Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022 1.Waktu Tuhan Lukas 2:1-7 Waktu Tuhan…
TUHAN ADALAH KESELAMATAN
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 23 Januari 2022
Pembacaan Alkitab : Ayub 1:20-22; Yakobus 1:17
1. Allah Bapa itu baik
Yakobus 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran
Segala sesuatu yang Allah Bapa berikan bagi kita semuanya baik dan sempurna, tidak ada yang biasa-biasa/tidak ada yang tidak baik.
Kita harus melandaskan hidup kita dengan suatu pemikiran yang menyatakan bahwa Allah Bapa itu baik agar kita dapat mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Sebab ada orang yang tidak dapat mengenal Tuhan lebih dalam lagi karena dia berpikir stagnan bahwa Tuhan memberikan hal-hal yang buruk dalam hidupnya (sakit penyakit, kemiskinan, penderitaan).
Yohanes 14:7-10, Tuhan Yesus senantiasa melakukan segala sesuatu yang Allah Bapa perintahkan kepada-Nya. Allah Bapa itu baik, maka semua semua yang Tuhan Yesus lakukan/kerjakan penuh dengan kebaikan dan kemurahan. Tuhan Yesus adalah wujud yang nyata dari Allah Bapa di surga (Ibrani 1:3).
Jika kita memperhatikan kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus, maka kita dapat menyaksikan bahwa Tuhan Yesus itu baik dan tidak ada satu kalipun ayat firman Tuhan yang menyatakan Tuhan Yesus tidak baik. Beberapa ayat firman Tuhan yang menyatakan Tuhan Yesus itu baik dan murah hati:
a.Yohanes 8:1-20
Ketika Tuhan Yesus sedang di Bait Allah, orang-orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzina. Orang-orang Farisi dengan memakai hukum Taurat hendak mencobai Tuhan Yesus melalui perempuan tersebut. Ketika orang-orang Farisi terus mendesak, maka Tuhan Yesus memerintahkan kepada orang-orang Farisi yang tidak berdosa untuk melempari perempuan tersebut. Setelah mendengar perintah tersebut, maka semua orang Farisi meninggalkan Bait Allah, dan yang tersisa di Bait Alllah hanya Tuhan Yesus dan perempuan yang telah berzina. Sekalipun perempuan tersebut telah berzina/berbuat dosa, akan tetapi Tuhan Yesus mengampuni, mengasihi dan tidak menghukum perempuan tersebut. Tuhan Yesus memerintahkan kepada perempuan tersebut untuk pergi dan tidak berbuat dosa lagi.
b. Lukas 19:1-10
Tuhan Yesus menunjukan kebaikan-Nya kepada Zakheus seorang pemungut cukai. Ketiak berada di antara kerumunan orang banyak dan memiliki tubuh yang pendek, maka Zakheus harus memanjat pohon untuk dapat melihat Tuhan Yesus. Saat itu, Tuhan Yesus menyuruh Zakheus untuk turun dari pohon karena Tuhan Yesus mau bermalam di rumahnya. Sekalipun mendapat cemooh dari banyak orang, Tuhan Yesus tetap pergi di rumah Zakheus karena Tuhan hendak menunjukkan kasih-Nya yaitu menyelamatkan Zakheus dan seluruh keluarganya.
c. Lukas 9:51-56
Ketika Tuhan dan murid-murid sedang berjalan menuju Yerusalem, mereka melewati daerah Samaria. Orang-orang di Samaria menolak keberadaan Tuhan Yesus. Saat itu dua murid yaitu Yakobus dan Yohanes meminta kepada Tuhan Yesus untuk berkenan memberikan otoritas kepada mereka untuk memanggil api dari langit agar dapat membinasakan orang-orang di Samaria. Saat itu Tuhan Yesus pun menegur ke dua murid tersebut dan berkata “roh apa yang yang ada di dalam kamu? tidak tahukah kamu bahwa Aku Manusia datang untuk mencari dan membinasakan yang terhilangâ€Â.
Kita harus menyadari bahwa Allah Bapa senantiasa mencari dan menyelamatkan hidup kita. Kemurahan-Nya, kebaikan-Nya, semua kelimpahan diberikan Allah Bapa kepada kita tanpa menahan sedikitpun, dan tidak ada yang dibatasi.
d. Lukas 17:11-19
Ketika sepuluh orang kusta datang dan berseru kepada Tuhan Yesus untuk dtahirkan/disembuhkan dari penyakitnya, maka Tuhan Yesus mentahirkan/ menyembuhkan kesepuluh orang tersebut. Apa yang Tuhan Yesus perbuat terhadap sepuluh orang kusta tersebut menunjukkan bahwa Tuhan Yesus baik dan murah hati.
Dalam Alkitab, tidak ada satu pun ayat yang menyatakan Tuhan Yesus tidak baik, tidak murah hati karena seluruh kepenuhan Allah ada di dalam Tuhan Yesus (Kolose 1:19).
Allah itu baik, itulah landasan hidup kita selama-lamanya. Sampai selama-lamanya Allah itu baik. Oleh sebab itu, kita harus fokus kepada Tuhan Yesus agar kita senantiasa mengalami kebaikan dari Tuhan Yesus. Jika kita berjalan bersama Tuhan Yesuis, maka kita pasti menerima semua yang telah Allah Bapa sediakan karena Allah itu baik.
2. Hukum menabur dan menuai
Jika Allah Bapa itu baik, mengapa ada penyakit kemiskinan, penderitaan, kesusahan? Semua hal-hal yang buruk baik itu sakit penyakit, penderitaan, dan lain sebagainya terjadi karena dosa. Selain karena dosa, hal-hal buruk yang kita alami (penyakit, penderitaan, dll) juga disebabkan karena taburan dari orang tua atau nenek moyang kita.
Galatia 6:7-8 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Selama bumi masih ada tidak pernah akan berakhir hukum menabur dan menuai (baca Kejadian 8:22).
Sebelum kita melakukannya, Allah Bapa sudah terlebih dahulu melakukannya dengan menabur benih terbaik yaitu Putra Tunggalnya, Tuhan Yesus Kristus.
Kita jangan mengatakan sakit penyakit, pencobaan, penderitaan, kemiskinan, kesusahan yang kita alami berasal dari Tuhan karena kebenarannya Tuhan Yesus senantiasa memberikan yang terbaik dan menyelamatkan hidup kita. Kita harus mengerti bahwa pencobaan yang kita alami terjadi oleh karena kita terpikat keinginan diri kita sendiri/ sifat kedagingan kita (baca Yakobus 1:13-14).
Jika kita menabur benih yang tidak berkenan di hadapan Tuhan (berdusta, iri hati, tidak mau mengampuni, dll), maka kita akan menuai hal-hal yang buruk (kejatuhan dalam dosa, penderitaan, kemiskinan, dll).
Apapun yang ditabur oleh seseorang, maka ia akan menuainya. Ayub pernah menipu saudaranya, dan dalam perjalanan hidupnya, Ayub pun ditipu oleh pamannya sendiri.
Firman Tuhan adalah otoritas final di dalam seluruh alam semesta. Jika Tuhan sudah berkata diberkati, maka akan diberkati untuk selama-lamanya, jika Tuhan berkata terkutuk maka akan terkutuk sampai ada pemulihan yang terjadi antar Tuhan dengan umat-Nya.
Keluaran 4:22-23, Pada waktu Firaun menabur ketidaktaatan kepada Allah, maka ia menuai hasilnya dimana anak sulunya mati.
Jika kita menggegam sesuatu yang Tuhan katakan harus dilepaskan, maka kita akan menuai kutuk yang datang dalam hidup kita. Jika kita tidak menabur dalam ketaatan kepada firman Tuhan, maka kita akan menuai akibat yang datang karena kita melanggar firman Tuhan.
3. Tuhan adalah keselamatan/penyelamat (Keluaran 6:1-9)
Ayat 1 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.
“Akulah Tuhan†berbicara mengenai Pribadi Tuhan Yesus.
Ayat 2 Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri
Allah Bapa = Allah Abraham, Ishak, Yakub
Yahwe = YHWH = Yesus/Yeshua
Tuhan = Yahwe = Yeshua + Yesus
Ayat 3 – 4, Tuhan tidak pernah lupa akan setiap perjanjian-Nya dengan kita dan Tuhan mendengar semua seruan/doa kita.
Ayat 5, Tuhan membebaskan, melepaskan, menyelamatkan hidup kita dan membawa kita masuk ke dalam hidup yang baru yaitu suatu kehidupan yang berkelimpahan di dalam Tuhan.
Ayat 6-7, Allah adalah Tuhan keselamatan/penyelamat. Tuhan Yesus tidak hanya menyelamatkan hidup kita, tetapi juga akan memberikan segala sesuatu yang telah dijanjikann-Nya kepada kita.
Tuhan senantiasa melindungi setiap umat-Nya yang selalu berada di dalam perjanjian-Nya. Pada waktu hukuman Tuhan datang atas bangsa Mesir dimana satu demi satu ilah-ilah penguasa Mesir dihukum dengan tulah-tulah (ada 10 tulah), Tuhan tetap melindungi umat pilihan-Nya. Ketika bangsa Israel berada di Mesir, yang mengalami hukuman adalah orang Mesir, sedangkan bangsa Israel menetap di wilayah Gosyen, mereka tidak mengalaminya (Keluaran 8:22)
Tuhan tidak pernah merancangkan hal-hal yang buruk bagi kita, tetapi Ia merancangkan hal-hal yang baik dan penuh harapan (baca Yeremia 29:11).
Keluaran 12:12-13, Hanya ada satu cara untuk membebaskan kita dari setiap taburan dari orang tua, nenek moyang kita yang menyebabkan kita menerima kutuk dan hukuman, dan taburan yang kita lakukan secara pribadi yang membuat kita jatuh dalam dosa, yaitu melalui darah Anak Domba/darah Tuhan Yesus. Oleh sebab itu, jika kita telah berbuat dosa, maka kita harus mengakui setiap dosa dan pelanggaran kita di hadapan Tuhan agar Tuhan mengampuni hiup kita (1 Yohanes 1:9). Amin
