Skip to content

TUHAN MEMBERIKAN KEKUATAN BARU

Ps Debora Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 31 Maret 2019)

Pembacaan Alkitab : Filipi 4 : 13; Yesaya 40 : 31

Kita kuat dan berkemenangan bukan karena kekuatan kita, tetapi semata-mata karena Tuhanlah sumber kekuatan kita! Itulah sebabnya kita membutuhkan kekuatan baru dari Tuhan setiap hari, karena kita selalu diperhadapkan dengan tantangan dan kesulitan dalam kehidupan kita. Kuasa Tuhan yang memampukan kita!

Bagaimana kita mendapatkan kekuatan yang baru? Apabila kita senantiasa menanti-nantikan Tuhan. Menanti-nantikan Tuhan artinya percaya kepada Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan menaruh harapan kepada Tuhan. Apapun keadaan kita saat ini, yang kita butuhkan adalah kekuatan dari Tuhan!

Mazmur 139 : 1 – 24 (baca)
Tuhan tahu segala sesuatu tentang hidup kita. Dia mengetahui seluruh keadaan kita, Dia tahu pikiran kita, Dia mengerti tentang hati kita, bahkan jumlah rambutpun Tuhan tahu. Tuhan menyelidiki dan mengenal kita.

Siapakah kita sehingga Tuhan menyelidiki dan mengenal kita? Betapa berharganya hidup kita, di mata Tuhan, itulah sebabnya, Dia selalu ada dari belakang dan dari depan kita untuk melindungi kita, Dia menaruh tanggan-Nya di atas kita dan menaungi hidup kita dengan kasih-Nya.

Terkadang kita tidak mengerti dan memahami mengapa Tuhan begitu peduli kepada kita, karena kasih-Nya begitu besar dalam hidup kita, sehingga tidak seorangpun yang dapat memahami pikiran Tuhan. Tuhan mengasihi kita bukan karena status kita, prestasi atau pencapaian kita yang dikagumi, bukan karena kita punya harta, bukan juga karena talenta dan karunia tertentu yang kita miliki.

Siapakah kita sehingga Tuhan mengasihi kita? Sebaliknya, siapa kita sehingga mau mengajari Tuhan tentang kehendak-Nya? Tuhan mengasihi, menolong dan menjawab doa kita semata-mata karena kasih-Nya yang besar kepada kita, dan bukan berdasarkan apa yang sudah kita lakukan untuk Tuhan.

Kemanakah kita bisa pergi dan menjauh dari Tuhan? Tuhan selalu ada dimana saja, karena Dia Maha hadir, kita tidak dapat menjauh dari Tuhan, dalam kesulitan kitapun Dia tetap ada dan mencari kita! Tangan Tuhan senantiasa menuntun dan dan tangan kanan-Nya memegang kita, Betapa Tuhan mengasihi kita, kemanapun kita lari kasih-Nya tetap mengejar kita, dan tidak ada yang dapat bersembunyi dari Tuhan, bahkan di dalam, dunia gelap sekalipun.

Karena kasih-Nya, Tuhan tidak akan menyerah untuk mencari kita, darah-Nya sudah tertumpah di salib untuk menebus hidup kita.

Tuhan mengenal dan membentuk kita sebelum dunia ada, matanya melihat selagi kita bakal anak, dan dalam kitab-Nya semuanya sudah tertulis tentang kita dan masa depan kita. Tuhan sudah merancangkan hidup kita sejak semula.

Tuhan tahu segala sesuatu tentang hati dan hidup kita. Rancangan Tuhan begitu besar dan banyak, bahkan Tuhan tidak pernah tidak ada sedetikpun di dalam hidup kita. Tidak ada satupun yang luput dari pengetahuan Tuhan.

Kita akan menjadi kuat pada waktu kita tahu bahwa ada yang mengerti dan memahami hidup kita, ada yang menyelidiki dan peduli kita. Siapa yang mengerti hati manusdia? HANYA TUHAN YANG TAHU, Dia tahu sampai ke dalam hati seseorang. Ada yang kelihatan di depan semuanya baik, tetapi di dalam hatinya hancur dan tersakiti.

Apapun kondisi hati kita, datang kepada Tuhan dan curahkanlah isi hati kita kepadanya, jangan ijinkan keputus-asaan menyerang kita, yang akhirnya membawa kita kepada bunuh diri (kematian) karena itu adalah pikiran dari si jahat iblis.

Pengharapan kita tidak akan hilang atau putus, karena Tuhan adalah sumber pengharapan kita. Selalu ada pengharapan di dalam Tuhan!

Yesaya 42 : 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Apa yang setia dan yang bisa kita andalkan? HANYA TUHAN DAN FIRMAN-NYA!
Kisah Para Rasul 17 : 28 Sebab di dalam Tuhan Yesus kita hidup, bergerak, kita ada! Karena kita adalah keturunan Allah. Di luar Tuhan tidak ada apa-apa, karena segala sesuatu bergerak karena di dalam Tuhan.

1 Petrus 2 : 9 – 10 (baca) Kristus adalah sentral (pusat) kehidupan kita, dan kita adalah milik kepunyaan-Nya, karena kita telah ditebus oleh Kristus, itu sebabnya kita hidup bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk Tuhan dan rancangan-Nya. Tujuan kita memanggil kita di dalam terang-Nya dan menjadi milik kepunyaan-Nya adalah supaya memberitakan/ bersaksi tentang perbuatan-perbuatan yang besar yang telah memanggil kita.

Tuhan tidak pernah menolak hidup kita, namun yang menjadi pemisah antara kita dengan Tuhan adalah dosa dan pelanggaran kita. Ada banyak penderitaan di dalam dunia ini, dan beregai jenis. Ada penderitan yang kita alami, bukan karena kita bersalah, atau jahat, tetapi penderitaan yang Kristus alami

1 Petrus 2 : 19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
Karena ketaatan terhadap kebenaran/ kehendak Allah kita menanggung penderitaan yang tidak harus ditanggung, itulah perjuangan yang kita alami, kita akan mengalami kemenangan, karena kekuatan kita berasal dari Tuhan itulah kasih karunia.

1 Petrus 2 : 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Tuhan Yesus sendiri telah memikul dosa kita, supaya kita yang telah mati oleh karena dosa akan hidup oleh karena kebenaran.

Ibrani 12 : 11 – 17 Ganjaran tidak mendatangkan sukacita, tetapi mengahasilkan buah-buah kebenaran yang memberikan kepada kita damai sejahtera.

Apabila Tuhan menegur kita, maka hal itu dilakukan-Nya untuk menguatkan tangan dan lutut yang goyah, supaya kita kuat dan tidak mudah terpelecok, sehingga membawa kesembuhan dan pemulihan dalam hidup kita. Api Roh Kudus begitu besar akan bekerja di dalam hati dan hidup kita, sehingga roh-roh dunia ini tidak dapat memadamkannya.

Jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah supaya jangan timbul kepahitan dan kebencian. Jangan mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau yang menjual hak kesulungannya, karena orang yang demikian akan ditolak ketika dia akan menerima berkat, karena akan tiba saatnya tidak ada lagi kesempatan untuk
memperbaiki kesalahan.

Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk bertobat. Itu sebabnya, selama masih ada kesempatan kita harus datang di hadapan Tuhan, merendahkan diri kita, dan bertobat.

Yesaya 66 : 2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku.

Wahyu 3 : 4 Kita harus bertahan sampai pada akhirnya, hidup dalam kekudusan, karena kemenangan kita adalah panggilan Allah dalam kehidupan kita. Filipi 3 : 13 – 14 Itu sebabnya lupakan apa yang di belakang dan berlari kepada panggilan Allah. Amin

No results found...