Skip to content

TERUS MENGHASILKAN BUAH

Ps. Debora Henubau

(Ringkasan Kotbah Minggu 11 Oktober 2015)

Pembacaan Alkitab : Yeremia 17 : 7 – 8

 “…dan yang tidak berhenti menghasikan buah.” Dengan kata lain, terus-menerus menghasilkan buah. Jika selalu ada musim untuk tanaman berbuah, tetapi di dalam firman Tuhan ini hidup kita digambarkan terus-menerus berbuah dan tidak bergantung dengan musim.

Di dalam Alkitab, hidup kita sebagai anak-anak Tuhan digambarkan seperti pohon yang di tanam di tepi batang air yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, tidak mengalami panas terik daunnya tetap hijau, tidak kuatir dalam tahun kering, selalu bertumbuh dan tidak berhenti menghasilkan buah, itulah gambaran kehidupan yang diberkati, karena selalu mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan pada Tuhan.

Mengandalkan Tuhan artinya berharap dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sekalipun mengalami tahun-tahun kering, tetapi orang yang mengandalkan Tuhan TIDAK KUATIR, karena ia tidak berhenti menghasilkan buah.

Yeremia 17 : 5 (baca) Sebaliknya firman Tuhan juga menegaskan bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, artinya yang mengandalkan kekuatannya sendiri, mengandalkan orang lain, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan.

Yeremia 17 : 13 (baca) Berdasarkan ayat ini maka, kita mengerti bahwa sumber air hidup adalah Tuhan. Itu sebabnya, siapa yang tertanam kuat dan berakar di dalam Tuhan sebagai sumber air kehidupan akan terus menghasilkan buah. Sumber air hidup tidak pernah kering, tidak ada yang susah dan sulit, karena selalu berkelimpahan, itulah Tuhan sendiri. Dan Tuhan pun menghendaki agar kitapun diberkati berkelimpahan.

Itu sebabnya, kita harus tertanam (dekat/erat/ dan intim) di dalam Tuhan, jangan menjauh dari Tuhan, jangan berpindah-pindah (gereja), karena sama seperti tanaman yang selalu dicabut dan dipindahkan, akarnya akan terpotong akibatnya tanaman itu tidak bertumbuh, kering dan tidak menghasilkan buah. Kita harus tertanam di tanah yang subur  yaitu gereja Tuhan (GDS) tempat dimana Tuhan sudah memilih dan menetapkan kita, supaya kita berakar semakin kuat di dalam Tuhan, dan menghasilkan buah yang baik. 

Tuhan adalah pengharapan kita. Oleh sebab itu, apapun situasi dan kondisi yang kita alami janganlah meninggalkan Tuhan, karena dengan tinggal tetap di dalam Tuhan, kita pasti akan diberkati.  Selama kita ada di bumi ini musim akan terus menerus berganti, tetapi di dalam Tuhan hanya ada satu musim yaitu MUSIM MENGHASILKAN BUAH! Itu sebabnya tetap berakar di dalam Tuhan.

Mazmur 1 : 1 – 3 (baca) Tuhan menghendaki agar kita tetap menghasilkan buah di setiap musim. Bagaimana agar kita selalu menghasilkan buah di setiap musim? Yaitu SELALU MENABUR. Kapan kita menabur? Setiap saat. Dengan kata lain, untuk tidak berhenti menghasilkan buah maka, kita juga tidak berhenti untuk menabur! Teruslah menabur, supaya setiap musim ada tuaian dan berbuah.

Setiap musim, setiap saat = teruslah menaburlah. Jangan berhenti menabur sekalipun musim panas dan kering supaya kita tetap menuai hasil pada waktu saatnya menuai. Kalau kita tidak menabur, maka tidak ada tuaian/ berbuah Jika kita ingin berbuah di setiap musim, maka kita juga harus menabur di setiap musim.

Lukas 19 : 11 – 27 (baca) Perumpamaan ini berbicara tentang menghasilkan buah untuk kerajaan surga. Mina adalah uang, harta yang berharga, namun juga menggambarkan berkat, kemampuan, karunia, telanta, kepandaian, kecerdasan, kesehatan yang Tuhan percayakan dalam hidup kita.  setiap orang sudah diberikan/ dipercayakan mina oleh Tuhan.

Apa yang sudah sudah kita lakukan dengan mina yang Tuhan sudah berikan? Apakah kita sudah menghasilkan buah? Itu sebabnya Berikanlah hidup kita hari ini untuk Tuhan, menaburlah sekarang! supaya kita berbuah.

Pada waktunya Tuhan akan datang kembali dan menuntut pertanggung jawaban atas mina yang sudah Tuhan percayakan kepada kita. Apakah kita sudah menggunakannya untuk menghasilkan buah bagi kerajaan surga. Itu sebabnya, apa yang kita miliki saat ini jangan hanya dihabiskan untuk diri sendiri, tetapi pakai itu untuk kerajaan surga (aktif memberi dan mendukung pekerjaan Tuhan di GDS, memberkati dan membantu orang lain, terutama saudara-saudara seiman)

Lukas 6 : 38 (baca) Firman Tuhan menjelaskan bahwa ukuran yang kita pakai, akan diukurkan kepada kita. UKURAN yang kita pakai itulah IMAN kita. Apa yang kita imani, itulah yang akan terjadi dalam hidup kita.  Itu sebabnya, bagaimana ukuran iman kita harus melihat Tuhan? adalah dengan melihat sesuai dengan firman-Nya.

Iman itu berarti SEPAKAT DENGAN SURGA (Tuhan dan firman-Nya). Iman adalah ukuran yang harus kita pakai. 1 Korintus 1 : 27; 1 Korintus 3 : 18 – 19 (baca). Kita harus percaya firman Tuhan apa adanya! Jangan berdebat, percaya dengan iman dan alami firman Tuhan.  

Kejadian 26 : 1 – 13 Berdasarkan janji Tuhanlah, maka Ishak tinggal di negeri itu (Gerar), sekalipun musim kelaparan melanda negeri itu. Dengan iman Ishak menabur, maka pada tahun itu (tahun kering) juga Ishak menghasilkan seratus kali lipat, Ishak diberkati berkelimpahan (kaya, kian lama kian kaya, semakin kaya) Bukan musim yang menentukan keadaan kita untuk mengalami berkat, tetapi iman kita berdasarkan firman Tuhan!

Tuhan adil, Dia memberikan UPAH SESUAI dengan PERBUATAN KITA. Jika Tuhan datang maka dua hal yang akan Tuhan buat, pertama memberikan kita upah karena kita menghasilkan buah, dan memberikan hukuman jika kita tidak menghasikan apa-apa. Itu sebabnya, sebagai anak-anak Tuhan kita harus berbuah, supaya kelak kita akan menerima UPAH yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.

Lukas 4 : 25 – 26 (baca) Pada zaman Elia terjadi musim kering dan bahaya kelaparan tetapi Elia diutus kepada Janda di Sarfat yang membutuhkan pertolongan, Janda di Sarfat memiliki hati untuk memberi itu sebabnya ketika dia percaya dan taat akan janji Tuhan dengan memberikan makanan kepada Elia, maka janda itupun mengalami mujizat kelimpahan.

Lukas 19 : 26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil,  juga apa yang ada padanya  .. Teruslah menabur supaya kita menghasilkan buah! Sehingga kita akan memperoleh UPAH, yaitu kepercayaan yang lebih besar lagi.

Yohanes 15 : 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu,  supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Tuhan sudah memilih dan menetapkan kita, itu sebabnya Tuhan memberikan tugas supaya kita harus menghasilkan BUAH! Ranting yang tidak berbuah akan dipotong.

Maleakhi 3 : 18 (baca) Tuhan menghendaki agar kita diberkati, supaya ada perbedaaan antara kita dengan orang fasik. Apapun musimnya kita tetap berbuah, itu sebabnya kita harus tertanam dan menjadi pelaku firman Tuhan. jika kita ingin menghasilkan buah, maka menaburkah di dalam segala musim. Amin.

No results found...