Skip to content

INJIL KERAJAAN ALLAH

Ps. David Cordeau

(Ringkasan Khotbah 20 Mei 2018)
Pembacaan Alkitab: Matius 6 : 33

Kerajaan Allah sudah ada sebelum gereja ada, pada masa gereja, dan akan tetap ada setelah masa gereja berakhir nantinya di bumi ini. Dengan kata lain, Kerajaan Allah sudah ada sejak awal, dan kemudian gereja hadir untuk membawa pemulihan bagi umat manusia, sehingga gereja bisa membawa kita mengalami Kerajaan Allah.

Semua hal yang Tuhan kerjakan dalam memulihkan hidup kita, adalah untuk membawa kita kepada identitas kita. Karena ketika kita tahu siapa diri kita sebenarnya, kita dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Daniel 11 : 32 …tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak

Matius 6 : 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Artinya setiap kali kita mencari dahulu kerajaan Allah, semua kebutuhan kita akn disediakan Tuhan bagi kita. Tuhan sudah memanggil kita untuk mencari Kerajaan Surga, supaya apa yang ada di surga dinyatakan di bumi ini. Jadi, jangan ijinkan diri kita terkunci di satu area, tetapi terimlah semua yang Bapa sediakan bagi kita. Ada banyak hal yang kita bisa terima lebih dari keselamatan yang diberikan bagi kita. Keselamatan adalah jalan masuk kepada Kerajaan Allah. Dan pada waktu kita masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka hal itu akan membuka dunia yang baru bagi kita.

Kita ada dalam suatu musim dimana Tuhan mau memakai hidup kita untuk memanifestasikan Kerajaan- Nya, dan setiap dimensi dari KerajaanNya. Jangan hanya nyaman di posisi kita ada saat ini, KITA HARUS BERTUMBUH.

Pada waktu Tuhan Yesus mati dan bangkit kembali, Dia memulihkan Kerajaan Allah untuk kita. Sejak awal hingga akhir pelayanan-Nya di bumi Tuhan Yesus berulang-ulang kali memberitakan Injil Kerajaan Allah baik dalam perumpamaan maupun dalam khotbah dan pengajaran-Nya, bahkan Tuhan Yesuspun mengajar murid-murid-Nya untuk mendeklarasikan Injil Kerajaan Allah.

I. Apa inti dari Injil Kerajaan Allah?

Injil Kerajaan Allah adalah otoritas Tuhan dan penguasaan-Nya sudah datang ke bumi. Artinya pada waktu Injil Kerajaan Allah diberitakan, kita sedang memberitakan segala sesuatu di surga dinyatakan ke bumi pada saat itu juga (sekarang). Apapun yang ada di surga kita terima di dalam hidup kita sekarang di bumi, kita tidak perlu menunggu sampai kita meninggal untuk menerima semua bagian yang ditentukan bagi kita. Tetapi apa yang kita butuhkan sekarang, kita akan terima sekarang juga.

Injil Kerajaan Allah adalah Tuhan Yesus mati dan bangkit kembali, untuk MEMULIHKAN IDENTITAS KITA, menjadikan kita RAJA DAN IMAM. Pada waktu Tuhan Yesus pulihkan hidup kita, Dia akan memulihkan kita lebih baik dari keadaan sebelumnya, itulah prinsip dari pemulihan di dalam Alkitab.

Alkitab menjelaskan bahwa Adam pada waktu diciptakan lebih rendah dari malaikat. Tetapi melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, kita didudukan bersama dengan Kristus di surga. kita didudukan jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa.

Alkitab menjelaskan bahwa iblis /setan adalah penguasa di udara, dan atas dunia ini. Namun, kita didudukan jauh lebih tinggi daripadanya, hal itu berbicara tentang kuasa dan otoritas untuk mengusir menghancurkannya. Itu sebabnya tidak ada alasan bagi kita untuk takut kepada musuh, karena musuhlah yang takut kepada kita. Roh yang ada pada kita lebih besar dari pada roh yang ada di dunia ini.

Pada waktu kita mengerti posisi kita di dalam Tuhan, hal itu akan memposisikan kita untuk bisa mendemonstrasikan Kerajaan Allah. Peperangan terbesar iblis dalam hidup kita adalah menghancurkan identitas kita. Sejak awal iblis menaruh keraguan terhadap Hawa ketika di taman Eden (Kejadian 3 : 1), dan hal yang sama pun dilakukannya pada kita saat ini. Dengan berbagai cara iblis menaruh keraguan dalam pikiran kita tentang siapa diri kita sebenarnya.

Salah satu tragedi dari sebuah agama, agama adalah usaha manusia untuk menyenangkan Tuhan. sedangkan TUHAN mencari kita supaya kita memiliki hubungan dengan-Nya. Sangat disayangkan bahwa agama mengajarkan kita bahwa kita tidak akan cukup baik menjadi seperti apa yang Tuhan kehendaki. Bahkan seringkali justru agama yang berusaha menghancurkan identitas kita. tetapi kita bersykur bahwa Tuhan Yesus datang supaya identitas kita dipulihkan, sehingga kita bisa duduk bersama-sama dengan-Nya di surga.

Cara satu-satunya kita bisa mengalami apa yang sudah Tuhan Yesus kerjakan bagi kita adalah adalah PERUBAHAN PIKIRAN. Jika kita selalu melihat diri kita selalu kalah, kita akan menjalani hidup kita sesuai dengan pikiran itu.

Matius 16 : 19 (baca) Kita telah dibrikan kunci-kunci Kerajan Surga. Artinya Tuhan memberikan kita otoritas di bumi ini, supaya apapun yang kita gunakan, Tuhan akan memberikan/ menyatakannya dari surga. kita diberikan otoritas untuk memperluas kerajaan Allah. Matius 12 : 28 (baca) pada waktu kita melihat orang dilepaskan dari kuasa iblis, kita sedang melihat Kerajaan Allah dinyatakan dan didemonstrasikan di tengah-tenagh kita. KERAJAAN ALLAH HARUS DIDEMONSTRASIKAN!

Lukas 8 : 1 Tuhan Yesus berjalan dari desa-desa dan kota-kota unti BERKHOTBAH dan MEMBAWA INJIL KERAJAAN ALLAH. Artinya, kemanapun Tuhan Yesus pergi Dia berkhotbah dan mendemonstrasi Kerajaan Allah. Rasul Pulus pun melakukan hal yang sama dalam 1 Korintus 2 : 4 (baca).

Pemberitaan kita seharusnya dengan “Perkataan” dan “demonstrasi” kuasa Roh Kudus.
Kita hidup dalam generai yang butuh perkataan dan demonstrasi. Jika kita berkhotbah dan mengajar, kita juga harus mendemonstrasikan apa yang kita khotbahkan.
Otoritas dan Penguasaan.

Ketika Tuhan tempatkan Adam di taman Eden, Tuhan memberikan Adam penguasaan dan otoritas. Adam ditetapkan sebagai pemerintah dan penguasa dunia. Dia memegang otoritas penuh dan memerintah atas dunia pada waktu itu. Adam mewakili surga di atas bumi. Tetapi pada waktu Adam berdosa, dia kehilangan otoritas dan penguasaan atas dunia ini. Tetapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya mengembalikan penguasaan itu kepada kita. cara satu-satunya agar penguasaan itu bisa didemonstasikan memposisika diri kita memerintah berama-sama dengan Kristus. Pada waktu kita dilahirkan kembali di dalam Kristus (lahir baru) kita dijadikan raja di muka bumi ini.

Milikilah penguasaan dimulai dari keluarga (rumah) dimana Tuhan percayakan. Kita ditaruh di keluarga untuk membuat keputusan apa yang boleh masuk dan keluar dari rumah kita. Kitalah yang mengambil keputusan bahwa rumah saya adalah surga di bumi ini. Kita memiliki tanggung jawab untuk melihat kerajaan Allah dinyatakn di keluarga kita.

Setelah kita menguasainya, maka kita harus perluas ke area yang Tuhan berikan kepada kita (usaha, pekerjaan, dll) Apa yang kita kerjakan dan usahakan haruslah menyatakan dan memanifestasikan Kerajaan Allah. Apapun yang menjadi tanggung jawab kita, kita merepresentasikan dan memanifestsikan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini.

II. Exocia (otoritas) dan dunamis (kuasa)

Panggilan besar kita adalah untuk memanifetasiksm tanda-tanda heran dan mujizat untuk melihat kjasa Tuhan dimanigestasikan dalam hidup kita. Exocia adalah otoritas untuk melakukan kehendak Allah

Markus 6 : 7. Tuhan memberikan murid-murid otoritas atas roh-roh jahat. Dua hal yang harus kita tahu: tahu tentang kehendak Allah, tetapi kita juga tahu bahwa kita memiliki otoritas untuk melakukan kehendak Allah.

Kisah Para Rasul 1 : 8 Kamu akan menerima kuasa (dunamis). Artinya dinamit atau kuasa yang meledak. Kita diberikan sesuatu yang besar. Pada waktu kita percaya kita diberikan otoritas (Exocia). Namun ketika kita dibaptis oleh Roh Kudus kita diberikan kuasa (Dunamis).
Yohanes 1 : 12 Kita diberika otoritas menjadi anak-anak Allah. Markus 3 : 14 – 15: Lukas 10 : 19 otoritas atas roh-roh jahat untuk menginjak dan menahan kekuatan musuh. Kisah Para Rasul 1 : 8 kita diberikan kuasa untuk mendemonstrasikan kuasa dan kerajaan Tuhan!

Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid untuk tunggu sampai mereka diperlengkapi dengan kuasa (dunamis). Dengan kata lain ijinkan Kuasa Tuhan turun dan dinyatakan dalam hidup kita baru kita bisa melayani.

Kisah Para Rasul 2 Jangan jalani hidup kristen tanpa memiliki kuasa dan pengurapan Roh Kudus. Kita berjalan dalam otoritas, namun kita juga harus berjalan dalam kuasa untuk mendemonstrasikan kerajaan Allah. Kita harus penuh dengan Roh Kudus, tidak peduli dengan penerimaan dan penilaian dunia ini, Yang kita harus kita alami adalah tahu ada kuasa yang menyala-nyala dalam diri kita.

No results found...