Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 11 Desember 2022 1.Waktu Tuhan Lukas 2:1-7 Waktu Tuhan…
TUHAN YESUS TELAH MENYELESAIKAN
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 27 Februari 2022
Matius 8:16-17 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.“
Matthew 8:17 (NKJV) That it might be fulfilled which was spoken by Isaiah the prophet, saying, He himself took our infirmities, and bore our sicknesses.
“Dialah yang memikul kelemahan kitaâ€Â
Dia sendiri menegaskan bahwa hanya Tuhan Yesus yang sanggup memikul kelemahan kita dan tidak ada yang lainnya. Itu sebabnya kita harus berdoa dalam nama Yesus, percaya dalam nama Yesus, selalu ada pengharapan di dalam Tuhan Yesus.
Setiap orang yang berlari (datang) kepada Tuhan Yesus akan mendapatkan keselamatan, kelepasan, kemerdekaan, kesembuhan, terobosan, dan segala sesuatu yang dirindukan. Tuhan Yesus katakan: jika kamu berdoa dalam nama-Ku kepada Bapa, apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah kamu telah menerimanya (Markus 11:24).
Kelemahan (infirmities) adalah semua hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah pada waktu Dia menciptakan manusia menurut rupa dan gambar-Nya.
- Dalam roh, jika kita mengalami ketakutan, kekhawatiran, tertekan, tidak berdaya, itu tidak sesuai dengan kehendak Allah pada waktu menciptakan kita.
- Dalam jiwa, jika kita merasa lambat dalam hal belajar/mengerti segala sesuatu, itu tidak sesuai dengan kehendak Allah pada waktu menciptakan kita. Puji Tuhan, Tuhan Yesus memikul kelemahan jiwa kita, Dia memberikan pikiran-Nya dan mencabut dari hidup kita yang mengandalkan pikiran diri kita sendiri.
- Dalam tubuh, kita mengalami alergi, kelemahan darah, kelemahan tulang, mata, telinga, organ-organ dalam baik itu ginjal, lever, jantung, limpa. Puji Tuhan, semua kelemahan dalam tubuh kita, Tuhan Yesus sendiri yang telah memikulnya.
- Dalam jiwa, jika kita merasa lambat dalam hal belajar/mengerti segala sesuatu, itu tidak sesuai dengan kehendak Allah pada waktu menciptakan kita. Puji Tuhan, Tuhan Yesus memikul kelemahan jiwa kita, Dia memberikan pikiran-Nya dan mencabut dari hidup kita yang mengandalkan pikiran diri kita sendiri.
Kita tidak diciptakan dalam gambar dan rupa Allah dalam kelemahan, tetapi dalam kesempurnaan, kepandaian, kecerdasan, dan seluruh hal-hal baik dan positif yang Allah Bapa berikan kepada kita.
“Menanggung penyakit kitaâ€Â
Penyakit adalah semua hal yang menyerang tubuh, membuat sakit, lemah, tidak berfungsi normal, termasuk virus, bakteri, panas/demam, flu, infeksi, sampai kanker/tumor. Segala jenis penyakit telah ditanggung oleh Tuhan Yesus. Segala jenis penyakit, kelemahan, roh-roh jahat yang menguasai hidup seseorang, dapat disembuhkan dan dilepaskan oleh Tuhan Yesus.
Bagaimana mengalami kelepasan dari kelemahan dan kesembuhan dari penyakit?
Matius 8:5-13 (baca), Seorang perwira yang meminta kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang sedang sakit.
1.Menerima dan percaya, mengimani Yesus Kristus adalah Tuhan.
Ayat 6 “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”
Ayat 6 (NKJV) saying, “Lord, my servant is lying at home paralyzed, dreadfully tormented.”
Dalam Matius 16:13-20, Tuhan Yesus bertanya kepada murud-murid, siapakah diri-Nya, dan Petrus menjawab Engkaulah Anak Allah yang hidup. Sedangkan dalam Matius 8:5-13, kepala pasukan (Perwira) tersebut sudah mempunyai iman terlelebih dahulu karena dia berkata; Tuhan (Lord), bukan berkata nabi, rabi atau lainnya.
Siapa itu Tuhan?
Apakah Tuhan sanggup menciptakan dari apa yang tidak ada menjadi ada?
Apakah Tuhan sanggup membangkitkan dari kematian menjadi kehidupan?
Apakah Tuhan sanggup mengubah yang sudah lampau dibawa maju untuk terjadi hari ini?
Apa yang kita percayai tentang Tuhan itu yang akan terjadi di dalam hidup kita. Jika kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, bukan sekedar Pribadi yang disembah oleh orang Kristen, tetapi penguasa dan pencipta segala sesuatu, maka jadilah sesuai iman kita.
Apapun sebutan dari orang-orang di sekitar kita mengenai Tuhan Yesus (nabi, rabi, dll), tidak akan mengubah Pribadi Tuhan Yesus bahwa Dia adalah Tuhan, Dia Allah yang telah menjadi manusia.
Apa yang kita percaya akan mengubah hidup kita. Jika kita percaya kebohongan, maka kebohongan akan mengubah hidup kita, tetapi jika kita percaya kebenaran dari surga, maka kita akan menerima dan mengalami segala berkat yang ada di surga untuk hidup kita.
2. Nyatakan kepada Tuhan Yesus segala sesuatu.
Ayat 6 “Tuan (Lord), hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” (dreadfully tormented).
Ibrani 4:14-16 Imam Besar yang kita miliki dapat turut merasakan semua kelemahan kita karena Dia mengambil dan memikul kelemahan dan penyaklit kita.
Perwira tersebut tidak hanya turut prihatin dengan sakit yang sedang menimpa hambanya, tetapi dia datang kepada Tuhan Yesus untuk kesembuhan hambanya. Demikianpun dengan Tuhan Yesus, Dia tidak hanya prihatin dengan kelemahan dan penyakit yang kita alami, tetapi Dia sendiri yang memikul semua penyakit dan kelemahan kita, serta menyembuhkan dan melepaskan kita dari segala penyakit dan kelemahan kita.
Kapanpun kita membutuhkan pertolongan (hari ini, besok, dan waktu lainnya), Tuhan pasti akan menolong kita, dan pertolongan dari Tuhan tidak pernah terlambat.
Bagian yang harus kita lakukan adalah berlari kepada tahta kasih karunia Allah, percaya dan imani bahwa semua kelemahan-kelemahan kita telah ditanggung dan dipikul oleh Tuhan Yesus.
Kita harus menyatakan semua kelemahan-kelemahan yang kita alami kepada Tuhan Yesus, bukan kepada allah atau pribadi lainnya.
Kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal (Ayub 42:2).Tuhan sanggup mengubah saat dan waktu, memutarbalikkan segala keadaan (Daniel 2:21) karena bagi Allah tidak ada yang mustahil.
3. Dengar dan percaya kepada firman Tuhan.
Ayat 7 Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.”
Pada waktu kita berdoa, mengungkapkan segala hal kepada Tuhan Yesus, maka yang harus kita dengar bukan lagi kelemahan/penyakit kita, tetapi yang harus kita dengar adalah firman Tuhan atas situasi yang kita alami, kehendak Tuhan atas apa yang harus kita hadapi.
Firman Tuhan adalah kebenaran, standar hidup kita. Firman Tuhan adalah kehendak Allah, ekspresi karakter-Nya, rencana-Nya, dan apa yang terjadi di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, dinyatakan oleh Tuhan di dalam firman-Nya. Firman Tuhan adalah kehendak Allah yang dinyatakan kepada manusia.
Di dalam rancangan Tuhan tidak ada penyakit, kelemahan, kekurangan, kekalahan karena Tuhan berkata: barang siapa di dalam Kristus ia adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Di dalam yang baru dalam Tuhan kita dapat menikmati kemenangan, kemerdekaan, sukacita yang melimpah.
Tuhan ingin kita senantiasa bersukacita bahkan di masa-masa yang sulit karena Tuhan menyediakan hidangan di hadapan para musuh kita (Mazmur 23:5). Di dalam Tuhan Yesus penuh dengan sukacita dan damai sejahtera.
4. Deklarasikan, doakan, ucapkan, apa yang kita percayai, deklarasikan iman.
Perwira itu datang dengan iman bahwa Yesus adalah Tuhan, dia percaya bahwa Tuhan Yesus telah memikul semua penyakit dan kelemahan dari hambanya.
Ayat 8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan (Tuhan), aku tidak layak menerima Tuan (Tuhan) di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebagaimana perwira yang berkata “sepatah kata saja Tuhanâ€Â, kita pun harus menyatakan:
- Sepatah kata saja Tuhan, maka apa yang menimpa kita seketika akan lenyap, terjadi terobosan, terjadi kesembuhan.
- sepatah kata saja Tuhan, maka segala yang kacau balau ini akan tenang
- Sepatah kata saja Tuhan, maka akan terjadi kelimpahan
- Sepatah kata saja Tuhan, maka apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.
- sepatah kata saja Tuhan, maka segala yang kacau balau ini akan tenang
Apa yang kita percaya, deklarasikan dan renungkan hal tersebut. Apa yang kita terima, meditasikan hal tersebut dan taruhlah di dalam roh dan hati kita setiap waktu.
Ayat 10, Perwira tersebut mengalami perkenan Tuhan dalam hidupnya. Oleh sebab itu, kita juga harus mengalami perkenanan Tuhan dalam hidup kita.
Tuhan berkenan kepada orang yang percaya, yang punya iman (Ibrani 11:6) Jika kita datang kepada Tuhan, maka kita harus percaya bahwa Dia adalah Tuhan, Dia berkuasa, memerintah atas alam semesata, sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal.
5. Terima dan alami sesuai dengan firman Tuhan yang kita percaya.
Ayat 13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Karena perwira tersebut percaya kepada Tuhan dan meminta kepada Tuhan Yesus kesembuhan untuk hambanya, maka saat itu juga Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit yang dialami oleh hamba dari perwira tersebut.
Saat ini juga, jika kita percaya dan datang kepada Tuhan Yesus, maka kita pasti akan menerimanya, baik itu kesembuhan, kelepasan, kelimpahan, pemulihan, dll. Amin
