Skip to content

BERJAGA-JAGALAH DI DALAM KRISTUS

Ps Marthinus Radja

(Ringkasan Khotbah 14 Juli 2019)
Pembacaan Alkitab : 1 Petrus 5:8-11

Ada banyak orang di luar Kristus yang tidak mengalami sukacita dan kemenangan seperti yang kita alami dalam kehidupan kita bersama dengan Tuhan Yesus. Ada banyak orang mengalami kekalahan dalam hidupnya karena mereka tidak mengerti bahwa kehidupan ini adalah suatu peperangan rohani. Oleh sebab itu, kita yang sudah di dalam Kristus harus senantiasa berjaga-jaga dan dengan siaga memperhatikan cara kerja roh jahat/iblis, mengetahui taktiknya supaya kita bisa mengalahkan iblis, sehingga kita terus hidup dalam kemenangan.

Saat ini kita sedang berada dalam zona peperangan rohani untuk menjangkau banyak orang datang kepada Kristus. Kita tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi melalui hidup kita ada banyak orang dimenangkan bagi Kerajaan Allah.

Rasul Petrus menulis surat bagi orang-orang percaya sebagai pendatang yang tersebar di Asia kecil di kekaisaran Romawi (1 Petrus 1:1-2). Kemungkinan beberapa di antara mereka adalah orang-orang yang bertobat pada saat khotbahnya Petrus pada hari Pentakosta, dan telah kembali ke kotanya masing-masing. Karena itu istilah “orang-orang percaya ini disebut “pendatang dan perantau” (1 Petrus 1:11).

Istilah “pendatang dan perantau” juga disematkan kepada kita (orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus), bahwa dunia ini bukan tempat tinggal kita selama-lamanya, tetapi dunia ini hanya tempat tinggal kita sementara. Karena itu, ketika kita ada di dunia kita boleh berkata bahwa kita hanya sebagai perantau yang sebentar lagi akan kembali ke rumah Bapa, tempat di mana kita ada bersama-sama dengan Bapa. Oleh sebab itu, kita harus menyadari bahwa kita tidak boleh mengikatkan diri kita dengan dunia ini, tetapi kita harus mengikatkan diri kita dengan Bapa yang kekal yang menjamin kita dan memberikan kepastian bagi kita.

Di dunia ini ada banyak tantangan dan kesukaran yang kita alami, tetapi sebagai anak-anak Bapa di surga, kita harus meyakini bahwa Tuhan senantiasa memberikan jalan keluar bagi kita dalam menghadapi tantangan dan kesukaran tersebut. Kita harus percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita menderita seumur hidup kita. Tuhan tidak akan membiarkan kita menangis terus menerus ataupun membuat kita mengalami kesukaran (baca Yesaya 40:29). Tuhan tidak akan pernah lelah untuk mengasihi kita, memberkati kita, membebaskan kita dari semua kesukaran, memulihkan keadaan kita, dan menyembuhkan penyakit kita.

Jika saat ini kita masih berada di dunia ini dan secara khusus ada di GDS, maka kita harus senantiasa menjaga, memelihara, dan membangun rumah kita bersama (GDS). Orang-orang yang tertanam di rumah Tuhan adalah orang-orang perkasa, yang kuat, dan siap membangun dan mengerjakan pekerjaan Bapa di surga. Kita adalah orang-orang tersebut, karena kita sudah tertanam di rumah Tuhan (GDS).

Rasul Petrus mengingatkan mereka (jemaat Tuhan saat itu), bahwa kehidupan mengikut Tuhan Yesus di tengah-tengah orang-orang yang membenci Tuhan Yesus pasti mengalami tantangan; penganiayaan dan penderitaan (baca 1 Petrus 4:12-16). Meskipun demikian mereka tidak perlu takut sebab mereka mempunyai suatu panggilan yang mulia dan warisan surgawi di dalam Tuhan Yesus Kristus (baca 1 Petrus 1:3-4).

Sekalipun ada penderitaan, penolakan, dan kesukaran, tetapi janji Tuhan bahwa Dia adalah Tuhan yang sudah menyelamatkan kita melalui kematian-Nya, menjamin kita untuk menerima bagian yang tidak cemar, layu, rusak. Tuhan sudah menyiapkan rancangan yang terbaik untuk hidup kita, oleh sebab itu kita jangan menyangkali/ tidak setia kepada Tuhan sekalipun ada kesukaran.

Kunci untuk kita menang dalam menghadapi kesukaran adalah: Memiliki hubungan yang khusus/intim dengan Tuhan. Jika kita memiliki hubungan yang khusus/intim, maka kita akan memiliki kepekaan roh untuk bertindak dan melakukan segala sesuatunya sesuai dengan cara Tuhan. Ketika kita mempunyai relasi/hubungan dengan Tuhan, maka kita tidak perlu takut dengan iblis, karena kita ada di pihak Tuhan Yesus yang pasti memberikan kemenangan kepada kita.

Perikop dalam 1 Petrus 5:1-11, secara khusus Rasul Petrus menekankan tentang bagaimana sikap seorang Penatua dalam menggembalakan kawanan domba Allah (ayat 2-3). Rasul Petrus mengingatkan kepada kita bahwa jika Tuhan mempercayakan kepada kita untuk menggembalakan dan memimpin orang lain maka kita harus menjaga integritas kita, menjadi teladan, dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan.

Dalam konteks penggembalaan ini, Rasul Petrus mengingatkan bahwa iblis tidak tinggal diam, dia siap untuk menghancurkan Gereja Tuhan, bahkan membunuh/ menerkam siapa saja yang tidak berjaga-jaga.

Kita harus mengetahui bahwa dalam pembangunan Kerajaan Allah, yaitu pertumbuhan suatu gereja Tuhan, iblis tidak akan tinggal diam. Iblis tidak senang jika gereja Tuhan maju/berkembang pesat. Iblis selalu berusaha menghancurkan gereja Tuhan di dunia ini. Panah/sasaran pertama yang dilancarkan oleh iblis adalah ditujukan kepada gembala/pemimpin dari suatu gereja Tuhan. Iblis meyakini bahwa jika para gembala/pemimpin suatu gereja tidak bisa berdiri tegap, maka yang dibawahnya/jematnya pasti akan kocar kacir/tidak dapat bertumbuh dan berkembang. Oleh sebab itu sebagai anggota Jemaat GDS, kita harus secara konsisten mendoakan pemimpin rohani di GDS (Gembala Senior & Tim Gembala) agar mereka tetap kuat dan kokoh di dalam Tuhan.

Kita jangan memberi peluang diri kita dipakai oleh iblis untuk merusak dan memporak-porandakan pekerjaan Tuhan. Ingatlah, bahwa kita ditanam di rumah Tuhan (GDS) untuk sebuah karya Tuhan yang dahsyat/hebat dan luar biasa, untuk karya kekekalan, untuk banyak orang dilepaskan dan dibebaskan, untuk orang-orang diselamatkan bagi Kerajaan Allah.

Apapun tugas dan pelayanan yang dipercayakan pemimpin rohani di GDS kepada kita, kita harus melakukannya dengan senang hati/bersukacita dan jangan bersungut-sungut (baca Filipi 2:14). Kita harus menyadari bahwa bersungut-sungut adalah peluang bagi roh jahat/iblis menyerang pekerjaan Tuhan, menghancurkan hidup kita bahkan memporak-porandakan semua yang kita lakukan.

1 Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”

Kita harus menyadari bahwa iblis adalah musuh kita, oleh sebab itu:

  1. Sadarlah bahwa iblis itu ada, jangan menganggap remeh kuasanya (baca Efesus 6:12)
  2. Sadarlah bahwa iblis tidak berhenti bekerja, ia selalu siap untuk menerkam orang yang
    tidak berjaga-jaga. “si iblis berjalan keliling”.
  3. Sadarlah bahwa iblis adalah pembohong (baca Yohanes 8:44)

Kita jangan sampai mau tertipu oleh iblis. Salah satu yang dikerjakan oleh iblis adalah membuat seseorang kecewa dan terluka hatinya. Luka hati dan kekecewaan adalah suatu perangkap, dan perangkap tidak pernah ada secara kebetulan. Ketika perangkap dibuat untuk seseorang itu artinya seseorang ingin menghalangi kemajuan orang tersebut, mencuri darinya, atau bahkan membunuhnya. Ingat, iblis adalah musuh jiwa kita, dia ada dibalik berbagai macam perangkap yang datang ke dalam hidup kita, untuk menghalangi kita dan mengambil apa yang Allah telah berikan kepada kita.

Iblis ingin merampas tujuan warisan jasmani dan rohani, kesatuan keluarga, kesatuan rohani dengan saudara kita di dalam Kristus. Iblis berusaha merintangi perluasan Kerajaan Allah. Iblis menghalangi kehendak Bapa Surgawi ditegakkan di bumi. Iblis ingin membinasakan kita secara mental, rohani, emosi dan jasmani. Untuk itu ia berusaha membuat kita kecewa dan terluka bukan hanya karena orang lain melainkan oleh Tuhan sendiri.

Matius 11:3-6, Yohanes pembaptis kecewa dan terluka karena Tuhan. Yohanes pembaptis dipenjara oleh raja Herodes menjelang akhir pelayanannya. Imannya berada dalam krisis, kedewasaannya diuji, ia mulai meragukan identitas Tuhan Yesus sebagai Mesias. Ia terluka oleh karena pengharapannya tidak digenapi. Ayat 3b Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan yang lain? Kemudian Tuhan Yesus menjawab perkataan Yohanes tersebut. Ayat 4-6 Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.

Kekecewaan adalah cara kerja iblis untuk mencelakakan dan membinasakan kita. Beberapa orang kecewa dan terluka karena:

  • Tuhan belum menjawab doa-doanya.
  • Tuhan belum menyembuhkan sakitnya.
  • Tuhan belum melepaskan dia dari kesukaran-kesukaran hidupnya.
  • Tuhan belum memberkati usaha/bisnis sehingga selalu tidak berhasil.
  • Tuhan tidak adil, orang yang tidak percaya terlihat lebih baik hidupnya daripada orang yang percaya.

Iblis ingin menghancurkan semua terobosan yang telah Tuhan nyatakan/karuniakan bagi kita dalam pelayanan, gereja, keluarga, bisnis, pendidikan, karier, dan masa depan. Tetapi Tuhan datang supaya kita hidup dalam kelimpahan. Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Jadi, demikianlah kita memandangnya, bahwa kalau kita mengalami tantangan, itu tandanya kita sedang melakukan kehendak dan pekerjaan Tuhan. Jika kita mengalami kesukaran, itu adalah tanda bahwa Tuhan sedang membawa kita untuk naik ke tingkat selanjutnya.

Sikap kita terhadap iblis adalah:

  • Jangan beri kesempatan kepada Iblis (Filipi 2:14-15)
  • Jangan takut, lawan iblis dengan iman (1 Petrus 5:9 & Ibrani 11:6)
  • Senantiasa pergunakan perisai iman (baca Efesus 6:16)
  • Yakinlah bawa Tuhan ada di pihak kita. Jika Tuhan ada di pihak kita, maka tidak ada kekuatan jahat yang sanggup melawan kita (baca Roma 8:31)
  • Kita harus tunduk kepada Allah (baca Yakobus 4:7)
  • Kita harus memakai perlengkapan senjata Allah (baca 2 Korinstus 10:4-5)

Kita harus meyakini bahwa :

  • Kuasa iblis telah dilucuti oleh Tuhan Yesus (baca Kolose 2:15)
  • Tuhan Yesus memusnahkan iblis (baca Ibrani 2:14)
  • Iblis telah dikalahkan dan tidak mungkin mencelakakan kita ketika kita hidup di dalam Tuhan Yesus.
  • Iblis tidak akan mencuri apa yang Tuhan berikan kepada kita.
  • Iblis tidak akan mengambil apa yang sudah Tuhan berkati.
  • Jika hari ini ada kesukaran yang kita alami, semua itu terjadi karena Tuhan sedang membuat proses terobosan untuk hidup kita.

Kehendak Tuhan Yesus bagi semua orang yang percaya kepada-Nya adalah Ia tidak hanya sekedar menyelamatkan manusia berdosa dari hukuman kekal, tetapi Ia datang untuk menjadikan mereka sama seperti Dia. Roma 8:29-30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

No results found...