Skip to content

PERTOBATAN = PERUBAHAN PIKIRAN

Ps Debora Henubau

(Ringkasan Khotbah 27 Mei 2018)

Pembacaan Alkitab : Markus 1 : 15
Waktunya telah genap Kerajaan Allah sudah dekat, BERTOBATLAH dan percayalah kepada Injil. Kita adalah anggota kerajaan Allah, memiliki identitas sebagi anak-anak Raja segala raja, dan sebagai anak kita adalah ahli waris semua berkat dalam Kerajaan surga.

Menangis dan menyesal dari Tuhan (godly sorrow) atas dosa-dosa kita akan memimpin kita kepada pertobatan. Namun rasa bersalah itu bukalah pertobatan. Karena arti pertobatan yang sebenarnya adalah PERUBAHAN DALAM CARA BERPIKIR.

Pertobatan yang kita alami tidak berhenti satu kali, ketika kita lahir baru saja, tetapi pertobatan itu setiap hari. Pertobatan harus kita alami setiap kali kita mendengar firman Tuhan. Karena firman Tuhan akan mengubahkan hidup kita dan mengajarkan kita untuk bertumbuh dan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar. Kita butuh firman Tuhan setiap hari. Mendengar, membaca, dan merenungkan firman Tuhan sama seperti kita sedang bercermin tentang diri sendiri, dan hal itu akan mengubahkan pikiran kita. Bertobat atau perubahan pikiran setiap hari.

Kisah Para Rasul 2 : 38 Murid-murid Tuhan telah diubahkan, setelah mereka mengalami pencurahann Roh Kudus, dan dengan berani mereka memberitakan Injil Kerajaan Allah. Pada waktu Petrus berkhotbah, banyak orang yang mendengar pemberitaannya menjadi terharu lalu bertanya kepadanya apa yang harus mereka perbuat, jawaban Petrus dimulai dengan BERTOBATLAH dan hendaklah beri dirimu dibaptis, maka kamu akan karunia Roh Kudus.

Jadi, bagaimana caranya kita menerima karunia Roh Kudus? dimulai dengan pertobatan. Dan pertobatan adalah perubahan pikiran. Setiap kali firman Tuhan berbicara kita harus membuka hati dan pikiran kita, dan jangan beri batasan-batasan apapun.

Yakobus 4 : 9 (baca) Surat Yakobus ini ditujukkan kepada kita, sebagai orang-orang percaya, untuk selalu menyadari kemalangan kita, berdukacita dan meratapi diri kita di hadapan Tuhan, setiap kali Roh Kudus membukakan firman Tuhan, dan menyatakan setiap dosa dan pelanggaran yang kita perbuat. Pertobatan dimulai dengan hancur hati/ berduka cita.

Kita bertobat dan meratapi kebiasaan-kebiasaan yang lama, jika dulu kita kompromi, senang, dan tertawa untuk hal-hal yang kotor dan najis, suka untuk melakukan cara-cara curang dan licik, maka semua itu diganti dengan ratapan dan dukacita karena penyesalan di hadapan kepada Tuhan.

Kolose 3 : 2 – 3 Pada waktu kita bertobat, kita mati untuk dosa-dosa kita, dan bangkit di dalam Kristus dengan kuasa kebangkitan-Nya karena itu perubahan pikiran kita adalah diubahkan dari mengejar hal-hal duniawi kepada mengejar perkara-perkara surgawi (di atas). Sehingga roh dan pikiran kita juga terhubung dan mengalami persekutuan dengan Bapa di surga, sehingga kita mengalami hal-hal yang supranatural di bumi ini.

Kolose 3 : 17 Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dalam nama Tuhan Yesus. Artinya, sekalipun kita ada di dunia ini, namun pikiran kita harus senantiasa bersandar dan bergantung kepada Tuhan Yesus yang memberi kita terobosan, keberhasilan dan kemenangan.

Jangan menjadi sama dengan pola pikir dunia ini. Pola Pikir dunia ini: mayoritas mengalahkan minoritas, sedangkan pola pikir di Alkitab; satu orang dapat mengalahkan seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang Ulangan 32 : 30

Tanpa kita sadari, pola pikir dunia sudah mempengaruhi pikiran kita, itu sebabnya kita selalu merasa minder, kalah, dan menyerah setia kali menghadapi tantangan atau kesulitan. Kita harus betobat, ubahkan dan selaraskan pikiran kita dengan firman Tuhan. Pikiran Kristus harus menjdi pikiran kita!

Kisah Para Rasul 2 – 5 Ketika hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan, muri-murid mengalami kuasa Tuhan, mujizat dan tanda-tanda heran terjadi dimana-mana, Petrus menyembuhkan orang lumpuh kurang dari satu jam dia berkhotbah tiga ribu orang bertobat.

Pada waktu itu, terjadi kebangunan rohani yang besar, jemaat mula-mula selalu berkumpul bersama-sama, roh mereka menyala-nyala untuk Tuhan, jumlah mereka bertambah, namun pertobatan tidak berhenti, mereka harus terus-menerus bertobat dan diubahkan, karena di tengah-tengah keadaan itu, justru Ananias dan Safira tidak bertobat (pikiran mereka tidak diubahkan), mereka malah bersepakat untuk berdusta terhadap Roh Kudus, akibatnya mereka berdua mati.

Jika kita sudah percaya, diubahkan dan mengalami baptisan Roh Kudus, maka jangan berhenti sampai di situ saja, karena waktu kita berhenti saat itulah kita sedang mundur, sebaliknya kita harus terus maju secara rohani = waktu firman Tuhan diberitakan, kita harus terima dan bertobat, ubahkan cara berpikir kita supaya kita terus-menerus diubahkan.

Setiap hari kita harus alami persekutuan dengan firman Tuhan Roh Kudus! Firaun mengeraskan hati akibatnya dia mati, padahal dia menerima kasih karunia supaya dia bertobat. JANGAN KERASKAN HATI, pada waktu ROH KUDUS BERBICARA UNTUK MENEGUR DAN MENGARAHKAN HIDUP KITA.

Kisah Para Rasul 8 : 9 – 20 Di Samaria, ada seorang tukang sihir bernama Simon, Setelah Filipus memberitakan Injil, dia pun menjadi percaya, dibaptis, dan mengikuti Filipus dan takjub melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. Namun Ketika Petrus dan Yohanes datang ke Samaria Simon hendak membeli karunia-karunia dengan Allah, ketika dia melihat mereka menumpangkan tangan dan banyak orang menerima Roh Kudus, akhirnya Petrus menegur simon dengan keras.

Simon sudah percaya dibaptis namun dia hanya mengenal Alllah, sebagai kuasa dan bukan pribadi. Itu sebabnya dia ingin membeli karunia Roh Kudus. Kita menerima karunia Allah dengan cuma-cuma, melalui otoritas rohani yang Tuhan percayakan di atas kita (impartasi). Selain itu untuk menerima dan mengalami karunia-karunia Roh Kudus, kita harus mengenal dan mengalami Tuhan secara pribadi.

Pengenalan akan Tuhan harus setiap hari, sehingga kita diubahkan dan memiliki pikiran Kristus.

Kisah Para Rasul 8 : 24 Setelah Simon ditegur Petrus, dia pun bertobat dan meminta kasih karunia Allah. Jangan tersinggung jika kita ditegur, karena Tuhan memakai pemimpin rohani, orang-orang percaya lainnya untuk membuat kita bertobat dan mengubahkan cara berpikir yang salah.

Yakobus 4 : 4 – 6 Kita harus ada di rumah jika kita mau sungguh-sungguh menjadi bagian dari keluarga, hidup selalu dalam pesekutuan dengan Tuhan! Jangan bersahabat dengan dunia ini, karena hal itu berarti perumusuhan dengan Allah.

BAPA melahirkan kita melalui Roh Kudus, supaya di dalam Roh Kudus kita mengalami dengan persekutuan dengan Bapa.

Kolose 3 : 9 – 10 Pertobatan itu artinya mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya. Tubuh kita ini seperti baju (casing), sifatnya hanya sementara. Diri kita yang sebenarnya adalah roh dan jiwa. Dalam Kristus kita harus memakai tubuh kita untuk melakukan kehendak Tuhan, oleh sebab itu kita harus terus-menerus diubahkan cara berpikir kita Roma 12 : 1 – 2 ; Roma 6 : 17; Markus 12: 30, Amin!

No results found...