Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
MELAYANI DALAM KASIH DAN KUASA ROH KUDUS
Rev. DR Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah 31 Desember 2017)
Pembacaan alkitab : Kisah para rasul 4 : 32-33
Firman Tuhan yang tertulis dalam Kisah para rasul 4:32-37 merupakan lanjutan dari peristiwa yang terjadi dalam Kisah para rasul 2:41-47. Mengapa terjadi seperti dalam ayat 42 yaitu adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan Sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
Ada hari raya Pentakosta, orang Israel datang dari berbagai negara berkumpul di Yerusalem, tiba tiba terjadi pencurahan Roh Kudus. Setelah peristiwa Pentakosta mereka tidak pulang, melainkan mereka terus berkumpul dan jumlahnya pun bertambah dari 3000 menjadi 5000 orang yang percaya. Pada waktu itu, jika ada orang Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus, mereka harus diusir dari sinagoge. Itu berarti orang orang seperti itu akan sulit mendapatkan pekerjaan di kalangan masyarakat yang tadi. Maka sebagai jalan keluar atas apa yang sedang terjadi saat itu, mereka yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus yang tinggal di Yerusalem menolong jemaat mula mula itu dengan menjual hartanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dari 5000 orang tersebut.
Mengapa kita harus melayani dalam kasih dan kuasa Roh Kudus? Tuhan menghendaki agar gereja yang ada dimuka bumi ini harus SEHATI.
Orang Kristen harus lebih dari orang yang bukan Kristen dalam hal kesehatian. Karena lewat kesehatian dan persatuan, maka dunia percaya bahwa kita adalah murid murid Tuhan.
Kesehatian dasarnya adalah kasih Agape. Tanpa ada kasih Agape tidak akan ada kesehatian dan persatuan sejati.
Malam hari sebelum Tuhan Yesus ditangkap dan disalibkan, Tuhan Yesus berbicara kepada muridNya tentang kasih (baca Yohanes 13:34-35). Tuhan Yesus mengingatkan kepada para dan juga kepada kita bahwa dunia akan percaya kepada Tuhan Yesus jika kita saling mengasihi.
Pengertian kasih berdasarkan Kisah para rasul 4:32 adalah menjadi orang Kristen harus murah hati, tidak boleh pelit. Kita harus tahu diri bahwa semua yang kita miliki adalah berkat atau pemberian dan kepercayan dari Tuhan. Hidup kita dan semua yang kita miliki adalah milik Tuhan, kita dipercayai Tuhan menjadi pengelola milik Tuhan. Karena kita memiliki dan kepunyaan dari satu bapa di surga, dan apa yang kita miliki adalah miliknya Tuhan, berarti apa yang kita juga adalah milik kita bersama. Tetapi sebagai pengelola milik Tuhan kita dituntut untuk bertangungjawab mengelola milik Tuhan yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita masing-masing. Menjadi orang Kristen berarti menjadi anak dan murid Tuhan. Anak-anak atau murid-murid Tuhan harus murah hati, saling mengasihi, saling menolong dan membantu.
“Bahwa kita harus sehati” Apa arti sehati? Artinya adalah kita sama-sama tahu, apa yang kita miliki (ada yang lebih ada yang kurang), tetapi semua adalah milik Bapa di surga. Dan itu diberikan kepada kita dengan tujuan agar Injil harus diberitakan ke seluruh dunia, amanat Agung Tuhan Yesus harus dilaksanakan.
Tuhan tidak tugaskan kita di dunia ini untuk mencari nafkah. Tuhan tugaskan kita untuk memancarkan kemuliaanNya, memberitakan kepada dunia ada Tuhan Yang Maha kasih dan Maha kuasa. Yang dapat menyelamatkan manusia dari kuasa dosa, iblis dan maut / neraka.
Kita memang harus bekerja, tetapi jangan berkerja hanya untuk makanan yang Fana, melainkan bekerjalah untuk makanan yang kekal (baca Yohanes 6:27-29).
Bagaimana dengan bisnis, usaha dan pekerjaan yang kita lakukan? Setiap bisnis, usaha, pekerjaan kita merupakan sarana yang Tuhan pakai untuk memberkati hidup kita dengan tujuan Injil harus diberitakan ke seluruh dunia melalui berkat-berkat yang kita peroleh. Ingat! Semua yang kita miliki akan kita tinggalkan di dunia ini, yang masuk surga adalah roh dan jiwa kita yang telah menjadi anak-anak Bapa disurga dan jiwa-jiwa yang diselamatkan. Alangkah bahagianya kita ketika di surga ada orang-orang yang menyalami kita karena melalui doa, kesaksian dan pelayanan serta harta/uang kita melalui pemberitaan Injil yang sampai kepada orang-orang tersebut sehingga mereka diselamatkan.
Menjadi orang percaya adalah orang yang murah hati (baca Lukas 6:36-38). Bapa kita di surga memiliki karakter yang murah hati. Oleh sebab itu kita harus juga memiliki karakter yang murah hati. Kita harus memiliki Kemurahan hati dalam hal memberi waktu untuk Tuhan, datang dari ibadah, untuk pergi misi, untuk menginjil. Kita harus murah hati dalam memberi pertolongan, memberi tenaga, memberi waktu, memberi uang atau harta dan juga dalam hal mengampuni dan memaafkan. Kita dipanggil dan dipilih oleh Tuhan untuk menjadi anak-anakNya yang murah hati!
Kisah para rasul 4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
Mengapa para rasul memberikan kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dengan kuasa yang besar? Semuanya sebenarnya sudah dimulai dari Kisah para rasul 2:41-42. Mengapa sampai kuasa Tuhan dinyatakan ?
a. Karena para rasul memberitakan dan mengajarkan Firman Tuhan sesuai Amanat Agung, sehingga mereka yang percaya menaati Firman Tuhan yaitu memberi diri dibaptis.
Kisah para rasul 2:41. Orang orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira kira 3000 jiwa.
Memberi diri artinya dengan suka rela. Bagi jemaat GDS yang belum memberi diri dibaptis selam, maka harus segera dibaptis selam di tahun 2018.
Yang Tuhan lihat dari diri kita adalah pakaian Rohani, bukan pakaian jasmani. Dalam amanat Agung, Tuhan Yesus sangat jelas mengatakan bahwa “…. karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus….” (Matius 28:19-20)
Jika kita ingin melayani dalam kasih dan kuasa Roh Kudus maka kita harus mati dari manusia lama dan bangkit kembali menjadi manusia baru melalui pertobatan dan kelahiran baru oleh Roh Kudus dan di materaikan melalui baptisan selam.
b. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Ada kerinduan untuk terus belajar firman Tuhan dan dimuridkan.
Kisah para rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul” artinya mereka terus dimuridkan, baik secara pribadi, kelompok kecil dan komunitas.
“Memecahkan roti” artinya mereka mengadakan Perjamuan Kudus. Kita harus mengetahui bahwa dalam perjamuan kudus, roti dan anggur tidak punya kuasa tanpa urapan dari Tuhan. Kita tidak mengadakan perjamuan kudus secara seremonial, liturgis secara agamawi, tetapi ketika kita mengadakan perjamuan kudus yaitu pada waktu makan roti dan minum anggur kita rindu untuk mengalami jamahan Tuhan atas hidup kita, mengalami hubungan pribadi dengan Tuhan.
Kisah para rasul 4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Mengapa para rasul bisa mengalami kuasa Tuhan yang besar? Karena anugerah kasih karunia melimpah-limpah. Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang mau telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Jika kita menerima kasih karunia yang berlimpah-limpah dan taat kepada Firman Tuhan maka kita pun akan mengalami kuasa Tuhan yang besar.
Kasih karunia yang melimpah-limpah tidak ada di luar Yesus, tetapi hanya ada didalam Yesus. Yohanes 1:16 Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
Jika kita sungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Tuhan Yesus, maka kita pasti akan menerima kasih karunia yang melimpah-limpah. Dan kasih karunia yang melimpah-limpah itu memberi kita kuasa untuk terlepas dari belenggu atau ikatan apapun. Amin.
