Skip to content

MANUSIA ROHANI

Ps. Jesaya Henubau

(Ringkasan Kotbah Minggu 30 Agustus 2015)

Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 10 : 38; 2 Korintus 3 : 18; 1 Tesalonika 5 : 23

Setiap kita harus diperbaharui dari hari ke hari, bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar. Bagian apakah dari hidup kita yang diperbaharui ?

  1.   Manusia Rohani

Dalam 1 Tesalonika 5 : 23 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa hidup manusia terdiri dari tiga bagian : ROH, JIWA, dan TUBUH.

Bagian yang kelihatan di luar adalah tubuh (jasmani), tetapi di dalam tubuh terdapat jiwa dan roh. Jiwa terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak. Dan yang paling utama dan inti dari manusia adalah roh. Dengan kata lain, diri kita yang sebenarnya adalah manusia roh,karena hidup utama kita adalah Roh

Kejadian 2 : 7 (baca) Tuhan membentuk tubuh manusia dari debu tanah, tetapi belum ada kehidupan (roh dan jiwa), hingga Tuhan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya maka demkianlah manusia menjadi mahkluk hidup. Jika salah satu bagian diambil dari kita, maka kita sebenarnya belum menjadi manusia, atau tidak menjadi mnausia lagi

Roh manusia juga disebut sebagai “HATI” di dalam firman Tuhan Amsal 4 : 23, Matius 22 : 37. Manusia adalah roh karena hidup ketika Tuhan menghembuskan nafas hidup. Ayub 33 : 4 Roh Allah telah membuat Aku, dan nafas Yang MahaKuasa membuat aku hidup. Jadi siapakah manusia? manusia adalah mahkluk rohani, itulah sebabnya kesadaran kita untuk hal-hal yang rohani harus lebih besar dari pada kesadaran kita kepada hal-hal yang jasmani.

Ayub 34 : 14 – 15 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu. Firman Tuhan menjelaskan jika Tuhan mengambil kembali roh kita, maka sebenarnya roh kita kembali kepada Bapa, sedangkan tubuh kita kembali menjadi debu dan tanah. Jadi arti kematian adalah Tuhan menarik kembali roh kita kepada-Nya, karena dari Tuhanlah kita menjadi hidup.
Pada waktu manusia pertama (Adam) diciptakan Tuhan memberikan nafas hidup itulah roh manusia. Jadi, manusia adalah mahkluk rohani yang memiliki jiwa dan tinggal di dalam tubuh.

  2.   Ukuran Manusia Roh

Efesus 4 : 13; 2 Petrus 3 : 18 (baca) firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus BERTUMBUH kepada kedewasaan penuh, kepenuhan Kristus, dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Kristus. Apa yang sebenarnya harus bertumbuh? MANUSIA ROH kita harus terus bertumbuh.

1 Samuel 17 : 37 (baca) Daud tidak gentar dan takut ketika berhadapan dengan Goliat, sekalipun ukuran tubuh Daud lebih kecil secara jasmani dibandingkan Goliat, tetapi ukuran manusia roh Daud jauh lebih besar dari ukuran manusia roh Goliat. Yang menyertai Daud lebih besar dari pada roh yang ada pada Goliat. Menurut pikiran duniawi adalah tidak mungkin Daud dapat mengalahkan Goliat.

Setiap kali kita berhadapan dengan masalah dan tantangan? Apakah kita takut. Seharusnya sama seperti Daud, manusia rohani kita harus lebih besar supaya kita tidak gentar hadapi tantangan dan kesulitan dalam hidup kita.

Berapa besar ukuran manusia roh kita sebenarnya? 1 Yohanes 4 : 4 Roh yang ada di dalam diri kita LEBIH BESAR dari pada roh yang ada di dalam dunia ini. Roh Tuhan tidak terbatas, tetapi ukuran-Nya dalam hidup kita akan bergantung seberapa besar kita menyediakan manusia rohani kita untuk bertumbuh. Seberapa besar ukuran yang kita pakai, akan menentukan besarnya tingkat pertumbuhan manusia roh kita.

Bilangan 14 : 8 – 9 (baca) Yosua dan Kaleb memiliki roh yang besar, mereka melihat dalam alam roh bahwa roh-roh yang melindungi orang-orang Kanaan sudah meninggalkan mereka. Sekalipun orang-orang Kanaan secara fisik adalah orang-orang raksasa Bilangan 13 : 33, tetapi manusia roh Yosua dan Kaleb jauh lebih besar dan mereka melihat Tuhan jauh lebih besar dari pada apapun, mereka tidak melihat secara fisik/natural, tetapi mereka melihat secara supranatural dengan manusia rohani yang besar bahwa mereka yakin dapat “telan habis” orang-orang Kanaan.

Berapa besar ukuran manusia rohani kita akan menentukan kemenangan atau kekalahan kita. Kita bisa menang jika manusia rohani kita besar, tetapi kita kalah jika hanya melihat dengan pandangan jasmani (natural)
Di GDS kita terus bergerak di dalam kegerakan supranatural. Dan hal itu bukan hanya sampai kepada mengalami mujizat saja, tetapi yang terutama adalah apakah ukuran manusia rohani kita sanggup melihat secara supranatural, dan ukuran kita bertumbuh semakin besar ke arah kepenuhan Kristus?

2 Raja-raja 4 : 3 (Ayat) Seberapa besar ukuran yang kita sediakan untuk menerima Roh Kudus mengalir akan menentukan seberapa besar yang kita terima/ tingkat pertumbuhan kita. Itulah sebabnya, untuk menerima berkat yang besar, jangan buka hati terlalu sedikit ukuran manusia rohani kita. Buka hati seluas-luasnya dan terima janji Tuhan.

2 Korintus 4 : 18, 16 (baca) Jika kita ingin mengalami mujizat dan hal-hal yang supranatural, kita harus melihat kepada hal-hal yang rohani. Dan manusia rohani kita harus semakin bertumbuh besar, sekalipun manusia jasmani semakin merosot.

Yosua dan Kaleb sebagai pergi dengan manusia roh yang besar, bahkan lebih besar dari orang Kanaan, mereka melihat dalam alam roh supranatural (rohani) bahwa mereka sudah mengalami kemenangan yang besar!

Manusia rohani kita harus semakin dibaharui bertambah besar, bertambah peka, bertambah tajam, harus terus bertambah, karena sebenarnya kemuliaan Tuhan tidak terbatas. itu sebabnya manusia rohani kita HARUS DIPERBESAR! Karena Tanpa pertumbuhan tidak ada terobosan dan mujizat yang terjadi

  3.   Dimensi manusia rohani.

Dimensi manusia rohani kita adalah kekekalan Ibrani 11 : 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Manusia roh atau hati kita adalah yang tidak kelihatan. Artinya kita harus dapat melihat kepada apa yang tidak kelihatan! Dimensi alam roh adalah kekal, artinya jika kita dipimpin oleh Roh Kudus maka dimensi dimana kita berjalan adalah dimensi kekekalan.

2 Korintus 4 : 18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal

Ibrani 10 : 5 – 7 (baca) Dalam alam roh Tuhan Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi. Jadi pada waktu Tuhan Yesus datang Ia melakukan semua yang Bapa perintahkan dan menggenapi seluruhnya. Di alam roh segala sesuatu sudah terjadi.

Jika kita sudah bisa melihatnya dalam alam roh, maka segala sesuatu akan segera digenapi, karena tidak ada lagi penundaan. Jika kita melihatnya, maka kita akan menggenapinya, karena kita hidup karena percaya dan bukan karena melihat (2 Korintus 5 : 7)

  4.   Iman bekerja dalam dimensi roh
Manusia rohani yaitu hati kita harus terus menerus di baharui sejalan dengan iman kita yangsemakin bertumbuh

Kolose 3 : 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Manusia rohani harus bertumbuh, artinya kita harus berubah jika kita ingin maju, jangan tinggal lagi kepada hal-hal yang lampau, jangan merasa cukup dan puas dengan apa yang sudah kita capai, tetapi kita harus berubah dan diperbaharui untuk terus menerus bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar. Amin

No results found...