Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
KEBANGKITAN KRISTUS MEMIMPIN KEPADA PERTOBATAN
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 12 April 2020
Pembacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 2:22-24
Kebangkitan Kristus adalah tanda bahwa Ia tidak pernah dikuasai oleh maut. Di hari ketiga setelah kematian Tuhan Yesus di kayu salib, kuasa maut dan kubur tidak bisa menahan Dia, dan alam semesta tidak bisa bertahan, sebab apa yang yang terjadi di alam semesta tunduk kepada kehendak dan kuasa Bapa di surga yaitu bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Ayat 24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Kita bisa saja menghadapi berbagai persoalan dalam hidup ini, baik itu ketidak mungkinan, sakit penyakit, mara bahaya, kecelakaan, kemalangan, dan lain-lain. Persoalan dan masalah boleh saja terjadi, tetapi satu hal yang pasti bahwa kuasa yang membangkitkan Tuhan Yesus dari kematian-Nya membuat kita juga bisa bangkit dan menang atas setiap persoalan dan masalah yang kita hadapi karena kuasa yang sama tersebut juga ada di dalam hidup kita (baca Roma 8:11).
Tuhan Yesus adalah Allah sejati, tetapi ketika Dia turun ke dalam dunia ini dan terlahir sebagai manusia, maka Dia juga manusia sejati. Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dan menebus manusia dari dosa. Dalam perjalanan kehidupan dan pelayanan-Nya di muka bumi, Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan kehidupan (Yohanes 14:6), Ia juga menyatakan Diri-Nya kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:8).
Kisah Para Rasul 2:29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tempat pemakaman/kubur para nabi, pemimpin-pemimpin, raja-raja masih ada sampai hari ini karena mereka mati dan dikubur, tetapi kubur Tuhan Yesus kosong karena Dia telah bangkit dan naik ke surga. Berita kebangkitan Tuhan Yesus diberitakan ke seluruh dunia supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya mengalami berita kebangkitan dan kehidupan yang kekal.
Kisah Para Rasul 2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Kita yang sudah memperoleh keselamatan dan kemenangan di dalam Tuhan Yesus harus bersedia bersaksi tentang kuasa kebangkitan Kristus yang telah kita alami sampai saat ini yaitu: kesembuhan dan pemulihan yang telah kita alami, berkat-berkat yang kita terima, terobosan yang terjadi dalam hidup kita, dll.
Rasul Petrus menjadi saksi bahwa Tuhan Yesus bangkit dan hidup. Apa respon dari orang-orang yang mendengar kotbah dari rasul Petrus? Mereka bertobat dan memberi diri dibaptis, dan Tuhan melakukan hal yang dahsyat dalam hidup mereka. Kisah Para Rasul 2:38-39 Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”
2 Tawarikh 7:13-16, adalah bagian firman Tuhan yang menuntun dan memimpin kita untuk mengalami kuasa kebangkitan Kristus dalam menghadapi setiap persoalan.
Ayat 13 Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku.
Saat ini kita sedang menghadapi apa yang seluruh dunia juga hadapi yaitu wabah Covid 19, sebuah wabah virus yang menakutkan dan dapat menyebabkan kematian. Bagaiamana kita menyingkapi persoalan yang sedang kita alami? Apa respon kita kepada Tuhan terhadap persoalan yang kita alami tersebut?
Ayat 14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
Jika kita dengan rendah hati minta ampun dan bertobat dari jalan-jalan kita yang jahat dan salah, maka Tuhan akan memulihkan keadaan kita. Mata Tuhan akan terbuka dan telinga-Nya menaruh perhatian kepada doa-doa kita dan Tuhan akan tinggal tetap di dalam hidup kita.
2 Tawarikh 7:15-16 Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.
Tuhan Yesus telah memilih kita dan menguduskan hidup kita. Dan karena hubungan dengan Tuhan tersebut, di masa yang sulit, atau di masa penuh sukacita, sedang berkelimpahan, sedang kekurangan, sekalipun harus melewati lembah baka, sekalipun menghadapi kesulitan, badai dan gelombang kehidupan, mata dan hati Tuhan akan tetap tertuju kepada kita.
1. Merendahkan diri di hadapan Tuhan
Apapun yang sedang kita alami, ini adalah waktunya bagi kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita harus meneladani Tuhan Yesus yang memiliki sikap rendah hati.
Mazmur 113:4-6 TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit. Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
Filipi 2:5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2. Mencari hadirat Tuhan
Pada waktu kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, maka kita harus senantiasa berdoa dan mencari wajah Tuhan, hadirat Tuhan, dan perkenanan Tuhan.
Tuhan akan menyembunyikan wajah-Nya kepada kita jika kita berbuat dosa dan melakukan hal-hal yang jahat. Ulangan 31:18 Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka: yakni mereka telah berpaling kepada allah lain.
Ada begitu banyak hal yang jahat dalam hidup ini, salah satunya adalah berhala. Segala sesuatu yang menggantikan Tuhan dan menjadi yang terutama dalam hidup kita adalah berhala. Berhala itu dapat berupa tokoh yang kita idolakan, games, uang, bisnis, keberhasilan, dan apa yang kita megahkan (Mazmur 20:8-9). Semua yang kita megahkan di dunia ini tidak ada artinya di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu kita harus membuang “berhala†yaitu apa yang kita megahkan di dunia ini.
Ibrani 12:26-27, Tuhan akan menggoncangkan segala sesuatu supaya nyata apa yang tidak bisa digoncangkan. Tuhan Yesus pernah mengalami maut, tetapi Ia tidak takluk kepada maut itu, justru Ia telah menelan maut di dalam kemenangan-Nya dan kebangkitan-Nya (1 Korintus 15:55).
3. Berbalik dari dosa dan mengarahkan hidup kepada Tuhan
Ini adalah waktunya bagi kita berbalik kepada Tuhan Yesus artinya kita berhenti melakukan perbuatan-perbuatan dosa.
Pada waktu Yohanes menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang pertama di dunia, ia berseru kepada umat manusia untuk bertobat supaya Tuhan mengampuni mereka (Lukas 3:3). Dan saat ini kita sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Pesan yang sama juga berlaku bagi kita semua yaitu kita harus bertobat. Ini waktunya bagi kita untuk tidak lagi menyembah allah yang lama dan berbalik menyembah kepada Allah yang hidup yaitu Tuhan Yesus. Ini waktunya kita melepaskan semua kebanggaan kita, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan Yesus serta menyatakan bahwa kita membutuhkan keselamatan yang dari Tuhan Yesus dan kehidupan kekal bersama dengan Tuhan Yesus.
Kita harus bertobat dari mengandalkan diri kita sendiri, dan berbalik untuk mengandalkan Tuhan Yesus (Yeremia 17:5-8). Kita harus bertobat dan melepaskan/meninggalkan semua kenajisan, sikap suka berdusta, mencuri, dan semua yang tidak benar di hadapan Tuhan. Kita harus bertobat dari pikiran kita yang salah, imajinasi tentang kehebatan diri kita, dan melepaskan kecanduan-kecanduan atau hobi kita.
Ini waktunya kita berada di dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan. Kita harus meyakini, jika kita bertobat dari cara hidup kita yang jahat dan berbalik kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus akan senantiasa mendengar dan menjawab doa-doa kita serta melepaskan kita dari persoalan yang sedang kita hadapi di dunia ini. Amin
