Skip to content

SERAHKANLAH SEGALA KEKHAWATIRANMU KEPADA-NYA, SEBAB IA YANG MEMELIHARA KAMU

Ev. Yohanes Utomo

Ringkasan Khotbah Minggu, 11 April 2021

Pembacaan Alkitab: 1 Petrus 5 : 7

Di hari kebangkitan Kristus, wajah dari dua orang yang berjalan ke Emaus menjadi muram karena bagi mereka Yesus telah mati, namun ketika Tuhan Yesus yang menampakkan diri-Nya setelah kebangkitan-Nya dan berbicara dengan mereka, maka hati merekapun berkobar-kobar Lukas 24 : 17, 32.  Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lainnya menangis ketika mereka datang ke kubur, namun mereka kembali dengan sukacita besar setelah mereka tahu bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, Yohanes 20 : 11; Matius 28 : 8. 

Akibat kuatir

Kekuatiran itu berbahaya, karena bisa membuat firman Allah tidak maksimal dalam kehidupan kita Matius 13 : 22 – 23 Kekuatiran akan menghimpit firman Tuhan di dalam hidup kita sehingga firman itu tidak berbuah. Orang akan kehilangan berkat, tidak dapat  berbuah karena ada kekuatiran. Firman yang ditaburkan semestinya bisa menghasilkan  buah 30, 60  bahkan seratus kali lipat!

Amsal 12 : 25 Kekuatiran akan mempengaruhi kesehatan kita.

Kekuatiran adalah perasaan gelisah, prihatin atau takut. Perasan-perasaan ini biasanya berhubungan dengan pikrian-pikiran negatif terhadap sesuatu yang diduga akan terjadi pada masa mendatang. Orang-orang yang penuh kekuatiran akan selalu berpikir “bagaimana jika”. Kekuatiran akan membuat kita mandul secara rohani.

Mengapa kita kuatir? Karena kita lemah, sadar akan kelemahan kita, dan kita tidak mempercayai Allah sepenuhnya.

Ketika kita diperhadapkan dengan kelemahan diri, kita mempunyai dua pilihan; Menyerahkan keselamatan kita kepada Allah dan mempercayakan segala kekuatiran kita kepada-Nya, atau  mengandalkan kekuatan sendiri dalam melakukan segala sesuatu.

Dalam Matius 6 Tuhan Yesus menyebutkan 6 kali kata kuatir dalam khotbah-Nya di bukit. Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-murid dan prang banyak untuk tidak kuatir akan pemerliharaan hidup sehari-hari (makanan, pakaian, tempat tinggal, maupun masa depan) Matius 6 : 25 – 26

Ada dua respon setiap kali kita menghadapi tantangan dalam kehidupan kita Selalu melihat dengan kaca mata mengandalkan (kekuatan) diri sendiriBilangan 13 : 31 – 33, Selalu mengandalkan Tuhan, taat dan tidak memberontak Bilangan 14 : 6 – 8.

Hidup kita selalu bergantung kepada apa yang kita lihat dan miliki Mazmur 44 : 4 – 8 Bukan dengan kekuatran sendiri bangsa Israel menduduki negeri, tetapi tangan Tuhanlah yang memberikan mereka kemenangan, karena Tuhan berkenan kepada mereka.

Jika kita hidup dengan respon seperti sepuluh pengintai maka kita tidak akan pernah menerima janji Tuhan. Namun apabila kita tetap percaya kepada firman Tuhan, maka kita akan masuk dan merebut berkat-berkat yang Tuhan sudah sediakan.

Bagaimana mengatasi kakuatiran:

1. Pusatkaan perhatian kita kepada Allah, Matius 6 : 25 – 26

Pandanglah burung di udara, Tuhan pelihara, apalagi kita jauh melebihi semuanya itu.Berbahagialah/ diberkatilah setiap orang yang selalu bergantung kepada Allah, karena Tuhan akan memberikan apan yang dikehendaki-Nya. Kita bisa bahagia, karena cara kita melihat keadaan kita. Apakah kita “melihat bintang dan bukan melihat lumpur” dalam setiap pergumulan kita.

Pusatkanlah perhatian dan pandangan kita kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara hidup kita, kita harus selalu bersuyukur dan jangan mengeluh.

Lukas 15 : 20 Anak bungsu yang hilang kembali ke rumah bapanya, ketika dia menyadari keadaannya, dia sadar bahwa di dunia ini kosong dan menderita. Pada waktu anak itu kembali Bapa menyambut dia dengan kasihnya yang besar dan memulihkan keadaannya. Kasih Bapa melebihi semua orang di dalam dunia ini Yohanes 3 : 16.

Harga diri kita tidak ditentukan dari apa yang kita miliki, atau pandangan orang lain tentang kita. Yesaya 43 : 4 Bagi Tuhan kita sangat berharga, mulia dan dikasihi-Nya. Oleh sebab itu pusatkan perhatian kita kepada Allah, sekalipun orang lain meninggalkan kita, tetapi Tuhan tetap menyambut kita Mazmur 27 : 10.

Jangan ijinkan pikiran-pikiran negaitf mencuri perhatian kita, sebaliknya kita punya kuasa  menawan setiap pikiran yang negatif yang menyerang dan mengintimidasi hidup kita 2 Korintus 3 : 10. Mengapa kita harus pusatikan perhatian kita kepada Allah? Karena apa yang kurang dalam hidup kita, akan ditambahkan oleh Tuhan Matius 6 : 33.

Kebenaran tentang Allah

  • Allah maha hadir, Dia selalu ada dimana saja dalam hidup kita. Mazmur 139 : 7 Kita tidak pernah sendiri, Tuhan selalu ada untuk kita, Dia senantiasa menyertai kita, Dialah Imanuel. Bagi Tuhan malampun menjadi siang. Tuhan nyata dan hadir setiap saat dalam hidup kita, itu sebabnya alami persekutusan dengan Tuhan senantiasa.
  • Allah mengetahui segala sesuatu. Mamzur 33 : 13; Yohanes 4 : 39; 16 : 30 Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan, Dia tahu segala sesuatu tentang hidup kita, dia tahu tentang keadaan dan pergumulan kita, jika kita datang kepada-Nya maka Tuhan akan menolong dan memberkati kita.
  • Allah itu berkuasa/ Mahakuasa. Kejadian 17 : 1; 18 : 14, Matius 19 : 26 tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Jika Dia sudah berjanji, maka Dia setia dan mampu menepati janji-Nya.
  • Obat dari kekuatiran/ gelisah adalah PERCAYA DAN IMAN Yohanes 14 : 1

Percaya dengan iman membuat kita tenang, percaya membuat kita berharap kepada Tuhan yang yang dapat dipercaya.

Matius 9 : 28 – 29 Orang buta melihat, karena mereka percaya Tuhan Yesus sanggup untuk menyembuhkan mereka. Iman kita punya pengaruh yang besar sekali terhadap apa yang akan kita terima dari Tuhan. artinya jika kita tidak percaya, maka kita tidak akan alami apa-apa, sebaliknya jika kita percya kita akan melihat kemuliaan Tuhan. “Jadilah padamu menurut imanmu itu”

2. Berbicara kepada Pribadi yang mempedulikan kita

Filipi 4 : 6 – 7  Doa kita akan mengubahkan keadaan, doa akan membuat kita kuat dan berkemenangan! Kita akan lemah jika kita tidak berdoa. Setiap kali kita berdoa, kita sedang mengundakn Tuhan untuk masuk dan bersekutu dengan kita, jika Tuhan hadir Dia akan memberikan sukacita, kekuatan supaya kita bisa bertumbuh melekat dan bergantung kepada-Nya. Cara Tuhan berbicara juga melalui doa. Tuhan begitu perhatian kepada doa-doa kita, daripada keadaan kita. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

3. Serahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya.

Mengapa kita harus serahkan kekuatiran kepada Tuhan? karena kekuatiran, tekanan, kesedihan hati berdampak pada kesehatan kita. Matius 6 : 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

Bersukacitalah senantiasa. Hati yang gembira adalah obat yang manjur…Amsal 17 : 22. Jangan kuatir akan hari esok, percayalah kepada Tuhan, Tuhan akan bertindak dan menolong dan memberkati kita! Beban itu tidak untuk dipikul, tetapi diserahkan kepada Tuhan maka Ia akan memelihara kita. Amin

No results found...