Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
TUHAN MENYEDIAKAN !
Rev DR Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 5 Mei 2019)
Pembacaan Alkitab : Kejadian 22 : 14; Yohanes 21 : 1 – 14
Kita berada pada minggu kedua setelah paskah. Selama empat puluh hari lamanya, setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus berulang kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Sebelum memulai pelayanan-Nya, selama empat puluh hari Tuhan Yesus berpuasa, dan masuk ke dalam padang gurun untuk dicobai oleh iblis. Itulah sebabnya, setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus bangkit menampakkan diri dan berbicara kepada murid-murid-Nya untuk menyatakan kebangkitan-Nya dan mendeklarasikan kemenangan-Nya atas iblis.
Kisah Para Rasul 1 : 3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Lukas 24 : 31 (baca) Injil Lukas menuliskan bahwa Tuhan Yesus berjalan bersama dengan dua orang murid-Nya ke Emaus, dalam perjalanan itu mereka sama sekali tidak mengenal –Nya sesudah kebangkitan-Nya. Hingga Tuhan Yesus duduk makan bersama-sama mereka, dan membagi-bagikan roti, barulah mata mereka terbuka dan mengenal-Nya.
Untuk mengerti dan mengenal Tuhan secara benar, mata rohani kita harus terbuka! Orang tidak akan mengenal Tuhan, tanpa Tuhan yang membuka mata rohaninya untuk mengenal-Nya secara pribadi. Tuhan itu ROH barang siapa yang menyembah-Nya, harus menyembah dalam roh dan kebenaran Yohanes 4 : 24
Selain untuk mengenal Tuhan secara pribadi, Tuhan juga membuka pikiran kita untuk mengerti firman-Nya Lukas 24 : 44 – 45 (baca) Firman Tuhan adalah supranatural, tidak dapat mengerti dengan rasio dan logika kita tanpa pengertian dan pewahyuan oleh Roh Kudus. Itu sebabnya, setiap kali kita datang beribadah kita harus berdoa supaya Roh Kudus mengurapi kita sehingga kita mengerti firman dan mengalami pewahyuan yang memberkati kita.
Iman bukan sekedar perasaan tetapi iman berdasarkan pengetahuan dan pewahyuan akan firman Tuhan, karena iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Susunan alkitab kita terdiri dari perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Semua isi dari kitab PL kita sama dengan Tanakh (kitab orang Yahudi) Lukas 24 : 44.
Jika Tuhan Yesus berkata bahwa semua kita PL/ Tanakh menuliskan tentang Tuhan Yesus, artinya kita tidak bisa pisahkan PL dengan PB. Orang Israel tidak percaya PB karena mata mereka masih gelap/ karena masih ada selubung 2 Korintus 3 : 15
Jika Tuhan Yesus adalah PUSAT dari Alkitab (PL dan PB), maka semua janji Tuhan yang tertulis dalam PL dan PB juga berlaku untuk kita. Itu sebabnya semua yang tertulis di alkitab ini, tidak boleh dihilangkan, karena Tuhan Yesus datang bukan untuk menghapus hukum Taurat, tetapi untuk menggenapi dan menyempurnakannya.
1 Petrus 1 : 20 – 21; 2 Timotius 3 : 15 – 16 (baca) Kitab suci yang ditulis di ayat-ayat ini adalah kitab Perjanjian Lama/ Tanakh karena belum ada Perjanjian Baru pada waktu itu. Tujuan dari firman Tuhan adalah supaya kita semua diperlengkapi untuk melakukan perbuatan baik. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 1 : 20 – 21 menyatakan bahwa Kristus adalah “YA†bagi SEMUA JANJI Allah baik dalam PL maupun PB.
Setelah kebangkitan-Nya Tuhan Yesus menampakkan diri dan membuka mata murid-murid-Nya untuk mengenal Dia dengan benar, serta membuka pikiran mereka untuk mengerti kitab suci. Melalui kuasa kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus juga membangkitan kita dari kebodohan dan ketidaktahuan. Tuhan memberikan kita hikmat untuk mengerti firman-Nya, sehingga apa yang tertulis menjadi rhema bagi kita. Alkitab yang kita miliki/ yang tercetak harus menjadi rhema firman yang hidup dan berbicara kepada kita Roma 10 : 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman (rhema) Kristus.
Kebangkitan Tuhan Yesus membawa suatu pembaharuan yang luar biasa. Injil Yohanes mencatat bahwa Kebangkitan Tuhan Yesus menghilangkan ketakutan dari para murid. Di hari kebangkitan-Nya, mereka ketakutan dan mengunci diri mereka, namun tiba-tiba Tuhan Yesus datang dan ada diantara mereka, hal ini membuktikan bahwa tubuh kebangkitan (tubuh kemuliaan) Tuhan Yesus tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu!
Pada waktu Tuhan Yesus bangkit, Dia sebenarnya tidak dapat lagi dibatasi dengan apapun! Mengapa batu harus digulingkan oleh malaikat? tujuannya supaya para murid dapat melihat ke dalam, dan membuktikan bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian-Nya! Kebangkitan Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia tidak dapat dibatasi oleh apapun! Itu sebabnya Tuhan Yesus tidak dapat dibatasi oleh PIKIRAN MANUSIA, baca Yesaya 55 : 8 – 9. Pikiran dan rancangan Tuhan jauh lebh tinggi dari pikiran manusia.
Pikiran kita seringkai membatasi Tuhan, padahal Tuhan tidak terbatas, oleh sebab itu kita harus tunduk dan merendahkan diri kita supaya Tuhan membuka pikiran kita dan memberikan rhema dari firman yang tertulis sehingga kita dapat mengerti
Yohanes 20 : 29 Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya, itulah iman! Iman artinya kita percaya karena Tuhan berfirman, baik firman yang tertulis, maupun rhema (firman yang hidup dan berbicara) kepada kita!
Rasul Paulus juga menuliskan dalam 1 Korintus 15 : 5 – 6 bahwa pada waktu kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada 500 orang murid sekaligus. Artinya Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya secara terbuka, dan kebangkitan Tuhan Yesus bukan semu, tetapi nyata dalam tubuh kebangkitan-Nya itulah tubuh kemuliaan yang tidak dapat dibatasi dengan ruang dan waktu. Di dalam Kristus kita pun akan menerima tubuh kemuliaan ini.
Yohanes 21 : 1 Tuhan Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di Tiberias. Tiberias adalah sebelah timur dari danau Galilea. Murid-murid ini sebenarnya kembali ke kampong halamannya.
Kita tidak mungkin percaya dan mengikuti Tuhan Yesus jikalau kita tidak yakin bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang bangkit dan hidup! Sebelum pasal 21, pasal 20 Injil Yohanes menuliskan dan menjelaskan tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Jika kita ingin melayani dan mengikuti Tuhan Yesus, maka kita harus percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruslamat yang mati dan bangkit
Mengapa murid-murid ke Tiberias? Karena Tuhan Yesus sendiri yang menyuruh mereka pergi ke sana, yaitu di atas bukit karena Tuhan akan berjumpa dengan mereka disana Matius 28 : 16; Markus 14 : 28 (baca). Namun karena mereka lama menunggu kedatangan Tuhan Yesus, Petrus dan murid-mruid yang lain pergi untuk menangkap ikan.
Dalam menanti jawaban Tuhan kita harus tetap setia dan taat, sekalipun kita belum mengalaminya. Namun seringkali orang akan membuat pilihan (alternatif) yang lain, karena mereka mau segera mengalami jawaban doa. Inilah yang terjadi dengan para murid, karena Petrus seorang yang punya pengaruh yang membuat keputusan, akibatnya murid-murid lain pun mengikutinya.
Tuhan menghendaki jika kita memiliki pengaruh/ karisma, maka janganlah mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang negatif untuk menjauh dari Tuhan dan gereja-Nya, sebaliknya kita harus membawa orang lain kepada Tuhan supaya mereka diberkati dan dipulihkan!
Pada waktu Petrus dan murid-murid pergi menjala ikan, namun sepanjang malam mereka tidak menangkap apa-apa. Dalam Yohanes 15 : 5 Tuhan Yesus pernah mengajarkan mereka bahwa di luar Tuhan Yesus mereka tidak bisa buat apa-apa. Sia-sialah hidup kita tanpa Tuhan Mazmur 127 : 1 – 2 (baca)
Pelajaran penting; bahwa kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri, kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, dan mengandalkan-Nya. Dari awal kita harus minta pimpinan Tuhan, dan berjalan dalam kehendak-Nya, jangan sudah mentok, baru mau mencari Tuhan.
Jika Tuhan menyuruh kita untuk menunggu/ dan menanti dengan setia, sama seperti murid-murid disuruh tunggu di Galeliea, maka kita harus taat dan setia untuk menungu, karena Tuhan sendirilah yang akan menjamin hidup kita! Seandainya Petrus dan murid-murid menunggu dengan taat dan setia, maka mujizat supranatural Tuhan pasti akan mereka alami. Namun sebaliknya sepanjang malam mereka tidak memperoleh apa-apa.
Yohanes 21 : 5 – 7 (baca) Pada waktu Tuhan Yesus bertanya kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai (Ikan) lauk-pauk?” dan mereka Jawab mereka: “Tidak ada. Maka Tuhan menyuruh mereka menebarkan jalan ke sebalah kanan perahu, maka pada saat itu juga mereka tidak dapat menariknya kembali karena begitu banyaknya ikan yang mereka dapatkan. Maka pada saat itulah Yohanes mengenal berkata kepada Petrus bahwa itu “ itu Tuhan†setelah itu baru mereka sadar dan mengenali Tuhan.
Jika Tuhan yang berfirman maka kita harus percaya! Karena jika Tuhan yang memberkati kita, maka hal itu tidak akan merusak “jala†hidup kita. Kita harus bergantung dan mengandalkan Tuhan, maka Tuhan akan memberkati hidup kita Yeremia 17 : 5 – 8. Semua kita sanggup dan bisa dipakai Tuhan secara luar biasa, asalkan kita sedia dan menyerahkan diri kita untuk dipakai Tuhan. Jika Tuhaan memanggil kita, maka dia akan memberkati dan menjamin hidup kita.
Seratus lima puluh tiga ekor ikan yang ditangkap, menurut pengetahuan Yunani adalah semua jenis ikan di danau Galilea, hal ini ditulis dan mempunyai pengertian bahwa “jala†Tuhan sanggup menjala semua bangsa, suku, dan bahasa. Injil Tuhan untuk semua orang, itulah makna dibalik tangkapan para murid.
Petrus sangat membutuhkan Tuhan karena dia pernah menyangkal Tuhan Yesus, itu sebabnya dia lebih dulu turun dari perahu dan mendapatkan Tuhan. Jika kita sudah jatuh, maka jangan lari dari Tuhan, sebaliknya kita harus mencari Tuhan, karena Tuhan akan memulihkan keadaan kita.
Yohanes 21 : 9 Ketika murid-murid kembali mereka melihat api arang dan diatas nya ada ikan dan roti. Tuhan sebenarnya ingin mengajarkan bahwa di dalam Tuhan sealu ada PENYEDIAAN SUPRANATURAL! Karena Tuhanlah yang menjamin segala sesuatu yang mereka butuhkan.
Tuhan Yesus menyatakan hal itu, karena di danau Galilea lah mereka dipanggil mengikut Tuhan Yesus, itu sebabnya di danau yang sama mereka kembali dipulihkan kepada panggilannya.
Jika kita mempunyai pengalaman rohani dengan Tuhan, maka jangan berhenti di sana sebaliknya kita harus maju terus dengan Tuhan dan alami hal-hal yang supranatural. Jika kita pernah jatuh, bangkit dan datang kembali kepada Tuhan, maka Ia akan memulihkan kita dan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Amin
