Ps. Jesaya Henubau Ringkasan Khotbah Minggu, 26 November 2023 Berjalan bersama dengan Roh Kudus adalah…
BERJALAN DALAM PIMPINAN ROH KUDUS
Ps. Jesaya Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu, 4 Juni 2023
Tuhan ingin kita berjalan di dalam kepastian karena Tuhan senantiasa menuntun kita. Oleh sebab itu, kita senantiasa membutuhkan pimpinan Roh Kudus.
Bagaimana supaya kita senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus?
1.Dilahirkan baru oleh Roh Kudus
Yohanes 3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Yehezkiel 36:26-27, Tuhan memberikan hati yang baru dan roh yang baru yang diam di dalam hati kita, agar kita hidup menuruti segala kehendak dan perintah Tuhan.
2 Tawarikh 7:14, Bertobat adalah berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Tuhan ingin agar kita tidak hanya sampai pada fase bertobat, karena standarnya Tuhan adalah kita harus dilahirkan baru oleh Roh Kudus untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
2. Dibaptis oleh Roh Kudus
Kisah Para Rasul 1:4-5 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Kata “dibaptis dengan Roh Kudus†itu bukanlah buatan salah satu denominasi sebuah gereja, tetapi merupakan perkataan Tuhan Yesus sendiri.
Yohanes 20:22, Murid-murid sudah dilahirkan baru dalam Roh Kudus, kemudian mereka dibaptis oleh Roh Kudus pada waktu Tuhan mencurahkan Roh Kudus di hari Pentakosta.
Tuhan menjanjikan dan mencurahkan Roh Kudus untuk semua orang. Tetapi hanya orang yang memiliki rasa haus dan rindu, yang dapat mengalami dibaptis oleh Roh Kudus (Yohanes 7:37-38). Jika seseorang tidak haus, maka ketika orang lain dijamah Roh Kudus, dia tidak dijamah oleh Roh Kudus.
Roh Kudus akan dicurahkan di dalam persekutuan orang-orang percaya, di mana semua orang berkumpul dan berdoa.
Kisah Para Rasul 1:8, Murid-murid tidak hanya mengalami kepenuhan Roh Kudus, mereka juga mengalami kuasa, otoritas, mujizat, dan hal-hal yang luar biasa/ supranatural sebagaimana yang Tuhan Yesus lakukan/perbuat dalam pelayanan-Nya (Kisah Para Rasul 10:38).
3. Dipimpin oleh Roh Kudus
Kita sudah sampai di tahap ini, tetapi kalau kita tidak mengalami kemajuan lagi, itu karena kita tidak berjalan dalam pimpinan Roh Kudus,
Pengalaman rohani adalah langkah demi langkah yang Tuhan anugerahkan untuk kita alami. Tetapi bukan untuk tinggal dalam salah satu langkah tertentu, karena tujuannya adalah supaya kita menjadi serupa dengan Kristus dan bertemu dengan Tuhan Yesus.
Pengalaman rohani yang kita alami harus membawa kita naik ke tingkat berikutnya, membawa kita makin lama makin kuat, makin lama makin dekat dengan Tuhan.
Jika kita makin lama makin biasa-biasa, berarti kita sudah stagnan, karena kita tidak mengikuti pimpinan Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 8:26-31, Filipus diperintahkan malaikat Tuhan untuk bertemu dengan seorang sida-sida dari Etiopia yang sedang berada di dalam kereta dan membaca kitab Yesaya. Sida-sida tersebut tidak mengerti maksud dari apa yang ia baca dalam kitab Yesaya, dan meminta Filipus untuk membimbing dan mengartikannya.
Jika kita sudah berjalan bersama Tuhan, maka kita harus senantiasa mengikuti pimpinan Roh Kudus.
Pada waktu kita bersekutu dengan firman dan Roh Kudus, maka kita akan senantiasa mendengar suara Roh Kudus.
Untuk dapat mendengar suara Roh Kudus, maka kita harus peka. Untuk memiliki kepekaan, maka kita harus bersekutu dengan Tuhan setiap hari. Kepekaan rohani tidak otomatis, tetapi harus dibangun dalam persekutuan dengan Tuhan.
Pengurapan Roh Kudus diberikan secara instan oleh Tuhan jika kita haus dan rindu dijamah oleh Roh Kudus.
Untuk peka mendengar suara Tuhan, maka kita harus bersekutu setiap hari dengan Tuhan. Untuk mendengar suara Roh Kudus, maka kita harus bersekutu dengan Roh Kudus, berjalan dengan Roh Kudus, dan mengikuti tuntunan Roh Kudus.
Suara Tuhan tidak bertentangan dengan firman Tuhan dan Roh Kudus. Suara Tuhan tidak bertentangan dengan pribadi Tuhan (Galatia 5:22-23).
Kisah Para Rasul 8:27 “Lalu berangkatlah Filipus…….â€Â
Jika kita mendengar suara Tuhan, kita harus segera bertindak, dan jangan ditunda-tunda.
Kita tidak mendapat kesempatan bukan karena Tuhan tidak membuka pintu, tetapi karena kita tidak bergerak.
Kisah Para Rasul 8:26 “…….Jalan itu jalan yang sunyiâ€Â
Apa yang Tuhan katakan kepada kita terkadang tidak masuk akal. Tetapi jika Tuhan sudah memerintahkan, maka selalu ada pintu yang terbuka bagi kita.
Hati kita tidak boleh dalam keadaan tidak siap. Itu sebabnya, Tuhan mengingatkan kita untuk berdoa dan berjaga-jagalah sebab roh penurut tetapi daging lemah (Matius 26:41). Jika hati kita penuh dengan kekecewaan dan kepahitan, maka hati kita tidak akan peka.
Kisah Para Rasul 9:10-19, Ananias mendapat penglihatan untuk pergi ke rumah Yudas dan bertemu dengan Saulus (seorang pembunuh jemaat) yang sedang berdoa untuk kesembuhan matanya dan sudah dipilih Tuhan untuk memberitakan Injil.
Ayat 10, Roh Kudus dapat berbicara lewat penglihatan, dorongan dan berbagai macam cara.
Ayat 11-12, Di alam roh, Tuhan membukakan segala sesuatunya, dan tidak ada yang bisa disembunyikan.
Ayat 13-14 Kenyataan jasmaniah berbeda jauh dengan tuntunan Tuhan.
Ayat 15-16 Sangat jelas firman Tuhan untuk Ananias yang harus disampaikan kepada Saulus dimana Tuhan akan memakai Saulus menjadi berkat bagi bangsa lain, untuk raja-raja, dan memberitakan Injil kepada orang Israel.
Tuhan ingin menyampaikan firman kepada setiap orang dengan sangat jelas.
Ayat 17 Ananias merespon perintah Tuhan. Iman Ananias bangkit dan ia pergi ke tempat yang Roh Kudus tunjukkan. Pada waktu Ananias sampai di tempat tersebut, Saulus sudah mengetahuinya karena Roh Kudus sudah memberitahukan kepadanya.
Ayat 18-19 Saulus mengalami kelahiran baru di dalam Roh Kudus, kepenuhan dalam Roh Kudus, baptisan air, alami mujizat yaitu matanya dapat melihat, dan tubuhnya kembali kuat.
Dalam tuntunan Roh Kudus, segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkotbah 3:11).
Kisah Para Rasul 16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
Ada waktunya Tuhan berkata: “Jangan!â€Â
Apa yang akan kita kerjakan baik, belum tentu itu dalam pimpinan Roh Kudus. Apa yang akan kita kerjakan baik dipandangan orang, baik menurut pengalaman yang pernah kita kerjakan, tapi belum tentu itu tuntunan Roh Kudus. Perbuatan sebaik apapun di luar tuntunan Roh Kudus, pasti akan salah!
Kisan Para Rasul 16:7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
Jika kita peka, maka kita akan dibawa dari kemenangan kepada kemenangan. Tetapi jika kita menganggap diri kita selalu benar, maka hasilnya adalah argumentasi, adu debat.
Ada waktunya kita stop, diam dan mundur. Mundur bukan berarti kalah. Kita kalah kalau mengikuti kedagingan. Kita menang kalau mengikuti tuntunan Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 16:8-9, Menanti pimpinan Tuhan, membawa kepada hal-hal yang menakjubkan.
Jangan masuk ke tempat yang Tuhan sudah tutup! Jika kita taat, maka Tuhan yang akan membuka pintu bagi kita (Wahyu 3:7-8).
Kisah Para Rasul 15:35-41, Paulus dan Barnabas memutuskan bukan berdasarkan tuntunan Roh Kudus sehingga pada akhirnya membuat mereka bertengkar dan berpisah.
Jika kita sudah berjalan dalam tuntunan Tuhan, dalam mujizat, dalam hal-hal besar bersama Tuhan, kita jangan kembali kepada kehidupan lama (Galatia 5:16-17).
