Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK BAGI TUHAN
Ev. Yohanes Oetomo
(Ringkasan khotbah 28 Agustus 2016)
Pembacaan Alkitab : Lukas 7:36-50
Ada beberapa hal khusus yang dilakukan/ diberikan perempuan berdosa tersebut ketika datang kepada Tuhan yaitu:
1. Ia membasahi/ mencium kaki Tuhan Yesus. Mencium dengan sungguh-sungguh, dengan penuh kasih sayang dan berulang-ulang
2. Ia menyeka dengan rambutnya. Sebenarnya pada waktu itu merupakan sesuatu yang memalukan bagi seorang perempuan untuk menunjukan rambutnya di depan umum, tetapi perempuan berdosa tersebut melakukann pengorbanan tersebut.
3. Ia meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak wangi yang tentu mahal harganya. Minyak wangi pada waktu itu melambangkan siapa yang memakinya, jika ia memberikan minyak wangi yang mahal berarti pemberian itu sebgaian dari miliknya. Perempuan berdosa itu memberikannya kepada Yesus
Sikap yang luar biasa dari perempuan berdosa itu adalah ia memberikan sesuatu yang berharga kepada Tuhan Yesus bukan dengan perasaan bangga, tetapi dengan perasaan yang tidak layak sehingga ia mencurahkannya di kaki Tuhan Yesus. Ini adalah sikap indah yang patut kita teladani/ lakukan.
Adakalanya kita terkadang merasa sombong dan bangga dengan apa yang sudah kita berikan kepada Tuhan, jika hal ini kita perbuat, maka kita perlu segera memperbaharui sikap kita di hadapan Tuhan karena Tuhan sendiri yang menilai setiap pemberian kita bukan diri kita sendiri yang menilainya.
Markus 1:7 Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
Perempuan berdosa tersebut sangat mengasihi Tuhan dengan memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Ia menganggap dirinya tidak layak untuk datang kepada Yesus. Kita mungkin tidak membunuh, mencuri, berzinah, tetapi kalau kita sombong maka hal semua hal yang baik akan hilang dari hidup kita.
Lukas 18:9-14, Ketika sedang berdoa di bait Allah orang Farisi berdoa dengan menyombongkan diri karena merasa tidak melakukan kejahatan dan selalu rajin beribadah, sementara pemungut cukai dalam doanya meminta belas kasihan karena merasa dirinya adalah orang yang berdosa. Pada akhirnya Tuhan justru membenarkan sikap doa dari pemungut cukai dari pada orang Farisi.
Kita tidak pernah bebas dari kesombongan! Kesombongan begitu sukar dilihat sehingga jika kita tidak hati hati, maka kita akan menyombongkan kerendahan hati kita. Jika itu terjadi maka kebaikan yang ada di dalam diri kita akan menjadi keburukan dan kebajikan yang kita miliki akan menjadi kejahatan.
Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin (secara rohani) di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”
Betapa pentingnya dalam kita memberikan persembahan, kita memberikannya dengan kerendahan hati bukan dengan kesombongan.
Tindakan yang dilakukan oleh perempuan yang berdosa tersebut sangat luar biasa, ia tidak hanya berkata-kata saja tetapi ia bergerak.Tindakan perempuan tersebut dilakukannya dengan penuh pengorbanan dan sangat indah.
Sebagai seorang Kristen yang sudah hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan, tindakan kita harus sesuai dengan apa yang kita katakan, tindakan kita harus sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
Tuhan Yesus adalah Penolong kita yang sudah terbukti, bahkan Ia menolong kita pada saat kita masih hidup dalam lumpur dosa yang membinasakan kita. Pertanyaannya adalah ucapan syukur apakah yang kita berikan bagi Tuhan untuk apa yang telah Ia perbuat? Adakah kita mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas apa yang Tuhan berikan atau malah kita justru memutus hubungan dengan Tuhan setelah mendapatkan pertolongan dari Tuhan?
Ucapan syukur kita kepada Tuhan atas apa yang telah Tuhan berikan tidak harus berupa persembahan tetapi kita dapat mengungkapkannya dengan sikap hidup yang taat kepada firman-Nya, itulah sikap yang menyenangkan hati Tuhan.
Lukas 7:44-46 (baca), Tuhan Yesus tidak hanya melihat tindakan kasih yang kita lakukan, tetapi juga tindakan kasih yang tidak kita lakukan.
Kita jangan berpuas diri dengan hal-hal yang telah kita lakukan/ berikan bagi Tuhan, tetapi kita harus pikirkan hal-hal lain yang sebenarnya bisa kita lakukan tetapi belum kita lakukan (contoh: memberitakan Injil, berdoa syafaat bagi orang lain, dll) Marilah kita jangan hanya tergerak tetapi kita bergerak. Kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang sejati.
Beberapa kebenaran dari kisah perempuan berdosa yang datang kepada Tuhan:
1.  Ucapan trima kasih diucapkan setelah dosanya diampuni.
Ayat 47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.
2.  Imannya yang menyelamatkan, bukan karena tindakan kasihnya
Ayat 50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!
3. Diselamatkan oleh karena perbuatan baik itu bukan perkara yang mudah
Firman Tuhan mengharuskan kita untuk mengsihi Tuhan Allah dengan segenap hati kita, tetapi dalam prakteknya di dalam kehidupan ini, kita tidak bisa menggenapkan firman Tuhan ini. Lukas 18:18-27, firman Tuhan ini menjelaskan bagaimana seorang yang tidak dengan segenap hati memberikan apa yang menjadi permintaan dari Tuhan Yesus.
Kita mungkin tidak melakukan yang jahat tetapi jika dalam diri kita masih ada sifat kesombongan maka kita belum berkenan di hadapan Tuhan.
Tuhan berbicara secara khusus kepada orang Israel (baca Mazmur 147:19-20). Tuhan Yesus meneguhkan bagian firman Tuhan ini dalam Yohanes 4:22 baca. Firman Tuhan tidak disampaikan kesembarang bangsa tetapi ke bangsa Israel/ Yahudi. Berbicara tentang bangsa Yahudi maka kebenaran ini akan mengerucut kepada suatu hal yaitu Tuhan Yesus karena keselamatan tidak ada di dalam siapapun tetapi dalam Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup.
Kita harus datang kepada Tuhan Yesus, karena keselamatan akan kita peroleh hanya di dalam Tuhah Yesus. Setiap dosa dan pelanggran kita telah ditebus lunas melalui pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib. Darah Yesus yang membuat kita memperoleh keselamatan karena darah-Nya kudus dan tak bernoda.
Keselamatan adalah anugerah itu bukan hasil usaha kita, itu pemberian Allah maka jangan ada yang memegahkan dirinya (baca 1 Yohanes 5:11-12) Jika kita punya Yesus maka kita punya hidup. Oleh sebab itu marilah semakin hari kita semakin mengasihi Tuhan karena Dia telah memberikan yang terbaik bagi hidup kita.
4.  Untuk datang kepada Tuhan Yesus, perempuan itu harus berkorban keakuannya.
Merupakan hal yang tidak mudah bagi seorang perempuan yang terkenal berdosa untuk datang kepada Tuhan Yesus, kemudian mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak wangi dan memberikan yang terbaik.
Jika kita mau sungguh-sunguh hidup di dalam Tuhan, maka kita bisa saja mendapat tantangan yang berasal dari keluarga kita, teman kita sendiri yang pada akhirnya membuat kita tidak bisa melayani Tuhan, bentrok satu sama lain dan pada akhirnya membuat kita meninggalkan persekutuan dengan Tuhan.
Pesan penting bagi kita! Jangan takut terhadap kesulitan karena di balik kesulitan yang kita hadapi ada berkat yang Tuhan sediakan. Untuk hidup di atas rata-rata dan terus naik maka kita harus siap sedia menghadapi kesulitan.
Bagi Daud, seorang Goliat adalah kesempatan untuk memperoleh promosi dari Tuhan maka dia tidak menyia-menyiakan kesempatan emas yang Tuhan berikan. Goliat-goliat/ kesulitan, masalah yang kita hadapi adalah jalan yang Tuhan sediakan untuk kita naik ke tingkat selanjutnya. Semakin besar goliat/ kesulitan, masalah yang kita hadapi maka semakin besar juga berkat yang Tuhan sediakan bagi kita.
Bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Bagi Tuhan tidak ada perkara yang terlalu sulit. Jika Tuhan berjanji akan menyertai kita dan tidak akan meninggalkan kita maka kita harus kuat dan berani menghadapi hidup ini, karena bersama Tuhan kita cakap menanggung segala perkara.
Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Ulangan 31:8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.
