Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
UTAMAKAN TUHAN DAN BERPEGANG KEPADA FIRMAN-NYA
Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah 27 Januari 2019)
Pembacaan Alkitab : Matius 6 : 33
Tuhan Yesus Kristus harus menjadi yang terutama dalam hidup kita. Artinya, dalam segala hal kita harus mencari Tuhan lebih dulu, karena Dia adalah sumber berkat dan kehidupan, barulah semua yang kita perlukan/ butuhkan akan mengikuti kita, dan ditambahkan Tuhan dalam hidup kita.
Mazmur 103 : 15 – 16 Hidup manusia di bumi ini hanyalah sementara/ sekejap saja, hari-harinya digambarkan seperti rumput dan bunga yang hari ini ada, apabila angin melintasinya, maka sudah tidak ada lagi, bahkan tempatnya tidak mengenalnya lagi. Itu sebabnya berapa pun umur/usia hidup seseorang, dihitung hanya satu titik saja, jika dibandingkan dengan waktu kekekalan.
Ayat 17 – 18 Kasih setia Tuhan itu selama-lamanya. Tidak ada satupun di dunia ini yang kekal, yang bisa kita andalkan, pegang, atau bergantung kepadanya. Hanya Tuhan yang selalu setia dan dapat diadalkan, hanya firman-Nya yang bisa dipegang, tidak pernah berubah, kekal selamanya.
Semua janji manusia bisa berubah dan berakhir, tetapi Tuhan dan firman-Nya tidak pernah berubah. Itu sebabnya, jangan berpegang kepada hal-hal yang sementara di dunia ini. Tetapi berpeganglah kepada perjanjian-Nya, dan taat melakukanya.
Ulangan 28 : 1 – 3, 13 Segala berkat akan mengjar kita, bahan kita menjadi dibawa naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan ekor, asalkan kita baik-baik mendengar suara Tuhan dan taat melakukannya. Jika Tuhan sudah berkata maka hal itu adalah YA dan AMEN. Segala sesuatu di bumi akan berubah, karena yang ada di bawah kolong langit ini hanyalah perubahan, tetapi hanya FIRMAN TUHANLAH yang akan tinggal tetap, dan tidak akan berubah!
Zakaharia 12 : 1 (baca) Karena segala sesuatu diciptakan oleh firman Tuhan (Kejadian 1), maka firman Tuhanlah yang membentangkan langit, dan dasar-dasar bumi, serta menopang semua yang telah diciptakan. Setiap kali firman Tuhan disampaikan, segala sesuatu akan TUNDUK dan TAAT!
Petrus bisa berjalan di atas air, berdasarkan perkataan Tuhan Yesus kepadanya, datanglah! Hal ini membuktikan bahwa gaya gravitasi tunduk kepada perintah/firman Tuhan. Itu sebabnya, setiap kali Tuhan berfirman, rhema pewahyuan disampaikan, dan nubuatan-nubuatan diberitahukan, KITA HARUS PEGANG DAN PERCAYAI! Mengapa? Karena iblis akan membuat kita ragu-ragu terhadap firman Tuhan, supaya kita tidak mengalami apa yang Tuhan firmankan. iblis tidak bisa menggagalkan firman Tuhan, selain satu-satunya senjatanya yaitu membuat kita ragu. Pegang firman Tuhan, setiap kali Tuhan berfirman kepada kita!
Roma 4 : 18 (baca) Abraham adalah Bapa orang beriman, dia telah menjadi teladan bagi ita. Sekalipun Abraham tidak mempunyai dasar untuk berharap karena keadaanya, tetapi dia tetap mempunyai pengharapan, namun bukan berdasarkan fisik atau situasinya, tetapi kepada firman Tuhan. Abraham pegang dan percaya setiap firman menurut yang telah difirmankan Tuhan kepadanya. Apapun firman Tuhan yang telah kita terima, tetaplah percaya dan berharap, jangan lepaskan kepercayaan kita. sekalipun hal itu belum terjadi, karena Tuhan pasti akan menggenapinya.
Kejadian 26 : 1 – 6 Pada masa kelaparan besar, situasi yang sulit, Ishak hendak mengungsi ke Mesir. Tuhan datang dan berfirman kepada Ishak agar jangan pergi ke Mesir, diam dinegeri itu dan tinggal disana, karena Tuhan akan menyertainya. Justru dalam kelaparan Tuhan akan memelihara Ishak sesuai janji-Nya kepada Abraham ayahnya, sehingga berkat Tuhan kepada Abraham, mengalir juga kepada Ishak anak-nya.
Jika kita percaya dan pegang teguh janji Tuhan, kita akan mengalami penggenapan janji Firman Tuhan itu, bahkan bukan hanya kepada kita saja, tetapi juga kepada keturunan kita selanjutnya. Itu sebabnya, sebagai orang tua, jika kita hidup takut akan Tuhan dan taat kepada firman Tuhan, maka berkat Tuhanpun akan mengalir kepada anak cucu kita.
Musim dan keadaan di bumi pasti berganti, tetapi janji firman Tuhan tidak akan pernah berubah. Siapa yang harus memegang firman Tuhan? MANUSIA ROH KITA, dan bukan manusia daging. Karena manusia daging melihat apa yang di depan mata, tetapi manusia roh melihat dengan mata iman.
Daging tidak akan menerima apapun yang berasal dari roh. Itu sebabnya, pada waktu firman Tuhan disampaikan terima dengan manusia roh kita. Jika manusia roh kita menerima, maka firman itu akan menjadi rhema sehingga iman kita akan timbul, dan mujizatpun terjadi karena Tuhan dan firman-Nya yang melakukannya itu bagi kita!
Ishak mengerti dan taat kepada perintah Tuhan, karena dia melihat Abraham yang memberikannya teladan. Itu sebabnya dalam Kejadian 26 : 12 pada tahun kekeringan itu juga Ishak menabur benih, dia tidak lagi melihat keadaan, mengandalkan mata jasmani serta logikanya, yang dia andalkan hanya firman Tuhan, hasilnya Ishak mendapat hasil seratus kali lipat, sehingga dia menjadi seorang yang sangat kaya, sebab dia diberkati Tuhan.
Benih harus ditabur! Kapan ditaburkannya? Di segala musim, selama kita mengandalkan Tuhan, dan percaya kepada firman-Nya.
Kejadian 26 : 28 Ishak menjadi kesaksian di tengah-tengah negeri itu, bagaimana Tuhan menyertai dan memberkatinya, sehingga mereka mengikatkan perjanjian dengannya. Tuhan akan membuat perbedaan antara orang-orang yang beribadah kepada-Nya, dengan mereka yang tidak beribadah. Beribadah artinya kita mendengar firman Tuhan, dan melakukannya dengan sungguh.
Pengkhotbah 11 : 2 – 6 Firman Tuhan menjelaskan kita harus bagikan, berikan, dan tabur apa yang kita punyai kepada yang lain (tujuh, bahkan delapan orang), dan jangan disimpan atau ditahan. Ishak menabur tidak melihat musim dan keadaan, tetapi percaya firman, maka dia berhasil.
Siapa yang senantiasa melihat musim dan keadaan tidak akan menabur apalagi menuai. Itu sebabnya Taburkanlah benih jangan menunda waktu, jangan memberi istirahat kepada tangan, karena kita tidak tahu mana yang berhasil, itu sebabnya lakukanlah dengan setia, karena prinsipnya apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Kita harus menabur, dengan cara memberi persembahan, persepuluhan, persembahan syukur, memberi dan mendukung pekerjaan Tuhan, untuk ladang misi, dsb. Selama kita menabur dalam ketaatan kepada firman Tuhan, kita akan diberkati, karena Tuhan akan membuat berhasil apa yang kita taburkan.
2 Korintus 9 : 10 – 12 (baca) Tuhan menyediakan roti untuk kita makan, dan benih untuk kita taburkan, dia juga akan melipat gandakannya untuk buah-buah kebenaran. Semua berkat yang Tuhan berikan selalu ada roti untuk kita nikmati, tetapi juga ada benih yang harus kita taburkan, jangan dimakan semua! Artinya jangan dihabiskan untuk kebutuhan-kebutuhan kita, harus ada benih yang kita tabur supaya Tuhan akan melipat gandakannya, sehingga kita bisa menuai kemudian hari dari apa yang kita tabur.
Apa yang kita alami dan nikmati hari ini adalah tuaian/hasil dari semua benih yang ditaburkan pada waktu yang lalu. Apakah benih itu yang kita tabur, ataupun benih ditabur orang lain untuk kita.
Tuhan bukan hanya melipat gandakan apa yang kita tabur dan menumbuhkan buah-buah kebenaran, tetapi kita juga akan diperkaya dengan segala kemurahan hati yang membangkitkan ucapan syukur.
Tuhan menghendaki agar kita saling membantu dan saling mencukupi kebutuhan orang-orang kudus supaya ada ucapan syukur kepada Allah. 2 Korintus 9 : 7 (baca) Berikanlah dengan kerelaan hati, jangan terpaksa. Karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Jika kita memberi pastikan kita berikan dengan sukacita! Kita bisa memberikan kepada orang lain dengan apa saja yang kita bisa dan miliki, bukan hanya dengan uang, tetapi juga dengan tenaga, jasa, dan prasarana yang kita miliki.
Terobosan! Yesaya 43 : 18 – 19 (baca) Tuhan sudah membuat sesuatu yang baru, itulah terobosan, artinya sesuatu yang belum terjadi sebelumnya. Jangan pegang kepada hal-hal yang lalu, karena dengan cara itu kita sedang membatasi Tuhan bekerja dalam hidup kita. Percayalah kepada Tuhan, pegang firman-Nya, dan lakukan di dalam ketaatan, maka Tuhan akan membuat terobosan besar dalam hidup kita. Amin.
