Ps Marthinus Radja Ada tiga hal yang akan kita pelajari untuk menjadi gereja yang bersepakat…
KUASA KESEHATIAN DALAM KASIH KRISTUS
Rev. DR. Daniel Henubau
(Ringkasan Khotbah 4 September 2016)
Pembacaan Alkitab : Markus 2 : 1 – 12
Pada waktu Tuhan Yesus datang lagi di Kapernaum, tersiarlah kabar bahwa Ia ada di rumah Berdasarkan Markus 1 : 29 – 34, rumah itu adalah rumah Petrus, karena Petrus berasal dari Kapernaum. Di rumah itulah Tuhan Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus, dan mengadakan mujizat yang luar biasa, yaitu menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit serta mengusir banyak setan.
Itu sebabnya ketika Tuhan Yesus datang kembali ke rumah Petrus, maka banyak orang datang berbondong-bondong dan berkerumun di rumah itu sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak.
Pelayanan Tuhan Yesus bukan hanya mendemonstrasikan mujizat dan kuasa Tuhan, tetapi yang pertama Ia lakukan adalah memberitakan firman. Tuhan Yesus tidak mengadakan mujizat, sebelum Ia memberitakan Injil atau firman Tuhan. Markus 1 : 38 – 39 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.
Mujizat selalu satu paket dengan pemberitaan Injil. Setiap orang harus mengenal kebenaran lebih dahulu, baru mujizat dan kuasa Tuhan dapat dialami. Dalam pelayanan kitapun harus meneladani Tuhan Yesus, pertama beritakan firman karena iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan, sesudah itu mujizat yang adalah manifestasi dari kuasa supernatural Tuhan dengan mudah dapat terjadi. Mujizat bukanlah kuasa ilmu perdukunan atau paranormal, melainkan kuasa Tuhan yang didemonstrasikan berdasarkan firman Tuhan yang diberitakan.
Markus 2 : 3 – 5 Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
Ketika Tuhan Yesus melihat iman mereka (empat orang yang menggotong, dan orang lumpuh yang terbaring), maka mujizat terjadi. DIMANA ADA KESEHATIAN BERDASARKAN KASIH DAN IMAN KEPADA KRISTUS, DISANA AKAN ADA MUJIZAT! Sebelum menyembuhkan orang lumpuh itu, Tuhan Yesus berkata kepadanya “dosamu sudah diampuni!â€Â. Hal ini menjelaskan bahwa Tuhan Yesus melihat kepada akar dari masalah yang menjadi penyebab penyakit yang diderita oleh si lumpuh itu… itulah DOSA. Karena memang ada banyak sakit penyakit yang disebabkan oleh karena dosa dan roh roh jahat. Jika dosa diampuni, roh roh jahat diusir maka penyakit akan disembuhkan. Itu sebabnya perlu diadakan pelayanan konseling dan doa pelepasan untuk menolong seseorang mengalami kelepasan dan kemerdekaan dari kuasa dosa dan roh-roh jahat yang mengikat hidupnya sebelum doa kesembuhan dilakukan untuk orang tersebut.
Markus 2 : 6, 9 – 10 (baca) KetikaTuhan Yesus menyebutkan diri-Nya sebagai Anak Manusia, hal itu Ia tidak sedang menyatakan kemanusiaan-Nya tetapi sebenarnya Ia sedang menunjukkan ke-Ilahian-Nya. Karena Anak Manusia adalah gambaran dari MESIAS/ Sang Juruslamat, dan orang Yahudi khususnya para ahli Taurat seharusnya tahu dan memahami akan hal itu, Dalam konteks teologi orang Yahudi, jika berbicara Anak Manusia maka hal itu adalah Mesias itu sebabnya Tuhan Yesus berhak untuk mengampuni dosa. (berdasarkan nubuatan dari kitab Daniel 7 : 13 – 14). Namun mereka tidak mengerti ketika Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai Anak Manusia.
Setelah Tuhan Yesus mengampuni dosa orang lumpuh itu, maka Ia berkata: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.” Markus 2 : 11 – 12.
Dibalik mujizat kesembuhan orang lumpah itu ada peran penting dari ke empat orang tanpa nama yang telah mengusung si lumpuh itu. Mereka telah berjuang mengatasi semua rintangan dan atau kendala yang dihadapi sehingga akhirnya mereka berhasil membawa si lumpuh sampai ke hadapan Tuhan Yesus dan ia mengalami mujizat kesembuhan. Empat orang ini bukan hanya mengacu kepada empat orang secara pribadi, tetapi juga dapat merupakan gambaran atau model dalam satu persekutuan jemaat/ gereja lokal, sebagai tim yang melayani bersama-sama dengan sehati sebagai satu keluarga Allah yaitu gereja Tuhan (GDS).
Empat orang/ personil itu adalah gambaran/ model warga jemaat dalam satu jemaat lokal:
- Orang yang mempunyai visi dan memberikan motivasi, yang mengambil keputusan, itulah pemimpin yang Tuhan percayakan, Itulah gembala senior dan tim gembala, yang didukung oleh seluruh anggota pengurus, penatalayan dan seluruh anggota jemaat.
- Warga jemaat yang secara aktif mendukung dalam doa dan puasa (para pendoa safaat). Kuasa doa mengubah segala sesuatu, menghancurkan benteng benteng kuasa kegelapan dan membuat atmosfir di atas wilayah pelayanan kondusif untuk terjadinya mujizat.
- Warga jemaat yang dengan sukarela dan sukacita mendukung dan mempersembahkan uang dan atau hartanya untuk memperluas pekerjaan Tuhan di dalam dan melalui gereja-Nya (GDS) seperti dukungan dana antara lain untuk pelayanan misi GDS ke Pulau Sumba, sehingga ribuan anak dan orang dewasa mengalami lawatan Tuhan dan mujizat, Youth Supernatural Camp, Teens Supernatural Camp dan PPJ Nasional di bulan September ini.
- Warga jemaat yang pergi bersama dalam tim misi melayani secara langsung, yang mempersembahkan tenaga, waktu dan bahkan dana untuk menjangkau jiwa-jiwa di daerah misi yang dikunjungi.
Empat kelompok ini harus lebih banyak lagi di GDS, karena semakin banyak yang terlibat, maka semakin banyak orang yang akan diselamatkan dan menjadi murid murid Tuhan Yesus. Jika kita melayani dalam kesehatian dan satu roh dalam kasih dan kuasa Tuhan Yesus, maka pasti kita akan mengalami berkat Tuhan yang berkelimpahan sehingga kasih dan kuasa Tuhan akan terimpartasi kepada orang-orang yang kita layani,
Warga jemaat yang sehati di dalam Kristus pasti akan melakukan semua hal berdasarkan firman Tuhan, dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan Yesus. Tuhan menghendaki kita sehati dalam Kristus. Ada juga orang orang yang bisa sehati di luar Kristus, tentu kita tidak termasuk mereka itu.
Kesehatian di dalam Kristus:
Matius 18 : 18 – 20 (baca) Tuhan Yesus berfirman bahwa kuasa untuk mengikat dan melepaskan yang terjadi di bumi ini, akan direspon di surga, itu merupakan satu paket dengan kuasa kesepakatan dan atau kesehatian dua orang, atau lebih dari dua orang. Dimana ada kesehatian dan kesepakatan, di dalam nama Tuhan Yesus, di sana Tuhan Yesus hadir dan dimana Tuhan Yesus hadir di sana mujizat terjadi.
KESEHATIAN DI DALAM KRISTUS TERJADI, KARENA DIMOTIVASI OLEH KASIH KRISTUS dan yang menjadi dasar aktivitas kristen adalah KASIH 1 Korintus 13 :1 – 3 (baca) Dasar dari semua aktivitas kita sebagai anak-anak Tuhan adalah kasih kepada Tuhan, dan kasih kepada sesama.
Perintah dasar Tuhan Yesus yang menjadi karakteristik dari murid-murid-Nya adalah SALING MENGASIHI. Yohanes 15 : 16 – 17 Empat model pelayanan kita Inilah yang menjadi akibat dari ayat 17 Iman tidak dapat dipisahkan dari kasih. Saling mengasihi: Gereja yang bertumbuh kuat serta berfungsi dalam visi misinya dianalogikan sebagai KESATUAN KELUARGA ALLAH. Dalam terang Perjanjian Baru berarti; Sesama orang percaya yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus ke dalam keluarga Allah untuk selamanya sebagai keluarga Allah (Yohanes 1 : 12 – 13, 3 : 3 – 6, Efesus 1 : 3 – 10)
Bagaimana kita sebagai jemaat GDS menjadi keempat model untuk membawa jiwa supaya diselamatkan 1 Yohanes 4 : 7 – 12, Karunia Roh itu penting, tetapi buah Roh itu juga sangat penting, seharusnya karunia dan buah Roh berjalan bersama-sama. Jika Allah mengasihi, maka kita juga harus saling mengasihi. Jika kita saling mengasihi Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Keempat orang itu berjuang sampai orang lumpuh disembuhkan oleh karena KASIH dan iman.
1 Korintus 13 : 11 – 13 (baca) KASIH dan iman selalu terkait satu sama lain, dasar dari iman adalah KASIH. Kasih Tuhan Yesus yang lebih dulu kita terima, baru iman kita timbul ketika kita mendengar firman Tuhan. Sebagai saudara seiman kita terkait satu sama lain oleh darah Kristus. Kita lahir baru dalam Kristus, kita bertumbuh semakin dewasa rohani dan kita meninggalkan sifat kekanak-kanakan. Tuhan menghendaki supaya kita bertumbuh menjadi dewasa dalam Tuhan. Kasih menimbukan iman.
Galatia 5 : 22-23 (baca) Tuhan menghendaki agar kita menghasilkan buah Roh.
Ibrani 13 : 1 Peliharalah Kasih persaudaraan! Kita harus senantiasa pelihara dan memperkuat kasih seorang dengan yang lain di dalam Kristus, supaya kita tetap sehati dan seroh untuk melayani bersama di dalam dan melalui gereja-Nya GDS.
1 Petrus 1 : 22 – 25 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab:  Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu. Amin.
