Skip to content

RANCANGAN TUHAN MENGENAI KEBENARAN

Ps. Jesaya Henubau

Ringkasan Khotbah Minggu, 15 Januari 2023

Apa yang paling utama dalam hidup kita?

Yang paling utama adalah Kerajaan Allah dan kebenarannya, sedangkan yang lainnya adalah tambahan.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Hidup kita seperti sebuah perjalanan. Tuhan mau memberi tahu apa yang harus kita lakukan dalam perjalanan kehidupan kita.

Kejadian 2:5-9 (baca) Pada waktu Tuhan menciptakan kehidupan di muka bumi, Tuhan membuat taman di Eden. Tuhan mulai membuat bagian dimana setiap orang mempunyai wilayah/bagian masing-masing.

Eden adalah gambaran yang Tuhan Yesus katakani Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Di surga ada Eden yang kekal (baca Wahyu 22:1-2), sedangkan di bumi tidak ada Eden yang kekal.

Kejadian 2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Tuhan mau kita mencari kebenaran bukan mencari tahu tentang kejahatan. Tuhan ingin setiap orang memilih yang benar, hidup dalam kebenaran, tetapi bukan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pohon kehidupan adalah lambang dari Tuhan Yesus

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

“……….pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu….”

Tuhan menempatkan pohon kehidupan berada di tengah-tengah taman Eden, bukan di pinggir dari taman Eden. Kita harus menjadikan Tuhan sebagai yang pertama dan terutama serta menjadi pusat kehidupan kita.

Sebagian dari taman Eden menggambarkan berkat Tuhan atas kehidupan setiap orang, wilayah yang Tuhan berikan kepada setiap orang. Di taman Eden surga terbuka, dan segala sesuatu yang baik Allah Bapa sediakan bagi setiap orang.

Tuhan menciptakan Adam, kemudian memberikan pohon kehidupan sebelum menciptakan keluarga dan berbagai tugas/pekerjaan di muka bumi. Tuhan membuat segala sesuatu harus dimulai dari Tuhan karena Tuhan adalah sumber kehidupan.

Tuhan ingin kita menikmati kebenaran dan bukan menikmati hal-hal yang tidak benar. Kita harus memilih kebenaran, bukan kematian, maut dan tipu daya iblis.

Kejadian 2:10-14 (baca) Pada waktu Tuhan menciptakan manusia, Dia menciptakan dengan segala macam harta yang terbaik. Adam tidak menanam taman Eden, tetapi Tuhan yang membuat taman Eden dengan segala isinya. Tuhan tempatkan Adam di dalam taman Eden.

Tuhan tempatkan kita di hidup yang Tuhan sudah berkati. Kita harus ada di dalamnya, hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, mengenal dan tinggal di dalam kebenaran.

Tuhan menginginkan agar fokus dari Adam bukan kepada harta benda yang ada di taman Eden, tetapi ia makan dari pohon kehidupan.

Kejadian 2:15-17 (baca) Kebenaran dulu baru tujuan/visi hidup. Artinya seseorang harus mengenal kebenaran dulu dan diberitahu mana yang harus dipilih. Tuhan memberi penjelasan apa yang harus Adam lakukan terhadap semua yang ada di taman Eden.

Yesus adalah pusat/yang utama bukan tambahan dalam hidup orang percaya. Oleh sebab itu, kita harus ada di dalam firman Tuhan, mengenal kebenaran, mengenal Tuhan Yesus secara pribadi, dan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita. Jika kita tidak menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan kita, maka iblis akan menawarkan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah kebenaran, yang lain adalah tipu daya iblis yang dapat membawa kita kepada kematian, keluar dari jalan berkat Tuhan.

Jika kita tidak hidup dalam kebenaran, maka semua berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita pada akhirnya akan hilang dari hidup kita.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.

Kita harus mengenal kebenaran lebih dahulu baru Tuhan akan menambahkan segala sesuatu dalam hidup kita (contoh pasangan hidup).

Kejadian 2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

Tuhan pasti senantiasa menunjukkan segala sesuatu yang harus kita kerjakan/lakukan. Tetapi yang utama adalah kita mencari dahulu Kerajaan Allah, baru mencari yang lainnya (baik itu pekerjaan, usaha/bisnis, studi, dll).

Sebelum kita melakukan tugas/pekerjaan, belajar/kuliah, dan hal-hal lainnya, kita harus “makan” kebenaran firman Tuhan karena firman Tuhan adalah makanan bagi kehidupan kita.

Setiap hari Tuhan ingin berbicara kepada kita. Tuhan ingin memberi tahu apa yang harus kita lakukan, jalan yang harus kita tempuh (baca Mazmur 32:8-9).

Apa yang akan terjadi jika kita tidak makan dari pohon kehidupan, dan minum dari sungainya Tuhan? Kita akan seperti orang-orang yang tidak hidup dalam kebenaran (mengalami kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, dll)

Apa akibatnya jika kita tidak makan kebenaran firman Tuhan? Kita akan “makan” kejahatan, kebohongan, dan semua tipu daya iblis (baca Yohanes 8:44). Jika kita tidak mengenal kebenaran, maka kita akan masuk jebakan/perangkap iblis.

Kejadian 3:1-6 (baca) Jika orang tidak hidup dalam kebenaran, maka ia akan ditipu oleh iblis. Tidak ada kebenaran selain daripada Tuhan sendiri, yang lain adalah tipu daya iblis.

Setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya masing-masing. Jika kita jatuh dalam dosa atau mengalami hal-hal yang buruk, kita tidak bisa menyalahkan orang lain.

Henokh mengalami hal yang tidak dialami oleh Adam dan keturunannya yaitu diangkat ke surga. Henokh mengalami hal tersebut karena ia hidup bergaul karib dengan Tuhan (Kejadian 5:24; Ibrani 11:5).

Kita harus memilih untuk hidup dalam kebenaran dan jangan mengikuti tipu daya iblis.

Yusuf dalam hidupnya mempunyai kebenaran firman Tuhan sehingga pada waktu ia digoda oleh istri Potifar, ia ingat kebenaran firman Tuhan, dan ia tidak mau melakukan hal yang berdosa.

Iblis ingin kita memakai pikiran dan pengertian kita sendiri, tetapi kita tidak boleh mengikuti keinginan iblis. Kita harus senantiasa percaya kepada Tuhan (baca Amsal 3:5) Kita harus dengan apa yang Tuhan katakan, bukan apa yang orang lain katakan.

Segala sesuatu yang berasal dari sendiri dan orang lain bisa saja menyesatkan hidup kita. Sedangkan jalan kehidupan berasal dari Tuhan Yesus, sebab apa yang Tuhan Yesus katakana/lakukan tidak berasal dari diri-Nya sendiri tetapi dari Allah Bapa (Yohanes 12:49).

Tahun 2023 masih banyak yang akan kita alami dan terjadi di dalam hidup kita. Oleh sebab itu, kita harus memastikan bahwa kita mengikuti jalan yang sudah Tuhan sediakan.

No results found...