Itu sebabnya Tuhan Yesus menyatakan kepada murid-murid bahwa janda miskin yang memberi dua peser uang adalah pemberi terbesar, karena wanita itu memberikan seluruhnya dari yang dimilikinya (Markus 12 : 41 – 42)

Maria memberikan yang terbaik, karena dia tahu bahwa Tuhan Yesus akan menyerahkan diri-Nya untuk menanggung setiap dosa. Apa yang iblis rencanakan bagi kita, Bapa di surga sanggup mengubahkannya menjadi berkat. Karena itu berhenti berkata-kata negatif terhadap gereja dan pekerjaan Tuhan, jika kita melihat ada orang yang mempunyai hati untuk melayani, dan mendukung pekerjaan Tuhan, jangan berbicara yang negatif, lebih baik bediam diri. Perkataan negatif selalu mempunyai pengaruh dan ada hukumannya. Yudas berakhir dengan menggantungkan dirinya.

Jika kita jujur dan tulus untuk melayani Tuhan, kita pasti akan diberkati Tuhan, namun sebaliknya jika kita berkata-kata negatif dan menghina gereja dan pekeraan Tuhan, maka hal buruk akan terjadi dalam hidup kita.

Yohanes 12 : 3 Maria mempersembahkan narwastu yang mahal harganya, karena Maria ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih berharga dari Tuhan Yesus. Jika Tuhan sudah memberi segalanya bagi kita, maka kita harus tahu mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan. Dimana Injil diberitakan di seluruh dunia, maka apa yang diperbuat oleh Maria pasti akan disebut. Markus 14 : 9

Maria merendahkan dirinya karena dia tahu bawa Tuhan Yesus adalah Juruslamatnya. Kasih dari surga harus sungguh kita alami dalam hidup kita, karena keselamatan dari Tuhan tidak dapat dinilai dengan apapun di dunia ini.

Ulangan 8 : 17 – 18 (baca) Tuhanlah yang memberikan kepada kita kekuatan untuk memperoleh kekuatan. Kita diberkati karena Tuhan yang memberkati kita, kita mampu karena Tuhan yang memampukan kita.

1 Tawarikh 29 : 12 – 14; Mazmur 39 : 5 – 7 (baca) Dari Tuhanlah kita menerima segala-galanya. Apa yang kita miliki itu sebenarnya kepunyaan Tuhan, itu sebabnya kita harus tahu memberikan apa yang menjadi haknya Tuhan.

Yohanes 3 : 16 – 18 (baca) Itulah KASIH DARI SURGA. Pada waktu kita menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, kita mengalami kasih dari surga mengalir dalam hidup kita. Jika kita sudah diselamatkan dan diberkati, maka kewajiban kita adalah kita harus mengasihi dan melayani-Nya.

Yohanes 10 : 9 – 10 (baca) Tuhan Yesus adalah PINTU SURGA, apabila kita masuk kita akan selamat, dan kita akan di berkati setiap kali kita keluar masuk.

Tuhan menghendaki agar kita sadari; bahwa apapun yang kita miliki tidak ada nilainya dengan keselamatan kekal yang kita terima Matius 16 : 26. Karena itu, jangan pernah tinggalkan Tuhan Yesus! Jangan pernah bersikap negatif terhadap pekerjaan Tuhan, dukung pekerjaan Tuhan dan melayani Tuhan, hidup untuk memuliakan Tuhan. Sama seperti Maria merendahkan dirinya serendah-rendahnya dan sedia kehilangan apa yang berharga dalam hidupnya demi melayani Tuhan. Demikianpun dengan, kita, jika kita sudah mengalami Kasih dari surga mengalir, maka kita harus mengasihi dan melayani Tuhan Yesus, sebagai bentuk kasih kita kepada-Nya. Amin

No results found...