Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
HATI YANG KUAT DAN TEGUH
Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah 9 Oktober 2016)
Pembacaan Alkitab :
Yesaya 26 : 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
Amsal 4 : 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan
Seseorang yang percaya kepada Tuhan akan memiliki hati yang teguh. Sekalipun ada banyak tantangan dan pergumulan yang dia hadapi dalam hidupnya, tetapi hal itu tidak akan membuat hatinya goyah, karena Tuhanlah yang Ia percayai, sebagai sumber pengharapan dan kekuatan.
Melalui firman Tuhan ini, kita percaya bahwa hari ini TUHAN akan meneguhkan hati kita. HATI adalah sumber! Rasa takut, keberanian, keteguhan, dll semuanya itu bersumber dari hati kita. Segalanya ada di hati, apa yang diucapkan mulut, itu meluap dari hati, apa yang ada di pikiran kita berasal dari hati kita, perbuatan baik maupun buruk berasal dari hati. itu sebabnya firman Tuhan mengatakan bahwa yang harus kita jaga dalam hidup kita adalah HATI kita!
Apabila kita mau mengendalikan pikiran, perasaan, dan perbuatan kita maka hatilah yang harus senantiasa kita jaga! Bagaimana kita menjaga hati kita? yaitu jaga dengan FIRMAN TUHAN!
Amsal 3 : 5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Pikiran dan pertimbangan seseoranglah akan membuat dirinya sulit untuk percaya, menjadi bimbang dan ragu-ragu itu sebabnya firman Tuhan mengajarkan kita untuk PERCAYA KEPADA TUHAN dengan SEGENAP HATI. Percaya kepada Tuhan bukan hasil dari pertimbangan pikiran kita, tetapi berasal dari perkataan iman kita. Setiap kali kita meresponi firman Tuhan, kita harus berkata; “ ya†dan “amin†supaya firman itu dapat masuk ke dalam hati kit dan firman itu mengendalikan seluruh hidup kita sehingga kita menjadi percaya. Jadi, masukanlah firman Tuhan ke dalam hati kita setiap saat!
Roma 10 : 8 (baca) Firman itu dekat dengan kita, yaitu di mulut kita, dan di dalam hati kita. Alkitab menjelaskan bahwa mulut dan hati itu adalah satu dan saling berhubungan, itu sebabnya cara bagaimana kita menjaga dan mengendalikan hati kita adalah dengan MEMPERKATAKAN FIRMAN TUHAN dengan mulut kita, maka firman itupun ada di dalam hati kita. Jika kita perkatakan firman dan mengisi hati kita dengan firman terus-menerus, maka hati kita akan kuat dan teguh, apapun situasi dan kondisi yang kita alami.
Firman Tuhan memberikan kekuatan yang baru, membangkitkan semangat, memberi kesegaran, kelegaan dan jalan keluar, itu sebabnya ucapkanlah firman Tuhan setiap saat.
Roma 10 : 10 (baca) Apa yang kita ucapkan dan perkatakan, itupun terjadi di dalam hati kita, itu sebabnya setiap kali orang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat harus memperkatakannya, supaya hatinya pun menjadi percaya. Apa yang kita lepaskan di bumi , terlepas juga di surga. Semua yang kita perkatakan di bumi akan terjadi juga di surga.
Apa yang diucapkan oleh mulut kita, itulah yang terjadi, karena perkataan kita mempunyai kuasa! Apa yang kita ucapakan itulah yang kita percayai, jadi jaga perkataan kita, jangan mengutuki diri kita sendiri, apalagi mengatakan hal yang negatif terhadap orang lain (khususnya keluarga dan sesama anggota keluarga Allah) jangan ada perkataan yang sia-sia yang kita ucapkan.
Matius 12 : 34 – 37 (baca) Firman Tuhan menjelaskan bahwa apa yang diucapkan dari mulut meluap dari hati. Kita tidak bisa memperkatakan hal-hal yang baik, apabila hati kita tidak baik. Apa yang kita simpan di dalam hati, itulah yang akan kita perkatakan, pikirkan, dan kita lakukan! Jangan mengkonsumsi (mendengar dan melihat) semua hal-hal yang negatif karena hal itu akan masuk ke dala hati kita, sebaliknya kita punya kuasa untuk menolak dan menghancurkan semua hal yang jahat yang diucapkan kepada kita!
Ingatlah setiap perkataan yang sia-sia yang diucapkan akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan pada hari penghakiman. Kita dibenarkan melalui perkataan kita, tetapi menurut perkataan kitapun akan dihukum. Itu sebabnya, KITA HARUS MENJAGA PERKATAAN dan HATI KITA yaitu dengan mengucapkan dan merenungkan firman Tuhan senantiasa.
Yosua 1 : 6, 9 (baca) Yosua dipilih oleh Tuhan untuk menggantikan Musa, Yosua sebenarnya gentar karena jauh lebih masih muda, dan Musa begitu dihargai dan dihormati oleh bangsa Israel. Tetapi karena Tuhan yang memilih Yosua, maka Tuhan berfirman kepadanya KUATKAN dan TEGUHKAN hatimu! Tuhan membangkitkan iman Yosua dan menguatkan hatinya karena dialah yang akan menaklukan tanah Kanaan.
Yosua 2 : 10 – 11 (baca) Pada waktu Yosua menerima jabatan yang Tuhan percayakan dalam hidupnya sebagai pemimpin atas Israel menggantikan Musa, Yosua menaklukan kota Yeriko ketika dia mendengar dari pengintainya bahwa orang-orang di Yeriko sudah menjadi tawar hati, kalah dan ketakutan setelah mendengar kabar tentang perbuatan besar yang Allah lakukan di tengah-tengah bangsa Israel.
Apa yang kita dengar dan lihat (fakta/ kenyataan) dapat menyebabkan kita menjadi tawar hati. Tetapi Firman Tuhan akan selalu berbicara lebih kuat daripada fakta, firman dapat menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada, melalui firman yang diucapkan mujizat terjadi dan dinyatakan, melampaui fakta atau kenyataan yang kita lihat dan dengar. Itu sebabnya JANGAN TAWAR HATI, TETAPI PERCAYA FIRMAN TUHAN!
1 Samuel 16 : 7 Tuhan melihat sampai ke dalam hati seseorang, Itu sebabnya Tuhan memilih Daud karena Daud adalah seorang yang berkenan di hadapan Tuhan, sekalipun Daud selalu dilupakan dan tidak dianggap oleh keluarganya. Daud memiliki hati yang berkenan kepada Tuhan karena senantiasa bergantung kepada Tuhan.
1 Samuel 17 : 8 – 11 (baca) Perkataan dan cemohan Goliat mengintimidasi segenap bangsa Israel sehingga mereka menjadi ketakutan dan tawar hati.
1 Samuel 17 : 33 – 38 Daud dan bersaksi di hadapan Saul tentang kemenangan yang dia alami bersama dengan Tuhan ketika dia menggembalakan kamibng domba ayahnya. Pengalaman itu membuat Daud tidak tawar hati sebaliknya dengan iman yang teguh dia berani menghadapi Goliat . HATI adalah SUMBER, bukan kekuatan, keberanian dll. Daud percaya sepenuhnya kepada Tuhan, itu sebabnya Daud tidak gentar melawan Goliat, itulah letak dari kemenangan Daud yang sebenarnya.
Jangan mengulangi perkataan/ intimidasi yang membuat kita terpojok, kendalikan hidup kita dengan hati kita, perkatakan firman, supaya firman Tuhan menguasai diri kita, maka situasi dan kondisi kitapun akan diubahkan Tuhan.
Amsal 24 : 10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.
Amsal 17 : 22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
