Skip to content

MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN

Ps Jesaya Henubau

Ringkasan khotbah Minggu, 31 Januari 2021

Pembacaan Alkitab : Yosua 1 : 7-8, Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.

Ayat 8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Perjanjian Tuhan akan tetap sama dari setiap generasi, baik dari genarasi Yosua, generasi  Daud dan sampai sekarang kepada kita, bahkan sampai generasi yang belum dilahirkan. Janji Firman Tuhan tidak akan pernah berubah bagi yang merenungkan Firman itu siang dan malam, dan akan berhasil dan beruntung.

Mazmur 1 : 2-3, Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ayat 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Kita akan belajar cara merenungkan Firman Tuhan dengan cara dimulai dari Firman Tuhan yang berbicara kuat kepada kita :

1. Firman Tuhan yang menjadi Rhema

Rhema adalah Firman yang berbicara kuat dalam hidup kita, suara Tuhan berbicara dalam hati. Ketika kita membaca/merenungkan Firman Tuhan dan kita berkobar-kobar, maka disitulah kita mendapatkan Rhema. Di satu titik bagian Firman Tuhan yang kit abaca atau dengar membuat hati kita menyala itulah yang disebut Rhema artinya firman Tuhan itu bukan lagi apa yang kita baca, berbicara sudah menjadi hidup dalam hati kita. Lukas 24 : 23 – 23

Mulai dari Firman Tuhan yang berbicara kuat kepada kita (Rhema). Matius 4:4, Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Disaat kita telah mendapatkan Rhema, maka kita harus mulai merenungkan Firman Tuhan tersebut. Setelah kita merenungkan, kemudian kita melihat konteks Firman Tuhan tersebut apakah yang berbicara itu untuk situasi kita pada saat itu atau Tuhan sedang mengajarkan kita satu pelajaran.  Tuhan dapat berbicara  kepada kita lewat seluruh kisah perjalanan atau isi Alkitab atau kisah/perikop atau bagian yang kita baca  sampai kepada inti dari Firman Tuhan tersebut.

Perjanjian Tuhan begitu jelas dalam Firman Tuhan, jika kita ingin berhasil, maka kita harus menjadikan Firman Tuhan kesukaan bagi kita. Kesukaan artinya kita akan terus mencari firman Tuhan dan Kebenaran.

2. Roh kudus akan menuntun dan mengajar kita.

Yosua 1 : 7, Tuhan mau menuntun dan mengajar kita, dan Tuhan merancangkan hidup kita untuk berhasil. Tuhan tidak pernah menciptakan kita dengan kegagalan. Rancangan Tuhan selalu berhasil (Yeremia 29 : 11). Tetapi ada bagian kita, yaitu memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan.

Disaat Firman Tuhan disampaikan, maka Roh Kudus akan mulai menerangi hati kita, dan hati manusia yang gelap mulai diterangi oleh Firman Tuhan. Jadi Roh Kudus akan berbicara kepada roh manusia/hati manusia, dan mulai Firman itu menerangi Jiwa (Pikiran, perasaan, kehendak), dan juga menerangi manusia jasmani (tubuh).

1 Korintus 2 : 10-12, Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Ayat 11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Ayat 12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Ketika mulai memperkatakan Firman Tuhan tersebut, kita memperkatakan di dalam hati/roh kita, inilah yang disebut masuk di dalam persekutuan/kesatuan dengan Tuhan. Hanya melalui Roh Kudus, kita dapat bersekutu dengan Tuhan dalam firman-Nya.

Yohanes 14 : 26, tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Roh Kudus akan mengajarkan kepada kita, apa yang belum kita ketahui, Ia akan mengingatkan kepada kita, semua perkataan Tuhan Yesus, bahkan hal-hal yang akan datang. Begitu banyak rahasia yang Roh Kudus ingin bukakan kepada kita. oleh sebab itu kita harus merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan.

Dengan merenungkan Firman Tuhan, Roh Kudus menuntun kita untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

3. Merenungkan firman Tuhan dalam Hati.

Mazmur 19:15, Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Dalam bahasa inggris (NKJV)“Let the words of my mouth and the meditation of my heart Be acceptable in Your sight, O LORD, my strength and my redeemer.”

“Meditation of my heart” dalam bahasa Indonesia adalah perenungan hati ku. Kita merenungkan Firman Tuhan itu di dalam hati.

Kita harus Merenungkan firman Tuhan di dalam hati sampai hati kita penuh dan dikuasai oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus. Ketika  Firman itu berbicara kepada kita, maka hati kita mulai bersatu dengan Tuhan dan bahkan pengertian kita diubahkan dari segala sesuatu yang lama. Pengertian yang lama kita dicabut, dan digantikan dengan yang baru. Tuhan katakan dalam firman-Nya Ia ingin menulis firman itu bukan di atas batu, tetapi di atas loh-loh hati

2 Korintus 3:3, Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

4. Melakukan, menyatakan, dan menghidupi dari perenungan/ meditasi Firman Tuhan. (Maz 19:15)

Merenungkan Firman Tuhan di dalam hati kita, tetapi kita juga dapat mengucapkan/mendeklarasikan Firman Tuhan tersebut.

Sebagai contoh di dalam Markus 5 : 25–29,  seorang wanita yang sakit pendarahan ia mendengar bahwa Tuhan Yesus datang dan di tengah perjalanan wanita tersebut mulai berkata-kata dalam hatinya dalam ayat

Markus 5 : 28,  “asal ku jamah saja jubahnya aku akan sembuh”

Wanita yang sakit pendarahan ini terus mengatakan berulang-ulang di dalam hatinya, sampai imannya timbul dari pendengaran,pendengaran firman Kristus (Roma 10:17). Dan dalam perjalanan ia memegang jubah Tuhan Yesus dan ia disembuhkan.

Dalam Mazmur 1 : 2-3, Pelajaran yang kita dapat terima adalah ketika firman Tuhan ada dalam hati dan kita ucapkan berulang-ulang, maka itu yang disebut sedang merenungkan Firman Tuhan. di katakan siang dan malam artinya di saat kita sedang melakukan apapun juga kita tetap merenungkan firman Tuhan tersebut.

2 Korintus 3 : 6, Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu…

2 Korintus 3:3, dijelaskan bahwa Tuhan menulis di dalam hati kita. oleh karena itu kita merenungkan dan disaat itulah Tuhan sedang menuliskan kedalam hati kita.

Tuhan tuliskan ke dalam hati kita dan tidak ada siapapun yang dapat mengambilnya.

Bagaimana cara biar firman itu dapat tertulis ke dalam hati kita? kita harus merenungkan firman Tuhan tersebut. Firman Tuhan sampai meresap/tertulis di dalam hati kita. 

Faktanya apa yang menjadi meditasi kita, itulah yang akan keluar dari mulut. Apa yang keluar dari mulut, berarti itulah yang ada di dalam hati.

Matius 12 : 34, Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

Ayat 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Jadi apabila kita merenungkan firman Tuhan tersebut sampai ke dalam hati kita, dan di ulang terus-menerus maka itulah yang akan terjadi. Sebaliknya apabila kita merenungkan hal buruk maka hal buruklah yang akan terjadi.

Yosua 1:8, Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati…

Bertindak hati-hati artinya kita merenungkan apa yang kita alami dan lakukan dengan hati-hati. Kita akan bertindak sesuai dengan firman yang kita renungkan.

Tantangan apapun yang kita akan hadapai, Roh Kudus memberikan kekuatan untuk mengatasinya karena firman Tuhan itu ada dalam hati kita. apa yang sudah pernah tertulis dalam hati kita, itu tidak akan pernah hilang, Firman itu akan selalu ada di dalam hati kita. 

Amsal 4 : 23, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Oleh sebab itu hati kita tidak boleh kosong atau hanya diisi dengan semua yang berasal dari sekeliling kita, melainkan hati kita harus diisi oleh Firman Tuhan.

Berita-berita kita perlu tahu, walaupun tidak semua berita harus/ perlu kita tahu, tetapi kita harus dapat memilah setiap informasi yang kita dengar.

Yang terpenting adalah firman Tuhan masuk ke dalam hati dan kita merenungkan firman itu siang dalam malam, maka kita akan berhasil dan beruntung.

Meditation of your heart/ perenungan hati harus berasal dari Firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus. 

No results found...