Ps. Patrick Ondrey (Ringkasan Khotbah 18 November 2018) Hukum untuk semua yang hidup adalah bertumbuh…
MENUJU KEDEWASAN PENUH SEPERTI KRISTUS
Ps Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018)
Pembacaan Alkitab : Efesus 4 : 11 – 15
Selama kita ada di bumi ini, kita sedang bertumbuh terus-menerus menuju kedewasan penuh seperti Kristus. Inilah tujuan dan arah kita hidup. Bahwa kita dibawa untuk naik dari kemuliaan kepada kemuliaan yang berikutnya, bertumbuh dari iman kepada iman dalam tingkat pertumbuhan sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Kita dipanggil dan dipilih oleh Tuhan bukan hanya untuk memperoleh sukses, keberhasilan, keuntungan dari yang kita usahakan dan kerjakan di bumi ini, tetapi lebih dari pada itu, Kita dipanggil untuk sesuatu yang luar biasa, yaitu untuk menjadi seperti Kristus! Semua sedang bertumbuh ke arah Kristus yang adalah KEPALA. Kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus, kita (anggota jemaat/ gereja) adalah anggota tubuh Kristus, sehingga satu sama lainnya saling terkoneksi, sebagai saudara/i menjadi keluarga di dalam Kristus.
Lima Jawatan pelayanan Tuhan Yesus berikan kepada gereja, tujuannya untuk memperlengkapi umat Tuhan untuk pelyanan bagi pembangunan tubuh Kristus. Itu sebabnya sebagai bagian dari tubuh Kristus, tugas kita adalah BERTUMBUH, tidak bertumbuh berarti mati! Kita harus betumbuh ke arah Kristus. Kita dilengkapi di dalam gereja, sampai kita mencapai pengetahuan dan pewahyuan yang benar tentang Anak Allah, itulah Kristus.
Sehingga kita bukan lagi anak-anak yang mudah diombang-ambingkan dengan rupa-rupa angin pengajaran. Anak-anak di sini maksudnya bukanlah ukuran usia, tetapi lebih kepada level kerohanian. Siapa yang membaca dan merenungkan firman, memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan, tertanam di gereja, dan dimuridkan akan bertumbuh dewasa. Sebaliknya jika seseorang tidak bertumbuh secara rohani, dia akan seperti anak-anak, pada akhirnya tidak akan mencapai goal, atau tujuan serupa dengan Kristus.
Lukas 13 : 22 – 30 (baca) Ada seorang yang bertanya kepada Tuhan Yesus; sedikit sajakah orang yang diselamatkan? dan bisa masuk dalam kerajaan surga? Tuhan Yesus menjawab; BERJUANGLAH UNTUK MASUK MELALUI PINTU YANG SESAK ITU!.
Banyak orang akan berusaha masuk, tetapi mereka tidak dapat. Satu-saunya jalan agar kita bisa masuk ke pintu keselamatan adalah melalui Tuhan Yesus Kristus. Ingatlah, banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih.
Jangan membohongi diri kita, dengan berkata; kita sudah nyaman dan nyaman karena kita sudah Kristen. Betul, keselamatan di berikan secara gratis, karena ditebus dengan darah yang mahal, tetapi untuk melangkah masuk ke dalam keselamatan kita harus BERJUANG dan BERTUMBUH! Jangan sia-siakan apa yang sudah kita terima.
Lukas 13 : 25 – 27 (baca) Banyak orang yang sudah mendengar firman, mengenal Tuhan Yesus, dan telah mengalami persekutuan makan dan minum dengan-Nya, namun bagi mereka pintu tertutup, karena mereka semua melakukan kejahatan. Kita bisa memilih untuk hidup di dua dunia (kompromi). Sebagai anak Tuhan, hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, dan hidup dengan cara duniawi untuk melakukan kejahatan, yaitu segala sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan. Namun pada akhirnya pintu keselamatan akan tertutup bagi kita, karena kita ditolak oleh Tuhan.
Lukas 13 : 28 – 30 Orang yang melakukan kejahatan akan dicampakan keluar dari kerajaan Allah, dimana di sana terdapat ratap dan kertak gigi. Jadi, siapa yang bisa masuk kerajaan Allah? Tidak pandang ras, atau suku bangsa. Tetapi bagi semua orang dari segala zaman dan generasi yang datang mencari Tuhan dan mengejar hadirat-Nya.
Yang datang terdahulu menjadi terkemudian, dan yang kemudian menjadi yang terdahulu. Jika kita hendak menuju kedewasaan penuh seperti Kristus, maka hal itu bergantung kepada apa yang kita makan/ konsumsikan. Keselamatan yang kita terima adalah anugerah/ pemberian Tuhan, tetapi untuk masuk ke dalamnya kita harus BERJUANG sampai akhir hidup kita. Pada waktu kita terima keselamatan, jangan lepaskan, kita harus terus berjuang, karena pertandingan ini masih panjang, kita harus selesai ampai akhir.
Kolose 3 : 1 – 17 (baca)
Hidup di dalam Kristus artinya dibangkitkan secara rohani di dalam Kristus, dari kematian, itulah hidup yang lama. Sehingga kita mampu mencari dan menemukan perkara-perkara di atas (perkara surgawi). Bangkit dengan Kristus artinya kita memiliki kuasa untuk hidup berkemenangan. Oleh sebab itu pikirkan perkara-perkara diatas. Dengan kata lain, PUNYAILAH PIKIRAN SURGA atau BERPIKIR SEPERTI DI SURGA, sekalipun kita masih berada di bumi. Apa yang penting dalam pikiran Bapa, itu juga ada di dalam pikiran kita, sebaliknya apa yang tidak ada dalam pikiran-Nya, juga tidak ada dalam pikiran kita.
Jika kita hidup di dalam kuasa maka kita dapat menaklukan pikiran kita sendiri. Kita harus mengendalikan pola pikiran kita. Pikiran surga bukanlah tentang tekanan, tetapi pikirkanlah tentang kemenangan, maka hal itulah yang akan terjadi. Apa yang kita takuti, itulah yang akan terjadi. Jika kita pikirkan apa yang menjadi pikiran dan kehendak Tuhan, maka hal itulah yang terjadi. Apa yang kita ucapkan itulah hati dan pikiran kita, itu sebabnya mulailah dengan mengucapkan firman Tuhan!
Ayat 3 Hidup kita tersembunyi di dalam Kristus, artinya kita ada di dalam Kristus, sehingga pikiran-Nya menjadi pikiran kita. Karena kita di dalam kepenuhan Kristus, maka kita berjalan dengan Kristus setiap saat. Kristus di dalam kita, dan kita di dalam Kristus.
Ayat 4 Kristus akan menyatakan diri-Nya, dan kita pun menyatakan diri kita besama-sama dengan-Nya, karena kita di dalam Dia. Hari ini pun, Kristus menyatakan diri-Nya di dalam dan melalui kita.
Ayat 5 – 6 Ada hal aktif yang harus kita lakukan, sebagai bentuk BERJUANG/ BERUSAHA masuk kepada pintu keselamatan yang sesak itu; MATIKANLAH dalam diri kita semua yang berasal dari duniawi. Karena jika kita ingin masuk ke dalam kemuliaan Tuhan, maka hal itu berarti KITA HARUS MATIKAN DI DALAM DIRI KITA SEMUA HAL YANG BERASAL DARI DUNIA. Karena semua itu mendatangkan murka Allah kepada orang-orang durhaka, yaitu orang yang memberontak dan tidak mengasihi Tuhan.
Ayat 7 – 8 Dulu di luar Kristus kita terikat dengan dosa dan hal-hal duniawi, tetapi ketika kita hidup di dalam Kristus, kita dimerdekakan, dan mempunyia kuasa untuk MEMBUANG segala sesuatu yang bukan berasal dari Tuhan (sampah yang tersimpan dulu). Hendaklah Semua perkataan kotor, fitnah, kutuk, dusta yang keluar dari mulut dan hidup kita harus dicabut dan dibuang!
Ayat 9 – 11 Setelah membuang segala sesuatu, kita harus MENANGGALKAN MANUSIA LAMA. Segala perbuatan kita itu seperti pakaian/ baju, diri kita yang sebenarnya adalah roh dan jiwa. Itu sebabnya semua perbaatan tubuh (kedagingan) harus kita tanggalkan.
Setelah itu kita MENGENAKAN MANUSIA BARU, YANG TERUS-MENERUS DIPERBAHARUI. Kita harus bertanggung jawab atas diri kita sendiri untuk tetap bersih (kudus) di hadapan Tuhan. Karena Tuhan menghendaki agar kita terus bertumbuh kedewasaan penuh sampai kepada gambaran Kristus. Semua orang yang hidup di dalam kepenuhan Kristus tidak lagi hidup dalam perbedaan.
Ayat 12 – 14 Di atas segala sesuatu kenakanlah kasih sebagai pengikat, yang mempersatukan. Apapun yang kita kerjakan motivasinya adalah kasih. Kasih yang dikenakan adalah kasih Kristus, bukan kasih humanis.
Ayat 15 Kita dipanggil menjadi satu tubuh, dan jadikanlah damai sejahtera Kristus yang memerintah di hati kita. Artinya, kitalah yang menentukan damai sejahtera ada di dalam hidup kita. Di dalam Kristus kita sudah diberikan kuasa dan otoritas untuk memerintah, sehingga kita bisa memerintahkan damai sejahtera Tuhan yang mengambil alih hati dan pikiran kita. Kita dipanggil untuk memiliki damai sejahtera.
Ayat 16 – 17 Jadikanlah perkataan Kristus (firman Tuhan) diam di dalam hati dan pikiran kita, dengan segala kekayaan-Nya. Segala sesuatu yang kita lakukan perkataan perbuatan dan lakukan semua di dalam nama Tuhan Yesus. Jadi bagaimana kita bisa masuk melalu pintu yang sesak itu?
Berjuang, pertahankan iman, hidup dalam kekudusan dan lakukanlah segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur.
Kolose 3 : 23 Segala sesuatu yang kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan, motivasi kita adalah mengasihi Tuhan. Waktu pola pikir sejalan dengan Tuhan, maka Tuhan akan campur tangan dan memberkati hidup kita. Amin!
