Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
HIDUP DI DALAM KEMULIAAN TUHAN
Ps. Jesaya Henubau
(Ringkasan Kotbah Minggu 28 Juni 2015)
Pembacaan Alkitab : Keluaran 3:1-6
Manusia mencari metode yang paling benar, tetapi Tuhan mencari manusia yang bersedia menjadi mitra-Nya untuk pekerjaan-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Ia selalu membangkitkan manusia yang takut akan Tuhan dan siap sedia dipakai menjadi alat-Nya, dan salah satunya adalah Musa.
Ayat 2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Rumput/ semak duri kalau kena api pasti terbakar, tetapi jika rumput/ semak duri tidak terbakar maka itu adalah suatu peristiwa supernatural (di atas/ melebihi natural/ normal). Semua hal yang yang bersifat supernatural yang telah terjadi dalam hidup kita, sewaktu kita mengikuti Tuhan, baik itu kesembuhan, kelepasan, pemulihan, terobosan adalah pekerjaan Tuhan.
Ayat 3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sna untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu? Selama 40 tahun Musa ada di Mesir, ia mendapatkan berbagai fasilitas yang terbaik menurut ukuran manusia. Kemudian Tuhan membawa Musa keluar dari Mesir untuk mengalami hal-hal yang tak biasa, di luar logika dan kemampuan manusiawinya untuk menganalisa dan mengerti. Tuhan membawa Musa keluar dari hanya pengalaman natural atau kenyataan jasmaniahnya saja, karena Tuhan ingin Musa mendekat kepada-Nya sehingga ia mangalami pengalaman yang supranatural dan melakukan hal-hal yang supranatural.
Setiap kali Tuhan mengadakan mujizat berarti Tuhan menarik kita untuk maju mendekat kepada Tuhan. Setiap kali Tuhan menjamah kita, Tuhan ingin kita mendekat kepada-Nya dan meresponi panggilan-Nya. Dalam Lukas 5:1-11 Firman Tuhan menjelaskan bahwa nelayan-nelayan yang tidak mencari Tuhan dan yang sedang tidak bersemangat dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi murid-murid-Nya.
Bukan kita yang mencari Tuhan, tetapi Tuhan yang lebih dulu mencari kita. Oleh sebab itu setiap kali kita dijamah oleh Tuhan, itu bukan untuk diri kita sendiri, tetapi karena ada rencana Tuhan yang jauh lebih besar, yaitu kita melayani Dia. Dalam Yohanes 4:46-54 Firman Tuhan menjelaskan seorang perwira tahu mengapa ia dijamah Tuhan, karena Tuhan ingin ia dan seisi rumahnya (seluruh keluarganya) melayani Tuhan.
Setiap kali kita mengalami mujizat maka Tuhan sedang memanggil kita. Tuhan tidak pernah memberikan segala sesuatu tanpa tujuan, melainkan selalu ada tujuannya.
Kisah Para Rasul 3:1-10, Firman Tuhan menjelaskan ketika murid-murid Tuhan melayani orang yang lumpuh dan akhirnya bisa bangkit kembali maka pada akhirnya banyak orang menjadi percaya/ menjadi murid Yesus (Kisah Para Rasul 4:21-22)
Ayat 4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah. Ketika Musa mendekat kepada TUhan, maka ia pun dapat mendengar suara Tuhan. Hal yang sama pun akan terjadi dalam hidup kita yaitu kita akan mendengar suara Tuhan setiap kali kita datang mendekat kepada Tuhan.
Ayat 5 Lalu Ia berfirman:”Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus“.
“Janganlah datang mendekat†Pada waktu kita sudah datang dan mendengar suara Tuhan, maka Tuhan pasti akan memberitahu kita apa yang harus kita perbuat.
“Tanggalkanlah kasutmuâ€Â. Kasut pada waktu itu terbuat dari kulit binatang/ anyaman papyrus atau di buat dari sesuatu yang pernah hidup, ini berbicara tentang kedagingan.
  a.  Tanggalkan kasut berarti menanggalkan dosa, kedagingan, hidup yang lama, melepaskan segala sesuatu yang bersifat kekuatan/ kemampuan jasmani dan untuk masuk kepada kekudusan Tuhan.
Ketika kedua anak Harun membawa api yang asing, maka api Tuhan yang sesungguhnya turun dan membakar habis mereka (baca Imamat 10:1-2). Dalam kehidupan di dunia saat ini, kita bisa melihat/ menyaksikan hal-hal yang supranatural terjadi melalui orang yang tidak mengenal Tuhan/ tidak sungguh-sungguh di dalam Tuhan (itulah api asing), tetapi akan datang waktunya api Tuhan yang sesungguhnya turun dan menghanguskan/ membakar semuanya. Kisah Para Rasul 5:1-11 menjelaskan bagaimana api Tuhan turun dan membakar habis Ananias dan Safira yang tidak hidup dalam kekudusan ketika Tuhan melawat mereka.
  b.  Tanggalkan kasut artinya melepaskan hidup dalam realaitas natural dan masuk dalam realitas supranatural
Selama 80 tahun, Musa hidup di dalam kenyataan realitas natural saja, ia berusaha menyelamatkan bangsa Israel dengan kekuatannya tetapi ia mengalami kegagalan. Jika kita gagal berarti kita harus menyadari mungkin kita hanya mengandalkan yang natural/ kekuatan diri kita sendiri.
Menanggalkan kasut berarti kita berhenti dengan yang natural dan masuk kepada yang supranatural. Oleh sebab itu, kita yang sudah dipanggil oleh Tuhan di GDS, kita harus menanggalkan yang bersifat natural/ mengadalkan kekuatan diri sendiri dan masuk dalam kuasa supranatural dan membawa kuasa supranatural Tuhan dalam kehidupan dan pelayanan kita.
“Tempat dimana engaku berdiri adalah kudus†Kudus artinya ada pemisahan yang jelas antara hidup dalam natural dibandingkan hidup dalam supranatural, ada pemisahan yang jelas antara kenyataan jasmani dan rohani, kekuatan diri sendiri dengan kuasa Tuhan. Kudus artinya dipisahkan hanya untuk Tuhan. Kudus tidak bisa dicampur antara kegadingan dan kehendak Roh Kudus (Galatia 5:17)
Keluaran 4:2-5 (baca), Sebagai seorang gembala domba, Musa memiliki sebuah tongkat. Ketika tongkat yang biasa itu dijamah oleh Tuhan maka tongkat itu menjadi barang yang kudus. Ibrani 9:4 (baca), Dalam tabut perjanjian di tempat maha kudus ada satu barang yaitu tongkat gembala yang sebelumnya bukan apa-apa yaitu tongkat harun yang pernah dikuduskan oleh Tuhan.
Pada waktu kita dikuduskan, kita yang sebelumnya bukanlah apa-apa di hadapan Tuhan, tetapi diubahkan menjadi pribadi yang berharga/ istimewa di hadapan Tuhan. Kita dikuduskan artinya kita dipisahkan hanya untuk Tuhan, oleh sebab itu kita tidak bisa dicampurkan lagi dengan semua hal yang bersifat kedagingan, jasmani dan natural, tetapi kita harus masuk lebih jauh lagi dalam kemuliaan dan kekudusan Tuhan.
Segala yang kudus disiapkan hanya untuk Tuhan, dan tidak boleh dicampurkan atau diganggu dengan hal yang lain. Matius 6:6 (baca), Jika kita berdoa/ bersekutu secara khusus dengan Tuhan maka kita harus memastikan bahwa tidak ada lagi yang akan mengganggu doa/ persekutuan kita dengan Tuhan
Ayat 6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. Ketika Musa menanggalkan kasutnya, maka Tuhan menyatakan diri kepada Musa dalam kemuliaan-Nya
Setiap kali kita menangggalkan sesuatu yang menghalangi Tuhan untuk bekerja, sesuatu yang tidak kudus di hadapan Tuhan, menanggalkan dosa, dilepaskan dari belenggu-belenggu dosa dan kutuk, maka kita akan mengalami sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita yaitu kita akan mengalami kemuliaan Tuhan demi kemuliaan Tuhan.
Setelah para murid mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan meresponi panggilan Tuhan, maka Tuhan bekerja dalam kehidupan mereka dan membawa mereka dari kemuliaan Tuhan kepada kemuliaan Tuhan yang semakin besar. Dalam Lukas 5:1-11, dijelaskan Petrus, Yohanes dan Yakobus dipanggil secara khusus untuk masuk dalam level yang lebih tinggi.
Mereka dipanggil untuk masuk ke dalam alam supranatural. Selanjutnya Dalam Matius 17:1-13 dijelaskan mereka mengalami peristiwa dan pengalaman sesuatu yang seharusnya terjadi di masa depan mereka (di surga) tetapi mereka mengalaminya saat itu juga dibumi. Jika kita hidup di dalam kemuliaan Tuhan, maka kita akan mengalami apa yang akan datang/ hal-hal terjadi di sorga akan kita alami/ terjadi sekarang ini di bumi.
Selanjutnya dalam Kisah Para Rasul 2:1-4 para murid mengalami kepenuhan Roh Kudus, dalam Kisah Para Rasul 3 ketika mereka sedang berdoa, tempat mereka berdoa menjadi goncang, dan Roh Tuhan dicurahkan lebih besar lagi. Bahkan ketika Petrus sepenuh hati mengikut Tuhan dan tidak bimbang lagi, maka Petrus mengalami hal yang luar biasa, Petrus mendapat penglihatan dari Tuhan Kisah Para Rasul 10.
Yohanes 4:35-37 Menjelaskan Tuhan melawat orang Samaria yang belum percaya kepada Tuhan. Setiap kali kita masuk dalam kemuliaan Tuhan, maka apa yang masih jauh bagi kita adalah sekarang bagi Tuhan, karena Tuhan sanggup mengubah waktu dan musim Daniel 2:21 (baca). Dalam kemuliaan Tuhan segala sesuatu yang nanti menjadi sekarang, yang belum dipulihkan/ disembuhkan oleh Tuhan akan dipulihkan/ disembuhkan sekarang ini!
Dalam Kisah Para Rasul 9 menjelaskan Paulus mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, ia mengalami hidup dalam kemuliaan Tuhan. Saat itu juga Paulus dipanggil oleh Tuhan dan ia pun meresponi panggilan itu. Tuhan terus bekerja dalam kehidupan Paulus dan memakai Paulus secara luar biasa dan membawannya pada sebuah pengalaman yang menakjubkan, Tuhan membawa Paulus ke surga 2 Korintus 12:1-4.
Pada waktu kita ada dalam kekudusan Tuhan, kita ada dalam hadirat Tuhan, maka kita akan memiliki apa yang tidak dimiliki oleh dunia ini yaitu takut akan Tuhan. Jika kita tidak memiliki takut akan Tuhan berarti kita masih ada di luar Tuhan dan belum melangkah masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
Metode Tuhan adalah mencari orang yang siap diberkati untuk memberkati, mencari orang yang siap dipakai oleh Tuhan. Keluaran 3:7- 4:31, Tuhan memberikan penugasan, nubuatan, visi kepada Musa untuk menjadi berkat bagi bangsa Israel.
Kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan ingin melepaskan umat-Nya dari berbagai ikatan dan belenggu. Kerinduan Tuhan adalah semua orang diselamatkan dan tidak ada yang binasa (1 Timotius 2:1-6). Tuhan memanggil kita semua untuk hidup di dalam kemulian-Nya. Hidup di dalam Kemuliaan Tuhan, kita bukan hanya mengalami mujizat Tuhan tetapi melalui hidup kita, kita Tuhan melakukan berbagai mujizat dan menyelamatkan banyak orang.
