Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 27 November 2022 Pembacaan Alkitab: Amsal 23:17-18 Tidak peduli…
MULTIPLIKASI DALAM KASIH KARUNIA JIWA-JIWA DAN UCAPAN SYUKUR BAGI KEMULIAAN TUHAN
Ps.Debora Henubau
Ringkasan Khobah Minggu 10 Januari 2021
Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 4 : 15
Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Semakin besar kasih karunia, maka semakin banyaknya orang menjadi percaya sehingga semakin melimpah ucapan syukur kepada Tuhan.
Menjadi seorang yang beragama Kristen bukan berarti otomatis menjadi orang yang percaya, karena banyak orang yang beragama kristen tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak mencerminkan kehidupan orang yang sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, kompromi dengan dosa, dan tidak hidup di dalam kebenaran. Sebagai orang percaya kita harus senantiasa berjalan dalam terang firman Tuhan, ijinkan firman Tuhan menegur dan mengoreksi kita, karena firman Tuhan akan menerangi jalan kita sehingga kita tahu dan melangkah dengan tepat sesuai jalan-jalan Tuhan.
Sebelum kita keluar dan memberitakan Injil bagi banyak orang, maka kita harus terlebih dahulu menjadi orang percaya yang hidup dalam kebenaran. Karena pohon tidak akan menghasilkan buah yang baik, apabila pohon itu kering dan mati.
Panggilan menjadi orang percaya
Lukas 15 : 11 – 32 Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang Bapa yang memiliki dua orang anak; si sulung dan bungsu, si bungsu meminta semua harta bagiannya dan berfoya-foya, ketika semua hartanya habis dia jatuh miskin, dia kemudian menyadari keadaannya, bertobat dan kembali ke rumah Bapa.
Dalam ayat 25 – 32 Anak sulung marah ketika dia tahu bahwa si bungsu sudah kembali dan Bapanya menyambut dia dengan sukacita, Anak sulung merasa tidak mengalami kasih Bapa, padahal dia ada di dalam rumah bersama dengan Bapa. Perumpamaan ini menjelaskan bahwa bukan hanya anak bungsu yang terhilang, tetapi anak sulung juga terhilang di dalam rumah bapa.
Kita memasuki tahun 2021, dan banyak orang memprediksi tahun ini adalah tahun yang sulit dan gelap, tetapi bagi kita anak-anak Tuhan kita percaya bahwa Tuhan akan tetap menyertai dan memberkati kita. Tahun ini, kita tidak mau ada seorangpun di dalam “rumah†(keluarga, komunitas, gereja) terhilang seperti si sulung ini. Si sulung terhilang dalam rumah Bapa, karena dia TIDAK MENGERTI HATI BAPA, BELUM MENGENAL SAMPAI KE DALAMAN HATI BAPA. Dia hanya merasa sudah melakukan semua perintah Bapa, tetapi tidak memiliki persekutuan dengan Bapa dan mengalami kasih-Nya.
Kita belum bisa menjadi terang, dan menghasilkan buah-buah, jika kita belum mengerti hati Bapa, dan mengalami kasih-Nya. Kita baru bisa bermultiplikasi jika kita mengenal dan mengalami kasih Bapa.
Apakah kita sudah menjadi orang percaya? hidup mencerminkan kebenaran? Mengenal dan mengalami kasih Bapa?
Yakobus 2 : 14, 17, 22 – 26 Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati! Pohon hanya bisa dikatakan sebuah pohon, apabila pohon itu hidup, bertumbuh dan menghasilkan buah, demikianpun dengan iman kita. Kita beriman jika kita hidup dan melakukan firman dan menghasilkan buah-buah kebenaran.
Oleh perbuatan-perbuatan kita, iman kita menjadi sempurna. Manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, dan bukan hanya iman saja (status sebagai seorang Kristen). Tubuh tanpa roh pada hakekatnya mati, demikianpun iman tanpa perbuatan adalah mati.
Kita hanya bisa melakukan firman Tuhan jika kita memiliki Roh Kudus di dalam hati/ roh kita! Jangan menjadi anak terhilang, ada di dalam rumah Tuhan.
Roma 13 : 11 – 14 Keadaan dunia ini sudah “jauh malamâ€Â, sedikit waktu lagi Tuhan akan segera datang, oleh sebab itu tinggalkan semua perbuatan yang gelap dan kenakanlah perlengkapan senjata terang, segala sesuatu sedang digoncangkan, supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan, hiduplah dalam kebenaran, hiduplah dengan sopan. Gereja Tuhan sedang dikuduskan dan dimurnikan, karena tidak lama lagi kita akan menyambut Kristus!
Kenakanlah Tuhan Kristus sebagai senjata terang. Jangan hanya merawat tubuh kita saja, tetapi juga tubuh rohani harus dirawat kekuatannya, karena itu jangan membuang-buang waktu kita dengan hidup kompromi dengan dunia ini sehingga rohani kita kuat dan tidak merosot.
Efesus 5 : 8 – 17 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran. Tuhan menghendaki agar kita menanggalkan perbuatan kegelapan. Bangunlah dari tidur, dan bangkitlah dari kematian (keadaan kegelapan) supaya terang Kristus bercahaya atas hidup kita. Pergunakanlah waktu yang ada, dan jangan sia-siakan kesempatan untuk beribadah dan melayani Tuhan. Janganlah bodoh, tetapi usahakanlah supaya kita mengerti hati dan kehendak Tuhan. Pengenalan akan Kristus harus kita bawa kemana-mana melalui hidup kita.
Firman Tuhan kita butuhkan untuk memperbaiki kelakuan (koreksi) dan mendidik orang di dalam kebenaran. Galatia 5 : 13 – 18, 22 – 25 Jangan gunakan kasih karunia itu untuk hidup di dalam dosa, pergunakan kemerdekaan ini untuk melakukan kehendak Tuhan. Layanilah seorang dengan yang lain dalam kasih, dan bukan untuk mencari keuntungan. Kita harus mengasihi Tuhan dan sesama manusia sama seperti diri kita sendiri. Sudahkah kita melakukannya?
Kita akan berdiri di hadapan Tuhan untuk mempertanggung jawaban hidup kita, apakah kita sudah mengasihi Tuhan dan sesama? Mari renungkan, jika masih menyimpang, maka kita harus merendahkan diri kita dan bertobat.
Jika kita saling berseteru awaslah supaya kita jangan saling membinasakan. Biarlah hidup kita dipimpin oleh Roh supaya kita diberikan kemampuan untuk menaati seluruh kebenaran firman Tuhan, sehingga kita menghasilkan buah-buah Roh dalam hidup kita.
Roh kita mau taat, tetapi daging selalu melawan. Kita harus berdoa sangkali pikiran perasaan dan kehendak kita, dan hidup senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus. Di luar Kristus kita tidak dapat menghasilkan buah. Untuk menjadi pohon yang hidup kita membutuhkan firman Tuhan yang mengoreksi kita untuk hidup dalam kebenaran, dan Roh Kudus untuk memimpin kita dalam seluruh kebenaran! Jika kita hidup dalam kebenaran, maka saat itulah kita akan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan.
Habakuk 2 : 14 Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut
