Skip to content

MENERIMA APA YANG DIJANJIKAN TUHAN

Ev. Yohanes Oetomo

Ringkasan Khotbah MInggu, 16 Januari 2022

Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita di tahun 2022, kita harus mendasarkan hidup kita pada firman Tuhan bahwa Tuhan itu baik dan kasih setia-Nya kekal untuk selama-lamanya (Mazmur 136:1-3).

Tuhan senantiasa melimpahkan kebaikan-Nya bagi semua orang yang takut dan berlindung kepada-Nya (Mazmur 31:20)

Tuhan itu baik, Ia tempat pengungsian pada waktu kesusahan, Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya (Nahum 1:7)

Memasuki tahun 2022, kita harus menyadari bahwa sekalipun janji Tuhan diberikan, tetapi jika kita tidak taat dan setia kepada Tuhan Yesus, maka kita tidak akan menerima penggenapan janji Tuhan.

Bagaimana kita dapat menerima apa yang dijanjikan Tuhan?

1. Sabar

Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Mengapa kita harus sabar?

Jika kita mengamati secara seksama, kita menyaksikan bahwa yang terjadi di hari-hari terakhir ini/di akhir zaman, ada banyak orang yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan (baca 2 Timotius 3:3-4).  

Sabar artinya tidak bersungut-sungut.

  • Bangsa Israel bersungut-sungut kepada Tuhan dan Musa pada ketika mengalami kesusahan pada waktu menuju tanah perjanjian, mereka ingin kembali ke Masir.
  • Akibat dari keketidaksabaran membuat bangsa Israel tidak menerima apa yang dijanjikan Tuhan yaitu masuk ke tanah perjanjian.
  • Oleh sebab itu, jika kita ingin menerima apa yang dijanjikan Tuhan, maka kita tidak boleh bersungut-sungut kepada Tuhan, tetapi kita harus sabar dalam kesesakan dan tekun dalam doa.

Arti sabar dalam Alkitab

  • Dapat menunggu waktu Tuhan
  • Berserah kepada Tuhan
  • Percaya kepada Tuhan
  • Bersandar kepada Tuhan

Arti dari sebuah kesabaran: sikap lebih penting dari peristiwa.

  • Bangsa Israel tidak masuk ke tanah perjanjian karena sikapnya.
  • Yang menentukan kita bisa sabar bukan lamanya kita menunggu, tetapi sikap kita dalam menunggu.

Yohanes 11:1-46, Marta dan Maria mengirim kabar kepada Tuhan Yesus bahwa Lazarus sedang sakit dan meminta Tuhan Yesus untuk segera datang. Akan tetapi Tuhan Yesus tidak segera datang, dan baru ke datang ketika Lazarus sudah mati. Saat itu Marta dan Maria menyalahkan Tuhan Yesus yang tidak segera datang sehingga Lazarus mati. Marta dan Maria tidak sabar dan mengerti apa yang menjadi rencana dan kehendak Tuhan Yesus untuk Lazarus dan orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebut yaitu mujizat dan kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Sabar itu harus mau menunggu waktu dan caranya Tuhan, bukan berdasarkan apa yang ada dipikiran dan kemauan diri kita.

Rencana dan jalan Tuhan lebih baik dari rencana dan jalan kita (Yesaya 55:8-9). Oleh sebab itu, kita harus sabar dan setia dalam menjalani apapun yang sudah Tuhan perintahkan untuk kita lakukan.

Sabar adalah bagian dari kekudusan. Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Rasul Paulus mengingatkan kita sebagai pelayan Allah untuk tetap sabar sekalipun harus menghadapi penderitaan, kesesakan dan kesukaran(baca 2 Korintus 6:4). Rasul Paulus juga mengingatkan kita yang sudah dipanggil dan dipilih oleh Tuhan Yesus untuk senantiasarendah hati, lemah lembut, sabar, saling membantu, dan memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera(Efesus 4:1-3).

Orang yang sabar pasti diberkati oleh Tuhan, contohnya:

  1. Ayub (Ayub 19:1-3; 42:8-10, Yakobus 5:11)
  2. Abraham (baca Ibrani 6:13-15)
  3. Yusuf pernah dibenci, dan dibuang oleh saudara-saudaranya. Ia juga difitnah sehingga masuk ke dalam penjara. Yusuf tidak menyalahkan Tuhan untuk semua yang ia alami. Yusuf tetap sabar untuk proses yang harus ia jalani dan pada akhirnya ia menjadi orang kepercayaan raja Firaun, ia menjadi berkat bagi saudara-saudara.
  4. Daud mempunyai kesempatan membunuh untuk Saul, tetapi dia tidak melakukannya. Daud tetap sabar terhadap proses yang harus ia jalani dan pada akhirnya ia pun menjadi seorang raja.

Di hari-hari terakhir ini, untuk menjadi sabar merupakan hal yang tidak mudah. Di zaman yang serba canggih dengan berbagai kemajuan teknologi, kesabaran adalah sifat yang paling langka untuk ditemukan. Oleh sebab itu, sebagai orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan hidup di dalam kebenaran firman Tuhan, maka kita harus menjadi orang yang memiliki sifat yang sabar.

Hal-hal yang perlu kita ketahui tentang kesabaran:

  1. Sabar adalah karakter ilahi
  2. Sabar adalah buah Roh (Galatia 5:22-23)
  3. Sabar bukan diberikan tetapi dihasilkan
  4. Sabar merupakan kerjasama antara kita dengan Roh Allah.
  5. Pada waktu kita mau melakukan firman Tuhan, maka Roh Kudus akan memberi kekuatan kepada kita.
  6. Sabar adalah inti dari Kasih (1 Korintus 13:4-7). Kasih yang dipakai adalah kasih Agape. Kasih Agape hanya didapatkan di dalam Kristus, dan hanya di dalam Kristus kita dapat berbuah (Yohanes 15:8).

Prinsip pelayanan yang berkenan kepada Tuhan Yesus adalah jangan melakukan ha-hal yang merusak/menghancurkan sebuah pelayanan. Oleh sebab itu, kita harus mematikan sifat yang suka; memandang rendah dan mencemooh orang lain, menguasai, mengatur, mencampuri, mengambil alih apa yang menjadi tugas/pelayanan orang lain.

Tuhan Yesus mengetahui dengan pasti setiap proses yang harus kita jalani dan hadapi.

Sikap dan prinsip kita terhadap semua proses dari Tuhan:

  • Kita harus mengalami proses pematangan dari dalam di mana manusia rohani kita terkait erat dalam keintiman dengan-Nya. 
  • Kita tidak dapat mengalami proses pematangan dengan sendirinya. Kita tidak dapat menghasilkan buah yang matang karena kerajinan kita melakukan aktivitas rohani, ataupun segudang jadwal pelayanan.
  • Tertanam di dalam Dia yang menjadikan kita: buah ara yang matang dan siap untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

2. Menurut Firman Tuhan

Sebagai pelayan Allah dan orang yang sudah dipanggil dan dipilih oleh Tuhan Yesus, maka kita harus memiliki sikap hati seorang hamba yaitu rendah hati.

2 Raja-raja 5:1-14, Naaman adalah seorang panglima raja Aram dan orang yang sangat terpandang. Pada waktu ia sedang sakit, ia berkeinginan untuk menemui Elisa. Tetapi saat itu yang menemui Naaman adalah pembatunya Elisa dan menyampaikan pesan Elisa supaya ia mandi di sungai Yordan sebanyak tujuh kali. Saat itu Naaman menjadi gusar, tetapi orang-orang di sekitarnya mendorong Naaman melakukan apa yang Elisa perintahkan. Pada waktu Naaman dengan rendah hati melakukan hal tersebut, maka Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Ayat 14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Sikap hati seorang hamba:

  1. Sadar posisi (Lukas 17:7).
  2. Mendahulukan kepentingan tuannya (Lukas 17:8).
  3. Tidak mengharapkan terima kasih (Lukas 17:9).
  4. Tidak merasa diri berjasa (Lukas 17:10). Kita jangan merasa diri berjasa karena orang, perusahaan, gereja, dunia, apalagi Tuhan tidak berhutang apapun kepada kita. Jika kita merasa diri berjasa, maka kita akan mengalami kepahitan, kemarahan, ketidak puasan, kekecewaan yang berat, mempersalahkan Tuhan dan orang lain, dan memiliki sifat yang jahat.
  5. Tidak gila hormat (Galatia 5:26).
  6. Mengosongkan dirinya (Filipi 2:7).

Kita harus mentaati/menuruti firman Tuhan dan menjadi pelaku firman Tuhan agar Tuhan memulihkan dan memberkati hidup kita.

Jangan sampai kita selalu berseru-seru kepada Tuhan, padahal kita tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan (Lukas 6:46).

Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus menuruti perintah Tuhan (Yohanes 14:15). Tuhan Yesus mengumpamakan orang yang menuruti perintah-Nya seperti seorang yang membangun rumahnya di atas pasir atau batu karang (Matius 7:24-27).

Yohanes 2:1-10, Pada waktu pernikahan di Kana kekurangan anggur, Maria dan semua pelayan-pelayan yang ada taat melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan, maka Tuhan Yesus menyatakan mujizat-Nya.

Jika kita menuruti firman Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan Yesus firmankan, maka kita akan mengalami berbagi mujizat dari Tuhan Yesus.

3. Rukun

Mazmur 133:1-3 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Rukun = Teamwork artinya bukan sama-sama bekerja tetapi bekerja sama. Jika kita tidak bekerja sama, maka tidak akan ada hasil yang bagus/memuaskan.

Kisah Para Rasul 2:46-47, Pada waktu jemaat mula-mula hidup rukun/sehati, maka Tuhan menambahkan jumlah bilangan orang yang percaya.

Matius 18:19-20, Jika kita senantiasa sepakat/sehati di dalam Tuhan, maka Tuhan akan mengabulkan apa yang menjadi permintaan/permohonan kita.

Kita harus melakukan apa yang menjadi bagian kita yaitu bekerjasama memajukan dan mengembangkan pelayanan di GDS. Kita harus percaya jika kita sehati/rukun, maka Tuhan yang memberti pertambahan untuk pelayanan di GDS. 1 Korintus 3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

No results found...