Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 26 November 2023 Berjalan bersama dengan Roh Kudus adalah…
PERSIAPAN MENGHADAPI GONCANGAN DI AKHIR ZAMAN
Ps Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 29 Oktober 2023
Siap atau tidak siap goncangan akan datang dalam kehidupan kita. Itu sebabnya, lebih baik kita mempersiapkan dari kita sebaik-baiknya menghadapi goncangan tersebut. Itulah yang disebut sebagai antisipasi. Kita punya iman untuk menghadapi goncangan, tetapi untuk menghadapi nya diperlukan persiapan. Itulah sebabnya firman Tuhan, mangajarkan kita untuk terus berdoa dan berjaga jaga supaya kita tidak jatuh dalam berbagai pencobaan (goncangan).
Ibrani 12 : 26 – 28 (baca) Tuhan sudah memberitahu bahwa langit dan bumu akan digoncangkan, selama Pandemi (tiga tahun terakhir) kita sudah merasakan goncangan di dunia ini, dan lihat di tengah goncangan ini, apa yang tidak tegoncangkan? Yaitu kerajaan Allah.
Segala sesuatu akan digoncangkan, mengapa demikian? supaya hal-hal itu tidak menjadi pegangan hidup kita, selain dari Karajan Allah yang tidak tergoncangkan. Itulah sebabnya, kita harus beribadah kepada Tuhan dengan hormat dan takut.
Mengapa kita harus mempersiapkan diri? Karena waktu kita terbatas, sekarang adalah waktu percepatan, semuanya begitu cepat, maka dari itu kita harus Bersiap!
Apa persiapannya?
Matius 26 : 31 – 33 Tuhan Yesus memberitahu murid-murid, bahwa malam itu iman mereka akan tergoncang karena Tuhan Yesus. Hal itu pun yang dialami oleh Petrus, keyakinannya tergoncang, dia menyangkal Tuhan, padahal sebelumnya dia yakin tidak akan meninggalkan Tuhan Yesus. Hal ini suatu peringatan kepada kita anak anak Tuhan, bahwa keyakinan (kepercayaan diri) saja tidak cukup, tidak menjamin bahwa saat goncangan terjadi tidak akan tinggal tetap.
Goncangan terjadi dalam kehidupan kita; tiba tiba ekonomi runtuh, tidak punya pekerjaan, kematian orang yang dikasihi, dimusuhi difitnah dipermasalahkan, dikhianati, penyakit menyerang, bencana datang, mengalami kehilangan, kerugian, teguran, bangkrut, kehilangan, dsb
Saat goncangan terjadi kita tidak bisa menitip iman kepada orang lain, kita harus hadapai masing masing secara pribadi. Persekutuan (iman koorporat) membangkitkan, memberikan kehangatan, saling mendorong satu sama lain, tetapi Persekutuan secara pribadi kita dengan Tuhanlah yang membuat kita mengalami kekuatan yang baru uterus-menerus, kita akan teguh sekalipun dalam gocangan.
Yohanes 6: 60 – 61, 64 – 66 (baca) Kita datang kepada Tuhan Yesus, karena Bapa yang mengaruniakan kepada kita. Banyak murid-murid pada waktu itu mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Tuhan Yesus. Mereka sebenarnya mati secara rohani. Tuhan Yesus tahu bahwa murid-murid itu hanya ingin mendengar pengajaran dan mengalami berkat-berkat saja. Mereka Bersama-sama dengan Tuhan Yesus, tetapi dalam hati, mereka akan meninggalkan Tuhan.
Tuhan menghendaki agar hati kita berkenan kepadaNya, yaitu ketika kita percaya dengan segenap hati, dan mengikutiNya sekalipun kita alami goncangan.
Bagaimana supaya kita persiapkan diri kita tidak tergoncangakan?
Matius 7 : 24 – 27 (dua macam dasar)
- Persekutuan pribadi yang erat dan intim di dalam Tuhan
Rumah itu gambaran kehidupan kita! Di atas dasar apakah kita mendirikan kehidupan kita? Kita harus mendirikan rumah di atas dasar Tuhan Yesus dan firmanNya. itulah orang yang mendengar firman dan melakukan firman. Itu bijak. Badai dan banjir datang tidak tergoyahkan, tetap kokoh berdiri.
Sedangkan rumah yang didirikan di atas pasir yaitu orang yang bodoh yang hanya mendengar firman tetapi tidak melakukannya, maka datang banjir dan badai rumah itu akan segera rubuh dan hebat kerusakannya.
Kita harus membangun hidup di atas dasar firman Tuhan, yaitu mendengar dan melakukan dengan taat. Karena FIRMAN TUHAN TIDAK PERNAH BERUBAH tinggal tetap, firman yang keluar dari mulut Allah akan berhasil dan menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada.
Karena Tuhan Yesus adalah firman, maka pada waktu kita bersekutu dengan firman, kita bersekutu dengan Tuhan Yesus.
- Bersekutu dengan Tuhan Yesus melalui firmanNya
Bersekutu bersama itu untuk meneguhkan tetapi persekutuan kita dengan Tuhan menguatkan hati kita, karena dalam persekutuan dengan Tuhan secara pribadi kita mengalami Tuhan. Menyembah dimana saja, setiap hari dari dalam hati kita.
Kita harus makan firman Tuhan, untuk terus mempunyai kekuatan menghadapi goncangan, pagi dan malam baca firman. Kalau kita hal ini melakukan ini, disitulah kekuatannya, dan bukan hanya mendengar tetapi jadilah pelaku firman. Belajar firman tidak harus panjang, tetapi prioritaskan Firman Tuhan, dan Firman harus menjadi prioritas dalam hidup kita, sehari-hari. Tuhan selalu berbicara melalui firman-Nya.
Mazmur 119 : 105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Persiapan firman Tuhan, makan firman Tuhan supaya kita kuat dan semakin besar roh kita, baca dan renungkan firman pagi dan malam. Prioritaskan waktu untuk bersekutu dengan firman. Temukan ayat-ayat firman sebagai petunjuk.
Tuliskan firman (buat catatan rhema setiap hari) Kita harus menghafal firman Tuhan, supaya datang tantangan dan goncangan maka firman itu yang akan berbicara kepada kita. Firman itu pedang bermata dua Ibrani 4 : 12 dengan merenungkan firman maka kita mempunyai perisai iman yang sanggup memadamkan panah berapi si jahat
Iman dari firman Tuhan Roma 10 : 17. Berdoa dengan iman = mendeklarasikan firman, itulah doa yang penuh kuasa dan otoritas. Pada waktu kita memiliki firman kita punya kekuatan, firman itu hidup karena ROh Kudus yang menghidupkan, apa yang kita ucapkan, maka firman itu akan berhasil kepada apa yang disuruhkan kepadanya Ibrani 4 : 12 Roma 10 :8.
Memori rohani itu bukan di pikiran tetapi di hati kita. Itulah tempat dimana firman Allah bertumbuh. Jika kita mengasihi Tuhan Yesus, maka kita harus menuruti perintah-perintahNya.
- Melakukan firman Tuhan sehari-hari
Jika kita merenungkan firman dan menyimpan firman dalam hati, maka Tuhan Yesus ada dalam hati kita, sehingga dalam segala keadaan TUHAN Yesus akan berbicara sehingga kita lakukan firman.
Bergaul degan Tuhan dan firmanNya Kita akan semakin peka terhadap suaranya, dia akan berbicara sekalipun di tengah badai dan keributan. Kita mendengar suaraNya, tetapi Dia juga mendengar karena dia tahu suara kita. Lakukanlah firman, maka firman itu berkuasa dan bekerja dalam seluruh kehidupan kita.
- Selalu mengucap syukurÂÂ
1 Tesalonika 5 : 17 – 18 , Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Mazmur 37 : 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
