Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN KITA
Ps Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 19 Januari 2020)
Pembacaan Alkitab : Yohanes 15 : 4 – 5
Di luar Tuhan Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa, Kristus adalah pokok anggur dan kita adalah carang/ ranting. Carang/ ranting hanya bisa berbuah jika tetap menempel pada pokoknya. Itu sebabnya kita harus senantiasa tertanam dan tinggal di dalam Kristus supaya kita dapat menghasilkan buah.
Yohanes 15 : 16 Bukan kita yang memilih Tuhan, tetapi Tuhanlah yang memilih kita. Tuhan bukan hanya memilih kita, tetapi Tuhan juga menetapkan kita untuk pergi menghasilkan buah, supaya buah kita tetap. Karena yang Tuhan kehendaki dari diri kita adalah supaya kita BERBUAH BANYAK! Seringkali kita sudah tahu bahwa Tuhan Yesus adalah sumber kehidupan melalui pengajaran firman Tuhan ataupun khotbah yang kita dengar, tetapi pertanyaannya, apakah kita sudah benar-benar mengalami Tuhan Yesus sumber kehidupan kita?
Mazmur 1 : 1 – 3 (baca) Melalui ayat ini, pemazmur menggambarkan bahwa hidup kita seperti pohon yang di tanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya. Ayat ini sebenarnya menjelaskan bahwa pohon hanya dapat bertumbuh dan menghasilkan buah, jika ditanam di tepi aliran air, yang merupakan sumber kehidupan dari pohon tersebut. Demikianpun dengan hidup kita, jika hidup kita senantiasa dialiri oleh aliran air kehidupan, itulah Tuhan Yesus, firman-Nya, dan juga Roh Kudus, maka kita akan berbuah banyak pada musimnya.
Di Gekari Damai Sejahtera kita mengimani bahwa kita sedang memasuki tahun 2020, sebagai TAHUN KELIMPAHAN dimana sesuai dengan tema kita, bahwa tahun ini adalah musim kita akan semakin kuat dan berbuah banyak, namun syaratnya adalah KITA HARUS TERTANAM DI DALAM TUHAN YANG ADALAH SUMBER KEHIDUPAN! Kita tidak akan menghasilkan buah, jika Tuhan adalah sumber kehidupan hanya sebagai sebuah pengertian/ pengetahuan dalam pikiran kita saja, tanpa kita mengalaminya sebagai pengalaman hidup kita.
1. Kita harus senantiasa hidup bergantung dan mengandalkan Tuhan dan firman-Nya
Di luar Tuhan Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Artinya bahwa seluruh aspek kehidupan kita harus benar-benar terkait dan ada di dalam Tuhan Yesus Kristus, Karena di luar Kristus semua yang kita hasilkan dan peroleh hanyalah kesia-siaan. Apa saja yang kita buat berhasil jika kita tertanam di dalam Tuhan Yesus.
Yohanes 15 : 4 Jangan lakukan apapun di luar dari pimpinan dan kehendak Tuhan, sebaliknya segala sesuatu harus kembali kepada Tuhan, karena Tuhan adalah sumber kehidupan. Mazmur 127 : 1 – 2 Segala sesuatu yang kita bangun dalam hidup kita (rumah tangga, keluarga, bisnis, pekerjaan, study, dsb) haruslah dibangun di dalam Tuhan, karena akan sia-sia jikalau bukan Tuhan yang membangunnya.
Yesaya 30 : 1 – 3 Teguran Tuhan bagi bangsa Israel pada waktu itu, namun juga kepada kita pada saat ini, bahwa sebagai anak-anak Tuhan, jikalau kita mengambil keputusan dengan tidak bertanya kepada Tuhan, tidak dalam pimpinan dan kehendak Tuhan, maka kita disebut sebagai anak-anak pemberontak, hal itu yang membuat dosa bertambah dalam hidup kita.
Mazmur 86 : 11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Hal ini yang harus kita lakukan, yaitu meminta petunjuk dari Tuhan, berdoa, meminta dan mengandalkan Tuhan dengan segenap hati, maka Tuhan pasti akan menjawab dan menolong.
Mazmur 119 : 105 Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki, dan terang bagi jalan. Dalam segala keadaan harus DITERANGI oleh firman Tuhan. Segala sesuatu yang bertentangan dengan firman jelas bukanlah dari Tuhan. Firman adalah terang bagi hidup kita. Jadi, area dimana firman Tuhan menerangi, ke sanalah kita seharusnya melangkah. Kita perlu bergaul dengan firman Tuhan setiap hari, sehingga firman itu berbicara dan menerangi kita
Mazmur 119 : 130 Bila tersingkap maka firman Tuhan akan memberi terang dan pengertian. Setiap hari renungkanlah firman Tuhan dan imani firman Tuhan akan mengubahkan dan memberkati kita.
Mazmur 105 : 4 Setiap hari kita harus senantiasa mencari Tuhan dan kekuatanNya selalu, karena Tuhan adalah sumber hidup. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; Amsal 3 : 5 – 7.
Seringkali kita bergumul karena kita hanya mengharapkan satu cara/ jalan yang kita tahu untuk terjadi, tetapi tidak terjadi apa-apa, padahal sebenarnya Tuhan sudah siapkan banyak cara dan jalan untuk dinyatakan dalam hidup kita.
Kita adalah biji mata Tuhan, kita berharga, dan dikasihi-Nya, itu sebabnya akui Tuhan dalam segala laku kita. Karena kita, maka Bapa memberikan anak-Nya yang Tunggal, supaya kita yang percaya kepada-Nya mengalami persekutuan dengan Bapa. Kita harus menyadari bahwa Tuhan memelihara kita, oleh sebab itu andalkan Tuhan senantiasa.
Seringkali kita tidak mengandalkan Tuhan karena kita meragukan Tuhan mengasihi kita dan dapat menolong kita tepat pada waktunya. Tuhan begitu peduli kepada kita, Ia senantiasa membela hidup kita, karena kita adalah milik-Nya yang paling berharga. Dia adalah sumber berkat dan kehidupan kita.
Amsal 16 : 25 Jangan andalkan prasangka dan pengertian sendiri. Apa yang dulu kita anggap baik, sekarang sudah tidak lagi. Tuhan selalu melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita. Buka hati kita karena Tuhan akan mengajarkan dan mengubahkan kita.
2. Kita harus bersedia untuk dibentuk dan dibersihkan oleh Tuhan supaya kita berbuah banyak.
Yohanes 15 : 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Jika tidak menghasilkan buah dipotong namun yang berbuah dibersihkan supaya berbuah banyak. Siap senantiasa dibersihkan oleh Tuhan, supaya kta menghasilkan banyak
Kita dibersihakan oleh firman Tuhan. itu sebabnya setiap firman Tuhan yang kita dengar dan kita terima, firman itu akan membersihkan dan mengubahkan kita, meluruskan jalan kita
Amsal 27 : 5 – 8 (baca) Tuhan juga membersihkan kita melalui pemimpin rohani (jemaat/ gereja) orang tua (keluarga), pemimpin dia atas kita, teman yang selevel ataupun di bawah kita. Dibersihkan artinya ditegur, dinasehati diarahkan, dibimbing, tujuannya untuk membentuk dan mengubahkan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Teguran yang nyata lebih dari kasih yang tersembunyi, itu sebabnya jika kita lari karena teguran, maka tidak ada tempat perlindungan untuk kita.
Amsal 27 : 17 – 18 Tuhan mengijinkan dalam persekutuan kita bukan hanya saling mengasihi tetapi juga saling menajamkan, dan dibentuk. Jangan lari, pada waktu Tuhan sedang memproses hidup kita! Tuhan mau membuat kita semakin kuat dan berbuah banyak. Pada waktu kita menjaga dan menghormati pemimpin rohani, maka kita akan memakan buahnya, dan dihormati juga.
Ibrani 10 : 25 Kita ada di zaman menjelang kedatangan Tuhan, dimana Tuhan sedang bekerja di dalam dan melalui gereja kita (GEKARI Damai Sejahtera). Itu sebabnya jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, ataupun dari pelayanan kita, sebaliknya kita harus saling menasehati dan semakin giat melakukannya.
Ibrani 12 : 1 – 2 Tanggalkan semua beban dan dosa, dan berlomba dalam perlombaan iman biarlah mata kita senantiasa berfokus kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah teladan bagi kita, Dia mengabaikan kehinaan untuk tekun memikul salib dan menyelesaikan kehendak Bapa.
Ibrani 12 : 12 – 15 Kuatkan tangan yang lemah dan lutut yang goyah, bangkit dari keadaan, jaga agar jangan seorangpun jauh dari Tuhan, jauh kasih karunia Allah supaya tidak timbul akar yang pahit. Waktu Tuhan menegur, maka hal itu tidak enak untuk daging, tetapi itulah cara yang Tuhan pakai supaya kita dibentuk dan diubahkan.
Yesaya 35 : 4 Tuhan sayang dan peduli kepada kita, datang kepada-Nya dan andalkan Tuhan maka Ia akan menguatkan dan mengangkat hidup kita
Roma 12 : 2 Kita harus terus-menerus mengalami pembaharuan budi supaya kita dapat mengerti kehendak Allah. Caranya adalah kita harus senantiasa besekutu dengan Tuhan dan firman-Nya setiap hari, Amin!
