Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 26 November 2023 Berjalan bersama dengan Roh Kudus adalah…
TUHAN MENGUDUSKAN DAN MEMULIHKAN
Ps. Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 9 Juli 2023
Menjelang kedatangan Tuhan segala sesuatu yang tertulis di dalam Alkitab (nubuatan dan tanda-tanda kedatangan Tuhan) sedang terjadi dan digenapi.
seiring dengan semua hal yang sedang terjadi, Tuhan pun sebenarnya sedang memurnikan dan memulihkan gereja-Nya, yaitu kita, sebagai mempelai perempuan-Nya.
1 Petrus 1 : 14 – 16 (baca) Itulah sebabnya, pada hari-hari terakhir ini, kita harus mulai berdoa agar Tuhan memurnikan hidup kita, supaya kita layak dan berkenan di hadapan-Nya. Biarlah setiap keluarga bukan hanya berdoa untuk kebutuhan dan berkat saja, tetapi mulai berdoa untuk setiap anggota keluarga supaya Tuhan menguduskan dan memulihan mereka. Mengapa kita harus menguduskan diri kita? karena Tuhan itu Kudus, dan setiap kali kita datang di hadapan-Ny, kita harus menyesuaikan diri kita dengan-Nya
Ayat 18
Melalui pengorbanan darah-Nya kita telah ditebus dan dikuduskan. Itu sebabnya hidup kita sangat berharga, mulia dan dikasihi-Nya. Tidak ada hal yang lain yang dapat menguduskan kita selain darah Tuhan Yesus. Darah-Nya sangat mahal harganya, itulah harga yang Tuhan telah membayar supaya kita bisa memiliki hubungan dengan Bapa.
Karena kita telah dibeli dengan lunas, maka kita adalah milik-Nya, itulah sebabnya kita tidak hidup untuk keinginan dan keuntungan kita, tetapi kita hidup untuk Tuhan yang telah menebus kita. Tuhan memanggil kita untuk diri-Nya sendiri. Dia sangat mencintai kita sebagai mempelai Nya.
Matius 5 : 8 – 9 (baca) Mengapa kita harus kudus? Karena hanya orang yang suci hatinya (kudus) yang akan melihat Tuhan!
Hal yang jarang didoakan adalah mendokan agar hati kita suci “pure heart†karena jika hati kita tidak kudus, maka kita tidak akan melihat Allah. Berdoalah setiap hari supaya Tuhan menyucikan dan mengudusan hati kita. Kita harus lebih merindukan Tuhan daripada berkatNya. Kita tidak dipanggil untuk berkatNya tetapi untuk datang kepada diri Tuhan sendiri.
Kalau hati kita tidak berdamai dengan Tuhan, maka kita akan mendua hati, dan tidak sepakat dengan firman-Nya, sehingga hati kita pun tidak akan berdamai dengan diri sendiri dan dengan sesama. Apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Setiap hari evaluasi dan cek hati kira, rendahkan diri dan bertobat kemudian selesaikan semua masalah kita maka pemulihan akan terjadi. Rindukanlah Tuhan untuk bergerak di dalam diri kita, di dalam keluarga kita.
Damai Sejahtera tidak bisa kita rasakan ataupun alami, sebelum hati kita disucikan, mengapa? karena dari hati terpancar kehidupan. Amsal 4 : 23
Yakobus 4 : 8 Alkitab dengan tegas mengajarkan kita agar; mendekat kepada Tuhan, maka Ia akan mendekat kepada kita, tahirkanlah tangan, sucikan hati, dan jangan menduakan Tuhan.
Kita adalah mempelai perempuannya Tuhan! Bagi Tuhan kita Kudus, artinya telah dipisahkan, dikhususkan, menjadi milik satu-satu-Nya, Tuhan menginginkan kita, hati kita adalah milik-Nya. Tuhan cemburu, karena itu Dia tidak mau hati kita berpaut kepada hal hal yang ada di dunia ini.
Bertobat artinya merendahkan diri, menyesali perbuatan, dan berbalik mengikut Tuhan, serta taat kepada firman-Nya. Jika ada pertobatan maka pasti terjadi pemulihan! Mendekatlah kepada Tuhan, karena kita adalah milik-Nya, dan untuk mendekat kita harus Kudus (hidup dalam kekudusan)
Ibrani 12 : 28 – 29 Beribadahlah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan yaitu dengan hormat dan takut. Tuhan bukan hanya baik setia, dan panjang sabar, tetapi Dia juga adalah api yang menghanguskan. Semakin kita mendekat kita alami panas-Nya yang membara.
Keluaran 19 : 9, 18 – 19, 21 Musa disuruh Tuhan naik ke atas gunung, untuk mendapati Tuhan, di atas gunung Tuhan berbicara dalam awan tebal. Pada waktu Musa menyuruh bangsa Israel mendekat, mereka sangat ketakutan melihat manifestasi dari kehadiran Tuhan, mereka hanya bisa melihat dan mendengar Tuhan dari jauh. Hanya Musa saja yang dapat datang mendekat, sedangan bangsa Israel tidak dapat mendekati Tuhan, karena Tuhan Kudus.
Inilah hal yang akan terjadi ketika kita dalam kemuliaan Tuhan: Kita dapat mendekat karena kita kudus dan berkenan di hadapan-Nya, atau sebaliknya kita akan menjauh dari karena kita merasa tidak layak dan bercela di hadapan-Nya.
Yohanes 6 : 60 – 61 Ketika murid-murid mendengar perkataan Tuhan Yesus, mereka merasa perkataan itu keras, sehingga mereka mengundurkan diri. Firman Tuhan bukan hanya membuat ita menjadi nyaman, tetapi firman Tuhan untuk memurnikan kita dan menguduskan kita. Keinginan daging selalu menentang firman, tetapi roh kita taat dan tunduk kepada firman.
Ayat 67 Itu sebabnya, kita harus merendahkan diri dan bertobat setiap kali kita mendengar firman Tuhan yang sedang menegur kita. Banyak orang pergi dan undur dari hadapan Tuhan, karena mereka tidak mau bertobat dan hidup dalam kekudusan, mereka tidak mau taat kepada firman Tuhan.
Ayat 70 Tuhan tidak pernah salah memilih kita, pada watu Tuhan memilih kita Dia juga menguduskan diri kita, supaya kita layak dan berkenan di hadapan-Nya.
Matius 3 : 2 – 3, 6 Pesan untuk kita dari dulu hingga hari ini adalah KITA HARUS BERTOBAT. Jika kita tidak bertobat, kita akan jauh dari kasih karunia Allah, sehingga kita tidak akan mengalami pemulihan. Oleh sebab itu kita harus luruskan jalan kita, dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Pertobatan dimulai dari mengaku dosa.
Kisah Para Rasul 5 : 13 – 16  Ananias dan Safira mati di depan para rasul karena mereka membohongi Roh Kudus. Kabar itu terdengar kepada semua orang, sehingga tidak seorangpun yang berani mendekati  mereka. Tetapi jumlah orang yang menjadi percaya semakin bertambah banyak. Bahkan mereka meletakkan orang sakit dipinggir jalan, karena hadirat dan kemuliaan Tuhan memenuhi Petrus dan para rasul sehingga hanya  melalui bayangan mereka saja orang sakit menjadi sembuh.
Orang yang tidak benar akan binasa di hadapan Tuhan, sedangkan orang yang mencari Tuhan dengan segenap hati akan mengalami mujizat dan tanda-tanda heran. Kita harus membuat pilihan, ambil keputusan untuk dekat dengan Tuhan, alami pertobatan dan kekudusan, supaya kita mengalami muizat dan pemulihan.
2 Korintus 7 : 10 Dukacita dalam Tuhan = penyesalan, bertobat di hadapan Tuhan- fokus kepada Tuhan. Dukacita dari dunia = fokus kepada diri sendiri
Contoh : 1 Samuel 15 : 30 ketika Saul ditegur, dia mengakuinya kepada Samuel, tetapi dia tidak menyesal dan berharap dihargai reputasinya, bagi Saul perkenan manusia yang penting. 2 Samuel 12 : 13 Ketika Daud ditegur, dia bertobat dan menyesal di hadapan semua orang, karena dia Tahu telah menyakiti hati Tuhan.
