Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
MENGASIHI TUHAN ADALAH HAL YANG TERUTAMA
Ps Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 28 April 2019)
Pembacaan Alkitab : Markus 12 : 28 – 34
Ketika ahli Taurat datang dan bertanya kepada Tuhan Yesus “Hukum manakah yang paling utama?” mereka bertanya seperti itu, karena sebenarnya mereka ingin menguji Dia, maka Tuhan Yesus pun menjawab mereka; Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
Setelah Tuhan Yesus menjawab pertanyaan mereka, maka tidak ada seorangpun yang berani bertanya lagi kepada-Nya, hanya seorang ahli Taurat yang dilihat oleh Tuhan Yesus bijaksana, karena dia meresponi jawaban Tuhan Yesus dengan berkata mengasihi Allah dan manusia lebih utama daripada semua korban bakaran dan sembelihan, kemudian kepada orang itu Tuhan Yesus berkata bahwa orang itu tidak jauh dari kerajaan Allah.
Sebagai seorang ahli Taurat mereka sangat memahami dan menaati hukum Taurat, tahu bagaimana mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan, memelihara adat istiadat, menjaga penampilannya sehingga bisa dinilai secara fisik sebagai orang yang saleh dan taat, tetapi di atas semua itu, ada yang lebih utama dan penting, dan yang dikehendaki Tuhan itulah MENGASIHI TUHAN dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan kekuatan DAN MENGASIHI SESAMA seperti diri sendiri!
Kita akan belajar bagaimana mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama, bukan dengan pengertian kita tetapi mengasihi sama seperti yang Tuhan kehendaki. Apa yang Tuhan kehendaki? Yohanes 3 : 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Inilah inti dari seluruh isi alkitab kita. Bahwa Kasih Allah yang besar kepada kita ditunjukkan-Nya dengan memberikan yang terbaik, yaitu memberikan diri-Nya sendiri, yaitu Anak-Nya yang tunggal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
Allah adalah KASIH, itu sebabanya kita harus mengasihi-Nya. Bagaimana kita mengasihi Tuhan? Pertama-tama kita harus menerima dan mengalami kasih dari Tuhan. Kasih Tuhan selalu memberi! Allah adalah kasih bukanlah hanya sebuah ungkapan, tetapi dibuktikan melalui karya-Nya di atas salib bagi kita. Itu sebabnya paskah bukan hanya sebuah perayaan saja, tetapi pengalaman hidup setiap hari; Kristus telah hidup, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun Dia juga hidup di dalam hidup kita, sehingga orang lain bisa melihat Kristus di dalam dan melalui kehidupan kita setiap.
Tuhan Yesus disalibkan mati dan bangkit supaya kita tidak lagi terkurung dengan hukum-hukum manusia (agamawi), Tuhan datang menyelamatkan dan memulihkan hidup kita supaya kita memiliki hubungan yang nyata (real) dengan Bapa di surga.
Hubungan itulah yang Tuhan Yesus pulihkan di atas kayu salib, itulah sebabnya kita dibenarkan karena kita memiliki hubungan dan persekutuan yang intim dengan Tuhan, bukan karena kerja keras atau perbuatan yang baik, karena pada dasarnya semua orang telah berdosa dan kehiangan kemuliaan Allah. Yang Tuhan inginkan dari kita bukanlah melakukan kewajiban-kewajiban agamawi tetapi memiliki hubungan dengan Tuhan setiap hari, itu sebabnya Pikiran kita harus terus menerus diperbaharui oleh firman Tuhan dan Roh Kudus supaya kita tidak terkurung/ terjebak dengan agamawi.
Tuhan Yesus menebus kita supaya kita diberi kuasa menjadi anak-anak Bapa di surga, artinya kita diberikan kuasa untuk hidup menuruti kehendak Tuhan, dan melakukan firman-Nya. Mengasihi Tuhan bukanlah kewajiban, tetapi mempersembahkan segenap hidup kita kepada Tuhan Roma 12 : 1 – 2.
Kita tidak bisa mengasihi Tuhan, jika kita masih “sayang diri†karena setiap orang yang mengikut Tuhan harus menyangkal dirinya. Penyangkalan diri yang paling berat adalah tentang keuangan dan ego (ke-Akuan) kita. Itu sebabnya kita harus mengalami pembaharuan budi pekerti (pikiran dan pengertian). Setiap hari pikiran dan pengertian kita harus diperbaharui untuk mengasihi Tuhan.
1 Yohanes 4 : 16 Siapa yang berada di dalam kasih, dia tetap berada di dalam Allah. Kita diselamatkan karena kita percaya, namun kita harus terus-menerus bertumbuh dalam iman untuk percaya kepada Tuhan.
1 Yohanes 5 : 3 – 5 Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus taat dan menuruti firman-Nya, karena perintah-perintah Tuhan itu tidak berat. Mengasihi Allah tidak akan pernah berhasil dengan kekuatan kita, perintah Allah terlalu berat untuk daging dan logika kita, iman itu sesuatu yang sulit dipahami. Tetapi perintah Tuhan tidak akan berat karena semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia.
Pada waktu kita lahir baru di dalam Roh, kita diberikan kuasa untuk menjadi anak Allah, sehingga kita dapat melakukan firman Tuhan! Oleh kasih dan kuasa-Nya kita dimampukan, diberdayakan untuk mengalahkan dunia!
Jika kita mau taat kepada firman-Nya, maka Tuhan sendiri akan memberikan kita iman dan kuasa untuk mengalahkan dunia, lakukan segala sesuatu dengan iman, tanpa iman tidak ada seorangpun yang berkenan di hadapan Allah. Mengasihi Tuhan bukan hanya melalui perkataan saja, tetapi dengan perbuatan untuk taat dan melakukan firman-Nya. Kita bisa mengalahkan dunia, karena hidup dalam iman, karena oleh imanlah kita mengalahkan dunia ini!
Iman timbul dari pendengaran firman Tuhan. Yohanes 14 : 15, 21 – 24, 31 (baca) Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita harus menuruti segala perintah Tuhan. Jika kita memegang perintah Tuhan dan melakukannya, maka hal itu berarti kita mengasihi Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, maka kita akan dikasihi oleh Bapa, sehingga kita alami persekutuan dengan-Nya. Pada waktu kita menaati perintahNya, maka bukan hanya berkat jasmani yang kita alami, tetapi ada berkat yang lebih besar yang Bapa sediakan untuk kita.
Jika kita mengasihi Tuhan, maka Tuhan akan datang dan menyatakan (membuka) diri-Nya, inilah yang kita sebut sebagai pewahyuan pengenalan akan Tuhan. Semakin kita mengasihi Tuhan dan menuruti firman-Nya, maka kita akan mengenal Tuhan secara pribadi dan memiliki persekutuan dengan-Nya.
Tuhan Yesus menjadi teladan bagi kita melalui ketaatan kepada Bapa. Tuhan Yesus bangkit dan hidup, maka hidup-Nya harus terpancar dalam segala hal dama hidup kita sebagai anak-anak-Nya, apakah kita berlaku benar, jujur, dan penuh tanggung jawab dalam semua aspek kehidupan kita?
Roh Tuhan adalah roh yang excellence (Seperti Daniel dan teman-teman-Nya, Yusuf, Yosua dan Kaleb, mereka terpilih dan dipakai Tuhan di zamannya karena mereka memiliki excellence spirit). Jika Kristus tinggal di dalam kita, maka Kristuslah yang harus terpancar dalam semua kehidupan kita, dalam hal kasih, pemberian kita, persembahan, perpuluhan,
Roma 12 : 1 Mempersembahkan hidup kita artinya hidup dalam pertobatan setiap hari, dan melakukan firman Tuhan dengan taat!
Maleakhi 3 : 8 – 12 Persembahan dan persepuluhan menyenangkan hati Tuhan! Jika kita tidak memberi pesembahan dan pesepuluhan, maka hal itu berarti kita menipu Tuhan. Pada waktu kita taat kepada firman untuk mengembalikan persepuluhan sebagai hak Tuhan, maka Tuhan akan membukakan bagi kita tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat-Nya. Persembahan dan persepuluhan yang kita berikan, dipakai untuk kemuliaan Tuhan, yaitu untuk memperluas pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui GDS.
Pada waktu kita memberi persembahan dan persepuluhan, maka Tuhan akan menjadi perlindungan dan jaminan atas apa yang kita miliki, karena Tuhan sendiri yang akan menghardik belalang pelahap/ kerugian dalam hidup kita.
Tuhan tidak pernah menahan berkat-Nya dalam hidup kita, tetapi karena dosa dan ketidak ketaatan kitalah yang menahan berkat Tuhan dalam hidup kita. Maleakhi 3 : 17 Kita mempunyai kitab peringatan tentang kita, yang menuliskan semua hal tentang hidup kita, yaitu segala perbuatan baik (yang tidak diketahui orang lain) dan ketaatan kepada Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan taat melakukan friman-Nya maka kita akan menjadi milik kesayangan Tuhan. Dan Tuhan sendiri yang akan mengasihiani kita seperti seorang yang menyangi dan melayani anaknya.
Di dunia ini kita melayani dua tuan, Tuhan atau iblis? Waktu kita tidak melayani Tuhan (mengasihi Tuhan), maka kita sebenarnya sedang melayani kedagingan kita, dan kedagingan kita ada dibawah kuasa si jahat!
Maleakhi 3 : 18 Pelayanan bukanlah profesi tugas atau pekerjaan saja, tetapi Pelayanan itu adalah orang yang beribadah kepada Allah. Seluruh hidup kita adalah penyembahan kepada Tuhan. Akan ada perbedaan antara orang yang beribadah kepada Tuhan, denga yang tidak beribadah.
Galatia 2 : 19 – 20 (baca) Dalam Kristus kita pun telah disalibkan bersama–sama Dia, artinya kita tidak lagi hidup menuruti keinginan daging, hukum dosa, kita hidup dalam pertobatan dan persekutuan dengan Tuhan. Kita hidup bukan lagi kita sendiri yang hidup, tidak mengikuti kemauan kita, melainkan kristus yang hdiup di dalam kita, sehingga orang bisa melihat Kristus di dalam diri kita.
Yang Tuhan inginkan dari kita adalah hubungan, kita hanya bisa taat kepada firman Tuhan, apabila kita memiliki hubungan, karena tanpa hubungan dan persekutuan dengan Tuhan maka perintah-perintah-Nya akan berat, dan kita tidak sanggup
Sudahkan kita menuruti firman Tuhan? karena itulah yang jauh lebih penting! Setelah kita dislamatakan maka kit harus taat kepada Tuhan dan firman-Nya. Kita taat bukan karena takut hukuman, tetapi kita taat karena kita mengasihi Tuhan. Inilah yang Tuhan kehendaki. Amin!
