Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022 1.Waktu Tuhan Lukas 2:1-7 Waktu Tuhan…
KEHENDAK TUHAN, BUKAN KEHENDAKKU; JALAN TUHAN & BUKAN JALANKU
Ps. Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 30 Januari 2022
Pembacaan Alkitab: Matius 6 : 9 – 10
Kita dipanggil untuk melayani Kerajaan Allah Bapa kita di Surga, supaya Kerajaan Allah Bapa dan kehendak-Nya dinyatakan di bumi ini di dalam dan melalui hidup kita. Oleh sebab itu, renungkanlah hal ini; Kehendak siapakah yang kita layani setiap hari? Keinginan daging, kehendak dunia, keluarga, keinginan diri sendiri? Ataukah kita sedang melayani kehendak Allah Bapa di surga.
Tuhan Yesus dalam hidup-Nya menunjukkan teladan bagaimana caranya hidup untuk melayani kehendak Bapa. Bahkan dalam pergumulan yang terakhir di taman Getsemani, Tuhan Yesus berdoa: Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu Bapa (Markus 14 : 36) iman-Nya tidak tergoyahkan, karena tidak ada yang mustahil bagi Bapa. Itu sebabnya Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya untuk melakukan kehendak Bapa, mati di atas kayu salib menanggung semua dosa penyakit dan kutuk, menjadi keselamatan bagi semua orang.
Sekalipun kita memiliki iman yang tidak tergoyahkan, kita juga harus menyangkali diri kita dan mengikuti kehendak Bapa. Sukses dan keberhasilan dalam hidup kita dilihat bukan dari versi atau cara pandang manusia, tetapi dari versi Surga, cara pandang Kerajaan Allah Bapa.
Yohanes 4 : 34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Tuhan Yesus sukses, dan berhasil dalam hidup-Nya, karena Dia telah melakukan kehendak Bapa dan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Sukses menurut versi Kerajaan Allah Bapa adalah bukan dari
Sama seperti Tuhan Yesus, demikianpun kita hidup untuk melakukan kehendak Bapa, dan menggenapi rancangan-Nya dalam hidup kita. karena kesuksesan yang sebenarnya bukanlah di mata manusia. Tuhan melihat kesuksesan manusia bukan dari banyaknya harta/ materi, bukan karena terkenal, punya banyak talenta dan karunia, tetapi apakah sudah melakukan kehendak Bapa di Surga dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Jangan sampai kita meninggal belum menyelesaikan panggilan hidupnya.
Matius 19 : 30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu Apa yang kita kagumi dan nilai paling berharga di dunia ini, belum tentu berharga menurut penilaian Tuhan. Karena bagi Tuhan menyelesaikan panggilan hidup, melakukan kehendak Bapa, dan menjadi serupa dengan Kristus adalah penilaian tertinggi.
Ada berbagai tugas yang berbeda yang Tuhan ingin kita lakukan, dan kalau kita taat, kita akan terima upah dari Bapa. Apa panilaian Tuhan tentang diri kita itulah yang paling penting dan utama dari pada penilaian orang lain tentang kita.
Matius 25 : 31 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Kita adalah hamba yang diberikan kepercayaan oleh Tuhan, itu sebabnya kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain, karena setiap orang berbeda-beda panggilan dan tugasnya. Tetapi sekalipun berbeda-beda semua orang harus memiliki fokus yang satu; MELAKUKAN KEHENDAK BAPA!
Bagaimana kita tahu kehendak Tuhan?
1. Mendengar dari Tuhan secara pribadi.
Setiap orang harus mendengar dari Tuhan secara pribadi, dia harus memiliki rhema firman Tuhan secara pribadi, dan semua itu dia alami jika memiliki hubungan yang special dan intim dengan Bapa secara pribadi. Karena Dia adalah Bapa dan kita adalah anak-anak-Nya.
Kita belajar dari Tuhan Yesus, selama Tuhan Yesus ada di bumi ini, Dia banyak menghabiskan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa di Surga secara pribadi, karena Tuhan Yesus sangat menandalkan suara dan instruksi dari Bapa untuk melakukan kehendak Bapa di bumi ini. Demikianpun kita, harus mendengar suara Tuhan, itulah sebabnya kita harus menyediakan waktu kita untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa dan Firman-Nya.
2. Melakukan kehendak Tuhan dan bukan kehendak sendiri.
Kita harus melakukan kehendak Tuhan dengan segera! Melakukan firman Tuhan, setiap kali kita mendengar dan menerimanya.
Yakobus 1 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Pada waktu kita mendengar suara Tuhan/ firman Tuhan, tetapi kita tidak segera melakukannya, maka kita tidak taat, dan pada waktu kita tidak taat, maka Tuhan tidak akan pakai kita lagi untuk panggilan utama yang seharusnya kita lakukan.
Matius 7 : 21 – 23 Hanya orang–orang yang melakukan kehendak Bapa, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Persepsi kita berbeda dengan penilain dari Surga, itu sebabnya ubah cara berpikir kita, kalau tidak kita tertipu dengan pendepat kita sendiri (menurut saya/ pikiran saya). Kita harus tunduk dan taat kepada kehendak Bapa. Jika tidak, maka kita akan cenderung melayani cita-cita, keinginan, kehendak diri kita sendiri.
1 Korintus 3 : 11 – 20 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Dasar kehidupan kita adalah Tuhan Yesus!
Pekerjaan masing-masing orang akan nampak dan kelihatan setelah diuji oleh api, apakah akan termakan habis, atau menghasilkan buah yang kekal. Kita hanya bisa menghasilkan buah, jika kita tinggal di dalam Tuhan, di dalam persekutuan dengan Tuhan! kita harus membiasakan diri kita untuk bertanya kepada Tuhan setiap hari.
Siapakan yang akan memimpin hidup kita? bukan diri kita, pendapat kita, atau maunya kita, tetapi tanya Tuhan. Karena panggilan kita di generasi ini adalah untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan.
Iman kita akan diuji 1 Petrus 1 : 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
3. Terus hidup dalam penyangkalan diri
Lukas 9 : 23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Penyangkalan diri harus dilakukan setiap hari. Kita harus taat kepada Tuhan dan firman-Nya, karena kita hidup hanya untuk Tuhan!
Galatia 2 : 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
