Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
MENDENGAR DAN MELAKUKAN FIRMAN TUHAN
Ps Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah 2 Agustus 2020
Matius 7 : 24 – 27
Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera bagi kita anak-anakNya, dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan depan yang penuh harapan. Tuhan menghendaki agar kita mengalami terobosan dan buka stagnan, kesembuhan, kekuatan dan kesehatan dan bukan sakit penyakit, berkat dan bukan kutuk. Tetapi untuk menikmati semua berkat itu, maka Tuhan memberikan instruksi kepada kita.
Bahkan instruksi itu sudah Tuhan berikan kepada kita setiap kali kita mendengar dan merenungkan firman-Nya, instruksi itu juga adalah makanan rohani, kekuatan supranatural, kesembuhan, pedang bermata dua yang mengoreksi banyak hal dalam hidup kita. Dengan semua instruksi melalui firman yang Tuhan berikan kepada kita, Ia ingin supaya kita dibangkitkan kembali dan berkemenangan, karena kita sudah ditentukan lebih dari pada orang-orang yang menang, karena di dalam Kristus Yesus kita telah memperoleh kemenangan.
Itu sebabnya Tuhan Yesus mengumpamakan hidup kita sama seperti seorang yang mendirikan rumahnya di atas batu, setiap kali kita mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya, sehingga ketika badai topan dan banjir melanda, rumah itu tidak akan rubuh ataupun rusak.
Setiap firman Tuhan yang kita dengar dan renungkan sangat berharga karena berkuasa dalam hidup kita, oleh sebab itu tangkap dan lakukan dengan taat! Dalam kisah ini Tuhan Yesus sedang mengajarkan kepada kita bahwa setiap kali Tuhan memberikan instruksi melalui firman-Nya maka ada dua golongan orang yang akan meresponinya; Orang yang mendengar dan melakukan, dan orang yang mendengar tetapi tidak melakukan/ tidak taat. Dalam masa-masa krisis, kesulitan, dan pergumulan akan jelas kelihatan, siapa kita? Dan bagaimana kita telah mendirikan hidup kita?
Kita mengalami “badai†(krisis dan pergumulan) dalam hidup kita, karena tiga alasan berikut ini :
1. Karena kita tidak Tidak taat. Pada waktu krisis terjadi ketidak taatan akan kelihatan jelas.
Yunus 1 : 1 – 4 (baca) Yunus adalah salah satu contoh seorang yang awalnya tidak taat dan melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan, ketika Tuhan hendak mengutusnya ke Niniwe. Apapun alasannya, kita harus TAAT melakukan firman Tuhan.
Ketika datang badai besar menghantam kapal yang menyebabkan semua orang di dalam kapal hampir mati tenggelam, maka diketahui bahwa Yunuslah penyebabnya. Di tengah krisis dan pergumulan, yang disebabkan karena ketidak taatan kita perlu hati-hati dengan perkataan kita, karena apa yang kita katakan itulah yang akan menimpa kita, hal inilah yang kemudian di alami oleh Yunus, melalui perkataannya, maka Yunuspun dilempar ke dalam laut.
Yunus memiliki panggilan Tuhan yang harus dia lakukan, sekalipun Yunus melarikan diri dari Tuhan, hingga dibuang di tengah badai dan hampir tenggelam, tetapi Tuhan tetap memelihara Yunus dengan mengirimkan seekor ikan besar untuk menelannya, itu sebabnya selama tiga hari Yunus tetap bertahan hidup di dalam perut ikan, semua itu dialami Yunus, karena Tuhan ingin menunjukkan Kasih Karunia-Nya dalam hidupnya.
Yunus seharusnya sudah mati, tetapi Tuhan tetap sabar terhadap Yunus dan Tuhan memberikan sekali lagi kesempatan kepada Yunus 2 Petrus 3 : 9.
Demikianpun dengan hidup kita, apapun krisis, kesulitan, dan pergumulan yang alami, ingatlah bahwa Tuhan tetap menunjukan kasih karunia-Nya untuk memelihara dan melindungi hidup kita, karena Tuhan punya maksud dan tujuan bagi kita di dunia ini. Tuhan sangat mengasihi kita, dan Ia mau supaya kita menggenapi semua rencana-Nya dalam hidup kita. Itu sebanya jika Tuhan memberikan kita kesempatan untuk hidup, maka kita harus bertobat dan kembali kepada Tuhan.
2. Karena Taat
Seringkali Tuhan Yesus ijinkan kita mengalami krisis dan pergumulan bahkan ketika kita hidup taat kepada Tuhan dan firman-Nya, dan hal ini seringkali menjadi pertanyaan bagi anak-anak Tuhan. Matius 14 : 22 – 24 (baca) Jika kita taat tetapi mengalami badai maka kita harus tetap berkata; “haleluyah, puji Tuhan†Murid-murid taat melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan untuk bertolak ke seberang, dan merekapun mengalami badai dan gelombang.
Artinya sekalipun kita tetap taat kepada Tuhan, kita juga akan mengalami badai dalam hidup kita. Mengikut Tuhan bukan berarti kita akan terpelas dari krisis dan pergumulan, selama kita masih ada dibumi ini, kita masih akan tertap alami kesulitan, tetapi justru di saat seperti itulah kita akan mengalami mujizat dan pertolongan Tuhan yang nyata.
Itu sebabnya Tuhan Yesus jelaskan bahwa apabila badai datang melanda rumah itu, rumah yang didirikan di atas batu akan tetap kokoh, dan itulah hidup orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan, mereka yang akan tetap kuat bertahan dan pada akhirnya menang di tengah krisis. Mengucap syukurlah di dalam segala keadaan, bersukacitalah senantiasa jik kita tetap taat.
3. Karena orang lain.
Kisah Para Rasul 27 : 9 Rasul Paulus mengalami badai bukan karena ketaatan atau ketidaktaatnnya, tetapi karena orang lain, padahal rasul Paulus sudah menyampaikan peringatan dari Tuhan, tetapi karena dia seorang tahanan, dia tidak punya kuasa apa-apa, hal ini terjadi ketika rasul Paulus dan tahanan lainnya hendak dipindahkan ke Roma, di tengah pelayaran mereka mengalami badai dan gelombang. Akibat dari peringatan Tuhan diabaikan maka angin badai melanda mereka sehingga kapal itu berombang-ambing
Jika kita sudah menyampaikan dan memperingatkan, tetapi orang tidak mau mendengar, maka selanjutnya apa yang terjadi menjadi tanggung jawab masing-masing. Seringkali kita mengalami krisis dan pergumulan karena ada faktor yang lain/ orang lain sebagai penyebabnya, tetapi Tuhan mau agar kita ada di sana untuk mengusahkaan kesejahteran, berdoa, dan menyatakan kuasa Tuhan, supaya melalui kita banyak orang menjadi percaya dan diselamatkan Yeremia 29 : 7.
Jalan keluar dari krisis dan pergumulan yang kita hadapi:
1. Bertobat dan berbalik kembali kepada Tuhan jika kita tidak taat.
Yunus 2 : 7 – 10 (baca) Jika kita berseru tanpa pertobatan, kita tidak akan mengalami kasih karunia Tuhan. Kita harus merendahkan diri, bertobat baru Tuhan akan menjawab setiap seruan dan doa kita. Dalam segala pergumulan ingatlah selalu kepada Tuhan yang adalah jalan, keselamatan, pengharapan, kehidupan, penolong, pembuat mujizat yang akan bertindak menolong kita, apabil kita bertobat dan kembali kepada-Nya.
Doa dan seruan kita akan di dengar oleh Tuhan ketika tidak ada lagi penghalang dalam hidup kita Yesaya 59 : 1 – 2, Sesungguhnya dosa dan ketidak taatan kita adalah penghalangsehingga Tuhan tidak bisa menolong kita. Itu sebabnya jika kita alami krisis dan pergumulan karena kita tidak taat kepada Tuhan, kita harus merendahkan diri kita, bertobat, dan kembali kepada Tuhan.
Di masa-masa badai dan krisis ini, segala sesautu yang kita miliki dan kita mungkin andalkan, hanyalah sia-sia tanpa Tuhan. karena hanya Tuhanlah satu-satunya yang dapat kita andalkan. Pada waktu krisis Tuhan akan mencari dan menyelamatkan kita, karena itulah yang dikerjakan Tuhan Yesus bagi kita, Dia adalah Immanuel, Allah yang menyertai kita setiap saat.
Tuhan bukan hanya menyelamatkan Yunus, selama tiga hari di perut ikan, tetapi Tuhanpun berfirman sehingga ikan itupun memuntahkan Yunus di daratan, tepat di kota Niniwe, sehingga Yunus kembali kepada panggilan hidupnya. Pada waktu kita berbalik dan bertobat, kita pasti akan mengalami keselamatan yang dari Tuhan â€ÂSalvation is of The Lordâ€Â. Bahkan Tuhan akan membawa kita kembali kepada panggilan hidup kita, yaitu kepada kehendak dan rancangan Tuhan di dalam hidup kita. Jika kita dipulihkan Tuhan maka kita harus kembali kepada panggilan hidup kita, tepati janji/ nazar kita di hadapan Tuhan!
2. Tuhan akan datang menolong kita, jika kita mengalami krisis pada waktu kita taat kepada Tuhan.
Tuhan akan menolong kita, Dia akan menunjukkan kemuliaan-Nya, sehingga kita akan mengenal Tuhan lebih dalam.
Matius 14 : 25 Di saat yang tidak ditunggu-tunggu, Tuhan akan datang dan menolong kita bahkan dalam keadaan yang tidak mungkin sekalipun. JIka kita percaya dan taat kita akan melihat kemuliaan Allah. Di saat murid-murid mengalami badai karena mereka taat kepada perintah Tuhan, maka di saat itulah Tuhan Yesus dan menyelamatkan mereka. Dengan kata lain kita hanya bisa mengalami pertolongan Tuhan di tengah krisis, apabila kita taat kepada firman Tuhan! Bahkan melalui peristiwa ini murid-murid semakin mengenal Tuhan Yesus, sebagai Tuhan di atas segala badai/ alam semesta.
3. Fokus kepada Tuhan dan kepada visi panggilan kita.
Pada waktu kita mengalami badai akibat dari perbuatan orang lain, maka janganlah fokus kepada bagi krisis dan pergumulan yang kita sedang alami ataupun situasi di sekitar kita, tetapi fokuslah kepada visi dan panggilan hidup yang Tuhan tetapkan bagi kita.
Paulus pun mengalami keadaan terombang-ambing dengan semua tahanan yang berada bersama-sama dengan dia di dalam kapal, tetapi hal itu tidak mengubahkan fokusnya kepada panggilan Tuhan. Kita semua tanpa terkecuali alami dampak dari pandemic ini, tetapi janganlah fokus kepada keadaan ini, kita harus fokus Tuhan dan panggilan-Nya dalam hidup kita.
Filipi 3 : 12 – 13, 17 Di tengah-tengah badai dan krisis kita harus mengejar visi dan panggilan Tuhan. Lupakanlah semua kesulitan yang klita sudah dan sedang alami, dan arahkan hidup kita untuk mengejar apa yang Tuhan siapkan bagi kita. Tanggalkan semua dosa dan beban yang merintangi kita, dan fokus kepada Tuhan Yesus yang memimpin kita kepada iman, dan membawa iman kita kepada kesempurnaan Ibrani 12 : 1 – 2.
Kisah Para Rasul 27 : 18 – 24 Ada keadaan yang harus kita lewati, dan terkadang hal itu diluar dari kendali kita, supaya tiba waktunya kebenaran itu dinyatakan! Karena melalui hidup kita terang akan bersinar di tengah kegelapan. Pada waktu tertentu orang mungkin tidak percaya dan menolak perkataan kita, namun ketika krisis mereka akan berbalik dan datang kepada kita dan mendengar kebenaran sehingga mereka diselamatkan.
Itu sebabnya jangan kecewa dan tawar hati, ketika kita ditolak, tetap bangkit dan beritakan dengan lemah lembut, karena Tuhan akan memakai kita untuk menyampaikan kebenaran dan keselamatan bagi banyak orang. Itulah sebabnya di tengah krisis kita harus tetap fokus kepada Tuhan, karena di saat yang tepat Tuhan akan memberitakan jalan keluar. Di tengah krisis Tuhan mau memakai kita, yang paling pentig di masa pandemic ini adalah kita tetap memilki hubungan dengan Tuhan, fokus kepada Tuhan dan firman-Nya. Amin!
