Skip to content

KEDEWASAAN ROHANI

Ps Jesaya Henubau

(Ringkasan Khotbah 21 Juli 2019)

 
Pembacaan Alkitab : Efesus 4 : 11 – 16

Kedewasaan rohani tidak diukur dari status, jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, kedewasaan rohani tidak diukur dari seberapa besar berkat yang kita terima, tidak diukur juga sudah berapa lama menjadi pengikut Tuhan Yesus dan bergereja. Kedewasan rohani diukur dari pengenalan akan Tuhan dan iman yang semakin bertumbuh. Itulah sebabnya Tuhan memberikan kepada kita kita para pemimpin rohani (lima jawatan), yaitu orang-orang yang lebih dulu bertumbuh dan berjalan dalam kedewasaan rohani untuk mengarahkan kita supaya kita terus maju dan bertumbuh menuju kepada kedewasan rohani.

Ibrani 5 : 1 – 14; 1 Alkitab menjelaskan bahwa ada banyak orang yang jika ditinjau dari sudut waktu sudah seharusnya menjadi pengajar tetapi mereka masih perlu diberi “susu” dan “bukan makanan keras” karena mereka masih kanak-kanak dan belum dewasa secara rohani.

1 Korintus 13 : 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

1 Korintus 3 : 1 – 3 Manusia rohani mengacu kepada kedewasaan rohani karena mereka mampu melihat hal-hal rohani yang tidak kelihatan, sedangkan manusia duniawi adalah kekanak-kanakan, atau belum dewasa secara rohani, karena hanya mampu melihat apa yang ada di depan mata.

1 Korintus 2 : 6 – 8 Hikmat Allah tidak bisa dimengerti oleh mereka yang masih kanak-kanak, tetapi hanya bisa dimengerti bagi mereka yang sudah dewasa yang dapat menerima pewahyuan akan firman Tuhan.

Mengapa kita harus dewasa? Apa itu kedewasaan rohani?

1. Dewasa berbicara tentang hubungan Kristus dan jemaat

Pada waktu mereka (jemaat) masih kanak-kanak, mereka adalah hamba, namun setelah mereka sudah bertumbuh dewasa mereka menjadi anak, setelah lebih dewasa mereka menjadi sahabat, namun ketika mereka sudah dan semakin dewasa mereka menjadi MEMPELAI KRISTUS. Setiap kali seseorang semakin dewasa maka hubungannya semakin dekat dan menjadi satu dengan Dia.

Efesus 5 : 25 – 32 Ayat ini menjelaskan tentang satu rahasia besar, dimana semua orang akan dibawa menuju kepada hubungan yang paling utama adalah menjadi mempelai Kristus. Tuhan menguduskan kita melalui baptisan kudus, dan firman-Nya, sehingga kita bercahaya dan cemerlang memancarkan kemuliaan-Nya di dalam dan melalui kita, karena kita adalah terang dunia (Matius 5 : 13). Sekalipun manusia jasmani kita makin merosot, namun manusia rohani kita makin lama akan makin dibaharui dan dewasa. Sepanjang hidup ini, kita akan terus diproses sampai kita bercahaya.

2 Korintus 11 : 2 Tuhan menghendaki agar kita dikuduskan untuk menjadi mempelai wanita-Nya. Siapapun kita, dan apapun jenis kelamin kita, sebagai bagian dari satu tubuh (gereja Tuhan) kita adalah mempelai Kristus. Itulah sebabnya tujuan Tuhan ingin kita semakin dewasa adalah supaya, Dia yang adalah mempelai Laki-laki dapat menikah dengan kita sebagai mempelai wanita-Nya Matius 25 : 1. Sebagai mempelai-Nya, Tuhan menghendaki agar kita kudus, cemerlang, sempurna, dan tidak bercacat, tidak bercela di hadapan-Nya.

Kepenuhan Bapa diam di dalam kepenuhan Kristus, dan kepenuhan Kristus diam di dalam kepenuhan kita. Matius 25 : 6, 10 Bagi orang lain/ belum percaya kedatangan Tuhan sebagai hari penghakiman, tetapi bagi kita orang-orang yang dewasa rohani, kita menantikan dan menyongsong kedatangan Tuhan sebagai mempelai yang akan membawa kita bersama-sama dengan Dia. Wahyu 19 : 6 – 10 Kita akan diundang masuk kedalam perkawinan Anak Domba, setiap kali Tuhan berfirman dan berbicara kepada kita maka itu adalah undangan dari Tuhan, itu sebabnya, siapa yang mendengarkan suara-Nya jangan keraskan hati kita.

Tuhan ingin agar kita masuk ke dalam pernikahan Anak Domba. Matius 26 : 29 Dalam perjamuan terakhir (kudus) Tuhan Yesus mengambil roti dan anggur, sebagai tubuh-Nya dan darah perjanjian baru, dan memberikannya kepada para murid, dan berjanji bahwa sejak saat itu, Dia tidak akan minum anggur sampai pada hari Tuhan Yesus akan meminumnya bersama dengan kita (semua yang diundang), dalam pesta Anak Domba Allah di dalam Kerajaan-Nya, yaitu pada waktu Dia akan datang sebagai mempelai dan membawa kita bersama-sama dengan-Nya.

2. Kedewasaan rohani adalah karya Roh Kudus dan respon dari kita (manusia)

Efesus 5 : 25 – 26 Respon kita menentukan kedewasaan rohani kita. Area dimana kita belum dewasa/ menang akan terus-menerus dibentuk/ diproses/ dikuduskan sampai kita dewasa dan berkemenangan. Tujuan Tuhan dalam hidup kita adalah kemenangan, dan membawa kita kudus dan tak bercacat sebagai mempelai-Nya.

Area yang harus terus dibentuk dan diproses dalam hidup kita menjadi dewasa dan menang; karakter, nature, cara hidup, nilai hidup, pola pikir, dsb, semua hal ini harus dibentuk sampai kita berubah, karena harus tinggal apa yang tidak berubah untuk selama-lamanya, yaitu firman Tuhan. Artinya kalau hidup kita sudah sesuai firman maka kita akan tetap, tetapi selama kita belum sesuai firman dia akan terus dibantuk, dan diproses. Tuhan akan membawa kita menuju kedewasan penuh, dan kedewasaan penuh harus melalui semua area yang sudah proses oleh Tuhan.

Murid-murid Tuhan Yesus harus belajar dan dibentuk dalam dua persitiwa yang sama; memberi makan 5000 dan 4000 orang untuk mengalami kelimpahan/ kuasa/ dan segala sesuatu mungkin bagi Tuhan dan orang yang percaya. Pikiran murid-murid adalah roti, makanan, kebutuhan, dan penghidupan jasmani, tetapi yang Tuhan pikirkan adalah kelimpahan, lebih dari cukup, kasih karunia.

Yohanes 21 : 15 – 17 Tuhan harus bertanya kepada simon Petrus sampai ketiga kalinya “apakah engkau mengasihi Aku”? karena dalam diri Petrus ada area yang belum dewasa dan menang, yaitu dia belum bisa mengasihi Tuhan dan manusia dengan segenap hati, belum bisa mengampuni diri sendiri/ menghukum diri sendiri. Pada waktu Petrus kembali kepada kehidupan yang lama, Tuhan mengulangi kembali panggilan-Nya sampai ketiga kalinya, supaya dia dipulihkan dan kembali.

Kita harus sadari bahwa jika tantangan dan pergumulan di area tertentu dalam hidup kita yang terus-menerus terulang, maka hal itu berarti kita belum dewasa di area tersebut. Yohanes 21 : 18 Jika kita sudah dewasa maka kita tidak mengikuti keinginan kita lagi, tetapi keinginan Roh Kudus yang akan memimpin kita ke tempat-tempat yang kita tidak diinginkan supaya kita diutus ke sana.

Yunus 1 : 1 – 3 Yunus dipanggil Tuhan, namun dia lari jauh dari panggilan Tuhan. Tetapi Tuhan itu panjang sabar, dan panggilan-Nya tidak pernah salah, Dia yang memanggil kita setia dan Dia akan membentuk kita sampai kita memenuhi panggilan-Nya. Yunus harus masuk ke dalam perut ikan dan betobat. Yunus 3 : 1 Panggilan Tuhan tidak pernah berubah, Dia akan mengulangi kembali panggilan dan proses sampai Yunus dewasa dan taat melangkah dalam panggilan Tuhan.

Hakim-hakim 13 Simson penuh dengan urapan dan kuasa, Roh Allah hinggap di atasnya, namun sekalipun dia diurapi Tuhan, hidup Simson tetap harus diproses. Kelemahan Simson dalam seluruh area kehidupannya adalah dia masih tunduk kepada percabulan, hawa nafsu, dan kedagingan. Sepanjang hidupnya Tuhan sabar dan memproses Simson.

Setelah kejatuhannya Simson ditangkap matanya dicungkil dan bekerja mengirik gandum. Hakim-hakim 13 : 25 Namun ketika Simson dipulihkan maka hatinya digerakan oleh Roh Tuhan untuk pergi ke Zora (sengatan) dan Esytaol (kekuatan) Hal ini menggambarkan kehidupan kita, bahkwa kita diperhadapkan dengan dua pilihan, apakah kita mau memilih menjadi kanak-kanak atau menjadi dewasa, namun jika kita tidak memilih maka kehidupan kita akan berakhir di tempat tersebut Hakim-hakim 16 : 31 Sesudah itu datanglah ke sana saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya, mereka mengangkat dia dan membawanya dari sana, lalu menguburkannya di antara Zora dan Esytaol di dalam kubur Manoah, ayahnya.

3. Tuhan ingin pada akhirnya kita memerintah bersama Kristus

Wahyu 3 : 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Apa yang Tuhan Yesus kerjakan adalah menguduskan kita mengubahkan kita sampai kita benar-benar menang karena tujuan Tuhan adalah supaya kita menjadi pemenang, alami kedewasaan rohani, dan mengalami seluruh kepenuhan Kristus. Kedewasaan rohani ditentukan selama kita hidup kita tidak akan pernah jatuh dan goyah lagi karena firman Tuhan telah menjadi daging, firman telah hidup dan menjadi bagian dalam perjalanan kita, firman bukan lagi kebenaran dan ukuran yang indah saja, tetapi KITA HIDUPI DAN ALAMI.

Yohanes 21 : 15 – 17 Pada waktu seseorang menang, maka pada saat itulah dia akan mengalami promosi. Promosi yang kita terima tidak bukan saja datang dari dunia, tetapi lebih daripda itu promise datang dari Tuhan sendiri, Dia akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor, jika kita ikuti proses yang Tuhan kerjakan, jalan kita tetap akan naik, dan tidak akan turun.

Daud seorang Raja yang luar biasa, penuh dengan Roh Tuhan, selalu mengalami kemenangan dalam pertempuran, tetapi dia kalah dan jatuh ke dalam kedagingan dan hawa nafsunya. Daud terus diproses Tuhan ketika jatuh bagun dalam pergumulannya. Sampai akhirnya raja Daud bertobat dan Tuhan membaharui hati dan hidupnya Mazmur 51 : 12 – 14 itulah yang membuat Raja Daud di akhir hidupnya menang dan tidak tunduk kepada pencobaan apapun 1 Raja-raja 1 : 1 – 4.

Jika kita semakin dewasa secara rohani, maka kita akan menang dan tidak tunduk kepada pencobaan dan godaan apapun dari iblis. Itu sebabnya kepada kita diperhadapkan pilihan; Apakah kita mau menang atau kalah? dewasa atau kanak-kanak? Masuk kedalam pintu pernkahan Anak Domba, atau hanya di luar?

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 1 Korintus 15 : 57

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita Roma 8 : 37. Amin

No results found...