Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
RAHASIA MENANGGULANGI PENDERITAAN
Ev. Yohanes Utomo
(Ringkasan Khotbah Minggu 10 Februari 2019)
Pembacaan Akitab : 2 Korintus 1 : 3 – 4
Kita akan belajar mengenai rahasia menanggulangi penderitaan, tujuannya supaya kita tidak dicampakkan oleh pencobaan ataupun oleh karena penderitaan, tetapi melalui kuasa Tuhan, penghiburan, mengenal firman Tuhan kita menjadi pemenang dalam hidup ini. Salah satu ujian terbesar dalam hidup kita sebagai orang kristen adalah penderitaan, kesusahan, kehilangan orang yang dikasihi, tragedy dan malapetaka. Segala hal ini memang nyata dan sangat menyakitkan, terkadang sebagai pukulan bagi iman kita, dan seringkali menimbulkan pertanyaan; Apakah Allah melupakan kita? Apakah Allah sungguh memperhatikan kita?
Terkadang kita tidak bisa mengerti, mengapa Allah penuh kasih dan belas kasihan, “begitu tega†membiarkan anak-anak-Nya menderita, dan diam saja seolah-olah tidak peduli; yang tidak diingkan tidak terjadi, yang dicemaskan yang terjadi. Hal ini yang membuat anak-anak Tuhan putus asa, merasa tidak adil, merasa Tuhan meninggalkan. Biasanya jika seseorang mengalami penderitaan dan kesulitan, dia mulai menanyakan penyebabnya; siapa yang salah?
Yohanes 9 : 1 – 7 (baca) Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahirnya. Sebelumnya murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya; siapa yang berbuat berdosa, orang ini sendiri atau orang tuanya sehingga ia dilahirkan buta?
Apabila seseorang sedang mengalami penderitaan atau kesulitan, seringkali orang lain akan mencari siapa penyebab kesalahannya, bahkan tidak segan menghakimi tanpa mengetahui kebenarannya. Itu sebabnya Tuhan Yesus menjawab pertanyaan murid-murid-Nya Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia Yohanes 9 : 3.
Dalam dunia ini, kita seringkali akan mencari penyebab dari sebuah penderitaan yang dialami; Mengapa? Siapa? Tetapi jelas sekali seperti yang Tuhan Yesus katakan, bahwa orang bisa menderita sama sekali bukan karena dosa, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan, karena Allah mempunyai tujuan tertentu untuk kemuliaan-Nya melalui penderitaan yang dialami.
Hal ini mengajarkan kita untuk TIDAK menghakimi orang lain, pada waktu mereka sedang menderita!
Pada waktu orang mengalami penderitaan mereka akan menjadi ragu-ragu terhadap Tuhan Lukas 7 : 20 – 23 (baca) Yohanes Pembaptis mengutus muridnya untuk menanyakan Tuhan Yesus, apakah Dia adalah Mesias ataukah mereka harus menantikan seorang yang lain. Mengapa Yohanes Pembaptis ragu-ragu terhadap Kemesiasan Kristus? Karena dia sedang dipenjara oleh Herodes. Penderitaan fisik bisa mempengaruhi kerohanian, atau iman kita. Itu sebabnya dalam penderitaan fisik yang kita alami, kita harus memperhatikan dan menjaga kehidupan rohani dan iman kita. Problem yang berlarut-larut seringkali melemahkan iman seseorang, itu sebabnya doakan mereka supaya imannya tetap kuat dan percaya!
Pentingnya kita harus mengerti dan memahami firman Tuhan, pada waktu kita sedang menderita. Matius 13 : 1 – 23 Perumpamaan tentang penabur yang menaburkan benih di empat jenis tanah. Hanya tanah yang baik dimana benih itu ditaburkan yang mengalami pertumbuhan dan berbuah. Itulah kondisi hati orang yang mengerti firman Tuhan, dalam keadaan apapun dia akan tetap menghasilkan buah yang banyak.
Apakah Allah mempunyai suatu jawaban dan penyelesaian bagi hati yang hancur? Kita dapat ditolong apabila kita meneliti firman Allah, serta melihat seluruh persoalan yang sedang kita hadapi ini dengan beberapa cara; Ada tiga kata yang berbeda untuk meluksikan tiga macam penderitaan yang berbeda di alkitab. Setiap kata akan menolong kita untuk mengerti sesuatu tentang rahasia untuk menanggulangi penderitaan
1. Penderitaan,
dalam bahasa inggris tribulation, berasal dari kata “tribulum†(latin) merupakan sejenis alat yang dipakai untuk menebah atau memukul-mukul gandum yang bertumpuk, tujuannya supaya memisahkan gandum dari sekamnya.
Jadi penderitaan yang dimaksudkan sebagai tribulation memberikan gambaran mengenai tekanan dari luar yang menghantam kita, tetapi tekanan itu dilakukan dengan maksud tertentu, untuk memisahkan dan menghasilkan hasil yang terbaik yang dibutuhkan 2 Korintus 1 : 3 – 4.
Tujuan utama supaya kita mengalami penghiburan dari Allah. Penghiburan dari Allah berbeda dengan kasih Allah. Semua orang mengalami kasih Allah, tetapi tidak semua orang megalami penghiburan Allah. Penghiburan dari Allah itu sangat nyata dan berharga, karena hanya dialami dalam penderitaan, apabila mengalami tekanan dari luar yang menghantam.
Tuhan Yesus menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Penolong dan Penghibur. Artinya Dialah yang memberikan kekuatan, kuasa, dan hadirat-Nya, yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri melalui Roh Kudus yang diutus oleh Bapa kepada kita. Roh Kuduslah yang akan menghibur kita dari segala penderitaan kita.
Ulangan 33 : 27 (baca). Ada lengan yang kuat dan kekar yang menopang kita. Makin rendah kita ditekan, makin kita dekat dengan lengan Allah yang adalah sumber segala penghiburan itu. Apabila semakin rendah lagi kita ditekan, maka hal itu berarti kita berada di dalam genggaman Bapa kita di surga. Orang yang sudah mengalami penghiburan dari Tuhan secara pribadi, telah menerima kuasa untuk memberkati, menolong, dan memberi kekuatan kepada orang lain yang menderita.
2. Penderitaan batin (duri dalam daging)
2 Korintus 12 : 7 – 10 (baca) Paulus memberitahukan tentang duri di dalam daging yang â€Âdiberikan†kepadanya. Duri dalam diri Paulus ini tidak dijelaskan lebih rinci (banyak penafsiran menjelaskan bahwa duri adalah penyakit yang dialaminya). Namun hal yang paling penting yang kita belajar adalah; bagaimana reaksi dan respon rasul Paulus terhadap seluruh keadaannya.
Allah dapat menyembuhkan, karena Dia adalah Penyembuh. Jika Allah ingin menyembuhkan, maka pastilah Paulus yang disembuhkan, karena dia adalah orang yang sangat taat dan beriman kepada Allah. Tetapi apa yang dialami rasul Paulus sebaliknya, yaitu Allah tidak menyembuhkannya.
Kata “duri†yang dicatat dalam alkitab; Akanta (dari kata akantus) merupakan semak-semak yang banyak durinya, seperti duri pohon mawar. Skolops kata ini hanya dipergunakan sekali dalam alkitab yaitu di 2 Korintus 12 :7 – 10. Artinya duri yang merupakan sebatang kayu yang tajam, seperti yang digunakan untuk membuat pagar.
Paulus sebenarnya menggambarkan bahwa dirinya mengalami sebatang duri yang tajam yang menembus dagingnya, inilah utusan iblis, dan karena penderitaan inilah rasul Paulus berdoa dan berseru kepada Allah tiga kali supaya hal itu dienyahkan darinya. Namun sebenarnya duri dalam diri Paulus ini merupakan sebagian dari maksud Allah. Itu sebabnya sekalipun Paulus berdoa agar disembuhkan, tetapi jawaban Tuhan; Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Kuasa Allah akan disempurnakan justru di dalam kelemahan Paulus. Dengan kata lain, Tuhan ingin menjelaskan, bahwa rasul Paulus akan lebih berguna jika duri itu ada di dalam dirinya. Itu sebabnya Paulus memberikan respon yang indah; sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus sempurna menaungi aku. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Allah memerlukan penderitaan kita untuk menyatakan maksud dan kehendakNya yang besar, dan mendemonstrasikan kuasa-Nya yang sempurna dalam hidup kita ! Allah bisa memakai penderitaan kita untuk sesuatu yang indah di hadapan-Nya. Maksud dari duri di dalam daging (penderitaan di dalam batin) adalah supaya kita mengalami kuasa Allah dan mendemonstrasukan kuasa Allah.
3. Penderitaan adalah hajaran/gemblengan/tempaan.
Ibrani 12 : 1 – 13 Seringkali konotasi dari kata hajaran adalah hukuman. Tetapi sebenarnya “hajaran†adalah gambaran dari besi ditempa supaya menjadi alat yang berguna, atau pengertian aslinya adalah melatih dan mendidik untuk memiliki hati yang teguh dan setia. Hajaran dan didikan dari Tuhan sebenarnya untuk meneguhkan iman kita, supaya kita hidup kudus.
Maksud dari penderitaan adalah agar kita: Lebih suci dan kudus di hadapan Tuhan Ibrani 12 : 10. Lebih kuat dan teguh mempunyai daya tahan yang berkualitas Roma 5 : 3 – 4.
Yakobus 1 : 12 Dalam hidup ini, yang paling penting bukanlah awalnya, tetapi akhirnya. Barangsiapa yang bertahan sampai akhir, dia akan selamat, dan menerima mahkota kehidupan!
Kita dibentuk oleh Tuhan untuk siap dan mempunyai daya tahan sebagai prajurit, berdiri siap untuk membuktikan bahwa kita mengikut Tuhan bukan karena berkat, tetapi karena kita mengasihi Tuhan. Di balik penderitaan Ayub ada sebuah pembuktikan bahwa Ayub mengasihi Tuhan dan tidak meninggalkan-Nya.
Tuhan ingin kita mempunyai Iman MESKIPUN; tetap percaya dan menyembah Tuhan merskipun; tidak mengerti jalan-Nya, melewati lembah kekelaman, belum melihat pertolongan. Bukannya iman KARENA; percaya karena terjadi sesuai doaku, percaya karena Tuhan bertindak, percaya karena dapat keturunan, percaya karena Tuhan memenuhi kebutuhanku. Miliki iman yang tahan uji!
Allah ingin kita menyembah Dia, bukan karena Dia telah memberkati kita, tetapi karena Dia mengasihi-Nya dan ingin melayani dengan sepenuh hati 2 Korintus 5 : 7 kita hidup karena percaya bukan melihat. Justru dalam penderitaanlah, saat yang terbaik kita membuktikan bahwa kita mengasihi dan mengikuti Tuhan dengan setia Daniel 3 : 17 – 18.
Tuhan menghendaki agar kita percaya kepada Tuhan dengan seganap hati, dan bukan berdasarkan kepada pengertian kita sendiri. Penderitaan membuktikan apakah kita pemenang atau pecundang. Bagi orang beriman, badai bukan persoalan, tetapi kesempatan untuk terbang lebih tinggi bersama dengan Tuhan! Ulangan 8 : 15 – 16. Dukacita akan menjadi sukacita, karena penghiburan dari Tuhan jauh lebih indah dari segalanya. Penderitaan kita tidak dapat dibandingkan dengan sukacita besar yang akan kita terima nantinya, Kejadian 41 : 51 Allah telah membuat Yusuf lupa akan kesukaran di rumah bapanya, pada waktu kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam hidupnya.
Allah membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Pada waktu kita menantikan pertolongan Tuhan, kita harus tetap, percaya dan setia karena pada ada waktunya Tuhan akan menyatakan kemuliaan dalam hidup kota. Jangan menyerah dan bertahan ada kekuatan Tuhan senantiasa menyertai kita. Sesuatu yang baik datang bagi mereka yang percaya, sesuatu yang lebih baik datang bagi mereka yang bersabar, dan sesuatu yang terbaik daang bagi mereka yang TIDAK MENYERAH!
