Ps Debora Henubau (Ringkasan Khotbah Minggu 26 November 2018) Pembacaan Alkitab : Efesus 4 :…
KESATUAN ROH
Ps. Debora Henubau
(Ringkasan Khotbah Minggu 28 Juli 2018)
Pembacan Alkitab : Efesus 4 : 3
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera
Tuhan memakai pemimpin rohani, yang Tuhan percayakan di atas kita untuk mengarahkan kehidupan kita sesuai dengan kehendak-Nya berdasarkan firman Tuhan dan Roh Kudus. Itu sebabnya, setiap kali kita taat kepada pemimpin rohani, maka saat itulah terjadi kesatuan Roh, sehingga dalam kesatuan Roh itu, kita akan mengalami berkat Tuhan.
Kesatuan Roh
Berkat Tuhan adalah hak kita, sebagai anak-anak Bapa di surga, namun berkat itu akan mengalir ke dalam hidup kita hidup dalam KETAATAN DAN KESATUAN ROH. Pada waktu ada kesatuan Roh di dalam rumah tangga/ keluarga, dan kehidupan berjemaat, maka berkat Tuhan akan mengalir dan mengejar kita. Mazmur 133 : 1 – 3 (baca) Jika berkat ada di kepala Harun (pemimpin), maka ujung jubah pun akan mengalami hal yang sama, karena berkat/ urapan selalu mengalir dari atas sampai ke bawah, asalkan yang di bawah harus tetap sabar, taat, dan setia, maka Tuhan akan memerintahkan berkat!
“Berusahalah†Jika kita ada di dalam keluarga besar GDS, hal itu terjadi bukan karena otomatis kita menjadi satu, tetapi kita berusaha untuk menjadi satu. Artinya kita harus aktif memelihara kesatuan itu sebagai satu keluarga/tim/ rekan sepelayanan, yaitu dengan menjaga perkataan dan hati, menjaga kekudusan hidup, saling mendoakan, berpuasa, saling mendukung dan menghibur seorang dengan yang lain, saling memaafkan dan memberkati, serta bekerjasama dengan baik untuk menghadirkan hadirat Tuhan, dan memberkati banyak orang.
“Memelihara†berarti menjaga, melindungi, memperhatikan dan peduli. Memelihara juga mengandung arti ADA PERTUMBUHAN, contoh tanaman jika dipelihara dengan baik diberi pupuk dan disiram, maka akan bertumbuh, berbunga atau berbuah. Demikianpun manusia rohani kita harus dipelihara supaya bertumbuh dan berbuah. Itu sebabnya, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita (masing-masing pribadi) untuk memelihara kesatuan Roh.
“Kesatuan Roh†adalah kesatuan yang berasal dari Roh Kudus, dan bukan kesatuan karena kepentingan bersama, nyaman bersama, atau untuk mendapat keuntungan. Artinya kesatuan Roh bisa terlaksana karena ada Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menghasilkan kesatuan Roh, dan setiap orang mengusahakan kesatuan itu.
“Ikatan damai sejahteraâ€Â. Dalam satu kesatuan, semua anggota diikat oleh ikatan damai sejahtera. Artinya setiap anggota harus memiliki damai sejahtera Kristus. Damai sejahtera bukan soal perasaan saja, sekalipun dapat dirasakan. Tetapi damai sejahtera adalah kepastian karena kita ada di dalam Kristus (milik Tuhan Yesus) dan hidup kita sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus.
Damai sejahtera artinya kita menjadi SATU DENGAN TUHAN: Efesus 4 : 4 – 6 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan , satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Jika kita menjadi satu dengan Tuhan, dipimpin oleh Roh, dan mengalami damai sejahtera, maka situasi dan kondisi chaos, tidak menyenangkan, suasana yang buruk dan menekan, tidak akan mempengaruhi hidup kita, karena damai sejahtera yang supranatural melampaui situasi dan kondisi kita, dan tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang dari luar.
Seseorang yang tidak memiliki persekutuan dengan Tuhan, tidak akan merasakan kesatuan Roh di dalam satu tim pelayanan/ satu jemaat. Hendaklah kita menjadi satu, karena Tuhan Yesus dengan Bapa adalah satu! Di dalam Tuhan kita menjadi satu, tetapi diluar Tuhan kita akan terpecah-pecah dan tersingkir dari kesatuan!
Setiap pribadi bertanggung jawab untuk memiliki kesatuan dengan Bapa, hal itu tidak bisa bergantung/ numpang dengan orang lain, karena setiap pribadi penting, signifikan, sama di mata Tuhan. Kita berharga, karena dibayar dengan harga yang sama dan tidak dibeda-bedakan, itulah darah Tuhan Yesus, itu sebabnya kita harus mengambil bagian untuk MENJADI SATU DAN BESAMA-SAMA! Jika Tuhan hadir dan kemuliaan-Nya dinyatakan, hal itu karena kita bersama-sama mengambil bagian dalam satu kesatuan untuk beribadah, dan melayani Tuhan.
Ikatan Damai Sejahtera
1. Damai sejahtera adalah BUAH ROH, Galatia 5 : 22 – 23
Jika Roh Kudus ada di dalam kita maka Dia akan mengasilkan buah-buh Roh melalui diri kita. Damai sejahtera adalah hasil karena kita mengijinkan Roh Kudus untuk hidup, memimpin dan berkuasa di dalam hidup kita.
2. Damai Sejahtera HANYA ADA DI DALAM KRISTUS, Kisah Para Rasul 10 : 36 (baca)
Di luar Kristus tidak ada damai sejahtera, karena di luar penebusan Kristus kita tidak mungkin berdamai dengan Allah. Tuhan Yesus datang ke dunia ini, supaya kita dengan Bapa menjadi satu. Damai Sejahtera yang sejati dan kekal hanya ada di dalam Kristus, dan itu melampaui kenyamanan dan kebahagiaan secara duniawi. Roma 5 : 1 Jika kita mengalami damai sejahtera dengan Allah, maka dengan siapapun kita akan merasakan damai.
3. Damai Sejahtera harus MEMERINTAH DALAM HATI KITA, karena kita dipanggil untuk menjadi satu tubuh Kolose 3 : 15
Segala sesuatu tidak sejalan dengan firman Tuhan, dan bertentangan dengan kehendak Tuhan bukanlah damai sejahtera, sekalipun mungkin perasaan kita senang dan bahagia. Damai sejahtera harus lebih dari sekedar perasaan kita, itu sebabnya ditulis MEMERINTAH dalam hati, dan melampaui perasaan Filipi 4 : 7 Damai sejahtera memerintah dan memelihara hati dan pikiran! Dapat dirasakan di hati dan pikiran kita. Perasaan kita bukanlah “tuhan†yang memerintah kita, tetapi damai sejahtera oleh kebenaran Kristuslah yang memerintah dan mengarahkan hidup kita.
2 Korintus 13 : 11 Satu roh artinya sehati dan sepikir, maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kita. Jangan lagi menyalahkan orang lain, sehingga hati kita tidak damai, tetapi masing-masing orang harus memiliki damai sejahtera Tuhan, supaya kita dapat berdoa dan menenangkan hati.
Roma 8 : 5 – 8 (baca) keinginan daging selalu bertentangan keinginan roh. Hidup menurut roh memikirkan hal-hal dari roh, sebaliknya hidup menurut daging memikirkan hal-hal dari daging. Keinginan roh adalah hidup dalam damai sejahtera, sedangkan keinginan daging adalah perseturuan dengan Allah. Daging tidak dapat bersatu dengan roh. Hidup dalam daging tidak berkenan kepada Allah. Tuhan memberkati setiap orang yang berkenan di mataNya, yaitu bagi mereka yang hidupnya dalam Roh, dan dipimpin oleh Roh Kudus. Jika seseorang tidak memiliki Roh Kudus, dia bukanlah milik Kristus, karena Roh Kudus adalah meterai kita.
Roma 8 : 26, 28 Roh kudus akan membantu kita dalam kelemahan kita, dan menolong kita untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa, sehingga Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya.
Galatia 5 : 16, 25 Hiduplah oleh Roh, dan dipimpin oleh Roh Kudus, supaya kita tidak mengikuti keinginan daging, tidak gila hormat, tidak saling menentang, bahkan mendengki.
Menabur dan Menuai
Galatia 6 : 7 – 10 Apa yang kita tabur akan kita tuai, jika kita menabur dalam daging, kita akan menuai kebinasaan, menabur dalam Roh menuai hidup kekal di dalam Roh. Oleh sebab itu, selama ada kesempatan berbuat baik untuk semua orang. Pertama tama kepada kawan seiman, kemudian untuk semua orang. Jika kita menabur dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payah kita tidak akan sia-sia, 1 Korintus 15 : 58 Apa yang mau kita tabur, harus ditabur di dalam Tuhan
Ibrani 12 : 14 – 16 Berusahalah hidup damai, kejarlah kekudusan. Kudus artinya selaras dan sejalan dengan Tuhan dan firman-Nya. Itu sebabnya, pada waktu kita bertentangan dengan Tuhan, maka di situlah ada noda.
Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Tuhan, artinya tidak berkenan di hadapan Tuhan. Setiap kita secara pribadi bertanggung jawab untuk hidup dalam damai dankekudusan. Itu sebabnya jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan, supaya jangan tumbuh akar yang pahit. Jangan seperti seperti Esau yang memilih kedaginganya. Nafsu rendah adalah manisfetasi dari kedagingan. Itu sebabnya Esau menyesali hidupnya karena kehilangan hak kesulungannya. Pada waktu Tuhan memberkan kita kepercayaan, maka kita harus sungguh-sungguh hidup untuk Tuhan, dan memelihara kasih karunia yang di anugerahkan kepada kita, Amin!
