Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
TUHAN MEMILIH KITA UNTUK MENGHASILKAN BUAH YANG TETAP
(Ringkasan Khotbah 21 Januari 2019)
Rev DR Daniel Henubau
Pembacaan Alkitab : Yohanes 15 : 16
Firman Tuhan ini merupakan percakapan terakhir Tuhan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya dalam perjamuan makan yang terakhir, yaitu tepat di malam paskah, sebelum Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya, ditangkap di Getsemani dan disalibkan pada hari Paskah.
Bagi kita peristiwa perjamuan terakhir Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya ini, merupakan Perjamuan Kudus yang pertama. Tetapi bagi orang Yahudi, perjamuan malam (makan roti tidak beragi) sebelum hari raya Paskah, untuk mengenang kembali nenek moyangnya keluar dari perbudakan Mesir
Perjamuan terakhir, adalah saat bagi Yudas berkhianat terhadap Tuhan Yesus. Yohanes 13 : 1 – 3 (baca) Tuhan mengasihi kita senantiasa sampai kepada kesudahan. Dia tidak pernah berhenti mengasihi kita, justru kitalah yang seringkali berhenti untuk mengasihi dan mengikuti Tuhan. Kekuatan kita terbatas, itu sebabnya hanya kasih Tuhanlah yang membuat kita tetap kuat. Jika Tuhan sudah berfirman, maka Dia sebenarnya sudah kerjakan! Tinggal kita menerima dengan iman.
Tuhan Yesus sudah tahu saatnya telah tiba untuk Dia beralih dari dunia kepada Bapa. Jika Tuhan Yesus tahu bahwa Dia datang dari Bapa, dan akan kembali kepada Bapa, maka kita juga harus tahu pasti dari mana kita berasal, dan kemana kita akan pergi nantinya setelah hidup di dunia ini. Jika kita berasal dari Bapa, dilahirkan baru di dalam Roh Kudus, pada waktu kita bertobat dan percaya, maka kita akan kembali kepada Bapa di surga.
Ketika Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan bersama di perjamuan terakhir, iblis membisikan rencana jahat di hati Yudas Yohanes 13 : 2. Itulah sebabnya ketika Yudas kemudian menerima roti dari Tuhan Yesus, dia mulai kerasukan iblis Yohanes 13 : 27. Ingat, mula-mula iblis akan berbisik hal-hal yang negatif dan intimidasi, namun jika kita ijinkan, maka selanjutnya dia akan merasuki kita dan mengambil alih hidup kita.
Oleh sebab itu, Kita harus dengan tegas menolak dan mengusir setiap perkataan yang negatif, bisikan (kasak-kusuk), fitnah, gosip, intimidasi, dan suara yang yang menentang firman dan kebenaran, serta menentang pekerjaan Tuhan. JANGAN DIBIARKAN, jika dibiarkan, sama seperti Yudas, pada akhirnya kerasukan iblis. Tidak ada anak-anak Tuhan yang mengalami kerasukan atau santet, jika dia dengan tegas menolak dan mengusir hal itu sejak awal. Harus TEGAS sejak awal untuk MENOLAK, karena Yudas biarkan maka dia pun kerasukan.
Rasul Yohanes di pulau Patmos secara supranatural menuliskan apa yang dia dengar dan alami tentang peristiwa perjamuan malam terakhir. Itu sebabnya dalam Injil Yohanes dari pasal 13 –17 Rasul Paulus menuliskan tentang hal-hal yang penting yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, sebelum dia akan ditangkap dan disalibkan.
Dalam Yohanes 15 : 16 Tuhan Yesus sedang mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka ada bersama-sama dengan Dia, bukan karena mereka yang memilih, tetapi Tuhan Yesuslah yang memilih mereka untuk ada bersama-sama dengan Dia.
1 Yohanes 4 : 19 (baca) Kita mengashi, karena Allah lebih dulu mengasihi kita. Dengan kata lain, kita tidak mungkin percaya kepada Tuhan, sebelum Tuhan percaya dan memilih kita. Karena dalam ke-Mahatahuan-Nya, Tuhan sudah tahu, siapa yang akan memberi respon dan percaya kepada-Nya. Tuhan tahu tentang kita, karena Dia sudah melihat lebih dulu. Itu sebabnya, Dia mengenal dan memilih kita bahkan sebelum segala sesuatu ada
Efesus 1 : 3 – 4 (baca) Setiap kali kita datang kepada Tuhan, pertama yang lebih dulu kita cari bukanlah berkat jasmani/ materi, tetapi Pribadi-Nya. Mari murnikan motivasi kita, jika kita mencari Tuhan lebih dulu dan alami perjumpaan dengan-Nya, maka mujizat dan berkat pasti kita alami. Kita harus mencari berkat rohani yang lebih utama, karena semua berkat jasmani/ materi sementara, tetapi berkat rohani kekal.
Kita bisa percaya kepada Tuhan, karena Dia lebih dulu percaya kepada kita. Itu sebabnya, kita harus mencari Tuhan dengan segenap hati, karena Tuhanlah yang lebih dulu mencari dan menyelamatkan hidup kita. Dalam ke-Mahatahuan-Nya TUHAN SUDAH MEMILIH KITA!
Jika Tuhan sudah memilih kita untuk menghasilkan buah, maka buah itu harus lahir dari SALIB KRISTUS. Karena perkataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 15 : 16 disampaikan kepada murid-murid-Nya pada malam hari, sebelum Dia akan menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan. Jadi Tuhan Yesus sebenarnya ingin mengatakan semua buah (mujizat, terobosan) bisa bertumbuh melalui salib. Artinya dimana ada penyangkalan diri, di sana ada kehidupan baru. Dimana ada kematian atas hidup yang lama, maka di sana ada hidup baru yang dilahirkan.
MENGAPA KITA DIPILIH? SUPAYA DAPAT MENGHASILKAN BUAH, namun bukan sembarang buah, tetapi:
1. BUAH YANG TETAP/ KEKAL, itulah diri kita sendiri.
Untuk bisa menghasilkan buah yang kekal, maka hal yang pertama kita sendiri harus menjadi buah dari Tuhan Yesus. Semua buah yang ada di dunia ini ada batas waktunya (expiry date), hanya buah yang kekal yang tidak ada expiry date nya. KITA ADALAH BUAH YANG TETAP dan KEKAL dari Tuhan, karena kita dihasilkan dari Salib Kristus. Artinya, selama kehidupan kita di bumi ini, bahkan nanti dalam kekekalan, kita tetap milik Tuhan Yesus.
Sehingga melalui hidup kita banyak orang menikmati berkat Tuhan, melalui hidup kita banyak orang diselamatkan dan diberkati, karena kitalah buah yang tetap dari Tuhan. Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus membebaskan kita dari maut, Efesus 4 : 8 – 9.
Kita adalah buah yang kekal dan supranatural. Roh kuduslah yang akan bekerja untuk menghasilkan buah dalam diri kita, karena tidak mungkin kita menghasilkan buah dengan kekuatan kita sendiri. Buah yang pertama itulah diri kita sendiri, buah yang dikerjakan oleh Roh Kudus, supaya kemana pun kita pergi, kita akan menghasilkan buah-buah untuk Tuhan.
2. BUAH ROH. Buah yang dikerjakan/ dihasilkan Roh Kudus di dalam diri kita.
Roh Kudus akan bekerja di dalam hidup kita sehingga kita menghasilkan buah-buah roh Galatia 5 : 22 – 23. Buah-buah roh tidak dihasilkan dari daging, tetapi semata-mata karena karya Roh Kudus yang supranatural di dalam dan melalui kita. Buah yang kekal yang dikerjakan oleh Roh Kudus memberikan kepada kita kekuatan untuk hidup berkemenangan.
Yang supranatual akan menghasilkan yang supranatural, Yang kekal akan menghasilkan yang kekal. Itu sebabnya buah yang kekal tidak bisa dihasilkan dari daging, karena kedagingan sifatnya sementara tetapi harus dihasilkan dari Roh Kudus, yang adalah kekal.
Pada waktu kita bertobat dan menjadi buah Tuhan Yesus, maka di saat yang sama Roh Kudus bekerja dalam hidup kita menghasilkan buah-buah roh/ kebenaran, sehingga kedagingan kita diubahkan menjadi buah yang tetap dari Tuhan, memang ini proses seumur hidup kita, tetapi sekalipun ada kelemahan, karena kita sudah menjadi buah yang tetap, maka akan selalu ada kekuatan. Jika Tuhan memilih kita, hal itu berarti TUHAN MENJAMIN KITA, karena Tuhan mengenal hidup kita. Jika kita adalah buah dari Tuhan Yesus, maka inilah waktunya kita pergi menghasilkan buah-buah yang tetap untuk Tuhan.
3. BUAH PELAYANAN
Matius 11 : 27 (baca) Mengapa kita harus menjadi buah Tuhan Yesus? Supaya dengan hal itu kita bisa mempunyai hubungan dengan Bapa di surga, karena kita adalah anak-anak Bapa di surga. Kita terpilih karena kita memberi respon untuk percaya kepada Tuhan, Roma 2 : 4 – 6. Hendaklah kita sadari hal ini, bahwa kemurahan Tuhan selalu memanggil kita kepada pertobatan.
Bagaimana supaya kita menghasikan buah? Yohanes 10 : 3 – 4 (baca) kita bisa menghasilkan buah karena nama kita dipanggil. Kita menghasikan buah karena nama kita sudah tercatat di surga, Lukas 10 : 20.
Untuk menghasilkan buah kita harus bisa mendengar suara Tuhan, dan berkomunikasi dengan-Nya. Itu sebabnya setiap kali kita membaca firman Tuhan, kita berdoa minta Roh Kudus mengartikan dan menghidupkan firman itu dalam diri kita, supaya kita bisa mengenal suara Tuhan. Setiap domba mengenal suara gembalanya, demikianlah kita mengenal suara Tuhan
Yohanes 15 : 4 Syarat kita untuk menghasilkan buah adalah MILIKI KEINTIMAN DENGAN TUHAN. Carang tidak bisa berbuah sendiri, selain menempel pada pokok, demikianpun kita hanya bisa berbuah, apabila kita tinggal di dalam Tuhan.
Dalam hubungan kita dengan Tuhan secara erat, kita akan mendapat pengurapan supranatural untuk mengalami mujizat terobosan, pertama untuk diri kita sendiri, kemudian untuk pelayanan kita.
Yohanes 15 : 5 – 8 Tuhan memilih kita untuk menghasilkan buah yang tetap, sebagai tanda bahwa kita adalah milik Tuhan. Dari hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga melalui kita kerajaan-Nya diperluas di bumi ini. Itu sebabnya setiap orang yang sudah diselamatkan wajib menghasikkan buah. Tanda dari seorang murid Tuhan adalah menghasilkan buah.
2 Korintus 5 : 14 – 15 (baca) Kita diselamatkan bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk menghasikan uah untuk Tuhan. Jangan menilai seseorang dari ukuran manusia (sosial, ekonomi, pendidikan, latar belakang, dsb). Sebaliknya Tuhan mengajarkan kita untuk menilai orang lain menurut Tuhan, yaitu apakah dia sudah punya keselamatan kekal?
Untuk berbuah maka kita harus memiliki KOMITMEN. Ikut Tuhan butuh penyangkalan diri baru kita mengalami hubungan yang sebenarnya. Jadi jangan mundur karena ada masalah/ ketersinggungan. Ibrani 10 : 35 – 39 Jangan lepaskan kepercayaan karena besar upah yang menanti, miliki ketekunan dan kesetiaan, bangun hubungan dengan Tuhan, karena sedikit lagi apa yang dijanjikan pasti digenapi. Tuhan ingin memakai hidup kita lebih dari apa yang kita doakan dan pikirkan. Jangan mundur dan tawar hati, karena orang benar hidup oleh iman dan tidak mengundurkan diri.
Buah yang tetap adalah buah yang kita hasilkan di dalam Roh Kudus, dimana orang lain juga mendapatkan pelayanan dari hidup kita, sehingga orang itupun menjadi buah yang tetap, dan buah-buah yang tetap itu akan dikumpulkan oleh Tuhan pada waktu kedatangan-Nya yang kedua kali 1 Yohanes 4 : 4; Zakharia 14 : 4 Amin!
