Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
KEBANGKITAN KRISTUS ADALAH KEBANGKITAN KITA !
Ps Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 21 April 2019)
Tanpa kematian tidak ada kebangkitan dan multiplikasi. Tuhan Yesus menyampaikan dalam Yohanes 12 : 24 …; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Bahkan dalam Roma 8 : 17 firman Tuhan menjelaskan …jika kita menderita bersama-sama dengan Dia , supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Artinya, jelas bahwa tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan. Filipi 2 : 9 (baca) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Tuhan Yesus dan memberikanNya Nama di atas segala nama!
Di hari Paskah ini, yang adalah hari kebangkitan, Tuhan ingin agar kita mengerti dan mengalami kemuliaan yang Tuhan Yesus sudah alami. Kita merayakan kemuliaan, kemenangan, kebangkitan yang Tuhan Yesus alami, karena segala sesuatu telah selesai dan ditaklukan di bawah nama-Nya, itulah nama Tuhan Yesus, Nama di atas segala nama!
Markus 10 : 37 – 40 (baca) Pada waktu itu para murid sedang berkumpul, maka bertanyalah Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus tentang posisi duduk yang mereka harapkan dalam kemuliaan Tuhan Yesus kelak. Banyak orang akan bertanya-tanya tentang posisi dan jabatan jika berbicara tentang kemuliaan, Namun kemudian dijelaskan Tuhan Yesus bahwa mereka tidak tahu apa yang mereka minta, bahwa sebenarnya mereka harus minum dari cawan yang Tuhan Yesus minum, dan dibaptis dari baptisan yang Tuhan Yesus terima.
Artinya jika kita ingin mengalami kemuliaan seperti yang Tuhan Yesus alami, maka kita juga harus minum dari cawan yang Tuhan Yesus minum, dan dibaptis dengan baptisan yang Tuhan Yesus alami. Dalam Kisah Para Rasul 19 : 3 – 6 Pada waktu Rasul Paulus di Efesus, dia bertemu dengan murid-murid Tuhan, setelah menanyakan dan mengetahui bahwa mereka dibaptis dengan baptisan Yohanes sebagai tanda pertobatan. Kemudian barulah mereka dibaptis dengan baptisan Roh Kudus
Tidak ada kemuliaan tanpa penderitan, tidak ada kebangkitan tanpa kematian, itu sebabnya apa yang Tuhan Yesus alami harus juga kita alami, kita harus minum dari cawan yang Tuhan Yesus minum dan dibaptis dari baptisan yang Tuhan Yesus telah terima.
Roma 8 : 11 – 17 (baca)
Firman Tuhan ini menunjukkan seperti apa jalan yang sudah dilalui oleh Tuhan Yesus, dan bagaimana nantinya kitapun akan melaluinya. Dalam Matius 3 : 13 – 17 Setelah Tuhan Yesus dibaptis, Roh Tuhan turun dan tinggal di atas Tuhan Yesus, dan terdengar suara dari surga inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan. Jika kita sudah dibaptis yaitu mati dan dibangkitkan bersama dengan Kritus di dalam baptisan, maka selanjutnya kita harus mengalami hidup oleh Roh !
1. Hidup oleh Roh Kudus
Yang dimaksudkan KEBANGKITAN adalah HIDUP OLEH ROH! Artinya kita tidak lagi hidup dalam kedagingan dan mengikuti perbuatan-perbuatan daging.
Jika kita hidup menurut Roh, maka kita akan mematikan perbuatan-perbuatan tubuh / daging. Itu sebabnya jika kita ingin mengalami kebangkitan dalam Roh, maka kita harus mematikan kedagingan, karena tidak ada kebangkitan tanpa kematian. Harus ada yang mati dalam hdiup kita, apa yang mati? Itulah semua perbuatan daging menurut Galatia 5 : 19 – 21 (baca)
Bagaimana cara kita mematikan perbuatan daging? Galatia 5 : 16 – 17 Kita harus hidup oleh Roh, maka kita tidak lagi menuruti keinginan daging. Karena keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Kehidupan dan kematian tidak dapat disatukan. Artinya, jika kita ingin hidup bersama dengan Kristus, maka hal yang lain harus kita matikan!
2. Dipimpin oleh Roh Kudus
Galatia 5 : 25 – 26 (baca) Kalau kita hidup oleh Roh, maka baiklah hidup juga kita dipimpin oleh Roh! Karena setelah Tuhan Yesus dibaptis, selanjutnya kemanapun Tuhan Yesus pergi hidup-Nya selalu dipimpin oleh Roh Kudus. Itulah caranya bagaimana kita kita harus hidup.
Roma 8 : 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Lukas 4 : 1 Setelah dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus, maka Tuhan Yesus yang dipenuhi Roh Kudus kembali dari sungai Yordan lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Segala sesuatu yang kita alami apakah itu tantangan/ pergumulan/ bahkan pencobaan sekalipun, jika dipimpin oleh Roh Kudus, maka pada akhirnya pasti mengalami KEMENANGAN! Sama seperti apa yang dialami Tuhan Yesus.
Jangan hanya berhenti sampai di baptisan Yohanes sebagai tanda pertobatan saja, tetapi kita harus dipenuhi Roh/ hidup oleh Roh, dan berjalan dipimpin oleh Roh setiap saat!
Setelah Tuhan Yesus menang atas pencobaan iblis di padang gurun, maka Alkitab menjelaskan; Dalam kuasa Roh kembalilah Tuhan Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di sana.
Lukas 4 : 14 Tuhan Yesus bahkan belum melayani dan melakukan apa-apa, selian Dia telah menang dari pencobaan di padang gurun, namun oleh Roh Kuduslah Tuhan Yesus dipimpin untuk pergi ke tempat-tempat yang sudah tentukan bagi-Nya oleh Bapa di Surga.
Tuhan Yesus memberikan kesaksian Dalam Yohanes 5 : 19 bahwa; Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Roh Kudus tidak memaksa kita, Dia hanya memimpin hidup kita, itu sebabnya respon kita adalah taat, sedia untuk dipimpin, membuka hati, mendengar suara-Nya dan berjalan mengikuti apa yang diarahkan-Nya sesuai dengan firman-Nya.
Dalam Kisah Para Rasul 16 : 4 – 10 (baca) Rasul Paulus dalam pelayanannya selalu berjalan dipimpin oleh Roh Kudus. Rasul Paulus dan Silas hanya berjalan melintasi tanah Frigia dan Misia, karena Roh Kudus mencegah mereka, dan mengijinkan mereka untuk masuk ke daerah-dareah itu. Namun ketika mereka sampai di Troas, Paulus mendapat penglihatan orang Makedonia berdiri dan memanggil mereka “menyebaranglah ke mari dan tolonglah kami†maka berangkatlah mereka ke Makedonia karena melalui penglihatan itu Tuhan sudah membuka pintu untuk memberitakan Injil di sana.
Kita harus tahu dan peka bahwa ada pintu-pintu yang sudah Tuhan bukakan untuk kita masuk, namun ada juga pintu-pintu yang masih tertutup dan belum waktunya Tuhan bukakan, oleh sebab itu jangan mencoba ke dalam pintu yang Tuhan tidak buka, karena hal itu berbahaya. Tetapi masukalh ke dalam pintu yang Tuhan sudah bukakan, karena jika Tuhan sudah membuka pintu bagi kita, maka tidak ada seorangpun yang dapat menutupnya Wahyu 3 : 8
Waktu kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita akan tahu karena kita pasti akan mengalami damai sejahtera, kita akan menerima rhema firman Tuhan, mengalami mimpi, penglihatan, nubuatan, dsb sehingga kita tahu bahwa Tuhan membuka pintu bagi kita dalam hal apa saja dalam hidup kita.
Apa yang memenuhi hati dan pikiran kita, itulah yang akan memimpin seluruh kehidupan kita. Tuhan Yesus dan Rasul Paulus dipenuhi Roh Kudus, itu sebabnya Roh lah yang memimpin hidup mereka. Pertanyaannya, hal apa yang memenuhi hidup kita hari ini? Hal itulah yang akan memimpin hidup kita. Jika kita penuh dengan Roh Kudus dan firman, maka Roh Kudus dan firman-Nya yang akan memimpin kita. Jika kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka semuanya akan jelas, sehingga kita tidak akan salah jalan!
3. Anak-anak Bapa di Surga
Roma 8 : 15 – 17 (Baca) Di dalam Kristus, kita tidak menerima Roh perbudakan yang menjadikan kita takut, tetapi kita telah menerima oleh Roh Kudus, dan oleh Roh itu kita berseru; “ya Abba, ya Bapa†Artinya, hanya Roh Kuduslah yang sanggup menjadikan kita anak-anak Bapa di Surga dan memampukan kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa.
Semua orang yang dipimin oleh Roh Allah, adalah anak-anak Allah, karena oleh Roh kita mendapat kepastian bahwa kita adalah anak Bapa di Surga. Jika Roh Kudus memenuhi kita, maka Roh itu akan berbicara dan memimpin kita bersaksi bersama-sama dengan roh kita (hati) Amsal 4 : 23 kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situ akan terpancar kehidupan.
Roma 8 : 17 Jika kita adalah snak, maka kita adalah ahli waris, yaitu orang-orang yang akan menerima janji Allah bersama-sama dengan Kristus! Yang dimaksud dengan anak disini bukanlah anak-anak (bayi rohani), tetapi anak-anak yang sudah dewasa secara rohani.
Galatia 4 : 1 – 7 (baca) Selama seorang ahli waris belum akil baliq, sedikitpun dia tidak berbeda dengan seorang hamba, dia akan selalu dibawa dalam perwalian dan pengawasan sampai dia siap di masa yang ditentukan bapanya. Karena selama anak (kita) belum akil baliq, maka kita takluk juga kepada roh-roh dunia. Artinya, area dimana kita belum bertumbuh dewasa, maka di area itulah kita akan dengan mudah ditaklukan.
Untuk seseorang mengalami kedewasaan rohani, Dia harus melelaui baptisan pertobatan, dipenuhi oleh Roh Kudus, kemudian berjalan dipimpin oleh Roh Kudus dan firman Tuhan.
Tuhan menghendaki agar kita hidup oleh Roh, dipimpin o;leh Roh sehingga kita mengalami kedewasaan sebagai anak-anak Bapa di surga, sehingga daging akan mati dan tidak berkuasa atas hidup kita, sehingga kita hidup oleh Roh dan mengalami semua janji yang Bapa sudah sediakan.
1 Korintus 15 : 54 – 55 Maut telah ditelan dalam kemenangan Kristus, itulah sebabnya maut tidak punya sengat lagi, karena sengatnya telah mati bersama Kristus dalam kematian-Nya, dan kuasa-Nya telah dihancurkan melalui kebangkitan Kristus. Amin!
