Ps Debora Henubau (Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018) Pembacaan Alkitab : Efesus 4 :…
ROH KUDUS TINGGAL DI ATAS KITA
Ps. Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah 28 April 2018)
Pembacaan Alkitab: Yohanes 1 : 31 , 32 – 34
Pada waktu Yohanes Pembaptis melihat Tuhan Yesus, dia tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, itu sebabnya Yohanes pembaptis memberikan kesaksian bahwa dia telah melihat Roh Kudus turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas Tuhan Yesus, sesuai dengan yang disampaikan Allah sebelumnya kepadanya.
Di zaman Perjanjian Lama, banyak orang hanya mengalami pengalaman Roh Kudus turun (hinggap) ke atas mereka, setiap kali mereka menyampaikan pesan (nubuatan), dan dipakai Tuhan untuk melayani, tetapi Roh Kudus tidak tinggal dalam hidup mereka. Kemudian ketika Tuhan Yesus dibaptis di sungai Yordan, Alkitab mencatat bahwa langit terbuka Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan TINGGAL di atas-Nya, dan menyertai Tuhan Yesus dalam setiap pelayanan-Nya.
Hal ini sangat penting untuk kita pahami, karena setiap kita telah diurapi oleh Roh Kudus, tetapi pertanyaannya; Apakah Roh Kudus TINGGAL dan MENETAP di atas kita? atau kita hanya mengalami-Nya pada waktu ibadah-ibadah tertentu saja?
Berdasarkan firman Tuhan ini kita akan belajar bersama dalam mempersiapkan diri untuk menantikan hal-hal besar yang akan Tuhan curahkan di hari-hari ke depan menjelang Kenaikan Tuhan Yesus dan Pentakosta.
 1.  Roh Kudus diberikan oleh Bapa
Roh Kudus diberikan oleh Bapa, karena ada kerinduan yang besar dari Bapa kita di Surga, untuk memberikan Roh-Nya kepada anak-anak-Nya. Tuhan menghendaki agar setiap orang, secara pribadi memiliki Roh Kudus yang tinggal di atas diri mereka masing-masing.
Semua orang percaya, adalah anak-anak Bapa di Surga. Pada waktu kita percaya dan dilahirkan baru di dalam Kristus, maka sejak saat itu Roh Kudus tinggal di dalam hati kita, namun ada perbedaan antara Roh Kudus tinggal di dalam kita, dan di atas kita. Ayat yang kita baca Yohanes 1 : 33 bahwa Roh Kudus itu tinggal di atas. Tuhan menghendaki agar Roh Kudus memenuhi seluruh hidup kita, baik tinggal di dalam maupun tinggal di atas kita.
Yohanes 14 : 16 – 17 Roh Kudus akan diam tinggal di dalam kita. dan Roh Kudus akan bersaksi dan berseru dan berseru bersama roh kita â€Âya Abba, ya Bapa†Roma 8 : 15
Yohanes 14 : 26 Roh Kudus yang diutus oleh Bapa, yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan semua yang Tuhan Yesus katakan. Bapa di dalam Tuhan Yesus sendiri yang lebih rindu untuk memberikan Roh Kudus kepada kita, bahkan lebih dari kerinduan kita kepada-Nya.
 2.  Roh kudus tinggal di atas kita
Kata Tinggal berarti MENETAP. Alkitab menjelaskan bahwa tubuh kita adalah bait (rumah) Roh Kudus 1 Korintus 3 : 16; 6 : 19. Roh Kudus bukan hanya tinggal di dalam kita, tetapi Dia pun harus tinggal di atas kita.
Kejadian 8 : 6 – 12 (baca) Nuh adalah gambaran Bapa di Surga, dan apa yang Nuh kerjakan adalah gambaran secara profetik, tentang apa yang Bapa kerjakan bagi kita, dan apa yang kita akan alami sebagai orang percaya. Perlu kita ketahui bahwa setiap bagian dalam Alkitab ditulis untuk menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada satupun hal yang dikerjakan dan ditulis karena kebetulan, tetapi semua dituluis secara profetik, yang berbicara tentang segala sesuatu apa yang Bapa, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus kerjakan, dan itulah firman Allah.
Nuh melepaskan burung merpati (bandingkan, Matius 3 : 16; Markus 1 : 10; lukas 3 : 22; Yohanes 1 : 32) untuk melihat apakah air bah sudah berkurang, namun merpati itu kembali karena tidak menemukan tempat untuk tumpuan kakinya. Hingga Nuh menunggu tujuh hari, dan kemudian melepaskan burung merpati itu, hingga petang burung itu kembali dengan dengan sehalai daun zaitun. Setelah menunggu tujuh haru berikutnya Nuh melepaskan burung merpati itu, dan tidak pernah kembali lagi kepadanya.
Apa yang dilakukan Nuh adalah gambaran tentang hati Bapa yang sebenarnya. Bapa selalu rindu dan menanti-nantikan saatnya mencurahkan Roh-Nya untuk memberkati dan memperlangkapi hidup kita. Bapa menunggu sampai hati kita siap untuk menerima Roh-Nya. Sama seperti burung merpati tidak kembali lagi, karena bumi telah kering, dan telah menemukan tempat baginya untuk tinggal, demikianpun Roh Kudus yang dilepaskan oleh Bapa, tidak akan kembali lagi kepada-Nya, karena Roh Kudus diberikan Bapa untuk tinggal dan menetap di dalam seluruh kehidupan kita. Itulah tujuannya mengapa Nuh melepaskan burung merpati, yaitu supaya merpati itu tinggal, dan tidak kembali lagi.
Kenapa Nuh menunggu tujuh hari lamanya? Pada waktu penciptaan, tujuh hari berbicara tentang satu putaran waktu/ musim, dimana Allah bekerja untuk menciptakan segala sesuatu. Sampai kapan Bapa di Surga menanti untuk mencurahkan Roh-Nya dalam hidup kita? SAMPAI KITA SIAP UNTUK MENERIMA ROH-NYA!
Tuhan akan terus bekerja di musim tertentu dalam hidup kita, namun jika kita belum siap, belum selesai, atau digenapi, maka Bapa akan menunggu dan memberikan musim baru/ musim berikutnya sehingga kita menggenapi segala sesuatu yang Bapa rancangkan bagi kita.
Banyak orang menyerah ketika melewati satu musim dalam hidupnya, karena janji Tuhan belum digenapi. Itu sebabnya, kita harus tahu bahwa Bapa sendiri lebih rindu dan menunggu-nunggu tujuh hari (satu musim) untuk memberkati kita kembali. Itu sebabnya, jika kita patah semangat, dan menyerah sebelum musim itu kembali lagi, maka kita tidak akan pernah menerima apa-apa, dan tidak menggenapi apa yang Bapa janjikan.
Kisah Para Rasul 2 : 17 (baca) Begitu rindunya Bapa untuk mencurahkan Roh Nya atas semua manusia. Bapa akan terus menanti sampai kita siap, dan Dia akan mencurahkan Roh-Nya kembali sampai semua orang mengalami Roh Kudus tinggal di atas hidupnya.
 3.  Roh Kudus memberikan kepada kita kuasa
Kisah Para Rasul 1 : 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa , kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Dalam Perjanjian Lama ada dua orang yang ditulis dengan jelas bahwa hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus. Mereka mengalami sesuatu yang sebenarnya nanti akan dialami di Perjanjian Baru hingga sekarang bagi orang-orang percaya
Keluaran 31 : 1 – 5 (baca) Nama Bezaleel, dalam bahasa inggris artinya in the shadow or protection of Elohim. Dalam bayangan dan perlindungan dari Elohim/ Allah, Mazmur 91 : 1 – 2. Itulah arti nama dari Bezaleel. Bezaleel adalah arti nama bagi semua orang yang pernah mengalami perlindungan Tuhan.
Dalam Alkitab bahasa inggris ayat 2 ditulis dengan jelas “I have called by name Bezaleel†artinya dipanggil oleh Tuhan dengan namanya Bezaleel (orang yang berlindung pada Tuhan). Kita dipanggil Tuhan dengan nama kita masing-masing, dan dipilih oleh Tuhan secara khusus untuk menggenapi rancangan-Nya yang besar Roma 8 : 28 – 30.
Keluaran 31: 3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, Dalam Ayat yang kelima pun diulangi kembali “…untuk bekerja bekerja dalam segala macam pekerjaan. Dua kali disebut bekerja DALAM SEGALA MACAM PEKERJAAN!
…dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan. Dalam bahasa inggris “with wisdom, and understanding and knowledge, and all manner of workmanship. Artinya Kuasa dalam Perjanjian Baru diterjemahkan dalam Perjanjian Lama sebagai WISDOM, UNDERSTANDING, KNOWLEDGE. Dan hal itulah yang memampukan Bezaleel bekerja dalam segala macam pekerjaan.
Tuhan mengurapi setiap orang dengan kuasa Roh Kudus supaya dapat bekerja dalam segala macam pekerjaan. Oleh sebab itu semua orang harus bekerja dan melakukan sesuatu, karena Tuhan sudah memberikan kita kuasa.
Keluaran 31 : 6 (baca) Tuhan Juga menetapkan di samping Bezaleel, Aholiab. Arti Aholiab adalah bapa para pembuat tenda. Dan tugas Aholiab adalah membuat tenda (property) Aholiab tidak ditulis bekerja dalam segala macam pekerjaan, namun di dalam hatinya (hati setiap orang) Tuhan memberikan keahlian.
Tuhan mengurapi kita dengan kuasa-Nya supaya kita memiliki KEAHLIAN KHUSUS, namun juga mampu BEKERJA DALAM SEGALA MACAM PEKERJAAN. Itulah pentingnya Roh Kudus, tinggal di atas kita supaya kita memiliki keahlian khusus, dan juga kuasa (wisdom understanding, knowledge) untuk melakukan segala macam pekerjaan
4.  Tuhan ingin membawa kita dari kemuliaan kepada kemuliaan yang semakin besar
2 Korintus 3 : 17 – 18 (baca) Dari ayat-ayat ini kita memahami bahwa jika Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, maka Roh Kudus yang akan memampukan kita berjalan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang besar.
Setelah peristiwa Pentakosta Roh Kudus dicurahkan Kisah Para Rasul 2, Petrus dan Yohanes berjalan masuk bait Allah dan digerbang indah mereka sembuhkan orang yang lumpuh Kisah Para Rasul 3. Namun kemudian apa yang dialami Petrus dalam Kisah Para Rasul 4 dan 5 adalah orang menempatkan orang sakit ke jalan raya supaya apabila Petrus lewat bayangannya dapat menyembuhkan orang sakit.
Itulah gambaran kita mengalami kemuliaan kepada kemuliaan semakin besar, Tuhan rindu untuk memberkati kita dan mencurahkan Roh-Nya, namun kita juga harus mempersipkan diri kita untuk mengalami Roh Kudus dinyatakan, amin!
