Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
IMAN
Ps Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 30 Juni 2019)
Ibrani 11 : 1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah dasar dari pengharapan-pengharapan kita, namun dengan imanlah kita akan menerima penggenapan dari apa yang kita harapkan. Iman juga adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Ayat 3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
“Karena iman kita mengerti â€Â… ayat ini menerangkan dengan jalas bahwa dari urutannya kita mengerti yang pertama harus ada IMAN, baru kemudian ada PENGERTIAN! Karena dengan iman kita mengerti hal yang luar biasa tentang penciptaan alam semesta.
Seringkali kita ingin mengerti lebih dulu, baru kita beriman, tetapi ternyata tidak demikian. Karena pengertian, akal budi, dan logika kita lambat dibandingkan dengan iman. Iman adalah pekerjaan Roh Kudus dalam hati kita. Iman jauh lebih besar dan cepat dari pengertian/ pikiran/ akal budi kita. Dengan iman kita mengerti dan mengalami apa yang mustahil menjadi tidak ada yang mustahil, dimana akal budi dan logika kita tidak/belum dapat memahaminya.
Roma 10 : 17 (baca) Jika iman adalah dasar dari pengharapan kita, dan dasar dari pengertian kita tentang segala sesuatu yang Tuhan jadikan, maka iman itu timbul dari firman Kristus. Itulah sebabnya karena iman kita berdasarkan firman Tuhan, maka apa yang kita harapkan akan tergenapi, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan dengan iman kita dapat mengerti kehendak Allah dalam hidup kita.
Kejadian 12 : 1 – 3 Pertama kalinya Tuhan berbicara langsung kepada Abraham (Abram) dan menyuruhnya keluar dari negeri kaum keluarganya untuk pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya sebagai tanah perjanjian, karena Tuhan ingin memberkati Abraham dan menjadikan keturunannya bangsa yang besar.
Tuhan memanggil Abraham keluar dari negerinya, untuk dipanggil masuk ke dalam berkat yang Tuhan sudah sediakan. Berkat yang Abraham alami, bukan berdasarkan apa yang dia minta dari Tuhan, karena sejak awal Abraham tidak mengenal Tuhan. Ingatlah bahwa; Iman berasal dari Tuhan. Dalam hal ini, Tuhanlah yang memilih dan berkehendak agar Abraham diberkati!
Demikianpun dengan hidup kita, bahwa sejak awal; Tuhanlah yang berinisatif/ berkehendak untuk memilih dan memberkati kita, bahkan sebelum kita berdoa untuk diberkati, Tuhan lebih dulu merancangkan berkat bagi kita. Abraham tidak mengenal Allah, tetapi Allah datang kepadanya memperkenalkan diri-Nya serta berfirman dan memberitahukan rancangan-Nya kepada Abraham. Kejadian 15 : 1 – 5 Tuhan ingin memberkati keturunannya, sehingga melalui keturunan Abraham semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat
Kejadian 15 : 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Pada waktu itu Abraham belum sepenuhnya mengenal Tuhan, tetapi karena dia PERCAYA, maka Tuhan perhitungkan hal itu sebagai kebenaran.
Orang Kristen adalah orang percaya, karena kita percaya kepada Tuhan, itu sebabnya kita dibenarkan. Abraham pun dalam hidupnya masih banyak kekurangan, namun karena dia memiliki iman yang besar, maka Tuhan berkenan kepadanya.
Kejadian 17 : 1 – 3 Pada waktu Abraham keluar dari negeri kaum keluarganya, Abraham berumur tujuh puluh lima tahun, di pasal ini ketika Abraham sedang menanti janji keturunan, umurnya sudah sembilan puluh sembilan tahun. Itu sebabnya Tuhan datang dan meneguhkan kembali janji-Nya kepada Abraham.
Kejadian 17 : 4 – 5 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Dari pihak pertama, itulah pihak Tuhan = Tuhan membuat dan menyatakan perjanjian-Nya kepada Abraham. Iman datang dari Tuhan, demikianpun Janji/ perjanjian/ firman Tuhan pun datang dari Tuhan. Tidak ada seorangpun yang mencari dan mengenal Allah, tanpa Allah yang lebih dulu mencari dan menyatakan diri-Nya kepada kita. Tuhanlah yang membuat perjanjian!
Kejadian 6 – 8 Tuhan sendiri yang memberkati keturunan Abraham, mereka akan mendiami negeri yang Tuhan telah janjikan, seluruh negeri Kanaan yang mereka diami sebagai orang asing akan menjadi milik Abaraham dan keturunannya, bahkan Tuhan sendiri yang akan menjadi Allah mereka!
Kejadian 17 : 9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
Dari pihak kedua, pihak manusia = pegang janji Tuhan, itulah iman. Dari pihak Abraham sebenarnya dia tidak mempunyai apa-apa, selain hanya pegang janji yang Tuhan sudah nyatakan.
Ayat 13 Tuhan menyuruh Abraham untuk menyunat semua kaum keturunannya sebagai tanda peringatan tentang perjanjian dengan Allah, itu sebabnya ketika Yosua, Kaleb dan orang Israel masuk ke tanah Kanaan, mereka harus disunat untuk mengingat kembali perjanjian Allah dengan Abraham, bahwa turun-temurun mereka memegang perjanjian dengan Tuhan, dan janji itupun digenapi.
Kita tidak punya sesuatu untuk diberikan kepada Tuhan sebagai alat tukar terhadap semua janji-Nya, selain kita hanya bisa memegang janji-Nya. Jika Tuhan sudah membuat covenant dengan kita, maka hal itu tidak akan pernah dibatalkanNya. Yesaya 55 : 11 Sekali firman/ janji Tuhan itu keluar dari mulut Allah tidak akan kembali dengan sia-sia, dengan kata lain, apa yang Tuhan janjikan pasti akan terlaksana! Itu sebabnya, siapa yang pegang janji Tuhan dan percaya, dia akan mengalami penggenapannya.
Ibrani 11 : 6 – 11 (baca) Karena iman, maka Abraham taat kepada janji Tuhan, sekalipun secara fisik di umur yang lanjut Abraham dan Sara tidak mungkin lagi memiliki keturunan. Karena iman, mereka menganggap bahwa Tuhan yang memberikan janji itu setia.
Ibrani 11 : 19 Abraham taat mempersembahkan Ishak, ketika iman Abraham diuji; karena dia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. IMAN MENGATUR PENGERTIAN! Karena iman Abraham dapat mengenal Tuhan secara benar.
Apa yang kita kenal tentang Tuhan? Abraham belum mengenal Tuhan sepenuhnya, tetapi Dia taat setiap kali mendengar Tuhan berfirman, dia menganggap bahwa Tuhan setia terhadap janji-Nya, dan sanggup membangkitkan orang dari kematian. Tingkat pengertian dan pengenalan kita tentang Tuhan secara pribadi , itulah IMAN KITA!
Iman jauh lebih cepat dari pengertian dan akal budi, itu sebabnya setiap kali kita mendengar firman Tuhan, kita selalu berkata “AMINâ€Â, bahkan sebelum kita pikirkan dan mengerti. Itulah sebabnya pengertian kita harus disesuaikan (disinkronisasikan) dengan iman, karena iman timbul dari firman Tuhan. Iman adalah cara kita memandang dan mengenal Tuhan dengan benar.
2 Korintus 10 : 5 (baca) Pengertian dan pikiran kita harus senantiasa ditaklukan kepada Kristus! Kita harus taklukan semua pikiran yang bertentangan dengan firman Tuhan, maka kita sepakat dan pegang apa yang Tuhan firmankan.
Roma 4 : 3 PADA WAKTU KITA PERCAYA KEPADA TUHAN, maka Pada waktu kita Allah yang adalah hakim akan memutuskannya sebagai kebenaran dalam hidup kita, sehingga KITA MENJADI ORANG YANG DIBENARKAN. Di dalam Kristus, kita anak-anak Abraham, karena kita beriman, itu sebabnya kita berhak menerima janji Abraham, Galatia 3 : 7.
Roma 4 : 16 Karena itulah kebenaran akan dinyatakan berdasarkan iman, supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham. Tuhan membenarkan kita oleh kerena iman, itulah yang disebut sebagai kasih karunia. Sama seperti Tuhan memilih Abraham, demikianpun Tuhan memilih kita bukan karena status dan perbuatan baik kita, Tuhan memilih kita supaya melalui kita kasih karunia-Nya nyata bagi orang lain.
Rom 4 : 18, 20 – 21 (baca) Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham tetap percaya terhadap janji Tuhan. Itulah sebabnya, Iman itulah dasar untuk berharap! Terhadap janji Allah Abraham tidak bimbang karena ketidak percayaannya, malah dia diperkuat dalam imannya, dan ia memuliakan Allah. Kita akan memuliakan Allah jika kita beriman! Kita harus penuh keyakinan bahwa Alah berkuasa melakukan apa yang Dia janjikan. Kita sendiri tidak berkuasa untuk melaksanakannya, tetapi Allah berkuasa, maka pihak kita hanya pegang janji-Nya.
Yohanes 6 : 63 Perkataan-perkataan Tuhan Yesus adalah roh dan hidup, perkataan Tuhan/ firman Tuhan punya kuasa untuk menciptakan. Yohanes 4 : 23 – 24 Jika kita menyembah Bapa, kita harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Artinya bukan tingkat pengertian secara logika, tetapi kita bisa mengenal Tuhan, bukan karena masuk akal, tetapi karena Roh dan kebenaran Tuhan ada di dalam kita.
Tuhan menghendaki agar setiap orang diselamatkan dan diberkati, namun hal itu bergantung apakah mereka membuka hati untuk menerima atau tidak, itulah respon/ keputusan, karena siapa yang percaya akan diselamatkan!
Markus 9 : 23 Di pihak Tuhan, Dia selalu rindu untuk menolong dan memberkati, tetapi dipihak kita apakah kita percaya dan mau menerima? iman adalah respon/ keputusan kita kepada Tuhan dan firman-Nya, jika kita percaya, maka tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.
Roma 10 : 8, 11 (baca) Mulut dan hati kita harus tunduk terhadap firman Tuhan, karena Iman artinya percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut, maka kita akan diselamatkan, diberkati, disembuhkan, dsb. Orang yang percaya kepada Tuhan dan firman-Nya, tidak akan pernah dipermalukan.
Jika kita percaya kepada Tuhan dan firman-Nya, maka Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita Efesus 3 : 20, Amin!
