Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
MAKIN LAMA MAKIN KUAT
Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 18 Oktober 2015)
Firman Tuhan menegaskan bahwa kehidupan yang normal bagi seorang anak Tuhan adalah suatu kehidupan yang terus bertumbuh, berakar, dan menghasilkan buah. Kehidupan yang terus-menerus bertumbuh dan berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar.
Sesuatu yang bertumbuh pasti akan mengalami perubahan. Contoh: seorang bayi akan bertumbuh menjadi seorang anak, kemudian menjadi remaja dan terus bertumbuh menjadi orang dewasa.
Dalam Alkitab ada empat ayat tentang pertumbuhan dan perubahan yang terus menggambarkan kehidupan anak-anak Tuhan :
1.  2 Korintus 3 : 18
“…Kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besarâ€Â. Asal kata “Doxa†(Yunani) “kemuliaan†artinya dalam konotasi PENGAKUAN. Jadi kita mengakui Tuhan, dan memberikan Dia tempat dalam hidup kita untuk tinggal dan mengubahkan terus hidup kita untuk menjadi serupa dengan Dia.
2.  Amsal 4 : 18
Cahaya melambangkan “kebenaran/ pewahyuan†Artinya jalan hidup kita harus terus-menerus di terangi oleh pewahyuan dan kebenaran akan firman Tuhan. Alkitab/ firman Tuhan sekalipun ditulis ribuan tahun yang lalu, tetapi tetap relevan sampai hari ini. Itu sebabnya setiap kali kita membaca, merenungkan dan mendengar firman Tuhan selalu ada pewahyuan yang baru yang Tuhan berikan bagi kebutuhan kita. Kehidupan orang percaya tidak berhenti (statis) tetapi terus berjalan maju.
3.  Roma 1 : 16 – 17
Firman Tuhan memimpin hidup kita dari iman kepada iman yang terus bertambah. Iman kristen tidaklah tinggal pada level yang sama, tetapi terus bertambah.
4.  Mazmur 84 : 8, meraka berjalan makin lama makin kuat hendak menghadap Allah di Sion.
Mengapa mereka berjalan makin lama makin kuat?
Kata “mereka†berarti tidak sendirian, tetapi satu komunitas/ satu group/ atau persekutuan yang hendak menghadap Allah di Sion. Pada zaman itu semua orang Yahudi yang berdiaspora (tersebar) di semua wilayah harus kembali Yerusalem untuk beribadah di bait Allah dan merayakan hari-hari raya tertentu.
Alkitab menjelaskan bahwa orang percaya tidak bisa tinggal sendiri, tetapi harus ada dalam satu komunitas (keluarga, gereja) sebagai tempat pertemuan dengan sesama, terutama dengan Tuhan. Karena kita adalah anak-anak Allah, itu sebabnya secara rohani kita tidak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan sesama untuk menolong dan menopang hidup kita, karena pada hakekatnya kita (manusia) bukanlah orang yang kuat.
“Mereka berjalan makin lama makin kuat...†Alkitab menjelaskan bahwa mereka berjalan bersama-sama ke rumah Tuhan. Dan untuk berjalan bersama-sama mereka harus SEHATI.
Amos 3 : 3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
Alkitab mengatakan bahwa untuk dapat berjalan bersama-sama kita harus SEPAKAT seorang dengan yang lain! Sama halnya dengan kehidupan rumah tangga/ keluarga; dimana suami dan isteri haruslah sepakat! Dari mana datang kekuatan? Karena mereka saling menguatkan seorang dengan yang lain. Itu sebabnya, agar sepakat, haruslah SEIMAN, tertanam dan bertumbuh di dalam Tuhan dan gereja-Nya.
Matius 18 : 18 – 19 (baca) Tuhan memberikan kepada kita kuasa dan otoritas untuk mengikat semua kelemahan kita, dan melepaskan kuasa dan kekuatan Tuhan atas kelemahan kita, agar hidup kita berkemenangan.
Kata “sepakat†berasal dari kata “SYMPHONEO†(Yunani). Sepakat tidak bisa didasari oleh satu orang, tetapi harus beberapa orang dalam komunitas/ persekutuan. Oleh karena itu, sebagai orang percaya, kita bisa maju dan bertumbuh secara rohani jika kita SEPAKAT seorang dengan yang lain, sehati, satu roh, satu visi untuk melayani dan mendukung pekerjaan Tuhan, apapun profesi kita.
Symphoneo = Symphony; itulah sesuatu yang harmonis. Sama seperti musik orchestra, sekalipun nada dan alat musik berbeda tetapi menciptakan suara yang indah karena ada dalam keharmonisan. Demikianpun kita, sebagai warga GDS kita bersama-sama menjadi symphony (harmonis) di hadapan Tuhan. Kita berjalan makin lama makin kuat karena SEPAKAT!
Mazmur 84 : 5 – 7 (baca) Alkitab menjelaskan bahwa perjalanan kita bersama Tuhan, pasti akan melewati lembah baka. Apa itu â€Âbakaâ€Â? dalam bahasa Ibrani artinya “air mata†lembah baka adalah lembah ratapan, lembah tangisan, lembah air mata. Semua orang pasti akan melewatinya, tetapi bagaimana kita dapat mengubahkan lembah baka menjadi tempat yang bermata air?
Ayat 6 Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah (beribadah dan melayani Tuhan). Kita berjalan semakin kuat karena KEKUATAN KITA DI DALAM TUHAN. Kita tidak memiliki kekuatan sendiri, kecuali kita mendapatkan kekuatan dari Tuhan (mengalami impartasi urapan Tuhan), kekuatan itulah yang dapat mengubahkan lembah air mata menjadi lembah bermata air.
Apapun lembah baka yang sedang kita alami saat ini, kita pasti akan mengalami kekuatan baru, jika kita mengandalkan Tuhan, dan sepakat berjalan bersama dalam satu komunitas di dalam Tuhan, yaitu di dalam gereja-Nya (GDS).
Sepakat yang pertama dan utama haruslah bersifat vertikal, hubungan kita dengan Tuhan, artinya sepakat dengan apa yang Tuhan katakan melalui firman-Nya, baru kita dapat sepakat secara horisontal yaitu hubungan kita dengan sesama.
Lembah air mata diubahkan menjadi lembah mata air. Mengapa? Karena kekuatan kita di dalam Tuhan dan berhasrat untuk melayani Tuhan!
Yesaya 40 : 27 – 31 (baca) Di lembah baka dan air mata (masalah keluarga, sakit penyakit, masalah ekonomi, atau masalah apapun) seringkali membuat kita kecewa, tidak bersemangat, tidak berdaya, bahkan kecewa. Tetapi Tuhan tidak pernah tertidur dan terlelap Dia senantiasa memperhatikan keadaan kita, hanya pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan selalu memberikan kekuatan yang baru, kepada mereka yang menanti-nantikan-Nya. Supaya kita tidak tenggelam dalam lembah air mata, tetapi mengubahkannya menjadi lembah bermata air.
Bagaimana kita bisa mengubah lembah baka menjadi lembah bermata air?
Efesus 6 : 10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kita tidak memiliki kekuatan, kita hanya bisa kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. itu sebabnya kita membutuhkan setiap hari impartasi kekuatan dari Tuhan.
Yeremia 9 : 23 (baca) Firman Tuhan menegaskan kita supaya jangan bermegah dengan diri kita sendiri, karena sehebat-hebatnya kita masih terbatas. Itu sebabnya jangan mengandalkan semua yang kita miliki, tetapi kita harus bermegah di dalam Tuhan, karena kita mengenal Tuhan lebih dalam lagi (memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan) karena dari Tuhanlah kita menerima segala sesuatu. Kita masih memiliki keterbatasan, hanya Tuhan yang tanpa batas, itu sebabnya kita bergantung dan membutuhkan Tuhan senantiasa.
2 Timotius 2 : 1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Kata “kuat†selalu dihubungkan dengan kasih karunia Tuhan, artinya kita tidak bisa menjadi kuat tanpa pertolongan Tuhan.
Berjalan makin lama makin kuat hanya mungkin jika kita tahu diri bahwa kita tidak memiliki kekuatan sendiri, kita membutuhkan Tuhan senantiasa setiap saat, dan kuasa doa, kuasa persekutuan bersama-sama, karena dimana Tuhan hadir di sana kita akan mengalami impartasi kuasa Tuhan.
1 Korintus 15 : 57 – 58 (baca) Kita mengalami kemenangan karena di dalam Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita kemenangan-Nya. Kita harus berdiri teguh dan jangan goyah dalam keadaan kita, tidak hanya pasif, tetapi juga aktif yaitu supaya kita giat dan aktif dalam pekerjaan Tuhan.
Semua yang kita miliki (profesi, pekerjaan, bisnis, kepandaian, keahlian, dsb) adalah pemberian Tuhan, dan tujuannya adalah untuk melayani Tuhan supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan. Dan oleh semua itu, jerih payah kita di dalam Tuhan tidak sia-sia.
1 Yohanes 2 : 14 (baca) Kita menjadi kuat karena firman Tuhan ada di dalam hidup kita. Itu sebabnya kita harus mengisi hidup kita dengan firman Tuhan setiap hari sebagai makanan rohani supaya kita kuat. Kita harus senantiasa bekerja sama dengan Tuhan, tinggal di dalam Tuhan, rumah Tuhan harus selalu menjadi PRIORITAS kita.
Ibrani 2 : 1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Kekuatan kita terbatas, kita akan menjadi lemah dan mudah terbawa arus, jika kita tidak teliti untuk menerima firman Tuhan. Tetapi jika roh kita kuat, maka kita dapat melawan arus.
Ibrani 4 : 2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. Kita bukan hanya menjadi pendengar saja, tetapi harus masukan firman Tuhan ke dalam roh kita, jika kita menerima firman Tuhan di dalam roh, kita akan bertumbuh, menjadi KUAT sehingga kita berjalan makin lama makin kuat. Amin
