Ps. Martinus Rajda RIngkasan Khotbah 13 Desember 2020 Pembacaan Alkitab: Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu…
PANAS ATAU DINGIN
Ps Debora Henubau
Ringkasan Khotbah Minggu 11 Oktober 2020
Pembacaan Alkitab : Matius 24 : 24
Banyak orang Kristen atau orang percaya yang mengikut Tuhan hanya sampai kepada keselamatan saja (di pagar), tetapi tidak mau mengenal Tuhan lebih dalam. Mereka hanya mengalami keselamatan, tetapi tidak memiliki persekutuan dengan Tuhan di dalam hadirat-Nya.
Menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali, segala sesuatu yang dinubuatkan di dalam alkitab sedang digenapi, tanda-tanda kedatangan-Nya sedang terjadi, bahkan dalam pembacaan kita; mesias-mesais palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dengan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat dengan tujuan menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Oleh sebab itu, jika kita sudah percaya, dan mengikut Tuhan, maka kita harus membuat pilihan; Apakah kita mau panas (bersungguh hati) kepada Tuhan, atau sebaliknya dingin (acuh tak acuh) terhadap Tuhan?
Jangan hanya sampai menerima keselamatan saja, karena kasih karunia Tuhan sudah membayar semuanya agar kita juga bisa masuk dekat dengan hati Bapa dan mengalami persekutuan dengan-Nya. Tuhan menghendaki agar kita masuk dan dekat dengan Tuhan, bukan hanya di pagar saja.
Banyak orang saat ini lebih memilih untuk hidup biasa-biasa saja, dan tidak mau dibilang ekstrim ketika mengikut Tuhan, akibatnya mereka akan dengan mudah disesatkan dengan keadaan dunia ini.
Betapa cepatnya waktu ini berlalu, jika orang-orang pilhan saja disesatkan, apalagi orang-orang yang belum bersungguh hati kepada Tuhan, mereka pasti akan kehilangan keselamatan dan kasih karunia Tuhan. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang, buatlah pilihan dan ambil keputusan untuk besungguh hati membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, karena firman Tuhan adalah pegangan hidup, dan terang bagi jalan kita. Dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan, kita akan dipimpin dalam kebenaran sehingga kita akan menang atas penyesatan.
Orang yang disesatkan seringkali tidak pernah menyadari bahwa mereka sudah sesat, penyebabnya karena mereka tidak memiliki firman Tuhan standar hidup yang benar! Kita hanya menyadari kalau garis hidup kita miring, jika kita sudah memiliki “penggaris yang lurusâ€Â, demikianpun dengan hidup kita kita, tanpa ada standart hidup kita akan mudah disesatkan.
1. Kita harus berada di pihak Tuhan/ bersama Tuhan
Lukas 11 : 23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
Siapa tidak bersama dengan Tuhan, maka dia bukan di pihak Tuhan, artinya melawan Tuhan, siapa yang tidak mengumpulkan bersama Tuhan, dia mencerai beraikan. Ini adalah prinsip Kerajaan Surga. Artinya di dalam Kearajaan Surga pun ada kekuasaan dan otoritas, dimana semua harus tunduk dan taat untuk melakukan perintah Tuhan sebagai Raja segala raja. Ketetapan Raja adalah mutlak dan harus dilakukan, jika tidak taat kepada perintah Raja, maka hal itu berarti melawan/ perlawanan.
Tuhan Yesus mati dan menebus kita melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, supaya kita berada bersama dengan Dia di tempat terdekat dengan Bapa, yaitu ada di hati Bapa.
Sekarang saatnya penuaian, maka kita harus mengambil bagian bersama dengan Tuhan untuk menuai jiwa-jiwa untuk menjelang kedatangan-Nya. Tidak mengumpulkan bersama dengan Tuhan artinya mencerai-beraikan, itu sebabnya tidak ada posisi netral, di luar dari Tuhan.
Banyak orang memilih berada di “posisi netral†artinya biasa-biasa saja, karena mereka mau selalu nyaman, keinginan daging selalu menuntut kenyamanan yang sebetulnya mengarah kepada kebinasaan. Jika kita hidup di dalam Roh dan dipimpin oleh Roh maka kita bisa mempunyai kuasa untuk memiih taat kepada firman Tuhan!
Sekarang ini bukan saatnya lagi untuk terlelap atau tertidur, ini saatnya untuk bekerja keras dan menuai jiwa-jiwa, karena Tuhan segera datang. Ini saatnya kita berdoa dan masuk menjadi bagian kerajaan Allah, menjadi bagian dalam pasukan barisan kemenangan Allah, dimana Kristus menjadi Panglimanya.
Banyak orang masih setengah hati untuk Tuhan, karena orang itu masih malas, acuh tak acuh, tidak peduli, bahkan takut ditolak oleh manusia. Hidup kita di bumi ini seperti satu titik dibandingkan hidup yang sebenarnya dalam kekekalan, itu sebabnya selama di bumi ini kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, hidup untuk tujuan kekekalan, dan bukan untuk mengejar yang sia-sia dan sementara.
Markus 9 : 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.
Matius 5 : 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Bagi Tuhan tidak ada kata netral! Pilihlah apa yang benar dan sampaikanlah kebenaran, jangan merasa bersalah! Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, tetapi kasih karunia Allah dinyatakan-Nya kepada kita, jika Tuhan memangil kita, maka dengarlah suara dan panggilan Tuhan, supaya kita hidup dalam kekudusan dan kebenaran-Nya.
2. Kita harus sepakat dengan Tuhan.
Amos 3 : 3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
Dua orang tidak akan pernah bisa berjalan bersama, dalam usaha/ pekerjaan jika tidak ada perjanjian dan kesepakatan bersama. Artinya kita bisa berjalan bersama dengan Tuhan karena kita sepakat dengan Tuhan. Sepakat dengan Tuhan artinya sepakat dengan firmanNya, yaitu taat kepada firman Tuhan dan melakukannya dengan setia dalam hidup kita.
Sepakat artinya kita tidak mendua hati, Yakobus 1 : 8  Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Jangan mendua hati, kita harus memilih untuk mengikut Tuhan dengan segenap hati. orang yang setengah hati (maju-mundur) tidak akan tenang dalam hidupnya, dan mudah dipengaruhi dengan keadaan.
Bagaimana kita mentahirkan hati yang mendua? Yakobus 4 : 8 Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu. Obat supaya kita tidak mendua hati adalah mendekat kepada Allah dengan cara menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, maka kita akan mengenal Tuhan secara pribadi, dan mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita.
3. Memikul salib, sangkali diri, dan mengikuti Tuhan
Matius 10 : 38 – 42 Jikalau kita maumengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mengalami tantangan, memikul salib artinya ada yang harus kita disangkali dalam diri kita jika kita ingin bersungguh hati kepada Tuhan. Buat keputusan jika kita ingin mengikuti Tuhan, memang tidak selalu mulus dan menyenangkan, tetapi jika kita berjalan dengan Tuhan maka Tuhan yang besar itu akan mengindentifikasikan diri-Nya dengan kita.
Siapakah kita? hingga orang yang manyambut kita, akan disambut oleh Tuhan. Itulah upah kita mengikuti Tuhan, karena Tuhan sangat mengasihi dan menghargai kita! Jika kita menyadari betapa besarnya pengorbanan Tuhan kepada kita, maka seharusnya kita memberikan segalanya kepada Tuhan. Kita tidak akan pernah kehilangan upah, ketika kita mengikut Tuhan.
Matius 16 : 24 – 25 (baca)Setiap orang yang mau mengikut Tuhan harus memikul salibnya dan menyangkal diri. Ikutlah Tuhan dengan segenap hati, sekalipun kita akan kehilangan segala yang berharga, bahkan nyawa kita. Karena sesungguhnya Anak Manusia akan datang dan pada waktu itulah Tuhan akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, Tuhan bersama dengan kita. Apa gunanya seseorang memperoleh dunia tetapi kehilangan nyawanya.
Wahyu 3 : 15 – 22  Jangan suam-suam kukuh karena Tuhan akan memuntahkan kita, jangan hanya ada di perbatasan antara mau sungguh-sungguh dengan Tuhan atau tidak, jangan biasa-biasa atau netral, pilihlah dekat dengan Tuhan. Semua yang terjadi dalam hidup kita seringkali menjadi proses Tuhan membentuk kita, proses untuk menyadari tanpa Tuhan kita sebetulnya tidak bisa. Mengikut Tuhan harus bayar harga yaitu memikul salib, sangkal diri, dan mengikut Tuhan, maka kita akan mengalami kemuliaan Tuhan.
Wahyu 3 : 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.
Wahyu 3 : 8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
