Skip to content

PENERIMA MENJADI PEMBERI

Apostle DR. Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah 22 Juli 2018)
Pembacaan : Lukas 19 : 1 – 10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Tuhan Yesus dalam perjalanan dari Galilea menuju ke Yerusalem untuk memperingati Paskah terakhir, sebelum Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan. Jadi dalam perjalanan itu Tuhan Yesus berjalan terus melintasi kota Yerikho.

1. Tuhan akan melawat dan memberkati kita apabila kita memiliki respon yang benar.

Kata “Berjalan terus” ditulis untuk menjelaskan bahwa Tuhan Yesus tidak merencanakan untuk tinggal di Yerikho, tetapi hanya melintasi kota itu. Hal ini sebenarnya menjelaskan bahwa Tuhan Yesus membutuhkan RESPON dari kita, setiap kali Ia sedang berjalan melintasi satu tempat ke tempat yang lain, karena siapa yang memberikan respon kepada-Nya, pasti akan dilawat dan diberkati Tuhan secara luar biasa. Sebaliknya, Tuhan akan berjalan terus, jika tidak ada yang memberikan respon kepada-Nya.

Itu sebabnya, pentingnya kita harus memberikan respon, yaitu memiliki kelaparan dan kehausan rohani akan Tuhan setiap kali kita beribadah di GDS dalam ibadah Raya Minggu, ibadah khusus, komsel-komsel, kubu-kubu doa, dsb. Karena jika Tuhan hadir, maka Dia pasti akan melawat dan memberkati kita sesuai dengan kerinduan hati kita. Orang yang tidak mengalami apa-apa adalah orang yang tidak memiliki kerinduan kepada Tuhan.

Latar belakang dari kota Yerikho adalah kota bisnis pada waktu itu, dan antara kota Yerusalem dan kota Yerikho rawan kejahatan perampokan (bandingkan Kisah orang Samaria yang murah hati – Lukas 11 : 25 – 37) Dari Kota Yerikho ada dua arah jalan menuju ke kota Yerusalem. Tetapi Tuhan Yesus memilih jalan yang jauh (memutar) untuk sampai ke Yerusalem, dari pada jalan yang singkat, karena Tuhan Yesus sebenarnya ingin bertemu dengan Zakheus yang rindu untuk bertemu dengan-Nya.

Zakheus adalah orang seorang pemungut cukai yang kaya raya. Dia adalah kepala pajak pada waktu itu. Sekalipun kaya dan terpadang, Zakheus dibenci karena dia seorang pemeras, dan pengkhianat karena bekerja untuk penjajah Romawi. Bagi Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, pemungut cukai dianggap sebagai pendosa sama seperti perampok dan pezinah, dan tidak dapat tempat di Sinagoge.

Arti nama “Zakheus” (Zakkhaios – greek) adalah “bersih”; clean, innocence. Sekalipun namanya bertentangan dengan hidupnya, namun ada satu hal dalam diri Zakheus yaitu kerinduan yang besar untuk bertemu dengan Tuhan Yesus, karena dia mendengar tentang pelayanan Tuhan Yesus dan mujizat yang diadakan-Nya. Bahkan dia mendengar bahwa banyak pemungut cukai yang bertobat dan memberi diri dibaptis Lukas 3 : 12 – 14 ; Lukas 7 : 29 – 30 (hanya kitab Lukas yang paling banyak menulis tentang pemungut cukai)

2. Selalu ada penghambat, setiap kali kita datang kepada Tuhan Yesus untuk bertumbuh.

Lukas 19 : 3 (baca) Zakheus ingin melihat seperti apa rupa Tuhan Yesus, tetapi dia tidak berhasil karena ada begitu banyak orang yang menghalangi, selain itu tubuhnya juga pendek. Ingatlah, setiap kali kita ingin datang kepada Tuhan, selalu akan ada penghambat/ penghalang. Penghambat datang dari luar, tetapi sebenarnya juga dari dalam (dua sisi).

Penghambat dari luar; kita kecewa karena kita melihat sikap orang lain terhadap kita. Jangan pernah melihat orang lain, karena kita tidak akan dapat melihat Tuhan Yesus, akbiatnya tidak bertumbuh di dalam Tuhan. Jadi siapapun itu, kita harus tetap melihat kepada Tuhan Yesus, dan bukan manusia.

Penghambat dari dalam menyangkut diri sendiri. Keadaan hati kita sendiri (tersinggung, kecewa, tawar, putus asa) yang akan menjadi penghambat. Jika kita tidak mau diubahkan, kita tidak akan bertumbuh pada akhirnya jauh dari Tuhan.

Lukas 19 : 4 Maka berlarilah ia berlari mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang lewat di situ. Walaupun ada jalan yang singkat, namun Tuhan Yesus memilih jalan yang jauh ke Yerusalem, karena Dia tahu akan bertemu dengan Zakheus. Tuhan Yesus sudah melihat jauh ke dalam hatinya Zakheus. Walaupun diluar Zakheus begitu hebat, namun dalam hatinya dia merindukan Tuhan. Itu sebabnya kerinduan dan kehausan kita kepada Tuhan akan menjadi MAGNET yang akan menarik perhatian Tuhan untuk datang kepada kita.

Lukas 19 : 5 (baca) Penghalang apapun harus kita lewati karena Tuhan Yesus sedang mencari kita, Tuhan tahu dan hargai kerinduan hati kita. Tuhan Yesus tahu Zakheus dibenci karena seorang pemeras, tetapi hatinya merindukan Tuhan. Tuhan Yesus memanggil Zakheus dengan namanya, karena Dia mengenal Zakheus. Demikian pun Tuhan memanggil kita dengan nama kita, karena Tuhan mengenal dan mengasihi kita.

3. Tuhan hanya akan tinggal dalam hidup setiap orang yang merindukan-Nya.

Aku harus menumpang di rumahmu. Kata “menumpang” dalam bahasa aslinya adalah “tinggal”. Tuhan Yesus ingin masuk dan tinggal di rumah Zakheus.
Lukas 19 : 6 (baca) Zakheus segera turun dan menyambut Tuhan Yesus dengan sukacita. Sama seperti Zakheus, kita akan selalu merasakan sukacita besar di hati kita, setiap kali kita berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Lukas 19 : 7 (baca) Banyak orang menjadi gusar mengapa Tuhan Yesus tinggal di rumah Zakheus. Tuhan Yesus hanya akan datang dan tinggal dalam diri setiap orang yang rindu mengundang-Nya tinggal dalam hatinya. Banyak orang mengikuti Tuhan Yesus, tetapi tidak ada yang mau bersekutu dengan-Nya. Hanya orang yang memiliki kerinduan yang akan mengalami kuasa Tuhan (Matius 9 : 21) Penghalang apapun tidak menjadi halangan, kalau kita memiliki kerinduan untuk mencari Tuhan Yesus.

Banyak orang ke gereja hanya menjadi pengamat dan komentator. Ingatah bahwa Tuhan hanya mencari orang yang hatinya merindukan Tuhan. Itu sebabnya, setiap kali kita datang ke gereja maka kita harus datang dengan kerinduan untuk diberkati, dijamah, disembuhkan dan datang untuk mengalami pembaharuan.

4. Jika Tuhan masuk dalam hidup kita, maka Ia akan membuat terobosan

Lukas 19 : 8 (baca) Pada waktu Tuhan Yesus masuk ke rumah Zakheus, terjadi terobosan besar. Terobosan terjadi dalam pikiran Zakheus, mindsetnya diubahkan dari cinta uang kepada cinta Tuhan. Zakheus memberikan setengah kekayannya kepada orang miskin, dan menggantikan empat kali lipat dari orang yang diperasnya.

Bukti dari Tuhan melawat kita adalah terjadi terobosan. Terobosan yang pertama kita alami adalah CARA BERPIKIR (mindset). Tuhan mengubahkan dan mengalihkan hidup Zakheus dari seorang penerima (pemeras) kepada seorang pemberi. Terobosan inipun yang Tuhan Yesus mau kita alami, kita diubahkan dari seoranng penerima menjadi seorang pemberi.

Bagi Zakheus, kehadiran Tuhan Yesus di rumahnya jauh lebih penting dan berharga dari semua yang dimilikinya. Rumah adalah tempat kita bertemu dengan Tuhan Yesus. Itu sebabnya, DOA HARUS SELALU DIMULAI DI RUMAH, FIRMAN HARUS SELALU DIBERITAKAN DI RUMAH, KARENA DI RUMAHLAH TUHAN AKAN MEMBUAT TEROBOSAN. Rumah kita harus menjadi rumah doa, dan rumah dimana firman Tuhan diberitakan, sehingga iman kita semakin bertumbuh dan diberkati.

5. Tuhan memanggil dan memilih kita, karena Tuhan tahu potensi besar kita untuk melayani-Nya.

Makna dari perjalanan Tuhan Yesus melintasi Yerikho adalah perjalanan terakhir sebelum Dia akan disalibkan. Tuhan Yesus sejak awal tahu bahwa Zakheus akan dipilih dan dipakai Tuhan secara luar biasa untuk mendukung pekerjaan Tuhan. Menurut Yosefus (seorang ahli sejarah gereja mula mula) Zakheus menjadi koordinator wilayah dan pendukung dana bagi gereja mula-mula di Kaesarea.

Tuhan memanggil Zakheus karena Tuhan tahu potensi yang dimilikinya. Demikian pun, Tuhan tidak pernah salah memilih kita. JIka Tuhan sudah memanggil dan milih kita, karena Tuhan Yesus tahu bahwa kita memiliki potensi besar bagi Kerajaan Allah di bumi ini. POTENSI YANG KITA MILIKI AKAN MEMPUNYAI NILAI, JIKA ADA TEROBOSAN!

1 Korintus 4 : 7 (baca) Semua yang kita miliki kita terima berasal dari Tuhan. Ayub mengakui bahwa; kita bisa hidup karena nafas kehidupan yang Tuhan berikan, artinya jika Tuhan menarik kembali nafas kehidupan-Nya, maka kembalilah manusia menjadi debu Ayub 33 : 4; 34 : 14 – 15. Kita hanya punya nilai karena nafas Tuhan, tanpa nafas Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, karena kita mati.

Ulangan 8 : 17 – 18 semua kekayaan yang kita miliki bersumber dari Tuhan, karena dari Tuhanlah kekuatan untuk memperoleh kekayaan. Itu sebabnya kita harus sadari bahwa PANGGILAN KITA ADALAH MENJADI MITRA TUHAN DI BUMI INI. Apa artinya kita memiliki semuanya tetapi kehilanagan hidup kekal Matius 16 : 26 – 27. Itu sebabnya panggilan Tuhan Yesus kepada kita melalui kisah Zakehus adalah supaya kita mencari Tuhan setiap hari.

Mazmur 105 : 4 – 5 (baca) Kita tidak kuat menghadapi tantangan. Itu sebabnya, kita harus mencari kekuatan Tuhan, itulah pengurapan Roh Kudus yang selalu baru. Begitu ada tantangan, kita harus ingat perbuatan ajaib dan mujizat yang Tuhan buat bagi kita. oleh sebab itu, carilah wajah-Nya, carilah kekuatan-Nya, karena hanya dalam kekuatan Tuhan kita bisa mengalami kemenenangan. Mazmur 32 : 8 – 9 Di dunia ini, tidak ada kemenangan tanpa kuasa Tuhan! Tuhan akan mengajarkan dan menuntun kita sesuai dengan firman Tuhan (rhema), itu sebabnya mata kita harus tertuju kepada Tuhan! Dimana ada kerinduan hati kepada Tuhan, maka selalu ada jalan keluar. Tuhan akan menjawab dan memberitahukan hal-hal yang besar, itu sebabnya kita harus BERSERU DAN BERDOA! Yeremia 33 : 2 – 3 Tuhan menghargai perjuangan dan pengorbanan kita.

1 Samuel 16 : 7 (baca) Tuhan tidak melihat kita keadaan kita (kaya atau miskin), karena yang Tuhan lihat adalah hati kita yang rindu kepada-Nya. 1 Timotius 6 : 17 – 19 Kita harus diubahkan dari penerima menjadi pemberi, karena itulah buah pertobatan. Tuhan menghendaki agar kita harus menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan, yaitu dari cinta uang kepada cinta Tuhan Lukas 3 : 8.

Dari firman Tuhan ini, kita harus tahu bahwa respon kita untuk apa yang Tuhan berikan adalah dengan memberi dan mengembalikan hak Tuhan sama seperti Zakheus Maleakhi 3 : 9 – 10; Matius 23 : 23. Itulah bentuk ketaatan karena kita telah diberkati Tuhan, kita harus memberi karena kita mengasihi Tuhan. Amin.

No results found...