Skip to content

KRISTUS MEMERDEKAKAN KITA UNTUK MENJADI HAMBA-NYA

Rev. DR Daniel Henubau

(Ringkasan Khotbah Minggu 21 Agustus 2016)

 

Pembacaan Alkitab : Roma 6:15-23

Roma 6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu. Jawabannya “Sekali-kali tidak”, jika seseorang telah sungguh-sungguh hidup di dalam kasih karunia justru dia akan memiliki kuasa untuk hidup berkemenangan (baca Roma 5:17)

Saat ini pun masih ada orang Kristen yang seperti orang Kristen di Roma, mereka telah menjadi orang Kristen, tetapi diantara mereka masih ada yang belum mengalami kelahiran baru. Pola kehidupan mereka yang lama masih mendominasi kehidupan mereka. Pada masa kinipun ada orang Kristen yang seperti itu, mungkin kekristenannya hanya merupakan Kristen keturunan dan atau Kristen KTP saja, mereka belum mengalami pembaharuan rohani.

Roma 6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak.

Ada perbedaan yang jelas di dalam Roma 6:1 yaitu bolehkah kita berbuat dosa karena kita berada di bawah kasih karunia?.. sedangkan dalam Roma 6:15 dan akankah kita berbuat dosa….

Roma 6:1-14 (baca), Jika kita sudah mati bersama Kristus, dikuburkan dalam Baptisan Kudus/ selam, dan kita dibangkitkan kembali bersama dengan kebangkitan Kristus maka kita punya kuasa untuk hidup berkemenangan.
Setelah kita hidup dalam Yesus apakah kita masih akan buat dosa? Bagaimana untuk kita menang atas dosa?
Alkitab menjelaskan bahwa hanya ada dua bapa dalam dunia ini:
1.   Yohanes 10:10, Allah Bapa di sorga, yang datang dalam Tuhan Yesus yang memberikan hidup yang kekal dan hidup dalam segala kelimpahan. Kelimpahan yang pertama dan utama adalah hidup kekal, hidup berkemenangan atas dosa dan hidup yang penuh kuasa, tentu termasuk juga berkat berkelimpahan untuk kebutuhan hidup di dunia ini dalam melayani Tuhan sesuai kehendak-Nya.
2.   Yohanes 8:44, iblis, dia adalah pembunuh manusia sejak semula, tidak hidup dalam kebenaran, dia adalah bapa segala dusta.
Tidak ada Kristen yang netral! Jika kita sudah menjadi seorang Kristen maka Bapa kita sudah jelas yaitu Allah Bapa di sorga. Dan jika Bapa kita sudah jelas maka kita harus tinggal menetap di Rumah Bapa, jangan gentayangan/ pindah-pindah keyakinan.

Roma 6:1, Jika kita belum di dalam Kristus maka dosa bukan pilihan tetapi menjadi tabiat/kebiasaan dalam hidup (baca Mazmur 51;7, Roma 3:23, Roma 3:10). Tetapi setelah kita dimerdekakan di dalam Kristus (Roma 6:15) maka dosa menjadi sebuah pilihan bagi kita, apakah kita mau tetap hidup dalam dosa atau hidup dalam kemerdekaan yang Tuhan sudah anugerahkan kepada kita sebagai anak-anak-Nya.

Hukum dosa adalah semua orang ditarik untuk berbuat dosa, mau tidak mau tetap berbuat dosa, ada hukum grafitasi/ daya tarik bumi, pasti selalu ditarik ke bawah. Dosa akan menarik kita ke bawah /ke tabiat dosa dan duniawi.

Kita tidak akan bisa bebas dari dosa kecuali ada kuasa yang lebih dahsyat dari kuasa dosa dan iblis, kuasa yang menarik kita ke atas. Dan kuasa yang bisa membawa kita naik ke atas /hidup berkemenangan adalah Tuhan Yesus karena Dia berasal dari sorga.

Ada dua pilihan bagi kita yaitu: apakah kita mau menjadi hamba kepada dosa atau apakah kita mau menjadi hamba kepada Kristus. Tuhan Yesus memerdekakan kita supaya kita menjadi hamba kepada Tuhan Yesus. Jika kita memilih hamba kepada Tuhan Yesus maka kita pasti akan mengalami kemerdekaan yang sejati.

Roma 5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Kita hidup dan berkuasa dalam kasih karunia. Kasih karunia Allah itulah kuasa yang Tuhan berikan kepada kita. Di dalam kasih karunia sudah satu paket dengan semua hukum Tuhan dan bahkan di dalam kasih karunia Kristus itu bukan hanya hukum Tuhan tetapi juga kuasa untuk dapat melaksanakan hukum Tuhan.

Kita sudah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kepada kebenaranan/ Tuhan Yesus. Apakah kita sudah menjadi hamba kebenaran/ Tuhan Yesus? Jika kita sudah menjadi hamba kepada kebenaran maka pasti kita selalu rindu mendengar apa yang Tuhan instruksikan/katakan kepada kita, bukan mendengar apa yang kita mau atau suara-suara manusia yang mempengaruhi kehidupan kita. Ingat, bahwa kita bisa saja berbuat dosa lagi jika kita lebih menuruti keinginan kita daripada keinginan Tuhan.
Kepada apa dan siapa kita taat berarti kita menjadi hamba kepadanya. Kita dipanggil untuk taat kepada Kristus, firman-Nya dan Gereja-Nya,dan kepada kasih karunia yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita.

Roma 6:18-19 (baca) Banyak orang terhalang untuk melayani Tuhan karena mereka belum merdeka sepenuhnya. Tuhan memanggil kita hari ini untuk mengalami kemerdekaan sepenuhnya dengan jalan menjadi hamba Tuhan Yesus, bukan menjadi hamba kepada yang lainnya (uang, hobi, kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan firman Tuhan, dll).

Kita sebagai manusia dilahirkan dalam dosa, sebab itu bisa saja kita bergumul dalam berbagai hal. Roma 7:18-25 (baca). Keadaan manusia pada umumnya adalah bahwa hidupnya sepenuhnya dikontrol oleh dosa. Tetapi ketika ia menjadi hamba kepada Tuhan Yesus maka ia akan dibebaskan dari segala dosa dan dimampukan untuk hidup berkemenangan supaya menjadi mitra Tuhan memberkati pekerjaan Tuhan.

Kekristenan bukan dengan usaha kita maka kita akan menang tetapi kekristenan karena usaha/ kuasa Tuhan dalam hidup kita yang membuat kita menang atas pencobaan dan dosa. Hukum dosa selalu menarik untuk membinasakan, hukum Tuhan selalu mengangkat kita untuk berkemenangan.

Tuhan berkata tidak ada satu pun dari kita yang berasal dari atas hanya Tuhan Yesus yang berasal dari atas (baca Yohanes 8:23-24). Semua nasihat yang ada di dunia ini sekalipun kedengarannya baik, itu adalah bahasi bumi/ manusia/humanis tetapi tidak punya kuasa atas dosa dan selalu menarik kita ke bawah. Jika kita tidak hidup intim dengan Tuhan Yesus maka kita pasti ditarik ke bawah/ dunia. Oleh sebab itu kita harus hidup intim dengan Tuhan Yesus karena Dia berasal dari sorga dan Dia sanggup membawa kita ke sorga (baca Yohanes 3:13 dan Yohanes 3:31). Jangan tertipu dengan bahasa bumi, tetapi harus percaya kepada bahasa surga yaitu firman Tuhan.

Hukum dosa hanya bisa dikalahkan oleh Tuhan Yesus yang bersal dari sorga. Hukum dosa selalu berakhir dengan hukum maut artinya kebinasaan kekal. Wahyu 21:8 baca. Kita hanya bisa mengalami kemerdekaan sejati kalau kita menjadi hamba kepada Kristus. Di luar Tuhan Yesus ada hukum lain yang menarik yaitu hukum dosa. Jika kita menjadi hamba kepada Tuhan Yesus kita mempunyai kuasa untuk menang atas dosa/ kedagingan dan kuasa-kuasa kegelapan.
Kita tidak punya kuasa sendiri kecuali kita ada di dalam Tuhan Yesus (baca Matius 28:20). Oleh sebab itu di dalam Tuhan Yesus kita bisa mengusir setan, menghancurkan kuasa kegelapan, santet, dll, di dalam Tuhan Yesus ada kuasa untuk hidup berkemanagan.

Roma 6:22 (baca) Kekudusan hidup itu adalah buah dari ketaatan kita kepada firman Tuhan, bukan usaha kita. Jika kita menjadi hamba kepada Tuhan Yesus maka Tuhan memberikan kepada kita kemampuan untuk hidup kudus. Tidak ada seorang Kristen yang mampu hidup kudus karena usahanya sendiri, melainkan karena ia telah menjadi hamba kepada Tuhan Yesus. Bukti bahwa kita sudah merdeka secara rohani adalah kita taat kepada kebenaran, kita menjadi hamba kepada kebenaran dan buahnya kita mengalami pengudusan dan akhirnya hidup yang kekal.

Sebagai anak-anak Tuhan maka kita harus hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan karena firman Tuhan yang memerdekakan kita (baca Yohanes 8:31-32). Jika kita hidup dengan firman Tuhan maka firman Tuhan akan selalu memberi kita kemenangan. Oleh sebab itu kita harus senantiasa hidup di dalam firman Tuhan dengan senantiasa menyediakan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan/ menghayati secara mendalam firman Tuhan, agar menjadi rhema untuk kita secara pribadi.

Di manapun kita berada kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa apapun. Kuasa Tuhan Tuhan selalu membentengi kita. Hukum dosa selalu menarik kita ke bawah dan berakhir dengan hukum maut, tetapi hukum kasih karunia Kristus itulah keselamatan dan hidup yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Galatia 5:1,13 (baca ) Kemerdekaan yang kita alami di dalam Tuhan Yesus adalah untuk melayani Tuhan Yesus, melayani satu dengan yang lainnya dalam kasih. Kita tidak dipanggil untuk menyalahgunakan kemerdekaan. Di dalam Tuhah Yesus, setelah kita merdeka maka kita harus mengikuti firman Tuhan karena firman Tuhan adalah peraturan yang Tuhan berikan supaya kita hidup diberkati oleh Tuhan. Marilah kita mengutamakan beribadah kepada-Nya dalam kehidupan kita setiap hari dan pada hari Minggu dalam ibadah raya secara persekutuan jemaat di GDS. Amin.

No results found...