Skip to content

BERAKAR SEMAKIN KUAT BERBUAH SEMAKIN LEBAT (kotbah minggu)

Aps. DR Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 20 September 2015)

Pembacaan Alkitab : Yesaya 37 : 31, Yohanes 15 : 8, 16

Kita menjadi anak-anak Tuhan, bukan karena pilhan kita, tetapi Tuhanlah yang memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya. Tuhan tahu siapa kita, itu sebabnya kita dipilih karena kita memberikan respon, yaitu kita percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi.

Dalam ke-MahaTahuan-Nya, Tuhan sudah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Tujuan Tuhan memilih kita adalah supaya kita MENGHASILKAN BUAH DAN BUAH KITA TETAP, supaya apa saja yang kita minta kepada Bapa dikaruniakan kepada kita. Ciri orang kristen adalah harus BERBUAH, kalau tidak berbuah berarti mandul rohani, dan bukan murid Tuhan sejati, karena murid Tuhan harus berbuah. Tujuan Tuhan menyelamatkan kita supaya kita menghasilkan buah kehidupan dan pelayanan serta buah Roh dalam melayani Tuhan dengan sukacita di bumi (saat ini) sampai selama-lamanya di surga.

Oleh sebab itu, setiap orang (anda dan saya) yang telah diselamatakan di dalam Kristus harus menjadi anggota diri suatu komunitas rohani, yaitu gereja lokal (GDS) supaya kita dibentuk secara rohani menjadi orang-orang yang melayani Tuhan. Jadi untuk melayani harus mengalami pembentukan rohani dan karakter.

Mengapa kita harus melayani Tuhan? Yesaya 43 : 10 – 13, 21 (baca) Kita adalah saksi-saksi Tuhan. Kita dipanggil untuk memberitakan kemasyuran Tuhan, bahwa Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia.

Dalam terang Perjanjian Baru (PB) Efesus 2 : 8 – 10 (baca) Keselamatan adalah kasih karunia Tuhan, tidak ada seorangpun dapat memegahkan diri karena keselamatan adalah pemberian dan bukan hasil usaha manusia. Tuhan memilih kita dan mempersiapkan kita untuk melakukan pekerjaan yang baik, itulah menghasilkan buah, yaitu menjadi berkat bagi kemajuan pekerjaan Tuhan (pertumbuhan Gereja dan Misi) dan memberkati banyak orang sesuai talenta, karunia, dan profesi kita masing-masing.

Untuk melayani Tuhan kita harus mengalami pembentukan rohani dan pembentukan karakter, agar kita menghasilkan buah-buah rohani yaitu buah Roh dan buah pelayanan yang memuliakan Tuhan. Karena kehidupan kita bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk selama-lamanya.

Tuhan melahirkan Gereja untuk menjadi umat Tuhan yang mewakili Tuhan di bumi ini. Menjadi satu bangsa (terdiri dari berbagai ras, suku, dan bangsa) yang kudus menjadi umat kepunyaan-Nya sendiri yang akan mendemonstrasikan kasih dan kuasa Tuhan, melalui kerajaan-Nya di bumi ini. Kita mempermuliakan Bapa di surga jika kita menghasilkan buah yang lebat (Yohanes 15 : 8, 1 Petrus 2 : 9 – 10)
Akar sangat menentukan pertumbuhan sebuah pohon baik kualitas maupun kuantitasnya Yesaya 37 : 31 (baca) Ayat ini menjelaskan orang-orang Israel yang terluput, yang setia, yang sungguh percaya kepada firman (nubuatan), dan yang tidak menyerah oleh intimidasi/ ancaman dari musuh, mereka akan berakar dan berbuah. Hal ini menggambarkan orang-orang percaya yang bersungguh hati, karena banyak juga orang akan lari meninggalkan Tuhan karena penderitaan sebagai konsekuensi menjadi murid Tuhan.

Yesaya 37 : 31 (baca) Tetapi bagi mereka yang tertinggal, setia, yang percaya dan mendengarkan firman Tuhan, akan berakar semakin kuat dan berbuah semakin lebat (diberkati).
Akar sangat menentukan, jika tidak berakar kuat, maka pohon/ tanaman akan mati.

Markus 4 : 14 – 20 (baca) untuk berakar maka benih dan atau pohon/ tanaman harus ditanam di tanah yang kondusif / yang subur :

  1. Firman Tuhan harus tertanam di dalam HATI kita, itu sebabnya semua batu-batu penghambat harus dicungkil keluar dari hati supaya hati kita menjadi tanah yang subur.
  2. Kita harus tertanam dan berakar di dalam Tuhan dan firman-Nya, kita harus bertumbuh dalam keintiman dengan Tuhan agar kita hidup dalam urapan/ dan pimpinan Roh Kudus.
  3. Kita yang sudah menjadi anak Tuhan juga harus tertanam dan berakar di GEREJA LOKAL (GDS) yang       mempunyai air yang mengalir Yeremia 17 : 7 – 8 Air melambangkan Roh Kudus dan firman Tuhan. Jadi,    untuk berakar, bertumbuh dan berbuah kita harus tertanam (berakar) di gereja (GDS) yang mengajarkan    firman Tuhan secara Alkitabiah (biblical), dan yang mengandalkan kuasa dan penguarapan Roh kudus. Kita harus tertanam di satu gereja lokal, dan bukan bergereja jalan-jalan, “gereja bukan restoran”.

Alkitab berbicara tentang dua lambang untuk kehidupan: POHON dan BANGUNAN. Kolose 2 : 6 – 7 (baca) Kita harus berakar di dalam Kristus, yaitu semakin erat dan membangun keintiman dengan Dia di dalam persekutuan dengan Dia, maka kita akan menjadi suatu bangunan yang kokoh.

Lukas 6 : 46 – 49 (baca) Akar juga menyangkut tentang SIKAP HATI kita. Supaya akar kita semakin kuat maka kita harus terbuka dan serius untuk menyambut firman Tuhan. Masukan firman Tuhan di dalam hati dan roh kita, itu sebabnya kita perlu mencatat firman Tuhan setiap kali kita membaca dan mendengar firman Tuhan.

Bagaimana Allah membentuk kita supaya kita dipakai Tuhan?

   1.   Tuhan menjamah hati kita Amsal 3 : 5 – 10 (baca)
Tuhan menghendaki agar kita percaya kepada Tuhan dengan segenap HATI dan tidak bersandar kepada pengertian kita. KITA HARUS PERCAYA SEPENUHNYA APA YANG TUHAN FIRMANKAN, kita harus TAAT dan LAKUKAN FIRMAN TUHAN dengan setia, maka kita akan diberkati dan menjadi berkat!

Amsal 4 : 23 (baca) Jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan, yaitu menjaga dengan firman Tuhan! jangan dipengaruhi oleh roh dunia (pengaruh dunia). Jika kita percaya kepada Tuhan dan firman-Nya, maka kita harus mengijinkan Tuhan berkuasa atas hati dan hidup kita.

Wahyu 3 : 20 (baca) firman Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan datang dan mengetuk hati kita, Tuhan membawa berkat dan makanan untuk kita supaya kita bersekutu dengan-Nya. Tuhan menghendaki supaya kita melayani-Nya di dalam kasih, dan bukan karena peraturan (kewajiban agama). Tuhan menghendaki agar hubungan kita dengan Dia seperti anak kepada bapanya (hubungan dalam kasih).

Maleakhi 3 : 16 – 18 (baca) Tuhan menghendaki agar kita melayani-Nya sebagai Bapa, karena kita adalah anak-anak-Nya. Hubungan bapa dan anak adalah hubungan kasih dan lebih erat dari hubungan apapun. Tuhan menghendaki agar kita beribadah dan melayani-Nya dalam kasih, karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita. Dengan beribadah dan melayani Tuhan, kita ungkapkan syukur atas kasih yang Bapa berikan kepada kita, sebagai anak-anak-Nya. Kita melayani Tuhan sebagai anak terhadap bapanya.

Dalam hubungan kita dengan Bapa di surga (melayani dan beribadah kepada Tuhan) kita akan melihat PERBEDAAN antara orang yang melayani / beribadah kepada Tuhan dengan bersungguh hati karena kasih dan orang yang fasik. Antara orang mengasihi Tuhan dan beribadah kepada Allah dan yang tidak beribadah. Yohanes 14 : 23 – 27 (baca) Jika kita mengasihi Tuhan maka kita akan menaati firman-Nya dan Dia akan tinggal bersama kita, dan Roh Kudus akan mengingatkan kita akan firman yang pernah kita dengar atau baca dan renungkan.

   2.  Tuhan membentuk kita sebagai anak-anak Allah.
Setiap orang yang sudah mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus diberikan status sebagai ANAK-ANAK ALLAH. supaya hubungan kita dengan Tuhan di dalam kasih, sebagai Bapa dan anak (Yohanes 1: 12-13).

   3.  Tuhan membentuk kita sebagai anggota keluarga besar Allah
1 Timotius 3 : 15, Ibrani 10 : 24 – 25, Amsal 27 : 17 (baca) Jika kita mau berakar semakin kuat dan berbuah semakin lebat, maka kita harus tertanam dan mengalami pembentukan di gereja lokal (GDS). Dalam persekutuan kita di dalam gereja lokal kita selalu dibentuk (mengalami gesekan/ dipertajam) seorang dengan yang lain. Itu sebabnya, JANGAN CEPAT TERSINGGUNG apalagi terhadap firman Tuhan! Tuhan membentuk kita supaya kita berbuah yang lebat.

Penghambat pertumbuhan akar dan buah :

Amsal 13 : 20; 2 Korintus 6 : 14, 1 Korintus 15 : 33 (baca) Penghambat pertumbuhan akar dan buah adalah PERGAULAN YANG SALAH, yang berdampak buruk bagi pertumbuhan rohani kita. Jangan sembarangan bergaul / bersahabat, apalagi dengan yang berbeda keyakinan dan prinsip (terang tidak dapat bersatu dengan gelap). Jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang. Teman dekat kita haruslah SEIMAN dan Rohani. Pergaulan yang buruk akan merusakan kebiasaan yang baik. Itu sebabnya, kita harus memilih pergaulan yang benar dan tepat di dalam Tuhan.

1 Petrus 2 : 1 – 6; Yakobus 1 : 21 – 22 (baca) Buanglah semua yang menghambat pertumbuhan rohani / iman kita, yaitu setiap dosa, tipu muslihat, kedengkian, fitnah, kejahatan, semua hal-hal yang negatif dan terimalah firman Tuhan dengan lemah lembut supaya kita berakar semakin kuat dan berbuah semakin lebat.

   4.  Tuhan membentuk kepribadian kita.
Tuhan memberikan kepada kita KASIH yang menjadi motor 2 Korintus 5 : 14 – 15 Hati yang egois harus diganti dengan hati yang murah hati. Kita harus murah hati karena semua yang kita miliki adalah pemberian Tuhan 1 Korintus 4 : 7 Semua yang kita terima berasal dari Tuhan itu sebabnya kita harus bermurah hati terutama kepada Tuhan dan Gereja-Nya dan juga untuk sesama kita yang membutuhkan pertolongan!

Kita harus berakar supaya iman kita semakin kuat. Amsal 12 : 3 b akar orang benar tidak akan goncang. Situasi danKeadaan bergoncang, tetapi akar/ dasar iman kita tidak akan bergoncang. Karena Tuhan pasti menolong dan memberkati kita. Amsal 12 : 12 b “Akar orang yang benar menghasilkan buah” THE ROOT OF THE RIGHTEOUS YIELDS FRUIT (NKJV).

Yeremia 12 : 12 a Jika kita sudah diberkati maka kita harus selalu dekat dengan Tuhan jangan menjauh dari Tuhan, jangan mundur dari Tuhan akibatnya kita tidak akan berbuah Hosea 9 : 16 Jika akar kita menjadi kering, maka kita tidak akan dapat menghasilkan buah.
Sebaliknya di dalam Terang Perjanjian Baru (PB) Roma 11 : 16 (baca) akar yang kudus akan menghasilkan cabang cabang yang kudus juga. Akar yg berkualitas pastilah menghasilkan suatu kehidupan yang kudus dan berbuah lebat.

Markus 11 : 20 (ayat) they saw the fig tree dried up from the roots (NKJV) Jika akar kita kering, artinya hubungan kita dengan Tuhan tidak beres, kita tidak tertanam dalam firman, tidak mengalami urapan Roh Kudus akhirnya hidup kita kering dan mati secara rohani. Tuhan memangil kita supaya akar kita semakin kuat dan berbuah semakin lebat, supaya kita menyatakan kemuliaan Tuhan, membawa banyak orang mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Amin

No results found...