Ps. Debora Henubau Ringkasan Khotbah 24 November 2019 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 20 : 20b…
JALAN KEMENANGAN KRISTUS
Ps Jesaya Henubau
(Ringkasan Khotbah 10 Maret 2019)
Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 2 : 14
Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
Tuhan selalu membawa kita ke jalan kemenangan-Nya, bukan kemenangan kita. Mengapa demikian? karena kita seringkali mengalami kekalahan, tetapi Tuhan Yesus tidak pernah mengalami kekalahan. Ketika empat puluh hari dicobai oleh iblis di padang gurun, Tuhan Yesus tetap menang dan tidak pernah gagal. Selama hidup-Nya Tuhan Yesus selalu berkemenangan, Itu sebabnya Tuhan menghendaki agar kita selalu mengikuti-Nya di jalan kemenangan-Nya.
Amsal 4 : 18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
Di dalam Kristus kita sebenarnya bukan berada di dalam satu agama atau institusi seperti yang mungkin secara umum dipikirkan oleh manusia. Tetapi kita sedang berjalan mengikuti Tuhan Yesus. Dalam Matius 4 : 19 Tuhan Yesus tidak memanggil orang-orang yang dipanggil sebagai murid-Nya untuk masuk kepada sebuah agama atau institusi, tetapi Tuhan Yesus hanya mengatakan “Mari, ikutlah Aku…†dengan kata lain Tuhan Yesus ingin mengatakan; ikutlah jalan kemenangan-Ku, ikut dan alami kemenangan dengan-Ku, ikutlah jalan dimana cahaya fajar akan bertambah terang. Yesaya 26 : 12 Pada waktu kita bekerja, Allah pun turut bekerja di dalam dan melalui kita.
Tuhan memanggil kita “Mari, ikutlah Aku…†itulah sebabnya kita percaya dan menjadi anak-anak Bapa di surga, karena kita meresponi panggilan Tuhan Yesus Kristus di dalam hidup kita. Jikalau bukan karena Kristus, maka sia-sialah iman dan panggilan kita, tetapi karena Tuhah Yesus hidup dan berjalan dalam jalan kemenangan, maka kitapun berjalan bersama-sama dengan Dia. Artinya kita bukan berjalan dan berusaha untuk menang, tetapi KITA SUDAH MENANG DI DALAM KRISTUS!
Inti dari iman Kristen ditulis oleh rasul Paulus di dalam 1 Korintus 15 : 3 – 4 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
Oleh sebab itu, dengan iman berdasarkan kuasa kebangkitan dan kemenangan Kristus kita bisa berkata; Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” 1 Korintus 15 : 55. Karena sepanjang hidup-Nya Tuhan Yesus selalu berjalan dari kemenangan kepada kemenangan, tidak pernah kalah, maka Tuhan menghendaki agar kita bersyukur kepada Allah, dan berjalan bersama dengan Dia yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita 1 Korintus 15 : 57.
2 Samuel 5 : 20; Wahyu 3 : 7 – 8 (baca) Allah TELAH menerobos dan membukakan pintu bagi kita, artinya, hal itu sudah terjadi! Di dalam Kristus kita tidak lagi berusaha menang, tetapi kita sudah ditetapkan menang. Roma 8 : 37 Bersama dengan Allah kita lebih dari pada orang-orang yang menang.
Berjalan bersama Tuhan artinya kita harus melihat dan memandang wajah Tuhan. Kita harus mengalami kehadiran Tuhan secara pribadi, merasakan pribadi-Nya, mengalami bahwa Tuhan itu nyata, karena Tuhan jauh lebih nyata dari pada kenyataan yang saat ini kita sedang alami. Ada undangan dari surga untuk kita semua; “Mari, ikutlah Aku…â€Â, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu†Hanya Tuhan yang bisa mengangkat beban kita, dan memberikan kita kemenangan.
Ikutlah aku artinya BERJALAN. Iman kita harus selalu bertumbuh, namun apabila kita stagnan maka hal itu berarti kita tidak berjalan dengan Tuhan. Setiap hari Tuhan mau kita berjalan di jalan kemenangan, artinya setiap hari kita dibawa untuk naik level, melangkah maju, dan masuk kepada sesuatu yang baru. Dimana saja kita bisa mengalami kemenangan, dan mengalami pintu terobosan terbuka! Itu sebabnya, masuk dan melangkah dulu kepada terobosan yang Tuhan sudah bukakan, baru kemudian kita akan mengalami kemenangan dan terobosan yang berikutnya, yang kita harapkan.
Setiap kali hamba Tuhan menyampaikan sesuatu, hal itu bukan berdasarkan kata-katanya saja, sekalipun mulutnya yang berkata-kata, tetapi Tuhan Yesuslah yang sebenarnya mengajak kita untuk berjalan bersama dengan-Nya. Awalnya kita mungkin belum melihat dan mendengar Tuhan secara langsung, itu sebabnya Tuhan harus menempatkan pemimpin rohani/ hamba Tuhan di depan kita untuk mengajar kita, tetapi akan ada tiba saatnya dimana kita tidak lagi harus didorong, karena kita sudah bisa melihat jalan kita, ketika firman Tuhan menerangi jalan kita. Mazmur 119 : 105.
Markus 10 : 46 – 52 (baca) Bartimeus adalah seorang yang buta, namun dia telah mendengar kesaksian tentang mujizat dan tanda-tanda heran yang Tuhan Yesus lakukan, itu sebabnya ketika Tuhan Yesus lewat dia berseru dan meminta belas kasihan. Siapa yang bertelinga hendaklah dia mendengar. Kesaksian adalah undangan dari Tuhan Yesus untuk kita alami seperti yang orang lain alami. Jika ada satu orang diberkati dan mengalami kemenangan, maka berkat dan kemenangan itupun menjadi bagian dalam hidup kita, karena kita satu tubuh di dalam Kristus.
Setiap kesaksian yang kita dengar adalah undangan, karena Tuhan Yesus mau supaya kita juga berjalan di jalan yang sama. Banyak orang tidak mengalami berkat mujizat dan terobosan bukan karena Tuhan tidak sanggup, tetapi karena mereka tidak merespon. Respon kita seharusnya melangkah dengan iman! Respon murid-murid ketika dipanggil oleh Tuhan Yesus adalah, bangkit berdiri tinggalkan semua yang mereka miliki, dan melangkah maju mengikuti Tuhan Yesus. Hari ini apa respon kita akan panggilan Tuhan Yesus?
Markus 10 : 49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
Tuhan Yesus memanggil kita dengan berbagai cara Ibrani 1 : 1 Dari zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi. Tetapi pada zaman ini, Allah berbicara secara langsung melalui Anak-Nya Tuhan Yesus. Itu sebabnya kita harus merindukan bahwa kita mengalami bejalan bersama Tuhan Yesus. Kejadian 5 : 22 Henokh hidup bergaul dan berjalan dengan Allah setiap hari selama hidupnya.
…Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” Kita dipanggil oleh Allah melalui perantaraan orang-orang yang Tuhan utus untuk kita. Pada waktu Tuhan memanggil kita, kita harus meresponinya.
Semua orang yang membutuhkan Tuhan harus bergerak dan memberi respon ketika Tuhan memanggil kita sesuai dengan kondisi yang kita sedang alami. Pada waktu Tuhan memberi instruksi melalui hamba-hamba-Nya, jangan ragu dan bimbang kita harus peka dan tahu bahwa itu adalah cara Tuhan memanggil kita dan ingin menyatakan mujizat dalam hidup kita. Tuhan juga memakai kita untuk memanggil siapa saja untuk diselamatkan dan dipulihkan.
Markus 10 : 50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Jika Tuhan sudah memanggil kita, maka jangan menunda-nunda, segera berdiri dan melangkah kepada Tuhan Yesus. Pada waktu pintu terbuka, langsung berlari untuk melangkah masuk ke dalamnya.
Ayat 51 – 52 Tuhan Yesus tidak menumpangkan tangan, Ia hanya cukup untuk mengatakan; Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau, maka pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Kapan kesembuhan mulai terjadi? PADA WAKTU DIA MENDENGAR, DAN MEMBERIKAN RESPON, MAKA PADA SAAT ITU JUGA MUJIZAT KESEMBUHAN SUDAH TERJADI.
Bapa rindu agar kita semua mengalami jalan kemenangan Kristus. Apa itu kemenangan Kristus? 1 Korintus 15 : 54 – 58 (baca) Dia atas kayu salib bahwa Tuhan Yesus mengetahui bahwa segala sesuatu sudah selesai Yohanes 19 : 28. Sama seperti Tuhan Yesus, kita pun mengalami kemenangan karena kita sudah mengetahui bahwa kita menang, dan bukan pada saat kita berharap. Berjalan bersama Tuhan Yesus artinya berjalan dalam kemenangan, karena semua itu sudah selesai di dikerjakan-Nya dikayu salib. Kita harus tahu bahwa kita pasti menang, karena kita berjalan di jalan kemenangan Kristus! Dalam setiap kesulitan dan pergumulan kita sudah menang!
1 Korintus 15 : 58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
Markus 10 : 52 …Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Respon dari Bartimeus tidak hanya berhenti untuk mengalami mujizat saja, tetapi dia mengikuti Tuhan Yesus dalam perjalanan-Nya. Banyak orang mengikuti Tuhan hanya berhenti sampai kepada mengalami mujizat dan kesembuhan saja, karena ada mujizat yang lebih besar yang Tuhan siapkan kepada kita, itulah MENGIKUTI TUHAN DALAM JALAN KEMENANGAN-NYA! Amin.
