Skip to content

KELUARLAH DAN BERDIRILAH DI HADAPAN TUHAN

Aps. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Kotbah Minggu 7 Juni 2015)
Pembacaan Alkitab : 1 Raja-raja 19 : 1 – 13

Kolose 2 : 6 – 7 (baca) Jika kita sudah merima Tuhan Yesus, kita harus hidup dan berakar di dalam Tuhan Yesus, bertumbuh dan bertambah teguh di dalam iman yang telah diajarkan kepada kita, dan hendaklah hati kita melimpah dengan syukur. Kita hanya bisa berakar apabila kita tertanam dalam firman Tuhan.

Elia adalah seorang nabi Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Dalam 1 Raja-raja 17 – 18 Elia mengalami kemenangan demi kemenangan, dan mujizat demi mujizat supranatural, tetapi dalam fasal 19 justru Elia mengalami keputus asaan.

Pasal 17 Elia berani berdiri di hadapan Raja Ahab menyatakan bahwa tiga setengah tahun tidak akan turun hujan di Israel, karena dosa bangsa Israel menyembah berhala, dibawah pimpinan Izebel (dukun/ paranormal). Nubuatan Elia dijawab Tuhan, dan selama tiga setengah tahun tidak turun hujan sehingga Israel mengalami kekeringan.

Tuhan menjamin kehidupan Elia dengan menyuruh dia tinggal di tepi sungai Kerit. Tuhan mengutus burung gagak (burung rakus dan najis, menurut orang Yahudi) untuk membawa makanan (roti dan daging) kepada Elia pada waktu pagi dan petang, 1 Raja-raja 17 : 4 – 6. Hal-Hal supranatural dapat terjadi dimana saja, dan kapan saja di dalam hidup kita, asalkan kita taat kepada Tuhan sama seperti Elia. Apapun situasi kita saat ini, Tuhan sanggup memelihara dan menjamin kehidupan kita. Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Setelah sungai Kerit kering, Tuhan menyuruh Elia pergi kepada seorang janda di Sarfat. Elia menyuruh janda itu untuk memberikannya air dan membuatkan roti untuk dia. Karena janda itu taat untuk mendahulukan Tuhan, maka Tuhan membuat tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang seperti firman Tuhan yang diucapakan-Nya melalui Elia. Jika Tuhan meminta dari kita, situasi apapun yang sedang kita alami, kita harus memberikan kepada Tuhan lebih dulu apa yang menjadi hak-Nya, maka Tuhan pasti melipat gandakan apa yang kita miliki.

Tuhan Yesus mengutip kembali kisah janda Sarfat ini (Lukas 4 : 25–26) karena di Israel tidak ada iman, Tuhan menyatakan mujizat-Nya kepada janda di Sarfat. Sebagai anak-anak Tuhan, kitalah yang harus lebih beriman, daripada mereka yang belum mengenal Tuhan. Kita adalah anak-anak Bapa di surga, kita kaya dan diberkati! Dan kita wajib memberi yang terbaik kepada Tuhan karena semua yang kita miliki adalah berkat dan kasih karunia-Nya kepada kita.

Mujizat selanjutnya dialami janda Sarfat itu ketika anaknya sakit keras dan meninggal. Elia berdoa kepada Tuhan dan anak itupun hidup kembali.

Ketika Elia di gunung Karmel, ia hanya seorang diri berhadapan dengan Empat ratus lima puluh nabi-nabi palsu (para normal), disaksikan Raja Ahab dan seluruh rakyat. Elia berdoa kepada Tuhan dan api Tuhan turun dari langit menyambar habis semua korban bakaran, kayu, batu dan tanah itu bahkan air di parit sekeliling mezbah itu habis dijilat oleh api. Setelah itu, Elia menangkap semua nabi-nabi Baal itu dan menyembelih mereka. Hal ini menggambarkan bahwa Elia tegas kepada kepalsuan!

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus waspada dan berjaga-jaga, jangan sampai terbawa kepada kepalsuan. Injil itulah yang benar, Alkitab adalah firman Allah. Jangan terpengaruh kepada hal-hal yang bukan firman Tuhan (filsafat, adat istiadat yang bertentangan dengan firman Tuhan, dll) yang dapat menggantikan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus dari atas (surga), dan di atas semuanya (yang ada di bumi)!

Setelah semua kemunafikan dimusnahkan, dan dosa dibereskan, maka Tuhan membuat terobosan yang besar. Elia menyuruh bujangnya pergi naik ke puncak gunung Karmel hingga tujuh kali, maka dilihatnya awan timbul dari laut, dan dalam sekejap mata langit menjadi kelam, lalu turunlah hujan yang lebat. Dimana ada ketaatan dan persembahan yang benar kepada Tuhan, maka disanalah mujizat dan terobosan terjadi. Dan persembahan yang benar adalah hidup kita di dalam Tuhan mengasihi dan takut akan Tuhan.

1 Raja –raja 19 : 1 – 13 Setelah kemenangan yang luar biasa selalu ada ujian iman. Elia menjadi ketakutan setelah diancam oleh Izebel. Elia kehilangan fokusnya kepada Tuhan dan berfokus kepada dirinya sendiri. Itu sebabnya Elia menjadi tertekan dan stress, karena dia hanya melihat dirinya sendiri, dia kecewa karena semua yang sudah dilakukannya tidak membuat raja dan bangsa Israel bertobat.

Tuhan membawa Elia dan juga kita untuk melihat bahwa keberhasilan dan kesuksesan yang nampak secara lahiriah tidak menentukan apakah kita berkenan atau tidak kepada Tuhan, karena yang menentukan adalah keintiman kita dengan Tuhan. Bagi Tuhan, keintiman kita dengan Tuhan lebih penting dari semua berkat dan mujizat yang Tuhan berikan. Tuhan yang lebih penting!

Jangan fokus kepada diri kita sendiri. Jika kita sudah melakukan bagian kita, kita harus percaya bahwa Tuhan akan melakukan bagian-Nya, lebih dari apa yang kita doakan dan pikirkan serta kerjakan. Yang terpenting adalah kita tetap memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dan melakukan hal yang benar di mata Tuhan.

Ukuran keberhasilan seorang anak Tuhan dalam kehidupan dan pelayanannya bukan dari semua kesuksesan secara lahiriah, melainkan ukurannya adalah keintiman dengan Tuhan, karena hal itulah yang tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8 : 31 – 39) Keintiman dengan Tuhan Yesus adalah hal yang utama dan yang terpenting, lebih dari semua berkat dan mujizat walaupun kita juga membutuhkan hal-hal itu.

Mengapa Tuhan menuliskan semua hal dalam alkitab bahkan tentang kelemahan seseorang yang dipakai Tuhan secara luar biasa? Supaya kita belajar bahwa sebagai manusia kita juga bisa mengalami hal-hal itu. Yakobus 5 : 16 – 18 (baca) Firman Tuhan menjelaskan bahwa Elia juga adalah manusia biasa sama seperti kita, dia dipakai Tuhan secara luar biasa, karena ketaatannya dan ketekunan doanya kepada Tuhan.

Dalam perjalanannya di padang gurun, Elia berbaring dan tidur dibawah pohon arar. Dua kali Malikat Tuhan datang membangunkan Elia dan memberinya makan dan minum, karena Elia harus berjalan empat puluh hari ke gunung Horeb.

Selalu tugas dan kepercayaan di depan lebih besar dari apa yang sudah kita lewati, artinya berkat yang Tuhan sediakan di depan, jauh lebih besar dari berkat yang sudah kita lewati/ alami sebelumnya. Itu sebabnya, setiap kali ada tantangan jangan pernah mundur, jangan kecewa, mengapa? Karena iblis tidak senang jika kita berhasil, ia selalu mau supaya kita mundur dari Tuhan.

Ketika Elia sampai ke gunung Horeb, ia masuk ke sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman Tuhan datang kepada Elia “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Tuhan selalu bertanya kepada kita “Apa yang kita kerjakan di bumi ini?” karena Tuhan memiliki rencana yang indah lebih dari yang kita rencanakan dan pikirkan.

Tuhan bertanya kepada Elia, karena Tuhan mempunyai rencana dan tugas bagi Elia Itu sebabnya Tuhan menyuruh Elia keluar dari gua dan berdiri di atas gunung itu di hadapan Tuhan. Tuhan mau agar Elia sadar bahwa dalam keadaan apapun JANGAN MELARIKAN DIRI, TETAPI MENANTI-NANTIKAN TUHAN. KARENA ITULAH YANG MEMBERI KEKUATAN BARU Yesaya 40:31 (baca).

Baik Elia maupun Yunus, mereka berusaha lari dari Tuhan, tetapi Tuhan selalu mengejar mereka untuk menyatakan rencana-Nya yang besar. Hari ini, jika kita ada di sini, tertanam, beribadah dan melayani di GDS, semua itu karena Tuhanlah yang mengejar kita, jika direnungkan mungkin sudah berulang kali kita lari dari Tuhan. Tetapi Tuhan mengejar kita, karena hal itu membuktikan bahwa TUHAN SANGAT MENGASIHI KITA. Tuhan ingin memakai hidup kita, Tuhan ingin memberkati kita dengan berkat yang lebih besar dari yang kita pernah kita alami sebelumnya di dalam dan melalui GDS.

Semua pertolongan yang bukan dari Tuhan sifatnya hanyalah sementara. Itu sebabnya jangan lari dari Tuhan. Mazmur 139 : 7 – 10 (baca) kemanapun kita pergi, kita tidak akan jauh dari Tuhan, Ia selalu ada di sana, dan mengejar kita.

Jangan BERSEMBUNYI DI DALAM “GUA”. Tuhan mau KITA KELUAR dari tempat persembunyian “tempat nyaman” kita, itulah dosa, kekecewaan, kegagalan, keputus asaan, kepahitan hati, kemarahan, ketersinggungan, sakit hati, kebiasaan-kebiasaan yang buruk, semua hal yang negatif, dan BERDIRILAH DI HADAPAN TUHAN, maka Ia akan memulihkan dan mengubahkan hidup kita. Tuhan akan memberi kekuatan yang baru, mujizat, terobosan dalam hidup kita.

Saat ini juga Tuhan menghendaki agar kita KELUAR dari sikon persembunyian kita dan BERDIRI DI HADAPAN Tuhan, datang kepada-Nya sebagai apa adanya kita di hadapan-Nya. Tuhan ingin mengubah hidup kita dan memberi kekuatan baru, Tuhan ingin memakai hidup kita secara luar biasa.

Tuhan memanggil Elia untuk berdiri di atas gunung, di hadapan Tuhan, supaya Elia bisa melihat lebih luas, bahwa kuasa Tuhan lebih besar dan tidak terbatas dari semua tantangan yang dialaminya. Yang Tuhan kehendaki dari kita sebenarnya adalah keintiman dengan Tuhan, keintiman dengan Tuhan tidak dapat digantikan dengan apapun. Karena semua hal akan berlalu dari hidup kita, tetapi keintiman dengan Tuhan kekal untuk selamanya. Persatuan roh dan saling mendoakan di hadirat Tuhan itu sangat penting Mazmur 16 : 11 – 12 (baca) Itu sebabnya kita harus utamakan hadirat Tuhan. Karena dalam hadirat-Nya Tuhan memberikan kekuatan dan sukacita dalam hidup kita.

1 Raja-raja 19 : 15 – 16 (baca) Tuhan menyuruh Elia kembali ke jalan Tuhan, untuk mengurapi orang-orang pilihan Tuhan sebagai raja dan generasi selanjutnya yang akan meneruskan pelayanan Elia.

Tuhan menghendaki agar generasi terdahulu memperlengkapi dan mengurapi generasi selanjutnya (generasi muda) dengan berkat dan urapan dua kali lipat (Double Portion). Itulah yang Tuhan buat bagi GDS secara khusus, dan GEKARI secara umumnya, apapun pergumulan kita saat ini, kita akan terus bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar. Amin!

Pertanyaan : Apa ujian iman yang saudara hadapi saat ini? Setelah kemenangan yang sauadra alami, Sharingkan terobosan dan hal-hal suipranatural yang saudara alami? Hal apa saja yang menjadi “gua” (tempat yang nyaman) dalam hidup saudara yang harus saudara KELUAR darinya dan berdiri di hadapan Tuhan untuk diselesaikan? (Di doakan di komsel)

No results found...