Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
SESUNGGUHNYA TUHAN ADA DI TEMPAT INI (BAGIAN 2)
Rev. Dr Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 15 November 2015)
Pembacaan Alkitab: Kejadian 25 : 21; 32 : 1 – 32; 33: 1 – 4
Ishak berdoa kepada Tuhan untuk isterinya, karena isterinya mandul, maka Tuhan mengabulkan doanya sehingga Ribka, isterinya itu mengandung dan melahirkan dua anak kembar, Esau dan Yakub. Menurut tradisi orang Yahudi sembilan belas tahun Ribka, isteri Ishak itu mandul. Namun Ishak dan Ribka tidak putus asa, walaupun mereka belum memiliki keturunan, mereka terus berdoa dan percaya janji Tuhan kepada Abraham bahwa keturunan mereka akan seperti pasir di laut dan bintang-bintang di langit
Jawaban atas doa tidak selalu instant (langsung terjadi), terkadang membutuhkan pergumulan doa dalam jangka waktu yang lama. Tetapi seringkali kita cepat putus asa, karena kita sudah bergumul dalam doa namun jawabannya tak kunjung tiba. Jangan menyerah, kita harus terus dan tekun berdoa sampai Tuhan menjawab!
Doa dalam bahasa Ibrani “atar†dapat juga berarti menggali. Itu sebabnya setiap kali kita berdoa, kita sama seperti seorang yang sedang menggali/ mencangkul. Untuk benih ditanam, bertumbuh, dan kemudian akan menghasilkan panen, maka kita harus menggali lebih dalam. Doa juga sama seperti kita mengetuk pintu tahta Tuhan sampai akhirnya Tuhan membukakan pintu bagi kita.
Ishak berdoa dengan bersungguh hati, maka Tuhan pun membuka pintu, sehingga dia memiliki keturunan. Mazmur 127 : 3 – 5 (baca) Pentingnya generasi muda kita harus menjadi anak-anak panah di tangan pahlawan, karena pada saat ini ada begitu banyak generasi muda yang rusak karena pengaruh dunia, dan tipu muslihat iblis.
Puji Tuhan, generasi muda di GDS (anak, remaja, pemuda) seperti tabung yang penuh dengan anak panah di tangan Tuhan, mereka memiliki masa depan yang luar biasa. Oleh sebab itu kita berdoa supaya mereka menjadi anak-anak panah yang menghancurkan semua benteng musuh, sehingga lebih banyak orang terpanggil menjadi anak-anak Tuhan.
Kejadian 25 : 27-34 (baca) Kedua saudara kembar ini memiliki sifat yang berbeda. Kesalahan Ribka dan Yakub adalah mencoba untuk mengambil apa yang Tuhan sudah siapkan untuk mereka di luar dari kehendak dan waktu Tuhan (Kejadian 27:5-10). Kita harus percaya bahwa Tuhan mempunyai waktu yang tepat untuk memberkati dan menjawab doa kita. Waktu Tuhan dapat terjadi lebih cepat, tetapi semuanya itu dalam kehendak dan rancangan-Nya. Itulah sebabnya, hal yang terpenting adalah kita harus percaya bahwa apa yang Tuhan janjikan pasti digenapi tepat pada waktunya dalam hidup kita.
Esau menganggap remeh hak kesulungannya, Ibrani 12:15-17 (baca), hal itulah yang membuat Tuhan marah kepadanya Roma 9 : 13 (baca). Ayat ini menjelaskan Tuhan tahu bahwa Yakub memang salah dalam merebut berkat, tetapi sebenarnya Tuhan melihat ke dalam hatinya bahwa Yakub lebih rindu untuk memiliki berkat hak kesulungan (warisan rohani) dari ayahnya. Sedangkan Esau menganggap hal itu tidak penting. Kita harus taat kepada firman Tuhan, tetapi kita juga harus selalu merindukan berkat Tuhan bagi hidup kita senantiasa. Kerinduan Yakub adalah kerinduan rohani, yaitu untuk diberkati oleh Tuhan melalui ayahnya.
Yakub taat untuk tidak menikah dengan orang Kanaan sesuai nasehat ayahnya, sedangkan Esau menikah dengan orang Kanaan dan kuturunannya adalah bangsa Amalek yang memusuhi bangsa Israel. (Keluaran 17; Hakim-hakim 6 : 3).
Esau marah dan dendam kepada Yakub dan berencana untuk membunuh Yakub, maka Yakub melarikan diri ke rumah pamannya yaitu Laban, dan bekerja di ladang selama empat belas tahun untuk mendapatkan Rahel. Dan enam tahun untuk mendapatkan harta dari Laban. Setelah dua puluh tahun Yakub bekerja di rumah Laban, Yakub pun melarikan diri dari Laban pamannya itu.
Banyak waktu dalam hidup Yakub adalah melarikan diri Kejadian 27 : 41; 31: 1-29 (baca). Selama seratus tiga puluh tahun dalam pengembaraan sebagai orang asing, bahkan tahun-tahun hidupnya sedikit dan buruk adanya Kejadian 47 : 7 – 9 (baca). Sebenarnya Yakub adalah orang yang diberkati Tuhan, karena dari kandungan sudah dinubuatkan, tetapi karena kesalahannya maka dia hidup dalam pelarian. Pelajaran penting untuk kita adalah kita harus taat dan setia kepada Tuhan, supaya apa yang Tuhan janjikan digenapi atas hidup kita tepat pada waktunya.
Pertemuan kembali Yakub dengan Esau, ketika Yakub kembali ke daerah asalnya.
Kejadian 32 : 1 – 7 (baca) Yakub bertemu dengan malaikat-malaikat Tuhan, setelah itu dia mengutus utusan-utusannya untuk menemui Esau. Namun Yakub sangat ketakutan setelah didengarnya bahwa Esau dan empat ratus orang pasukannya juga dalam perjalanan untuk menemuinya. Yakub kemudian membagi dua pasukan dari segala yang dimiliknya, supaya ada yang terluput jika Esau datang untuk menyerangnya. Dari kisah ini kita pelajari:
  1.   Di tengah-tengah masa yang paling sukar Tuhan selalu hadir bersama kita.
Kejadian 32 : 9 – 12 Yakub berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar doanya, karena Tuhan selalu ada bersama dengannya. Dalam doa nya Yakub menyadari bahwa semua yang dia miliki adalah berkat dari Tuhan, sekalipun dia merasa tidak layak untuk menerimanya karena apa yang pernah dilakukannya dahulu.
Jika kita sudah diberkati Tuhan, maka kemanapun kita pergi kita harus selalu mengandalkan Tuhan agar kasih dan kuasa-Nya akan selalu menyertai kita, Kita harus sedia merendahkan diri dan bertobat. Yakub memang mengandalkan kekuatannya sendiri untuk menerima berkat dari ayahnya, itulah sebabnya dia terus-menerus mengalami masalah dan melarikan diri.
Yakub sebenarnya memiliki hati untuk mencari Tuhan, oleh karena itu Yakub berdoa kepada Tuhan supaya dia dilepaskan dari Esau. Yakub menyadari bahwa dia membutuhkan Tuhan.
  2.  Doa selalu membutuhkan pergumulan. Doa membutuhkan waktu untuk bergumul karena tidak selau apa yang kita doakan terjadi secara instant (cepat)
Untuk mengalami pembaharuan harus ada pertobatan, harus ada pergumulan dan jalannya tidak mudah.Kejadian 32 : 24 – 26 (baca) Yakub harus bergumul dengan seorang laki-laki yang datang kepadanya pada waktu dia sedang bermalam seorang diri di seberang sungai Yabok. Kemudian Yakub dipukul hingga sendi pangkal pahanya terpelecok ketika dia bergumul dengan orang itu.
Ayat 26 Yakub menyadari bahwa orang yang bergumul dengannya adalah Tuhan sendiri. Dalam bahasa theologia dipakai kata “Thephanyâ€Â, yaitu Tuhan menampakkan diri dalam bentuk sebagai seorang manusia. Sebab itu Yakub berkata “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati akuâ€Â. Tuhan melihat bahwa Yakub selalu mengandalkan kekuatannya itu sebabnya Tuhan memukul pangkal pahanya, sehingga Yakub menjadi pincang.Tuhan sedang mengajarkan kepada Yakub, bahwa Yakub harus mencari dan mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan kekuatannya sendiri.
Jangan mengejar berkat, sebaliknya kita harus berdoa dan melaksanakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita, maka Tuhan pasti akan melipat gandakan kasih dan kuasa-Nya dalam hidup kita. Karena dalam pergumulannya Tuhan melihat bahwa Yakub memiliki kerinduan untuk diberkati, itu sebabnya Tuhan memberkati dan mengubahkan hidup Yakub, serta menggantikan namanya dari Yakub menjadi Israel (dari mengejar berkat hingga menjadi pahlawan yang menang)
1 Korintus 15 : 57 – 58 (baca) Kita adalah pemenang, itu sebabnya kita tidak perlu mengejar berkat dengan cara yang tidak benar, kita harus berdoa dan lakukan semua yang Tuhan percayakan dengan segenap hati dan penuh tanggung jawab, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia karena dari Tuhanlah kita akan menerima upah Kolose 3 : 23 – 24.
Dalam keadaan yang gelap sekalipun Tuhan selalu hadir untuk menolong kita.
  3.  Setelah melewati PNIEL, maka matahari pun terbit. Setelah berhadapan muka dengan Tuhan, maka Tuhan pun memberikan jalan keluar.
Yakub menamakan tempat dimana dirinya bergumul dengan Tuhan sebagai PNIEL artinya “wajah Tuhanâ€Â, Yakub telah bertemu dan berhadapan muka dengan Tuhan, tetapi dia tetap hidup dan tidak mati. Sesudah Yakub melewat Pniel maka matahari pun terbit Kejadian 32 : 30 – 31. Yakub mengalami pembaharuan hidup, ditandai dengan diganti namanya dari Yakub menjadi Israel. Yakub menjadi pincang setelah dipukul pangkal pahanya, hal ini menyatakan bahwa Yakub tidak lagi mengandalakan kakinya untuk berlari, tetapi dia mengandalkan Tuhan. Kita harus mengandalakan Tuhan, percaya kepada Tuhan lebih dari percaya kepada diri kita sendiri, imani dan lakukan firman Tuhan dalam ketaatan.
Tuhan tidak akan membiarkan kita di dalam kegelapan, memang ada saatnya kita masuk ke dalam kegelapan, apakah itu masalah ekonomi, kesehatan, pekerjaan, usaha atau apapun tetapi jika kita selalu ada dalam pergumulan dengan Tuhan, ketika kita melewati PNIEL berhadapan muka dengan Tuhan dalam doa, penyembahan, firman-Nya, maka matahari akan terbit bagi kita, ada terang yang menyinari jalan kita, ada sinar kemenangan, karena Tuhan selalu memberikan jalan keluar bagi kita.
Kejadian 33 : 1 – 4 (baca) Yakub tidak takut lagi untuk menghadapi Esau karena dia sudah menang ketika bergumul dengan Tuhan, Yakub merendahkan dirinya di hadapan Esau, karena dia tahu Tuhan sudah menyediakan dan melakukan segala sesuatu baginya.
Apapun situasi kita saat ini, kita harus melewati Pniel, yaitu bertemu dengan Tuhan. Kita harus merendahkan diri kita dan mengandalkan Tuhan supaya ada jalan keluar. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri, karena tidak ada seorangpun yang berhasil dengan kekuatannya sendiri. Yakub bisa berhasil keluar dari pergumulannya setelah dia merendahkan dirinya di hadapan Tuhan.
Ibrani 12 : 1 – 2 (baca) Perlombaan yang diwajibkan bagi kita adalah perlombaan iman, bahwa kita harus terus maju dan bertumbuh dalam iman kita. Tuhan menghendaki agar kita tetap tekun apapun situasi yang kita sedang alami saat ini. Kita harus percaya bahwa Tuhan selalu bersedia menolong kita asalkan kita mengutamakan Tuhan dan mata kita tetap tertuju kepada-Nya. Amin.
